Part 18 Ratu Silvana

Kini, Gerald sudah memasuki ruangan utama.  Dimana di dalamnya  sudah ada Lalya dan Roland, serta Leo yang berdiri di samping paman dan bibinya.

Melihat kedatangan Gerald, ketiga orang itu seketika membungkukkan tubuh mereka, Layla dan Roland bersujud pun bersujud pada Gerald.

“Sembah hormat kami, Yang Mulia Raja Gerald!” Suara Layla dan Roland keluar bersamaan.

“Senang bisa bertemu dengan Yang Mulia Raja.” Layla dan Roland menyapa sembari menundukkan kepala mereka.

“Lama tidak berjumpa dengan kalian.” Gerald membalas dengan suara datar dan juga dingin hingga serasa menusuk sampai ke tulang Layla dan juga Roland.

Layla dan Roland kembali bersujud dan memohon ampun. Keduanya meminta maaf karena sudah menyakiti Silvana.

Kedua orang itu menjelaskan semua kejadian yang telah terjadi itu. Gerald menatap tajam Layla dan Roland. Namun sesaat kemudian, Gerald teringat pada Ratunya, hingga membuat dirinya menahan amarahnya dan tersenyum sembari menatap Layla dan Roland.

“Aku tidak akan menghukum kalian, sesuai dengan permintaan ratuku.” ucap Gerald dengan suaranya yang mulai melunak. “Aku juga mengingat kebaikan kalian yang sudah mau merawat Clara dan menjaganya.” Gerald melanjutkan perkataannya dengan tersenyum hangat.

Terlihat raut kelegaan dari wajah Layla dan Roland setelah mendengar  perkataan Gerald yang sudi mengampuni mereka.

Setelah semuanya jelas, Layla dan Roland pun segera pamit meninggalkan kerajaan itu. Sementara, Leo menghampiri Gerald dan mengucapkan banyak terimakasih karena sudah mau memaafkan dan mengampuni bibi dan pamannya.

*

Silvana duduk dengan anggun saat semua pelayan melakukan hal yang Gerald perintahkan. Bahkan Silvana ikut menggunakan pakaian yang sama persis yang Gerald gunakan, pakaian bangsawan  dan tak lupa sebuah mahkota dan pernak-pernik di kepalanya.

Hari ini Gerald mengadakan pertemuan seluruh klan.  Silvana sengaja di rias untuk ikut menghadiri pertemuan klan itu.

Gerald dan Silvana memasuki ruang utama, hanya saja Silvana masuk keruangan khusus yang terhubung dengan ruang utama yang di gunakan sebagai tempat pertemuan klan. Gerald menatap sebuah meja panjang mewah beserta kursi yang berjejer rapi dengan ukiran mewah dan lambang dari setiap klan.

Di kursi pertama, telah hadir seorang raja dari klan Lucifer bernama Alexande disampingnya duduk seorang wanita cantik bernama Xavira yang merupakan ratu sekaligus pasangan Alexander.

Di kursi kedua, telah hadir ratu Esmeralda bersama raja Raven pasangan raja dan ratu dari klan penyihir. Mereka duduk dengan anggunnya dan terlihat berkelas di kursi mereka.

Di kursi berikutnya, telah duduk seorang raja dan ratu dari klan Wolves yaitu Layla dan Roland. Mereka terlihat waspada menatap sekelilingnya.

Mereka semua duduk dalam diam dengan saling memandang waspada satu sama lain. Hingga Gerald menatap jenuh dan memecahkan keheningan.

“Selamat datang raja dan ratu dari seluruh klan yang ada di sini.” Gerald menatap mereka lalu menghela napas. “Apa kalian akan terus saling diam terus menatap tajam satu sama lain seperti itu?” Gerald sudah mengubah suaranya dengan nada datar dan dingin.

Semua penghuni yang hadir langsung mengalihkan tatapsn mereka Gerald.

“Yang mulia, perihal apakah yang ingin anda sampaikan?” Esmeralda ratu dari sang penyihir itu menundukkan kepala dan tersenyum lembut.

“Benar, Yang Mulia. Apa yang membuat Yang Mulia memanggil kami semua dan berkumpul di kerajaan ini?” kali ini ratu klan Lucifer yang bertanya.

“Aku mengundang kalian untuk memperkenalkan ratu baru kerajaanku ini.”

Semua saling menatap terkecuali klan Wolves yang tersenyum hangat dan menundukkan kepala mereka dengan hormat.

“Yang Mulia ratu telah tiba.” Suara Luis terdengar lantang

Silvana yang sudah keluar dari ruangan khusus yang terhubung dengan ruang utama itu berjalan masuk. Mereka semua berdiri dan menunggu sesuatu yang membuat mereka penasaran. Tak lama seorang wanita yang terlihat sangat cantik dan anggun datang dengan pakaian kebesaran yang sama dengan pakaian yang Gerald kenakan. Silvana berdiri tepat di samping Gerald dan tersenyum hangat pada pria itu lalu duduk tepat di sampingnya.

Silvana menatap semua yang ada di dalam ruangan itu. Matanya menangkap sosok Layla dan Roland yang tampak kaget melihat Silvana yang sudah berubah menjadi gadis yang sangat cantik. Namun, detik berikutnya mereka menunduk dan tersenyum pada Silvana.

Beberapa dari mereka menatap tajam pada Silvana. Mereka dengan cepat merasakan bahwa silvana hanya gadis biasa. Manusia lemah tanpa kekuatan. Gerald menarik tangan Silvana untuk berdiri.

“Aku Gerald Duton Pattius, raja dari kerajaan Vinhart, mengangkat Silvana Efarton sebagai ratu kerajaan Vinhart yang baru.” Gerald berkata dengan sangat lantang dan tersenyum menatap Silvana.

“Kami dari klan Wolves, memberikan hormat pada Yang mulia ratu silvana.” Layla dan Roland menundukkan badan dengan satu kaki di tekuk.

Dengan ragu-ragu Silvana menyuruh mereka untuk bangun. Layla da Roland bangun dan menundukkan kepalanya.

Sedangkan yang lainnya hanya diam tanpa memberi hormat karena takut akan tatapan tajam Gerald. beberapa yang ada menatap Silvana dengan tatapan tajam dan meremehkan. Gerald yang memperhatikan keadaan sekitar dan melihat tatapan ketidak-sukaan mereka pada Silvana mendesis.

Cratss!

Petir menyambar di ruang utama, semua pandangan beralih menatap Gerald, lalu tertunduk hormat.

“Aku rasa pertemuan kita sudah selesai.” ucap Gerald meninggalkan ruang utama bersama Silvana.

“Dia tidak pantas menjadi ratu kerajaan ini.” Desis salah satu dari anggota Klan yang hadir di ruangan itu.

“Pantas dan tidak pantas, tidak ada hubungannya denganmu! Karena yang memilih dan berkuasa disini adalah Raja Gerald Duton Pattius!” suara itu membuat seluruh Anggota Klan yang tidak setuju menatap pada orang yang berbicara dengan tegas dan terkesan menentang ketidak sukaan mereka pada Silvana. Leo yang sedari tadi duduk diam menyaksikan semuanya akhirnya buka suara.

*Bersambung

hai para readers ku yang baik hati. jangan lupa komen dan like ya.

dukung aku terusya dengan tonton iklan.

satu lagi nih Bestie. mampir juga yuk di karya temenku selagi nunggu aku update. ceritanya bikin penasaran loh.

Adrian Devano adalah anak sekolahan yang sering di jauhi karna baunya yang seperti ikan busuk.

Di tambah lagi kantung matanya yang gelap seperti ikan mati menambah kesan menjijikkan dari pria muda tersebut.

Berbeda dengan anak anak di tempat tinggalnya yang menginginkan pekerjaan di kota besar dan modern. Adrian justru bercinta cita menjadi seorang nelayan sukses.

Saat sedang memancing di tengah laut pasifik, Adrian yang di timpa kesialan tak sengaja menemukan sebuah kotak aneh berwarna biru laut dan mendapatkan sistem dari sana.

Dengan bantuan sistem misterius yang ia beri nama "Sea" Mampukah Adrian mewujudkan impiannya.

Terpopuler

Comments

rya22

rya22

keren thor

2022-11-24

0

kianana

kianana

lanjut thor

2022-11-18

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!