Part 16 Serangan Serigala

Sementara itu di Kerajaan Vinhart, Gerald tengah menyelesaikan beberapa urusan dengan Eudora, dan juga Luis. Tapi, tiba-tiba saja Gerald merasakan sakit di bagian jantungnya.

“Ahkk.” Gerald mengerang pelan sembari memegangi dadanya.

“Yang Mulia, ada apa?”tanya Luis. dengan sigap Luis bangun dari posisinya dan berdiri  di samping kanan Gerald.

“Yang mulia,” ucap Eudora, ia juga ikut melakukan hal yang sama dengan Luis. Yaitu bangkit dari posisinya dan berdiri di sisi kiri Gerald.

Gerald semakin mengerang kesakitan, rupanya ia mendengar suara bisikan yang tedengar begitu pelan. “Gerald, aku takut. Aku takut, Gerald.” Suara bisikan itu terdengar begitu jelas di telinganya dan juga menggetarkan perasaannya.

“ Silvana,” ucap Gerald dengan lirih.

“Ada apa,  Yang Mulia?” tanya Luis pada Gerald dengan raut wajahnya yang terlihat khawatir.

“Apa yang terjadi, Yang Mulia?” Eudora ikut bertanya, kecemasan terlihat begitu jelas pula di wajahnya. Ia menantikan jawaban Gerald.

“Ratuku. Dia dalam bahaya!” Terang Gerald.

Luis menatap Eudora di dalam kebingungannya, ia begitu mengharapkan penjelasan. Sedangkan Eudora yang mendengar perkataan Gerald menjadi terlihat semakin panik.

Pikiran Gerald menerawang jauh. Aliran cahaya dari kalung Silvana terlihat jelas dimatanya.

“Perbatasan Hylius.” Gerald berkata jelas. Lalu menatap Eudora dan Luis bergantian. “Aku akan pergi menemui Ratuku!” tambahnya.

*

Silvana menatap tak percaya pada hal yang terjadi di depan matanya. Karena serigala semakin banyak setiap serigala berbulu putih itu melolong keras.

“Kau yakin bisa melawan mereka semua?” Tanya Silvana sembari menatap wajah Leo dengan Khawatir.

“Semoga saja, apapun yang akan terjadi, aku akan tetap melindungimu bahkan dengan nyawaku sendiri.” jelas Leo dan sudah berubah menjadi serigala.

Ketakutan Silvana semakin bertambah saat tiba-tiba para serigala berlompatan tinggi dan menerkam Leo.

“Aaahhkk!” Silvana berteriak dengan kencang, gadis itu terduduk di tanah dengan kedua tangannya yang berada di telinga dan mata yang terpejam.

JDERRR!

Petir kembali menyambar seiring dengan teriakan kencang dari Silvana. Semua serigala berali menatap tajam pada Silvana dan siap menerkamnya. Tiba-tiba seekor serigala melompat kearah Silvana dan berdiri tepat di

depannya. Dan serigala lainnya ikut mengelilingi tubuh Silvana dan membentuk sebuah lingkaran.

Seekor serigala mencoba untuk menabrak tubuh Silvana hingga Silvana terpental cukup jauh. Erangan pelan keluar dari bibir Silvana. Gadis itu merasakan sakit pada tubuhnya yang di tabrak seekor serigala dan berakhir terhempas.

Di tengah-tengah ketakutan dan rasa sakit yang mendera Silvana, tiba-tiba seekor serigala coklat berjalan mendekat pada Silvana dan menancapkan kukunya tepat di lengan Silvana. Hingga membuat darah segar mengalir dari lengan Silvana.

“Akkkhhh..” pekik Silvana dan berakhir hilang kesadaran.

Leo yang masih bertarung melawan beberapa serigala lainnya, mengalihkan pandangan dan melihat pada Silvana yang sudah tidak sadarkan diri. Leo yang sudah berubah menjadi serigala itu dengan cepat berlari mendekati Silvana.

Leo melolong keras, namun dirinya tetap tidak bisa berbuat banyak karena serigala di depannya berjumlah sangat banyak.

BLEDERRRR!

Cratttss!

Suara petir kembali menyambar, Dua buah cahaya putih dan biru dengan secepat kilat menerobos perkumpulan serigala yang tengah mengitari tubuh Silvana dan Leo. Membuat serigala-serigala itu mundur perlahan. Serigala putih melolong keras memberi peringatan pada serigala lainnya untuk waspada.

Gerald sudah berubah menjadi wujud biasa dan mengangkat Silvana. Eudora yang berdiri di depannya menatap tajam para serigala itu. Gerald melihat darah segar yang keluar dari lengan Silvana. Kedua bola mata

Gerald sudah berubah merah, sayap dari balik punggungnya pun sudah mulai mengepak dan berkembang dengan sempurna.

Para serigala itu mundur selangkah, mereka mengetahui bahwa mereka dalam bahaya. Eudora yang melihat perubahan pada Gerald. juga ikut menggeram dirinya ikut mengepakkan sayapnya.

“Bibi, paman, kalian semua sudah melakukan kesalahan yang sangat Fatal” geram Eudora setelah mengalihkan pandangannya pada Leo yang sudah terluka.

“Lenyapkan mereka semua!” Gerald memerintah Luis dan Eudora untuk menghabisi para serigala yang sudah menyakiti Leo terutama Silvana.

“Baik, Yang Mulia.”

Eudora mengepakkan kedua sayapnya beriringan dengan angin yang berhembus kencang. Membuat serigala yang tidak jauh darinya terpental jauh. Eudora terbang dan terus mengepakkan kedua sayapnya. Hingga membuat angin

terus bertiup kencang. Sedangkan Luis yang baru saja tiba dengan sigap berlari dan saat dia melangkah tinggi dengan cepat dirinya berubah menjadi serigala putih besar. Luis dengan cepat menumbangkan para serigala yang menghadangnya.

Luis melolong sangat keras, hingga membuat beberapa serigala diam dan ketakutan. Sedangkan Eudora sudah mengeluarkan tombak dari tangan kanannya. Siap melenyapkan para serigala yang ada disana.

“Yang Mulia, ampunin kami.” Layla dan Roland membungkuk dan bersujud melihat beberapa serigala lainnya sudah terluka.

Eudora terdiam beberapa saat menatap pada Gerald. Namun, setelah melihat bahwa Gerald hanya diam saja dan membuat Eudora kembali menatap tajam pada paman dan bibinya.

“Maafkan aku.” ucap Eudora sudah melepaskan tombaknya.

Cratts!

Tombak itu melesat dan  hilang. Eudora mengalihkan pandangannya pada Gerald.

“Ada apa, Yang Mulia?” tanya Eudora menatap Gerald

“Biarkan mereka hidup, aku mengampuni mereka karena ratuku yang memintanya,” ucap Gerald.

Eudora beralih menatap Silvana, gadis itu baru tahu bahwa Silvana sudah sadar. Dan tersenyum menatap dirinya.

“Jangan bunuh mereka.” Lirih Silvana, ia mentap Gerald dan Eudora bergantian dengan tatapan matanya yang sendu.

Setelah mengatakan itu, Silvana kembali tak sadarkan diri. Gerald menatap semua serigala yang ada disana.

“Kali ini ku ampuni kalian semua karena permintaan Ratuku.”

“Sekarang pergilah!” usir Gerald dengan tegas pada para serigala itu.

Semua serigala itu pun segera pergi menjauh terkecuali Layla dan Roland. Keduanya menatap Eudora dan Leo.

“Maafkan kami, aku kira dia wanita yang berbahaya,” ucap Layla penuh penyesalan.

“Maafkan kami, karena sudah menyakitimu.” Roland mentap Leo, dan melihat banyaknya luka ditubuh Leo.

“Aku sudah memaafkan paman dan bibi. Lagi pula, ini hanya salah paham!” jawab Leo dengan lemah.

***

Sementara itu, Gerald terus mondar mandir, ia merasa begitu khawatir melihat keadaan Silvana yang belum juga sadarkan diri. Bahkan banyak beberapa pelayan yang terkena omelan Gerald.

Cukup lama Gerald menunggu wanitanya, hingga pada akhirnya Silvana sadarkan diri.

Silvana memenadangi ruangan yang ia tempati meneliti setiap sudut ruangan itu. Kedua matanya tampak berbinar menatap kagum. Gerald yang baru masuk melihat Silvana sudah sadar, langsung mendekati dan memeluknya serta

mencium kedua pipi gadis itu.

“Syukurlah kau sudah sadar, Queen,” Ucap Gerald sembari mencium punggung tangan Silvana dengan penuh cinta.

“Hmmm… Tuan bagaimana dengan para serigala, paman dan bibinya Leo?” Silvana justru menanyakan keadaan mahluk yang sudah menyakitinya.

“Hampir saja aku musnahkan mereka semua,” Jawab gerald dengan suara pelan tapi begitu penuh penekanan.

“Terima kasih.” Silvana tersenyum setelah mendengar bahwa Gerald tidak melenyapkan para serigala itu.

Gerald memanggil para pelayan untuk melayani Silvana, ada 10 orang pelayan yang turut melayani Ratu dari Raja Gerald. Bahkan, para pelayan itu mendandani Silvana agar Ratu mereka terlihat begitu cantik.

Tak lama kemudian, Silvana yang baru selesai di dandani keluar dari dalam kamar. Ia menghampiri Gerald dengan dandanan dan juga gaun indah yang membuat dirinya terlihat begitu anggunnya. Gerald begitu terpana saat melihat Silvana yang sudah berubah menjadi gadis cantik dan menawan, tak ada lagi kacamata yang melekat di gadis itu.

*Bersambung.

mohon dukungannya ya.. dengan like dan komen. gapapa komen yang membangun aku terima kok :) hehe

peluk sayang untuk kalian semua.

Hai hai Readers ku.. sambil nunggu othor update baca karya temenku yuk.. ceritanya bikin penasaran banget loh..

****

Tentang suara samar di gedung sekolah saat jam pelajaran berlangsung, membuat keempat sahabat penasaran dengan siapa sosok yang sebenarnya.

Apa mereka bisa menemukan jawabannya?

Baca kalau berani.

Terpopuler

Comments

rya22

rya22

keren thor. semangat

2022-11-24

0

Thata Chan

Thata Chan

cintaku klepek-klepek ke Silvana🤣🤣

2022-11-16

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!