Ayla menatap Bara dengan perasaan yang begitu kesal, setelah berkata sesuatu yang menyakiti perasaannya tiba-tiba saja laki-laki itu langsung pergi dari hadapannya.
"Bara...yakkk kau ingin kemana?"
Ayla jelas saja bertanya dengan perasaan kesal, dia berusaha untuk mengejar langkah laki-laki tersebut, mencoba menarik lengan Bara kemudian mendesaknya berkata ke mana laki-laki itu ingin pergi.
"ini sudah hampir tengah malam, kamu ingin pergi ke mana?"
tidak biasanya laki-laki tersebut pergi mendahului dirinya, biasanya yang keluar malam bahkan hilir mudik kemanapun adalah dirinya,Bara yang selalu ada di rumah, tidak pernah ke mana-mana atau bahkan bertingkah.
"Aku ingin melihat calon anakku, apa itu terdengar salah?"
Laki-laki itu bicara dengan tenang, sama sekali tidak menampilkan ekspresinya sedikitpun, Bara memang selalu seperti itu, sangat sulit sekali menebak apa yang ada di dalam pikirannya karena ekspresi laki-laki itu begitu tenang dan datar.
Bahkan Ayla tidak bisa membedakan kapan laki-laki tersebut memilih diam karena marah atau bahkan memilih diam karena enggan, dan malam ini bisa-bisanya laki-laki tersebut berkata ingin melihat anaknya.
"Kamu pikir tanpa bagian dari dalam diriku, apa mungkin anak itu akan menjadi anakmu? itu jelas terjadi dan ada karena kita berdua"
Ayla terlihat mengoceh, dia melepaskan genggamannya dari Bara, cukup tidak terima ketika laki-laki tersebut berkata anak yang ada di dalam perut embun sang gadis desa yang udik hanya anak laki-laki tersebut.
Alih-alih menjawab ucapan dari Ayla, Bara memilih untuk mengabaikan perempuan tersebut.
"Kamu benar-benar ingin pergi di tengah malam seperti ini mengunjungi perempuan Udik itu?"
Ayla bertanya cepat ke arah Bara, pertanyaan yang jelas mendominasi dan mengintimidasi, cukup tidak masuk akal jika Bara ingin pergi di jam seperti ini.
"Nada pertanyaanmu seperti orang yang sedang cemburu"
Bara berusia cepat kemudian membalikkan tubuhnya lagi, mengabaikan perempuan yang ada di sampingnya itu di mana dia bergerak berjalan menuju ke arah depan.
"Cemburu? Yang benar saja, tentu saja level kami berbeda dan kau tidak mungkin jatuh cinta dengan gadis kampung seperti itu sangat rendah sekali"
perempuan tersebut menghina serta mencibir dan merasa tidak level dengan Embun, jelas saja perbedaan signifikan terlihat di antara mereka, dia dan Embun bagaikan langit dan bumi dia adalah langitnya yang menerangi banyak orang dan bahkan berada di atas segala-galanya, sedangkan Embun hanya manusia yang berada di lantai bawah yang kelasnya berbeda dengan dirinya bahkan jika untuk disaingkan dengan dirinya tentunya sangat tidak sepadan dan juga sangat tidak pantas.
bahkan jika dia laki-laki pun dia tidak akan berselera dengan perempuan kampung yang udik dimana penampilannya pun begitu sederhana dan usang, dia bahkan tidak pernah menggunakan pakaian yang dia pikir sudah hampir mirip seperti lap di dapurnya.
"karena itu kau tidak pasti khawatir jika aku di sana untuk melihat calon bayi nya, kamu bisa menikmati malam mu di luar sana sesuai kemauanmu, dan aku tidak ingin kehilangan waktu untuk melihatkan tumbuh kembang anak aku"
setelah berkata seperti itu barang langsung merasa turun dari anak tangga, membuat Ayla menembus kasar sembari dia menenteng kedua tangannya di kedua belah pinggang.
"Sial."
perempuan tersebut mengumpat dengan kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
🌼 Pisces Boy's 🦋
seperti nya anak yang dikandung Embun memang anak nya dan Bara... bukan anak Ayla...
2023-02-21
0
tegar chaliq
dgn kamu menjelekkan Embun didepan Bara itu berarti kamu telah merendahkan dirimu sendiri Ayla
2023-02-20
0
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Duh... Ceritanya bagus. Tp penulisannya ancur banget. Mosok buat lomba cerita yg penulisannya kacau balau sih...? Yg bener aja... Keknya dah mulai hrs revisi deh. Ganggu banget typo di tiap katanya. Coba revisi dl Thor. Makasih.
2023-02-18
1