Kembali ke kediaman Bara dan Ayla.
Tuan Endar bergerak menuju kearah belakang, memilih untuk tidak menghiraukan istrinya, entahlah hanya malas untuk bicara dengan Reni, sejak dulu memang seperti itu.
Sulit menjaga kata-kata mungkin itu ungkapan yang cocok untuk istrinya, tidak pernah menghargai orang lain dan tidak pernah cocok dengan siapapun termasuk dengan dirinya bahkan menantunya sendiri.
Laki-laki tersebut bergerak menuju kearah belakang, melihat kolam belakang menjadi hobi dan kesukaan nya, bisa menghilang kan rasa bosan dan stress untuk dirinya.
Dia melewati dapur, menatap menantu nya yang sibuk Membuatkan minuman untuk dirinya dan istrinya.
"Berikan papa kopi"
Laki-laki tersebut bicara cepat, menatap kearah Ayla untuk beberapa waktu.
mendengar suara papa mertuanya membuat ayla terkejut, dia menghentikan gerakan tangannya, menoleh kearah papa Bara dengan cepat.
"Mau kebelakang Pa?"
Perempuan itu bertanya cepat, kembali melanjutkan aktifitas nya.
"Berikan pada papa kopinya kebelakang"
Pinta laki-laki tersebut cepat, dia kemudian bergerak kembali menuju kearah depan, mengabaikan Ayla begitu saja.
Ayla terlihat kembali fokus dengan pekerjaannya, menunggu air hangat dan menuangkan nya secara perlahan ke dalam cangkir kopi di hadapannya.
Beberapa waktu kemudian setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Perempuan tersebut langsung bergerak menuju kearah depan, membawa teh untuk mama mertua nya dan beberapa cemilan juga.
"Lama sekali?"
Tanya mama mertuanya cepat, menatap sebal pada menantunya tersebut.
Ayla terlihat enggan menjawab, dia tahu dijawab pun akan menambah keruwetan, mau sebenar apapun, mana mungkin menang melawan mama mertua nya tersebut.
perempuan tersebut meletakkan teh dan cemilan nya di atas meja, memilih duduk dihadapan mertua nya.
"Kemana Bara? tidak juga mengangkat panggilan mama"
Lagi dia mengoceh, meraih gelas teh secara perlahan dan mulai menyesap teh hangat miliknya.
"Dia punya pekerjaan penting, mama bisa menghubungi Bara setelah dia pulang"
Ucap Ayla pada nyonya Reni kemudian.
"Menyebalkan, bayangan kan aku ini mama nya, kurang ajar sekali tidak mengangkat panggilan ku"
Kicauan wanita tersebut tidak mudah untuk berhenti, maklum mungkin sudah tradisi, sekali nya bicara mana mungkin bisa diam meskipun sudah diminta berhenti, seperti mesin motor RX-King, mengeluarkan suara cempreng yang jelas mampu membuat sakit telinga siapapun yang mendengarnya.
Ayla cukup salut jika ada yang tahan mendengar ocehan wanita tersebut.
"Ayla akan coba menghubungi nya nanti, saat pulang akan minta Bara menelpon mama"
Perempuan tersebut mencoba untuk merayu, menyakinkan mertuanya jika Bara akan menghubungi wanita tua tersebut.
Sebenarnya pekerjaan paling malas untuk dilakukan nya merayu mama mertua nya, terlalu berlebihan dan memuakkan tapi dia harus bertahan dan bersabar menghadapi wanita tersebut hingga mungkin rasa lelah menghantam nya.
"Hubungi sekarang tidak bisa? seharusnya sebagai istri kamu cukup berkuasa mengendalikan putra ku"
Lagi wanita itu mengoceh, mengejek Ayla sebagai seorang perempuan yang tidak mampu menaklukkan hati laki-laki, sembari kembali menyesap teh nya, wanita tersebut menatap tajam kearah Ayla.
mendengar ucapan Mama mertua nya membuat Ayla mengulum senyuman nya.
"Kalau Bara di bawah kekuasaan ku, aku khawatir mama tidak akan bisa menjadi pemilik Bara seutuhnya, karena apa-apa Bara pasti mendiskusikan nya pada ku, mama pasti bakal histeris dan membunuh ku"
Dia terkekeh kecil, bicara sedikit mengejek, menanggapi tidak masuk akal ucapan wanita dihadapan nya tersebut.
"Kau terlalu bisa menjawab ucapan ku"
Sedikit kesal mendengar jawaban Ayla, dia pikir menantunya semakin lama semakin pintar bicara, sejak awal memang pantas dia tidak menyukainya.
"Maaf ma aku tidak bermaksud menjawab, hanya menjabarkan kenyataan"
Dia kembali mengejek, menatap mama mertua nya dengan perasaan yang sulit dijabarkan.
Nyonya Reni masih ingin bicara, namun tiba-tiba Ayla berkata sambil berdiri dari posisi duduknya.
"aku akan mengantar kopi papa, papa bilang agar aku membawakan nya kopi Secepat nya"
dia pamit dengan cepat, tidak lagi ingin menghiraukan ucapan Mama mertua nya.
"Kau..?"
nyonya Reni terlihat mengeram kesal, menatap punggung Ayla yang kini perlahan menjauh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
tegar chaliq
sabar Ayla punya mertua cerewet 🤭
2023-02-26
0
🌼 Pisces Boy's 🦋
memantu dan mertua uda seperti tom dan Jerry
2023-02-21
0
Reader online👻
ini menantu sama mertua yaa kok ga akur
2022-12-02
0