Rumah sakit xxxxxxx
London.
Sejenak Embun mematung menatap wajah tampan dihadapan nya tersebut yang berdiri di ambang pintu dengan ekspresi yang sepertinya tidak baik-baik saja.
meskipun wajah tampan tersebut terlihat begitu datar dan dingin, cukup irit bicara dan memiliki bola mata yang pandangan nya tidak dapat di artikan oleh dirinya, tapi Embun tahu laki-laki dihadapan nya saat ini tidak baik-baik saja.
"Tuan?"
dia bertanya sedikit gugup, melebarkan pintu kamar ruang VVIP dimana dia dirawat dan membiarkan laki-laki tersebut masuk kedalam.
Bara tidak menyahut, menatap wajah tegang penuh kepolosan dihadapan nya, tidak tahu kenapa dia suka suara mendayu yang beberapa hari ini menghiasi hari-hari nya, wajah Embun seolah-olah menjadi keindahan tersendiri, dimulai dari awal pertemuan hingga hari ini, dia terpesona dan gemas melihat nya.
Tiga hal awal yang tidak dia dapatkan dari Ayla.
Suara lembut dan hangat mendayu, bola mata yang menatap nya penuh arti dan wajah lembut dan sedap di lihat yang penuh dengan kepatuhan.
Seolah-olah dia menemukan rumah baru didalam diri Embun yang tidak dia temukan selama dia menikah dengan Ayla.
Bara masuk kedalam kamar tersebut, mencium manis dan wanginya aroma dari gadis tersebut saat dia sudah semakin dekat dengan Embun, rambut basah gadis tersebut menandakan Embun baru saja selesai mandi dan membersihkan diri nya.
dia suka gadis wangi meskipun mereka tidak cantik, baginya menambah satu nilai tersendiri.
Bola mata laki-laki tersebut menangkap sosok Embun yang perlahan menutup pintu, berbalik secara refleks dan terkejut karena Bara masih dibelakang nya, mereka nyaris bertabrakan hingga Embun nyaris masuk kedalam pelukan Bara.
Aroma lembut shampoo bubble gum menyeruak masuk kedalam Indra penciuman Bara, tiba-tiba saja satu Hasrat bergejolak didalam dirinya, bertahun-tahun tidak bangun dia tiba-tiba menginginkan nya.
biasanya yang memancing lebih dulu ayla karena dia sulit berselera, tapi kali ini cukup berbeda, tiba-tiba dia mengharapkan nya.
"Kenapa belum tidur?"
Bara bertanya, menatap Embun yang menatapnya sambil mendongakkan kepalanya, gadis itu terlalu kecil dan mungil, hanya sebatas dada nya, jauh berbeda dengan postur tubuh Ayla yang tinggi sebatas dagu nya.
Saat bicara dengan Ayla, Perempuan tersebut hanya perlu mensejajarkan dirinya, saat bicara dengan Embun, dia menatapnya kebawah dan Embun harus mendongakkan kepalanya dengan jarak se intens ini.
"Aku masih menghabiskan waktu membaca buku"
Ucap gadis tersebut pelan, menatap bola mata Bara dengan tatapan yang tidak bisa Bara pahami.
"Jangan terlalu lelah, itu tidak baik untuk kesehatan mu dan bayi nya"
Ucap Bara kemudian.
Embun terlihat diam, hanya bisa menundukkan kepalanya kemudian mengangguk pelan.
Bara tidak melanjutkan kata-katanya, laki-laki tersebut memang irit bicara, memilih diam, berbalik dan melangkah, dia duduk di kursi sofa yang menghadap kearah kasur dimana Embun akan tidur.
Gadis tersebut terlihat bingung karena laki-laki tersebut bertamu di tengah malam, mengerutkan keningnya dan ingin bertanya tapi takut salah.
Bara berhak atas seluruh hidup dan tubuh nya, jadi dia punya hak apa?!.
Embun memilih bergerak menuju ke atas kasurnya, duduk di tepian kasur sembari menatap Bara yang menduduki dirinya keatas kursi sofa.
"Aku akan tidur disini malam ini"
Ucap laki-laki tersebut tiba-tiba.
"Ya?"
hal tersebut sontak membuat Embun terkejut.
"Tidur disini?"
Wajah gadis tersebut seketika menegang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Nene Juan
Apakah malam ini Bara mau belah duren bersama Embun,🤭😁..
2023-03-21
0
🌼 Pisces Boy's 🦋
belum diapa²in Embun nya sdh tegang😂
2023-02-20
1
anisa
upss Bara...ada yg bangun ya 🤭🤭😅😅
2023-01-06
1