Suara Bara jelas adalah perintah seolah-olah tidak mau diganggu gugan atau bahkan ditolak sama sekali karena laki-laki tersebut terbiasa mendominasi dan mengintimidasi siapapun yang ada di sekitarnya tanpa terkecuali dan Embun membeku juga diam, bingung harus bagaimana.
rasanya aneh jika dia harus berjalan dan duduk di dekat Bara, Mama kasih jarak diantara mereka, apalagi dia merasa bersalah karena telah mengganggu tidur laki-laki tersebut barusan.
seharusnya dia tidak mendekati laki-laki itu dan membuatnya terjaga.
"Maaf karena membangunkan Anda"
Embun bicara dengan penuh rasa bersalah.
Alih-alih menjawab Bara malah menepuk-nepuk kursi sofa yang dia tiduri.
"Kemarilah"
Bara kembali bicara, suaranya sangat mendominasi tapi lebih terdengar lembut dari biasanya, dia menjadi sedikit tidak sabaran, ingin agar gadis tersebut segera duduk disana.
Pada akhirnya Embun menurut.
Begitu Embun bergerak dan mencoba duduk, Bara langsung memundurkan tubuhnya di atas kursi sofa panjang tersebut, menyingkirkan sejenak selimut yang diberikan Embun dan membiarkan gadis tersebut duduk tepat di depan Bara.
Dan saat Embun duduk tiba-tiba saja laki-laki tersebut menarik pinggang Embun, membuat garis tersebut tersentak kaget dan membulatkan bola matanya karena darah menarik pinggangnya secara refleks dan membuat tubuhnya langsung berbaring tepat di hadapan Bara.
"Tuan?"
Embun terkejut, dia jelas gugup setengah mati dan dia pikir ini tidak ada di surat perjanjian mereka.
"Biar aku menyentuh perut mu sejenak"
Bara menenggelamkan Embun kedalam pelukan nya, posisi Gadis tersebut memunggungi Bara, posisi berbaring mereka sangat tidak menguntungkan untuk Embun.
Percayalah seketika jantung Embun kini berdetak kencang dan terdengar tidak aman, dia pasrah saat bara memeluk nya dari belakang, laki-laki tersebut memeluk dia dan mengelus lembut perutnya untuk beberapa waktu.
"Tuan...bagaimana jika nona Ayla datang?"
Embun bicara dengan nada bergetar, dia meringkuk takut,agak geli dan panik di peluk oleh Bara apalagi tangan laki-laki tersebut menyentuh dan memeluk perutnya.
"Dia tidak akan datang kesini, tengah mencari kesenangan nya sendiri diluar sana"
Ketika laki-laki tersebut memberitahukan soal itu, membuat Embun membisu, dia diam dan tidak bicara.
lagi terbesit pertanyaan didalam hati nya.
Pernikahan seperti apa yang laki-laki tersebut jalani?!.
"Mereka bilang ini tidak akan tumbuh secepat itu, masih butuh proses dan waktu hingga tumbuh dan tuan bisa memegang nya"
Embun berusaha untuk mengingatkan, seperti nya anak tersebut belum benar-benar jadi diperut nya.
Bara terlihat diam, membiarkan tangan nya mengikis jarak diantara mereka, dia suka memeluk Embun begini, sejak di puncak ingin sekali menikmati aroma gadis tersebut dan memeluk nya.
Entah hasrat atau dia menyukainya dia belum bisa menentukan hati nya.
"Berhentilah memanggil perempuan itu nona, lebih baik kamu menggunakan nama panggilan lain yang terdengar tidak mengganggu di telingaku, dia bukan majikan kamu dan akulah yang mendapatkan kamu, jangan sesekali mematuhi permintaannya karena aku tidak suka."
ucap Bara lagi kemudian sama sekali enggan menanggapi ucapan Embun, laki-laki tersebut terus memeluk Embun sembari meminjamkan bola matanya, menikmati aroma sampo bubble gum yang menyeruak masuk dari balik hidungnya.
Gadis tersebut selalu saja memberikan aroma wangi setiap kali mereka berdekatan, aroma bubble gum atau aroma bayi dari balik tubuh Embun, Bara sangat menyukai nya, seolah-olah mengingatkan nya pada seseorang dimasa lalu nya.
mendengar ucapan laki-laki tersebut sejenak membuat Embun terdiam, dia tidak memiliki julukan bayi untuk disematkan pada Ayla.
"aku hanya merasa tak pantas memanggilnya dengan nama panggilan sembarangan"
Embun bicara pelan membiarkan Bara menempelkan hidung dan bibirnya di tengkuk gadis tersebut, ada satu sensasi aneh yang terasa saat Bara menempelkan bibir dan hidungnya ditengkuk belakangnya.
"kamu bisa memanggilnya kakak atau mbak, itu terdengar lebih baik seolah-olah tidak ada batas diantara kalian"
Ucap Bara lagi kemudian.
"Ya?"
Embun sejenak bertanya dengan bingung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Nene Juan
Thor bikin Bara jatuh cinta sama Embun ..
2023-03-21
0
🌼 Pisces Boy's 🦋
siapa seseorang dimasa lalu mu Bara ? apakah Embun🤔
2023-02-21
1
tegar chaliq
ada yg mulai menyukai Embun dan teringat masa lalu ni kayaknya 🤔
2023-02-14
1