Silakan Dibaca.
Tengah malam, di beberapa pohon dekat dengan markas para bandit serigala. Terdapat berbagai sosok hitam tengah duduk memandang ke arah markas para bandit tersebut.
Sosok hitam tersebut mulai terlihat, mereka ialah Salas dan para penduduk lainnya yang tengah mengintai markas para bandit serigala.
Salas memandang ke arah para penduduk, ia mengangkat tangannya dan tim yang memiliki kecepatan paling cepat, akan beraksi menculik lima anggota yang berada di luar tersebut.
“Ingat, culik mereka. Kemudian ikat mereka di luar hutan Rox. Kalian adalah orang-orang tercepat, jadi tugas ini kuserahkan kepada kalian!”
“Kami mengerti, kepala desa.” Lima orang penduduk memakai pakaian tertutup, mereka mengubah bagian kakinya menjadi kaki monster.
Para penduduk sendiri sudah bisa menguasai kekuatan monster mereka. Hal inilah langkah awal sebelum, semuanya pergi melawan para bandit serigala.
Arven yang berada di pohon tertentu melihat rencana mereka, entah mengapa senyum di wajahnya terukir. Ia juga melihat statusnya sesekali. Di mana, dirinya kini tengah berada di level lima.
[+ Status.]
[- Nama : Arven Fishar.]
[- Umur : 17 Tahun.]
[- Julukan : Putra Baron, Terlahir Kembali.]
[- Level : 05.]
[- Exp : 32/340.]
[- Str : 5.]
[- Def : 3.]
[- Spd : 6.]
[- Stat Point : 8.]
[- Mana : 180.]
[- Mana Regen : 2/10 Menit.]
[- Skill :]
[1. Summon Minion: Lv 1.]
[2. Kontrol Aura : Lv 1.]
[- Level Sistem : 01.]
“Sistem tambahkan ke dalam kekuatan dan ketahanan.”
[+ Status.]
[- Nama : Arven Fishar.]
[- Umur : 17 Tahun.]
[- Julukan : Putra Baron, Terlahir Kembali.]
[- Level : 05.]
[- Exp : 32/340.]
[- Str : 9.]
[- Def : 7.]
[- Spd : 6.]
[- Stat Point : 0.]
[- Mana : 180.]
[- Mana Regen : 2/10 Menit.]
[- Skill :]
[1. Summon Minion: Lv 1.]
[2. Kontrol Aura : Lv 1.]
[- Level Sistem : 01.]
Arven merasakan arus hangat memenuhi tubuhnya, ia merasa semakin kuat dibandingkan sebelumnya. Namun, ketika melihat bahwa Mana miliknya, tidak meningkat. Ia sedikit mengerutkan keningnya.
Arven segera menggelengkan kepalanya, ia memandang ke arah Salas dan para penduduk yang telah menyelesaikan dua kali misi penculikan. Kali ini Arven melihat mereka menyiksa musuh dengan kejam.
“Hei, Bandit apakah kamu ingatku!” kata salah satu penduduk, ia mulai menyayat para bandit dengan cepat. Hal ini membuat mereka berteriak dengan marah.
“Aaaaa, hentikan Bajingan! Atau Bos kami akan membuatmu tersiksa seperti sebelumnya!”
Para penduduk berhenti ketika mendengar raungan tersebut. Hal ini membuat para bandit menyadari bahwa para penduduk takut akan bos mereka.
“Lepaskan kami, atau bos kami akan meniduri istri kalian satu persatu,” ancam salah satu bandit, ia melihat ketakutan para penduduk akan bosnya tersebut.
Namun, pikiran para bandit benar-benar salah. Mereka berhenti karena memikirkan siksaan yang paling membuat para bandit jera.
“Mengapa kita tidak menaburi mereka dengan lumpur. Bukankah sayatan akan menjadi lebih buruk, jika terkena dengan air yang keruh?”
“Kau benar juga!” salah satu penduduk mulai mengumpulkan pasir, kemudian mereka menaburkannya tepat sayatan yang mereka telah buat.
Para bandit meraung dengan keras, ketika mereka ingin mengucapkan sesuatu, penduduk melempari mulutnya dengan batu.
Arven yang berada di kejauhan terkekeh melihat hal itu, ia tidak menyangka bahwa para penduduk sangatlah kejam.
“Benar-benar menarik,” kata Arven, kemudian ia menghilang dari tempat dan muncul kembali di dekat para penduduk yang menyiksa sepuluh bandit serigala itu.
Para penduduk sedikit terkejut dengan kehadiran tuannya. Namun, mereka segera sadar kembali dan menundukkan kepalanya.
“Hormat kami, Yang Mulia!”
“Angkat kepala kalian.”
Para penduduk mengangkat kepalanya, Salas segera maju menghadap ke arah Arven, ia kemudian bertanya, “Apakah sudah waktunya untuk mengubah mereka, Yang Mulia?”
“Apakah kalian sudah puas menyiksa mereka?”
“Sebenarnya kami belum puas, karena orang yang ingin kami siksa belum keluar.”
Arven mengangguk, ia memahami Salas dan para penduduk tersebut. Dirinya menyeringai, kemudian mengambil beberapa potong daging dan mulai memasukkannya ke dalam mulut sepuluh bandit tersebut.
Kesepuluh bandit melebarkan matanya dan rasa sakit dari organ dalam benar-benar membuat mereka menggeliat layaknya cacing kepanasan.
Tak butuh waktu lama, untuk kesepuluh bandit berubah menjadi monster. Mereka segera berlutut di hadapan Arven, mengucapkan sumpah seperti lainnya.
“Tugas untuk kalian ialah, tarik lima orang keluar. Kemudian, masuklah lagi seolah-olah tidak ada yang terjadi.”
Arven sendiri mengatakan tugas itu dengan seringai di wajahnya. Entah mengapa ia ingin melihat ekspresi Bos Bandit Serigala ketika mengetahui bahwa anak buahnya berkhianat.
“Dimengerti, Yang Mulia!”
Sepuluh orang dari bandit serigala mulai melangkah menuju ke arah markas. Mereka masuk, kemudian mengikuti langkah yang diinstruksikan oleh Arven.
Salas sendiri mengerti maksud dari tuannya. Ia juga tidak sabar ingin melihat, bagaimana ekspresi Bos Bandit Serigala ketika anak buahnya mengacungkan senjata ke arahnya.
Para penduduk sendiri tetap menunggu di tempat, mereka bersembunyi. Sementara, penduduk yang memiliki kecepatan bersiap menculik para bandit.
Rencana pun dimulai. Lima bandit keluar, berganti shift. Kemudian, mereka diculik dan disiksa para penduduk. Sementara, Arven hanya memberikan potongan daging.
Rencana terus dilakukan, sampai akhirnya. Semua bandit telah menjadi pasukan Arven. Hal ini membuat Arven senang karena levelnya meningkat kembali. Namun, ia akan melihatnya ketika misinya telah usai.
Para bandit mulai masuk ke dalam markas. Sebelumnya, bos bandit sedikit curiga, mengapa para anak buahnya keluar masuk. Namun, keanehan tersebut ia abaikan.
Berbeda dengan para perempuan yang dikurung. Bahkan, perempuan yang sudah dimainkan juga merasa aneh karena, para bandit tidak menyentuh mereka melainkan hanya mendudukkan di lutut.
Hal ini membuat curiga para perempuan. Terutama, seorang perempuan yang terkurung di jeruji besi dengan pakaian layaknya bangsawan. Ia sendiri memakai mahkota, rambutnya pirang dan iris matanya biru laut.
Sorot matanya tegas dan tajam, ia terlihat menunggu kesempatan untuk menghancurkan para bandit serigala tersebut.
Namun, ia jelas menangkap keanehan para bandit. Hal yang menarik ialah, perempuan yang seharusnya di buat mainan, hanya didudukkan saja di pangkuan mereka.
Dari sekian banyaknya bandit, hanya bos bandit saja yang melakukan permainan. Hal ini membuat semuanya yang berada di dalam markas heran.
Bos bandit sendiri, menyadari keanehan tersebut. Ia mengerutkan keningnya ketika melihat para anak buahnya tengah menatap dengan senyuman lucu.
“Mengapa kalian memandang diriku seperti itu?”
“Maaf-maaf, Paman... Telah mengganggu kesenanganmu!”
“Apa maksudmu! Juga apa-apaan dengan sorot mata kalian! Apakah kalian ingin menantangku!”
Bos bandit berdiri, ia melempar perempuan yang berada di depannya ke samping. Namun, satu orang bandit menyelamatkan perempuan itu.
“Hehehe, kami tidak mungkin menantangmu, Paman.”
Para bandit tersenyum, kemudian mereka mengeluarkan pedang pendek dan mengacungkannya ke arah Bos Bandit.
Bos Bandit terkejut dengan tindakan anak buahnya tersebut, ia tidak menyangka anggota yang tiap hari selalu merangkul satu sama lain, mulai menodongkan senjata ke arahnya. Ekspresi Bos Bandit semakin pucat dan terkejut, ketika mendengar kalimat seseorang yang menjadi tangan kanannya.
“Kami di sini ingin membunuhmu!”
To be Continued.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
♡~Yuki.nur019
NICE 👍🏻
2022-12-21
2
ADRIAN
👍👍👍
2022-11-18
0