Pagi ini Kanaya dan Arsen berangkat ke Bali. Kanaya sangat bersemangat dalam perjalanan ini. Ia sudah tidak sabar ingin cepat sampai di pulau Dewata itu.
Setibanya di bandara Ngurah Rai mereka langsung di jemput oleh salah satu karyawan Arsen menuju ke villa milik Arsen di Kuta.
Kanaya pernah menginap di villa itu bersama Meta dan Viona. Di sini Meta pernah memergoki mereka sedang berciuman.
Dan sekarang ia dan Arsen datang lagi dengan status mereka yang sudah berubah..bukan lagi Ayah dan putri sambung melainkan suami istri...lebih tepatnya istri muda sang Daddy.
"Kita istirahat dulu, nanti malam kita akan menghadiri undangan pesta bersama teman-teman Daddy " tutur Arsen sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Apakah Daddy sudah membawa gaun untukku di koper ?" tanya Kanaya. Karena Arsen yang menyiapkan semua keperluannya.
"Tidak perlu pakai gaun..karena pestanya di kolam "
"Apakah sama dengan Pool Party seperti saat ulangtahun Viona ?" tanya Kanaya.
"Ya hampir sama seperti itu " jawab Arsen.
"Tapi aku tidak bawa baju renang "
"Sudah ada di koper kamu " jawab Arsen
Kanaya pun terlihat lega karena semua kebutuhannya sudah disiapkan oleh Daddy bule nya itu.
Karena pestanya nanti malam, mereka pun menggunakan waktu yang tersisa dengan beristirahat.
Arsen yang semula ingin tidur akhirnya harus terjaga karena Kanaya terus mengganggunya.
Ada saja ulah gadis nakal itu untuk mencari perhatian dari Arsen.
Kanaya meminta Arsen untuk membantu memakaikan kutek di kuku jari kakinya, dan Arsen pun melakukannya dengan senang hati.
Arsen menyapukan cairan berwarna itu di kuku jari Kanaya yang indah. Sesekali ia juga iseng mengelus betis dan paha mulus Kanaya yang terekspos karena Kanaya hanya mengenakan hotpants.
"Daddy jahil " Kanaya terkikik kegelian ketika tangan Arsen berlama-lama mengelus paha mulusnya.
"Kamu juga jahil mengganggu terus supaya Daddy tidak tidur " balas Arsen sambil mengipas-ngipas kuku Kaya agar kuteknya cepat kering.
Disaat Arsen dan Kanaya sibuk bercengkrama, Angel yang tidak putus asa terus menghubungi Arsen.
Arsen abaikan semua panggilan dari Angel itu namun Kanaya malah menyuruh Arsen mengangkatnya.
"Malas Sayang " Arsen menolak, ia malah memeluk Kanaya dan menyembunyikan wajahnya didada hangat Kanaya.
"Kalau tidak diangkat nanti Mami akan terus menelpon Daddy..dia tidak akan berhenti sebelum berhasil berbicara dengan Daddy " bujuk Kanaya.
Arsen tidak bergeming, ia malah iseng mencolek-colek dada Kanaya.
"Ya sudah kalau Daddy tidak mau biar aku saja yang bicara sama Mami Angel..aku akan bilang kalau Daddy sedang di Bali bersama aku " Kanaya berpura-pura akan mengambil gawai Arsen.
"No..No..biar Daddy yang bicara dengan dia " Arsen buru-buru mendahului mengambil gawainya sebelum Kanaya nekad berbicara pada Angel.
Kanaya terkikik, padahal mana berani ia berbicara dengan Angel dan mengatakan jika mereka sedang berada di Bali..itu namanya bunuh diri.
Kanaya ingin mempermainkan Angel dengan caranya.
[ Akhirnya kamu angkat juga , Sayang ]
[ Aku sedang sibuk Ngel ]
[ Aku mau nyusul ya ke Bali ]
Disaat Arsen sedang berbicara dengan Angel, Kanaya sengaja menggoda Arsen dengan cara mengusap-usap dadanya dengan gaya yang sensual.
[ Hmm..tidak usah. Aku sedang kerja bukan sedang bersenang-senang ]
[ Kamu sedang apa sih Yang ?]
Telinga Angel sempat mendengar ******* Arsen walaupun samar.
Kanaya terkikik, Arsen memberi kode agar Kanaya diam. Namun keisengan Kanaya malah semakin menjadi, disaat Arsen masih berbicara dengan Angel , Kanaya sibuk mengecupi leher Arsen.
[ Aku mau pergi dulu sekarang, nanti aku telepon lagi ]
Arsen lekas mengakhiri sambungan telepon dan melempar gawainya keatas kasur.
"Dasar nakal..kamu sengaja ya melakukannya " Arsen memerangkap tubuh Kanaya sebelum gadis itu kabur setelah berhasil menjahili ibu tirinya.
"Ampun Dad..ampun " Kanaya menggelinjang kegelian karena Arsen menggelitik pinggangnya.
"Jahil banget sih kamu ?" Arsen terus menggelitiki pinggang Kanaya membuat tubuh mungil itu menggelepar-gelepar seperti cacing kepanasan.
Kanaya berhenti bergerak ketika merasakan ada yang menekan bagian bawah tubuhnya.. tepatnya dari celah diantara dua pangkal paha Arsen yang tiba-tiba sudah menggelembung entah sejak kapan.
Kedua pasang mata itu kini saling mengunci dan dengan perlahan Arsen melabuhkan bibirnya di bibir mungil Kanaya yang mungil dan begitu menggoda.
Kanaya menyambutnya.
Dengan bibir saling bertautan Arsen perlahan menggerakkan pinggulnya menekan dan menggesek diantara kedua paha Kanaya sehingga menimbulkan sensasi rasa yang luar biasa.
Namun keasikan sepasang pengantin baru itu kembali terusik ketika Simon menghubunginya.
Arsen turun dari atas tubuh Kanaya dan duduk di sisi ranjang dengan gawai di tangannya.
[ Ada apa ? ]
[ Bu Angel memaksa saya memberitahukan alamat tempat anda menginap ]
[ Terus kamu kasih tidak ? ]
[ Belum pak..makanya saya tanya kepada anda pak .. sepertinya Bu Angel nekad akan menyusul anda ke Bali ]
[ Pastikan dia tidak pergi menyusul kesini ! ]
[ Baik pak ]
"Kenapa Dad ?" tanya Kanaya setelah Arsen memutus obrolan dengan Simon
"Angel nekad ingin nyusul kesini " jawab Arsen dengan wajah masam.
"Waduh..lalu gimana dong Dad ?"
"Simon yang bereskan " jawab Arsen
"Huuuhh..untung ada Simon " Kanaya terlihat lega.
Karena hari sudah semakin sore mereka pun memutuskan untuk mencari makan.
Arsen dan Kanaya pergi dengan mengendarai mobil milik Arsen yang ada di sana.
Mereka makan di sebuah restoran yang berada tidak jauh dari villa.
"Makan yang banyak biar nanti malam tidak masuk angin karena kita akan berendam " pesan Arsen
"Iya Dad " jawab Kanaya
"Sebelum turun ke kolam jangan lupa pemanasan dan peregangan otot dulu...Daddy tidak mau kamu mengalami kram lagi "
"Iya Dad " jawab Kanaya lagi.
Kanaya menerka-nerka seperti apa suasana pesta yang akan ia dan Arsen hadiri..dan seperti apa teman-teman Arsen yang akan ia temui nanti malam.
Kanaya merasa sangat penasaran
Setelah selesai makan, Arsen dan Kanaya tidak langsung pulang ke villa, namun mereka berjalan-jalan dulu menikmati suasana sore sambil menyusuri pantai.
Disana mereka bephoto ria dengan fose yang mesra. Dari mulai berciuman, sampai sedang berpelukan. Bahkan Arsen tampak tidak malu berphoto ketika ia sedang mengecupi leher jenjang Kanaya.
Semua photo mesra mereka tersimpan di galeri hp Kanaya. Arsen sengaja tidak menyimpannya karena khawatir Angel melihatnya.
Arsen tidak dapat membayangkan jika sampai Angel melihatnya sudah pasti ia akan mengamuk dan akan semakin membenci Kanaya.
Ketika hari mulai gelap mereka pun pulang. Setelah mandi mereka pun bersiap untuk pergi menghadiri undangan pesta dengan teman-teman Arsen di suatu tempat.
Selain membawa pakaian renang, Kanaya juga memasukkan satu buah lingerie berwarna merah sesuai perintah Arsen.
"Kenapa harus bawa ini sih Dad ?" tanya Kanaya penasaran.
"Karena malam ini kita akan menginap disana " jawab Arsen
"Ooh " mulut Kanaya membulat membentuk huruf O
"Ngomong-ngomong darimana kamu punya ide beli lingerie ini ?" tanya Arsen penasaran.
"Sebetulnya tidak sengaja Dad..waktu aku ketemu Mami Angel dia sedang membeli lingerie..katanya Daddy suka yang warna hitam..dan aku ngikutin dia beli " jawab Kanaya polos.
"Kamu itu.." Arsen terkekeh sambil mencubit ujung hidung Kanaya dengan gemas. " Tapi Daddy suka "
"Sekarang warna pavorit Daddy bukan hitam lagi " lanjut Arsen.
Setelah siap mereka pun berangkat menuju ke sebuah villa tempat diadakannya pesta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Cattleya
favorit 🤪✌🤣🤣
2023-11-10
0
fanthaliyya
moga dimudahkan yaa jlnnya buat lepas dr the devil ....
jgn nganu dl sm nayanyaa 🤭
2022-10-31
0
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu wah kayaknya mau MP nih udah sedia persiapan nya semangat ya buat buka gembok nya daddy 😂😂😂🤣🤣💪💪👍👍🤭🤭
2022-10-30
0