Setelah beberapa hari sejak kecelakaan itu Kanaya sudah mulai masuk sekolah karena luka di tangan dan kakinya sudah mengering dan berangsur pulih, begitu juga dengan Arsen.
Siang ini Kanaya baru saja pulang sekolah dengan diantarkan Meta ketika Angel menelponnya.
Angel menyuruh Kanaya mengantarkan berkas milik Arsen yang tertinggal di ruangan kerjanya ke kantor Arsen.
Sebetulnya Arsen menyuruh Angel, namun karena Angel sedang ada rapat penting akhirnya Angel menyuruh Kanaya.
Tanpa sempat mengganti seragam sekolahnya Kanaya pun langsung pergi ke kantor Arsen dengan membawa mobil sendiri.
Setibanya di sana Simon sudah menunggu Kanaya di lobby dan langsung membawa gadis itu ke ruangan Arsen di lantai 17
Arsen yang sedang sibuk dengan MacBook nya kaget ketika yang mengantarkan berkas itu bukan Angel tapi Kanaya, terlebih gadis itu masih memakai seragam putih abunya sehingga terlihat sangat imut.
"Loh..kenapa tidak bilang kalau mau kesini ?" Arsen langsung bangkit dari kursinya kemudian menyambut Kanaya dengan sebuah ciuman di bibir.
Arsen sama sekali tidak malu mencium bibir Kanaya di depan Simon berbeda dengan Kanaya yang justru terlihat salah tingkah.
Simon cukup tau diri maka ia pun pamit pergi ke ruangannya yang berada dekat ruangan kerja Arsen.
Setelah Simon pergi Arsen menuntun Kanaya menuju sofa panjang yang ada di sebrang mejanya dan mereka pun duduk disana.
"Kamu kesini sama siapa Nay ?" tanya Arsen.
"Sendiri..aku bawa mobil sendiri " jawab Kanaya seraya mengeluarkan berkas dari dalam tasnya dan ia serahkan kepada Arsen.
"Terimakasih Sayang " jawab Arsen sambil memeriksa berkas itu.
Setelah memastikan berkas yang dibawa Kanaya itu benar Arsen pun menyimpannya diatas meja.
"Neng kurir cantik berapa Abang harus bayarnya ?" tanya Arsen menggoda Kanaya.
"Hmm..bayarannya mahal " jawab Kanaya sambil tersenyum.
"Abang tidak punya uang , kalau bayar pakai cium saja bagaimana ?" tanpa diduga Arsen langsung mencium bibir Kanaya dan melu matnya dengan penuh perasaan membuat Kanaya langsung meleleh.
Tanpa melepaskan tautan bibir mereka, Arsen mengangkat tubuh Kanaya dan mendudukkan di pangkuannya.
Arsen baru melepaskan ciumannya ketika gawainya berbunyi dan ternyata Angel yang menelponnya.
[Hallo.. Sayang..apakah Kanaya sudah datang ?]
[Sudah..dia baru saja pulang ]
Arsen mengedipkan matanya kearah Kanaya yang masih anteng duduk di pangkuannya, Kanaya tertawa tanpa suara.
[Kamu sedang sibuk Sayang ?]
[Iya..sedikit ]
Arsen menyandarkan kepalanya di sandaran sofa ketika bibir Kanaya jahil mengecupi seluruh wajahnya kecuali bibirnya karena Arsen sedang berbicara dengan Angel.
Arsen menahan erangannya ketika bibir nakal Kanaya menyasar lehernya dan menggigit kecil, namun ia tidak berusaha menghentikan aksi nakal putri sambungnya itu.
[Ya sudah kalau begitu selamat bekerja.. I love You ]
[I love you too ]
Mendengar kalimat terakhir dari Arsen untuk Angel membuat Kanaya langsung cemberut, ia pun beringsut turun dari pangkuan Arsen.
"Heeh..siapa yang suruh turun ?" Arsen menahan tubuh Kanaya agar tetap berada di pangkuannya.
"Kamu cemburu karena Daddy bilang I love you too ?" Arsen menjawil bibir Kanaya yang mengerucut.
"Tidak..ngapain cemburu. Dia kan istri Daddy " jawab Kanaya
"Padahal Daddy senang kalau kamu cemburu " tutur Arsen membuat Kanaya melongo bingung.
"Daddy akan selesaikan pekerjaan dulu sebentar lagi, biar kita bisa pulang cepat..biar kita bisa jalan-jalan dulu " Arsen menurunkan Kanaya dari pangkuannya membuat gadis itu tersenyum senang.
Arsen kembali ke mejanya dan menyelesaikan pekerjaannya. Kanaya duduk menunggu sambil sesekali menjahili Arsen dengan melempari dengan bola tisu yang dibuatnya.
Arsen hanya tersenyum melihat tingkah jahil Kanaya. Namun Kanaya juga menunjukkan perhatiannya dengan memijit bahu Arsen membuat pria tampan berusia 28 tahun itu merem melek keenakan.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Arsen pun membawa Kanaya pulang. Ia meninggalkan mobil Kanaya di kantor.
"Daddy kita mau kemana ?" tanya Kanaya ketika Arsen melajukan mobilnya bukan kearah rumah melainkan kearah Utara dan berhenti di tepi pantai.
Arsen dan Kanaya bertelanjang kaki menyusuri tepi pantai dengan tangan saling menggenggam.
"Dulu aku dan papa juga mama sering pergi ke pantai, setiap akhir pekan malah. Tapi papa tidak pernah mengajak kami ke pantai lagi setelah papa tergoda dengan Angel dan akhirnya menikahinya " Kanaya menerawang mengingat kenangan indah bersama papa dan mamanya.
"Kalau begitu kita akan sering-sering pergi ke pantai " Arsen merapikan rambut Kanaya yang tertiup angin.
"Daddy kenapa baik banget sama aku ?" Kanaya mendongak menatap wajah tampan Arsen.
"Karena Daddy sayang sama kamu " jawab Arsen
Kanaya memeluk perut Arsen, ia tidak peduli rasa sayang seperti apa yang Arsen rasakan padanya. Yang jelas Kanaya merasa jika kini hidupnya tidak lagi merasa sendirian..kini ia mempunyai tempat untuk ia mencurahkan semua kegundahan hatinya setelah kepergian mama dan papanya.
Setelah puas mencurahkan kegundahan hatinya kepada Arsen mereka pun pulang. Arsen dan Kanaya harus sampai ke rumah lebih dulu dari Angel.
Tidak lama setelah Arsen dan Kanaya pulang Angel pun pulang. Kanaya dan Arsen kembali menjaga jarak di hadapan Angel.
Pada saat makan malam Kanaya dibuat risih karena Angel yang selalu memamerkan kemesraan dengan Arsen di depan Kanaya.
Arsen merasa salah tingkah jika Angel bersikap seperti itu di depan Kanaya.
Entah mengapa Arsen seperti ingin menjaga hati Kanaya padahal sebetulnya apa yang Angel lakukan tidaklah salah karena mereka adalah suami istri..
Arsen merasa jika hatinya kini sudah terbagi
Usai makan malam Arsen tidak bisa menolak ketika Angel merayunya dan mengajaknya ke kamar. Walau bagaimanapun Angel adalah istrinya dan ia berkewajiban memberikan nafkah batin kepada Angel.
Keesokannya mood Kanaya seketika anjlok ketika pagi itu ia menemukan ada kissmark di leher Arsen.
Semalam Angel memang sengaja melakukannya dengan maksud pamer kepada Kanaya jika semalam mereka telah bercinta.
Kanaya yang merasa cemburu tiba-tiba mengirimkan pesan kepada Dimas teman sekelasnya untuk menjemputnya.
Dimas yang kebetulan memang sudah lama naksir kepada Kanaya tentu saja senang bukan kepalang.
Setelah selesai sarapan seperti biasanya Angel yang pertama pergi. Setelah Angel pergi Arsen pun bersiap untuk mengantarkan Kanaya ke sekolah namun Kanaya menolak.
"Hari ini aku pergi sama teman, Dad. Sebentar lagi dia menjemput "
"Kamu akan pergi dengan Meta ?" tanya Arsen
"Bukan..aku pergi dengan Dimas " jawab Kanaya santai
"Dimas ? kenapa tidak pergi dengan Daddy saja ?" Arsen tampak tidak senang ketika mendengar Kanaya akan pergi dengan teman prianya.
"Aku sedang tidak mau diantarkan oleh Daddy " jawab Kanaya ketus.
"Kenapa ? apa Daddy telah melakukan kesalahan ?"
"Tidak..ya sudah aku pergi dulu ya Dad..teman akunya sudah datang " Kanaya berlari meninggalkan Arsen kemudian masuk kedalam mobil Dimas.
Tidak ada peluk cium dari Kanaya seperti biasanya membuat Arsen menjadi uring-uringan.
Ketika Arsen bercermin dan menemukan kissmark di lehernya barulah ia faham kenapa pagi ini sikap Kanaya sangat berbeda. Rupanya Kanaya sedang cemburu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
mulai ada rasa thor 🤗
2023-01-05
1
rindi yesna wati
💘❣💖💖💗💝🎉🎉🥳😽💓💞💟🥰🤗🤗😘😻😚😍😊💕💕🌷😁🌹😉😋🎁
2022-11-04
0
Diana Susanti
hahaha 😜😜😜 mulai dah
2022-10-25
0