Villa Lain milik Bara
Grand Marina
Jakarta timur.
Sejenak Embun menatap wajah Laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu, Bara berdiri di depan pintu villa tersebut sambil menenteng satu paper bag yang isi nya entah apa di tangan kiri nya dan tas kerjanya di tangan kanan nya, kedatangan sosok Bara jelas membuat Embun Seketika terkejut.
"Tuan?"
"Aku pikir kamu pasti menyukai buah Dan makanan segar untuk kehamilan kamu"
Bara bicara cepat, mengabaikan ucapan Embun sembari dia melepaskan sepatunya, kemudian laki-laki tersebut bergerak masuk ke dalam villa tersebut, tidak peduli bagaimana ekspresi Embun saat ini yang menatapnya dengan bingung, laki-laki tersebut malah terus bergerak masuk ke dalam villa itu menuju ke arah kursi sofa yang terletak di ruang tengah.
Embun tampak diam, menatap punggung Bara yang melewati nya untuk beberapa waktu, pada akhirnya dia menutup secara perlahan pintu yang ada dihadapan nya itu, bergerak mendekati Bara yang kini jelas telah duduk di atas kursi sofa panjang yang ada di ruang tengah villa itu.
sejenak perempuan tersebut melirik ke arah jam di dinding, cukup tidak normal untuk ukuran laki-laki datang bertamu, tapi karena ini adalah Villa Bara dia jelas tidak memiliki daya untuk menolaknya atau mengusirnya.
apalagi dia cukup tahu diri dengan statusnya.
"Tuan datang kemari malam-malam begini apakah itu tidak apa-apa?"
dia bertanya sedikit khawatir, ada dua ketakutan menghantam dirinya, di mana yang pertama dia takut istri bara tiba-tiba datang mendatangi mereka dan yang kedua bagaimana jika para tetangga juga tiba-tiba datang memergoki mereka.
meskipun jarak antara villa ke Villa lain atau ke rumah para tetangga cukup jauh namun tetap saja Embun cukup takut dengan keadaan, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya
"tentu saja tidak masalah, memangnya apa yang aku takutkan saat ini? apa kamu takut orang-orang akan datang menggerebek kita? bukankah aku sudah bilang sebelumnya jika orang-orang bertanya kamu jelas adalah istriku"
Bara menjawab dengan ringan dan enteng kekhawatiran yang menghantam Embun saat ini, baginya apapun yang di khawatirkan Embun terlalu kurang beralasan untuk dirinya dan itu cukup mengganggunya.
"aku tidak tahu apakah kamu menyukai makanan ini atau tidak, juga makanan ini cocok di lidahmu atau tidak tapi aku berusaha untuk mencarikan yang terbaik, aku juga telah membeli sekotak susu ibu hamil didalam nya"
Laki-laki tersebut bicara sembari melirik kearah kantong paper bag yang telah diletakkan laki-laki tersebut di atas meja.
Embun meraih paper bag tersebut secara perlahan, menatap berbagai macam isi yang ada didalamnya.
"Terima kasih"
Ucap Embun pelan, dia menundukkan kepalanya sejenak, perasaan nya sejenak kacau.
"Nikmati lah, aku akan mengerjakan beberapa pekerja disini"
Ucap laki-laki tersebut kemudian, mengeluarkan sesuatu dari tas kerjanya yang ternyata adalah sebuah Laptop.
Bola mata Embun sejenak terpaku menatap laptop yang mulai dinyalakan oleh Bara di hadapannya, laki-laki tersebut seolah-olah mengabaikan dirinya, hal tersebut sontak membuat Embun mengerutkan keningnya.
Gadis tersebut sejenak diam, seolah-olah ingin membicarakan sesuatu tapi berusaha untuk ditahan oleh nya.
Bara benar-benar mulai menggerakkan jari-jari untuk bekerja hingga akhirnya Embun memberanikan diri untuk bicara.
"Maaf?"
Ucap nya begitu pelan.
Bara menghentikan aktivitas jemari nya.
"Katakan"
Laki-laki tersebut menatap kearah Embun.
"Apakah malam juga menjadi jam kerja tuan setelah berkutat seharian di luar rumah?"
Tanya Embun tiba-tiba, membuat Bara sejenak diam, menatap gadis dihadapannya itu untuk beberapa waktu, pandangan Bara sama sekali tidak terbaca, laki-laki tersebut benar-benar type laki-laki yang sangat sulit untuk ditebak keinginan nya.
"Aku pikir selain merusak pola waktu istirahat, juga terdapat beberapa resiko kesehatan dan..."
Embun menatap dalam bola mata Bara.
"Membuat hubungan suami dan istri menjadi tidak harmonis"
Dia tidak bermaksud menceramahi tapi itu realita yang harus didapat, karena itu salah satu efek terjadi pada pernikahan orang-orang dimana pasangan mereka terlalu gila dan larut dalam pekerjaan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
tegar chaliq
mungkin karena perkataan mu itu Embun ,Bara merasa diperhatikan dan menimbulkan benih benih cinta di hati Bara untuk mu, karena selama bersama Ayla mereka hidup sendiri sendiri meskipun satu atap dan berstatus suami istri
2023-02-22
1
🌼 Pisces Boy's 🦋
Embun uda seperti istri menceramahi suami yang sibuk kerja🤭
2023-02-21
0
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Nah... Part ini lmyn bagus penulisannya. Tinggal penempatan huruf kapital, tanda baca koma & titik yg diperbaiki.
2023-02-18
0