Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan
berikan buat Silvana dan Gerald. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat,
pisau, nonton iklan sangat disarankan.
terima kasih sudah membaca karyaku.
senyum sayang untuk kalian semua :)
*
Silvana membuka mata, sejenak terpaku saat melihat seorang pemuda dengan wajah tampan tersenyum padanya. Keningnya berkerut dalam, dan matanya bergerak liar mengamati pahatan sempurna pada wajah tampan di hadapannya. Mata berwarna coklat yang sangat terang, bibir tipis kemerahan, kulit putih sedikit pucat untuk ukuran pemuda yang ada di Rumania.
"Apa aku terlalu tampan, Queen?" Suara nan lembut mengalun masuk kependengaran Silvana.
" Tuan!" Pekik Silvana tertahan.
“Ada apa, queen?” suara merdu serta senyum manis yang terukir dari wajah tampan Gerald langsung
meluruhkan tubuh Silvana.
"Hah?” mendadak lidah Silvana lemas karena Gerald membelai pipi Silvana.
“Tidurlah kembali, queen. Hari masih gelap.” Gerald mencium kening Silvan.
Bukannya tidur kembali, Silvana justru bangkit dan mengambil ponsel di nakasnya.
“Sudah jam 4 ternyata.” gumam Silvana pada dirinya.
“Kau mau kemana, Queen?” Gerald berdiri sejajar dengan Silvana.
“Aku mengerjakan tugas rumahku,Tuan” Silvana menatap cermin dan melepaskan perban yang ada di keningnya.
“Lukanya?” Silvana mengerutkan kedua alisnya
“Apakah tuan yang melakukannya?” Silvana beralih menatap Gerald menunjuk keningnya.
Gerald mengangguk “Mulai sekarang tidak akan ada lagi yang menyakitimu, Queen.” perkataan Gerald membuat Silvana terharu.
“Terima kasih tuan.”
“Aku harus pergi sekarang, Queen. Aku pasti akan kembali dan menjemputmu.” Gerald menggenggam tangan Silvana dan mencium pipi Silvana, sebelum dirinya menghilang.
**
Silvana sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumah, Silvana kembali ke kamarnya. Dirinya melihat jam yang ada di atas nakas.
“Sudah jam 6. Lebih baik aku berangkat sekarang saja, hitung-hitung olahraga.” Silvana mengambil tas nya bergegas keluar dan pergi berangkat ke kampus setelah menyiapkan sarapan untuk Carrie dan Ibunya.
Silvana berjalan dengan penuh semangat dan bersenandung ria.
You make my heart feel like it's summer
When the rain is pouring down
You make my whole world
feel so right when it's wrong
That's how I know you are
the one
Silvana menghapus keringat yang ada di wajahnya. Terkadang Rona merah di wajah Silvana muncul
saat membayangkan apa yang Gerald lakukan padanya.
“Manisnya.” Silvana terkikik geli saat dirinya membayangkan Gerald menciumnya.
Silvana tiba di halaman kampus, Silvana merasa ada yang aneh pada kedua orang yang berdiri di depannya.
“Ada apa?” Tanya Silvana mengerutkan kedua alisnya
“Aku pengawalmu.” Gadis di depannya menjawab dengan ekspresi datar.
“kau pasti salah orang, permisi.” ucap Silvana
Silvana melewati kedua orang itu namun ditahan. “Tunggu! Kenalkan namaku Valir. Kami memang pengawalmu.” Sama seperti gadis sebelumnya pria yang bernama Valir juga mengatakan mereka pengawal Silvana.
“Aku tidak pernah menyewa pengawal. Kurasa kalian salah orang.”
“Buat bayar kuliah saja sudah susah, apalagi bayar pengawal.” gumam Silvana pada dirinya sendiri.
“kami ditugaskan oleh Yang mulia Gerald.” Silvana menatap wajah gadis di depannya.
“Jadi kalian benar pengawalku? Tapi aku tidak butuh pengawal.” jelas Silvana
“Tapi kami tetap akan menjadi pengawalmu.” cicit gadis itu.
“Baik. Siapa namamu?” Silvana menanyakan pada gadis di depannya.
“Aku Eudora.”
“Sekarang bisakah aku pergi?” Silvana mengantupkan tangannya di depan dada.
“Tentu, kami juga akan ikut.” Valir tersenyum mannis pada Silvana.
“Tidak bisa! Kalian tidak boleh ikut aku ke kelas, karena kalian bukan mahasiswa di kampus ini.” Silvana mencoba menjelaskan.
Valir tersenyum dan menggeleng. “Kami juga mahasiswa di sini, dan kita satu kelas.” Silvana terperangah tak percaya. Valir dan Eudora mengeluarkan kartu pengenal mahasiswa.
Silvana duduk di antara Valir dan Eudora, kelas sudah ramai. Dirinya menjadi pusat perhatikan karena kedua orang yang duduk di sebelahnya.
Semua mata tertuju padanya. “Permisi. Ini tempatku.” Luci berbicara pada valir.
“Cari tempat yang lain. Mulai sekarang ini tempatku.” Valir mengatakan dengan pelan namun sorot matanya tajam memandang Luci, membuatnya bergidik takut.
“Kak bisakah kau bergeser? Ini tempat duduk Luci.” pinta Silvana
“Dia sahabatku.” Lanjut Silvana
Valir bergeser pindah kesamping Eudora. Luci mencuri-curi pandang kepada Valir.
“Sudah jangan dilihat terus.” bisik Silvana
“hehe … terlalu sayang untuk di lewatkan pemandangan ini.” Luci terkikik geli
“Bagaimana kamu bisa mengenal mereka?” Luci penasaran karena yang ia tau Silvana tidak ada teman yang lain selain dirinya.
“mereka pengawalku, wanita cantik di sebelahku namanya Eudora dan pria yang kamu tatap terus itu, namanya Valir. Kakak dari orang yang memberiku kalung ini.” jelas Silvana.
Mata Luci berbinar mendengar penuturan Silvana. “Pantas kecantikan dan ketampanan mereka seperti dewa dewi.” Luci terus memandang Valir. Silvana mengangguk membenarkan.
"Andai saja aku bisa punya kekasih setampannya." Luci tersenyum menatap Valir dengan tangan yang menopang dagunya.
****
Duh jadi bingung pilih siapa diriku Gerald atau Valir ya. :) duh bestie aku pusing pilih diantara keduanya. :)
babang Gerald
babang Valir
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Lovely Shihab
Cup Gerald punya aku
2024-08-10
0
Thata Chan
waw dapat pengawal🤣🤣 ganteng pula. valir nya punya neng aja kakak😭
2022-11-11
2
Nia sumania
tetap Gerald di hati 😍😍😍
2022-11-08
1