Menolak pergi

Indonesia

Mansion utama Bara

Kamar utama Bara dan Ayla.

Ketika deru suara mesin mobil terdengar memasuki halaman tempat tinggal Bara, Ayla langsung menaikkan ujung alisnya, bola mata perempuan tersebut langsung melirik kearah jam di dinding tepat di sisi kiri di mana dia berada saat ini.

pukul 10 lewat dia pikir tumben Bara pulang sesudah dirinya pulang, biasanya laki-laki tersebut sudah ada di rumah sebelum dia kembali ke rumah.

perempuan tersebut mengabaikan kepulangan laki-laki itu, sejak awal menikah hingga hari ini dia tidak pernah menyambut laki-laki itu pulang ke rumah, baginya dia bukan istri berbakti seperti itu yang harus menyambut suaminya pulang dengan ciuman pipi kiri dan kanan lalu mengambil tasnya dan membuka jasnya.

itu terlihat bukan type Ayla, dia tidak begitu suka melakukan hal tersebut karena bagi nya dia bukanlah istri yang terlalu berbakti seperti yang di berikan pencerahan oleh para penceramah.

Dia perempuan abad modern yang tidak berpegang pada kekolotan jaman kemarin, bukan perempuan yang memiliki banyak waktu hingga sempat-sempatnya meladeni sang suami.

baginya mereka tinggal pulang meletakkan barang dan para pelayan atau pembantu bisa menyelesaikannya.

sejenak bola mata Ayla menetap ke arah pintu kamar milik mereka ketika dia mendengar suara,

Klikkk.

Bara membuka pintu kamar tersebut dengan cepat, meletakkan tasnya di atas meja besar yang terletak di sisi kiri setelah pintu masuk, laki-laki tersebut melepaskan sepatunya kemudian bergerak dengan cepat membuka pakaiannya satu persatu.

mereka seperti orang asing di mana Ayla sibuk dengan handphonenya, sedangkan Bara sama sekali tidak tertarik untuk melirik ke arah Ayla.

lagi lagi tersebut memilih bergerak menuju ke arah kamar mandi di mana di pintu masuk di sisi sebelah kanan terdapat gantungan handuk di sana.

laki-laki itu langsung menarik handuk mendominasi berwarna putih, lantas bergerak masuk ke dalam kamar mandi tanpa melakukan percakapan apa-apa sama sekali pada Ayla.

hingga pada akhirnya cukup lama laki-laki tersebut berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Bara melesat keluar dari kamar mandi dan bergerak menuju ke arah Walk in closet.

"besok malam Papa dan Mama ingin kita makan malam bersama"

di saat laki-laki tersebut meraih pakaiannya, Ayla tiba-tiba membuka suaranya, Bara terlihat menghentikan gerakan tangannya kemudian laki-laki tersebut diam untuk beberapa waktu, lantas Bara berkata.

"aku punya rapat penting dan pertemuan dengan investor besok, kamu bisa pergi seorang diri tanpa harus aku temani"

ucapnya dengan enteng lantas kembali meraih baju dan celana yang ada di dalam lemari walk in closet, laki-laki tersebut mulai menggunakan pakaian yang satu persatu.

"Apa kamu gila? Mama pasti mencerca ku dengan jutaan pertanyaan soal anak-anak, aku tidak siap berhadapan dengan mama saat ini ketika dia menanyakan soal anak"

perempuan tersebut jelas menolak dengan berat, mana mau dia menghadapi ibu mertuanya tersebut yang mulutnya jelas terlalu lemes dan membuat kepalanya pusing, bisa dipastikan besok akan ada ribuan pertanyaan yang dilontarkan oleh mertuanya soal anak.

"Kamu tahu sendiri Bara, Mama bukan tipe wanita yang gampang dihadapi"

jelas saja satu-satunya. kelemahannya dalam keluarga tersebut adalah Mama Bara, sulit sekali bergerak bebas setiap kali dia bertemu dengan wanita tersebut, yang dibicarakan selama bertahun-tahun ini hanya anak dan juga kemandulan mereka entah itu dirinya atau bahkan Bara, tapi wanita tersebut selalu berkata jika bara jelas mampu mencetak anak-anak dengan kualitas super superstar.

dan wanita itu akan menyalahkan dirinya dan berkata jika dia adalah seorang perempuan mandul.

"menghadapi mamamu membuatku lelah"

ucap perempuan itu lagi kemudian.

"katakan saja saat ini kamu sedang hamil, itu cukup mudah untuk dilakukan olehmu bukan yang notabennya pintar berbohong dalam banyak situasi"

dan tiba-tiba Bara mengeluarkan suaranya sambil memberikan solusi terbaik pada perempuan tersebut.

mendengar ucapan barang jelas saja membuang aila langsung membulatkan bola matanya.

"Ya?"

jelas saja perempuan itu terkejut mendengar ucapan Bara saat ini.

"Kau bicara apa?!"

tanya perempuan itu lagi kemudian.

Terpopuler

Comments

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

Bara sdh tau kelakuan Ayla... tapi kenapa tdk diceraikan

2023-02-21

2

tegar chaliq

tegar chaliq

Bara kenapa tidak kau ceraikan saja Ayla?

2023-02-20

1

Salbiah Usman

Salbiah Usman

kayaknya bara dah tau sepak terjangnya Bella,,

2023-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 Mertua fs Mandul
2 Pertemuan pertama dan kesepakatan
3 Awal permulaan
4 Tak seindah kelihatan nya
5 Tidur di sini
6 Sebuah tawaran
7 Dia dan Rahasia nya
8 Gundah gulana
9 Mengikis jarak
10 Menolak pergi
11 Tidak satu level
12 Sedikit nasihat
13 Mencarikan nya istri ke dua
14 Kedatangan
15 Wanita yang banyak bicara
16 Sedikit mengejutkan dirinya
17 Menunggu keputusan
18 Menantu vs mertua
19 Tidak baik-baik saja
20 Membuat nya merindu
21 Takut tenggelam
22 Bagaikan orang asing
23 Dia banyak berubah
24 Gelisah
25 Dia tidak baik-baik saja
26 Merasa terganggu
27 Panggilan makan malam
28 Kakek tua Andaram
29 Bersitegang
30 Saling Meraih keuntungan
31 Dalam kesepakatan
32 Laki-laki dengan sejuta masalah nya
33 Kembar
34 Membuat nya curiga
35 Puas atas keluhannya
36 Ikatan batin yang kuat
37 Pergi meninggalkan dirinya sejenak
38 Jutaan kerinduan
39 Keputusan mengejutkan
40 Tidak akan mengubah apapun
41 Semua orang sejatinya saling menikam
42 Saling memanfaatkan
43 Martin laki-laki kepercayaan Kakek tua Andaram
44 Tidak ada cinta yang direstui
45 Dalam kekhawatir
46 Obat segala rasa
47 Lembut dan manis
48 Membiarkan nya pergi
49 Pencarian tidak masuk akal
50 Menentang nya terang-terangan
51 Ancaman baru bagi beberapa orang
52 Laki-laki yang membuat nya khawatir
53 Sedikit mencekam
54 Saling menekan
55 Terjebak situasi
56 Dalam rasa panik
57 Tiff and Dru
58 Menjadi titik terlemah nya
59 Terlalu gelisah
60 Sama-sama gelisah
61 Menyusun rencana berikut nya
62 Selesaikan dan pulang ke rumah
63 Dalam rencana lainnya
64 Memeriksa keadaan
65 Dalam rasa seorang ibu
66 Kakek tua Andaram yang licik dan picik
67 Meminta nya Bertahan sebentar saja
68 Ini cinta
69 Dalam ke khawatiran
70 Jangan bergerak gegabah
71 Mempercepat semua nya
72 Dalam desakan
73 Kemarahan kakek tua Andaram
74 Selangkah lagi
75 Ketika mereka bertemu
76 Musuh yang sesungguhnya
77 Kesempatan yang habis
78 Mimpi buruk
79 Semester kedua
80 Kalimat sakral
81 Andaram generation
82 Dalam cinta
83 Saling meminta janji
84 Pecah
85 Tidak perlu berlebihan
86 Pertemuan pertama
87 Keluarga Hillatop
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Mertua fs Mandul
2
Pertemuan pertama dan kesepakatan
3
Awal permulaan
4
Tak seindah kelihatan nya
5
Tidur di sini
6
Sebuah tawaran
7
Dia dan Rahasia nya
8
Gundah gulana
9
Mengikis jarak
10
Menolak pergi
11
Tidak satu level
12
Sedikit nasihat
13
Mencarikan nya istri ke dua
14
Kedatangan
15
Wanita yang banyak bicara
16
Sedikit mengejutkan dirinya
17
Menunggu keputusan
18
Menantu vs mertua
19
Tidak baik-baik saja
20
Membuat nya merindu
21
Takut tenggelam
22
Bagaikan orang asing
23
Dia banyak berubah
24
Gelisah
25
Dia tidak baik-baik saja
26
Merasa terganggu
27
Panggilan makan malam
28
Kakek tua Andaram
29
Bersitegang
30
Saling Meraih keuntungan
31
Dalam kesepakatan
32
Laki-laki dengan sejuta masalah nya
33
Kembar
34
Membuat nya curiga
35
Puas atas keluhannya
36
Ikatan batin yang kuat
37
Pergi meninggalkan dirinya sejenak
38
Jutaan kerinduan
39
Keputusan mengejutkan
40
Tidak akan mengubah apapun
41
Semua orang sejatinya saling menikam
42
Saling memanfaatkan
43
Martin laki-laki kepercayaan Kakek tua Andaram
44
Tidak ada cinta yang direstui
45
Dalam kekhawatir
46
Obat segala rasa
47
Lembut dan manis
48
Membiarkan nya pergi
49
Pencarian tidak masuk akal
50
Menentang nya terang-terangan
51
Ancaman baru bagi beberapa orang
52
Laki-laki yang membuat nya khawatir
53
Sedikit mencekam
54
Saling menekan
55
Terjebak situasi
56
Dalam rasa panik
57
Tiff and Dru
58
Menjadi titik terlemah nya
59
Terlalu gelisah
60
Sama-sama gelisah
61
Menyusun rencana berikut nya
62
Selesaikan dan pulang ke rumah
63
Dalam rencana lainnya
64
Memeriksa keadaan
65
Dalam rasa seorang ibu
66
Kakek tua Andaram yang licik dan picik
67
Meminta nya Bertahan sebentar saja
68
Ini cinta
69
Dalam ke khawatiran
70
Jangan bergerak gegabah
71
Mempercepat semua nya
72
Dalam desakan
73
Kemarahan kakek tua Andaram
74
Selangkah lagi
75
Ketika mereka bertemu
76
Musuh yang sesungguhnya
77
Kesempatan yang habis
78
Mimpi buruk
79
Semester kedua
80
Kalimat sakral
81
Andaram generation
82
Dalam cinta
83
Saling meminta janji
84
Pecah
85
Tidak perlu berlebihan
86
Pertemuan pertama
87
Keluarga Hillatop

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!