Masih kembali ke malam tadi
villa milik Bara.
Denting suara jarum jam terdengar memecah keheningan dimana beberapa kali kilatan memanjang menerjang dari arah balik jendela kaca kamar meskipun telah tertutup gorden mendominasi berwarna gold.
Embun seketika tersentak dari tidurnya, terkejut dengan keadaan dan refleks bangun dari posisi tidurnya tanpa peduli ada tangan kokoh yang memeluk erat perutnya.
Dia berlarian dengan cepat keluar pintu kamar dan bergerak kearah dapur, mencari beberapa ember dan panci.
Tapi....
Embun seketika membeku saat menyadari sesuatu, dia meletakkan panci yang ada ditangan nya keatas meja kemudian dia menyentuh kening nya secara perlahan.
Sisa keringat dingin membasahi diri, perempuan tersebut diam sembari mencoba menahan perasaan nya, dia tertawa tanpa suara namun realitanya hendak menangis menahan rasa.
Lupa ini bukan di rumah gubuk mereka, dia sudah berpindah tempat tinggal yang tidak perlu khawatir jika hujan deras melanda.
Perempuan tersebut secara perlahan mundur kebelakang, menyadarkan dirinya ke dinding dapur, dia menangis terisak sejenak Sembari menahan suaranya.
"Embun ini bukan dirumah, semua baik-baik saja."
Dia membatin, mencoba untuk mengingat diri
Setiap kali hujan akan tiba biasanya dia akan berlarian ke dapur, mencari apapun untuk diletakkan di bawah lubang atap seng gubuk mereka, atap bocor ada di mana-mana, bapak tidak punya uang cukup untuk mengganti tiap bagian atap yang bocor, hanya bisa berkata.
"InsyaAllah nanti kalau ada uang baru kita ganti dengan seng yang baru yah"
Kenyataan nya bertahun-tahun berlalu, atap gubuk mereka tidak kunjung berganti, bepak tidak pula berhasil membelikan seng baru meskipun hanya sekeping, di tambal juga sudah tidak memungkinkan.
Embun ingin menertawakan dirinya atas Kekonyolan yang baru saja dia lakukan, bangun tergesa-gesa berpikir ini gubuk mereka, kilatan petir membuat cemas dirinya apalah suara hujan yang terus menderas membasahi bumi.
"Apa yang kamu lakukan?"
Batin nya pelan.
Meskipun mengurus villa juragan, tapi bapak hanya bertugas membersihkan, menata dan merawat, mana berani tinggal ditempat mewah tersebut.
Rumah dinding kayu beralaskan setengah tanah setengah semen kasar menjadi tempat tinggal mereka, bapak sudah terlalu tua untuk bisa membuat rumah layak untuk mereka ditengah sulit nya mengais rezeki.
Sakit bapak tidak baik-baik saja, tidak memungkinkan untuk laki-laki tersebut bekerja terlalu berat, karena itu bapak tidak bisa bekerja di luar untuk mati-matian mencari nafkah seperti laki-laki pada umumnya.
Bisa menyelesaikan sekolah dan dapat makan cukup tiap hari saja sudah cukup, jangan berharap bisa pergi ke kantin sekolah untuk menikmati jajanan seperti teman-teman nya yang lain, karena Embun cukup tahu diri dengan kondisi ekonomi mereka yang tidak baik-baik saja.
Embun masih berusaha untuk menghela nafasnya, menyandarkan tubuhnya dengan kekhawatiran yang masih tersisa, memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu dan berusaha menetralisir detak jantung nya yang masih tidak baik-baik saja.
Dia membuka perlahan bola matanya, menyeka sisa air mata dengan punggung tangannya.
"Semua baik-baik saja, setelah kontrak selesai akan ada rumah layak huni yang akan kamu dan bapak tempati"
Batin nya pelan didalam hati.
Bara sendiri tersentak didalam tidurnya tadi ketika merasakan gerakan kasar mengejutkan dirinya, membuka bola matanya dengan paksa, menatap sosok Embun yang bergerak tergesa-gesa turun dari kasur mereka.
Ada apa?!.
Dia membatin sengaja tidak mengeluarkan suara untuk bertanya langsung, Bara mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu, memaksakan diri bangun dari rasa lelah dan kantuk yang masih menerjang.
Laki-laki tersebut mencoba mengejar langkah kaki Embun yang bergerak terburu-buru ke arah dapur.
Melihat pergerakan perempuan tersebut dari arah balik dinding, mengintip apa yang dilakukan Embun.
Dan dia baru sadar sepertinya Embun setengah mengigau, melakukan hal di luar pemikiran, Bara diam memantau, memperhatikan gerakan Embun yang mulai sadar dengan keadaan.
Perempuan tersebut seolah tersentak dari apa yang dilakukan nya sendiri, menyandarkan tubuhnya ke dinding sambil berdiam diri, samar-samar dalam beberapa waktu bisa dia dengar tangis lirih, begitu menyakitkan, bagaikan sembilu mengiris hati.
Bara terdiam, membisu, menyandarkan dirinya ke dinding berlawanan dimana Embun berdiri dan menyandar, memejamkan bola matanya dalam posisi sejajar persis seperti Embun.
Ada apa? apa kamu tidak baik-baik saja?!.
Laki-laki tersebut bertanya didalam hatinya, membiarkan tangisan lirih dengan isakan kecil memenuhi ruangan tersebut.
Membiarkan pemikiran Bara melanglang buana, memikirkan sesuatu yang sulit untuk dijabarkan dengan kata-kata.
Hening kemudian terasa, dimana dia tidak lagi mendengar tangisan yang sama, dibalik kaca kecil yang menembus dapur di sisi kirinya, bisa dia lihat samar-samar bayangan Embun menyeka air matanya.
Perempuan itu merunduk, melorotkan tubuh nya kelantai dengan menopang tubuhnya di antara kedua kakinya.
Bara berbalik, melangkah perlahan mendekati Embun, pura-pura tak tahu apa yang terjadi, berdiri tepat di hadapan perempuan tersebut kemudian berkata.
"Apa semua baik-baik saja?"
Sejenak Embun terkejut, mendongakkan kepalanya, menatap netra dingin tak tersentuh yang berdiri tegap di atas dirinya.
Sisa warna mata yang sedikit memerah menghiasi wajah cantik dan satu tersebut tanpa mengeluarkan suaranya, menatap Bara dalam kebisuan diiringi suara hujan yang semakin menderas dan kilatan petir yang menyambar.
Aku tidak baik-baik saja.
Embun membatin didalam hatinya.
*****
Aku hanya si miskin yang bertemu dengan si kaya, dalam kerumitan kisah yang aku tidak tahu akan bergerak dan berjalan kemana.
Kebetulan atau takdir dua kata yang menyatu bersama, mempertemukan kita pada situasi yang saling mengikat antara satu dengan yang lainnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Nene Juan
Tenang aja Embun, Bara pasti bikin rumah untuk bapakmu setelah kau jadi istri sahnya, auto ngarep..
2023-03-22
0
tegar chaliq
Bara pasti tidak akan tinggal diam melihat kehidupan mu yg miris Embun
2023-02-26
0
🌼 Pisces Boy's 🦋
nikmati apa yang sekarang ada dihadapan kamu Embun.. biarkan semua mengalir dan akan indah pada waktunya
2023-02-21
0