Sudah satu bulan Kanaya tinggal di unit apartemen milik Arsen. Ia sudah mulai bisa beradaptasi di lingkungan hunian vertikal itu.
Kanaya sudah terbiasa membuat sarapan sendiri sebelum sekolah dan juga bersih-bersih.
Arsen akan datang dan menginap disana setiap akhir pekan. Arsen selalu membuat alasan pergi keluar kota kepada Angel setiap ia menginap di apartemen bersama Kanaya.
Seperti sekarang ini, Arsen beralasan pergi ke Lombok untuk mengurus hotelnya yang ada disana kepada Angel padahal kenyataannya ia pergi menemui Kanaya di unit apartemennya.
Arsen dan Kanaya yang sedang malas keluar memilih menghabiskan waktu bersantai di apartemen.
"Dad..aku lapar " ucap Kanaya.
Saat itu mereka baru selesai menonton film action kesukaan Arsen.
"Daddy akan masak buat kamu, kamu belum pernah kan makan
masakan Daddy ?"
"Belum pernah..Emang Daddy bisa masak ?" Kanaya tidak yakin jika Arsen bisa masak.
"Hmm..jangan remehin Daddy..kamu harus coba masakan Daddy kalau begitu " jawab Arsen sambil beranjak ke dapur diikuti Kanaya di belakangnya.
Kanaya duduk di meja dan menonton Arsen yang sedang memakai apronnya kemudian mengambil bahan makanan dari dalam kulkas, entah apa yang akan ia buat.
Kanaya terpaku menatap Arsen yang tampak mahir memasak dengan penuh kekaguman.
Kadar ketampanan pria keturunan bule itu bertambah berkali-kali lipat saat berada di dapur.
"Daddy mau masak apa ?" tanya Kanaya penasaran.
"Daddy mau buat omlet khas Spanyol, namanya tortila " jawab Arsen.
Kanaya memperhatikan dengan seksama dari tempat duduknya.
"Seperti telur dadar ya Dad ?"
"Ya hampir mirip, cuma ini banyak campurannya , ada kentang, sayuran dan Daddy tambahkan daging giling " jawab Arsen.
"Hmm.. sepertinya enak " Kanaya turun dari kursinya untuk melihat lebih dekat proses pembuatannya.
"Apakah ini makanan kesukaan Daddy ? " tanya Kanaya.
"Ya.kalau Daddy pulang Mama pasti buat ini " jawab Arsen
Tiba-tiba ia merindukan mamanya, sejak ia menikah dengan Angel ia tidak pernah mengunjungi rumah orangtuanya di Singapura.
Setelah hampir satu jam berkutat dengan alat masak, tortilla buatan Arsen pun selesai.
Kanaya menikmati tortila itu dalam pangkuan Arsen.
"Apakah kamu suka ?" tanya Arsen sambil memeluk perut Kanaya.
"Suka sekali..ini enak " puji Kanaya
"Kalau begitu nanti Daddy akan sering buatkan untuk kamu " jawab Arsen.
"Apakah Mami juga sering Daddy buatkan ?" tanya Kanaya
"Tidak pernah " jawab Arsen.
Setelah menghabiskan tortila buatan Arsen, mereka kembali melanjutkan menonton film. Kali ini mereka menonton film drama kesukaan Kanaya.
Arsen yang tidak terlalu suka film drama tidak fokus dengan film yang di tonton nya. Ia lebih tertarik mengganggu Kanaya yang sedang fokus menonton.
"Dad..diam dong " Kanaya merasa terganggu ketika tangan Arsen iseng mengusap-usap paha mulusnya yang terekspos karena Kanaya mengenakan celana jeans yang super pendek.
Arsen mengabaikannya dan tidak mau menghentikan keisengannya.
"Ngapain sih ditonton kalau bikin kamu nangis ?" tanya Arsen ketika Kanaya terisak melihat adegan menyedihkan dari film yang ditontonnya.
Arsen mengambil remot dan langsung menekan tombol off membuat Kanaya langsung melotot protes.
"Iiih..Daddy jahat " Kanaya yang kesal langsung naik ke pangkuan Arsen kemudian memukulinya dengan bantal sofa.
"Daddy tidak mau melihat kamu menangis, Nay " jawab Arsen sambil mengamakan kepalanya dari amukan Kanaya.
"Aku kan hanya sedang terbawa suasana Dad, kenapa Daddy jadi menyebalkan begini ?"
Arsen tertawa dan secepat kilat mengambil bantal dari tangan Kanaya dan melemparkannya ke lantai.
Karena Arsen telah berhasil mengambil bantal ditangannya, kini Kanaya menyerang Arsen dengan mencubit perutnya namun Arsen membalasnya dengan mengunci tubuh Kanaya kemudian menyerang bibir Kanaya dengan brutal.
Untuk sesaat Kanaya gelagapan karena tidak siap dengan serangan balik dari Arsen.
"Mmppthh..Dad.." Kanaya akhirnya menyerah dalam kuasa Arsen.
Arsen mengunci tubuh Kanaya yang tepat berada diatas tubuhnya dan mereka berciuman dengan sangat liar dan panas.
Tangan kekar Arsen menekan kuat bokong Kanaya sehingga Kanaya dapat merasakan ada yang bergerak terbangun diantara ************ Daddy nya dan nafas Arsen terdengar semakin memburu.
"Oh my God..what are you doing ?"
Suara seseorang membuat Arsen dan Kanaya buru-buru saling melepaskan diri.
"Mama..Papa..??" Arsen melongo mendapati mama dan papanya sedang berdiri sambil melipat tangan di dada. Sementara Kanaya langsung kabur ke kamarnya.
Mama dan Papa Arsen memang memiliki akses masuk ke apartemennya. Sebelum menikah dengan Angel mereka sering mengunjungi Arsen disana.
Arsen memunguti bantal sofa yang berantakan di lantai dan menyusunnya kembali.
"Siapa anak kecil itu ?" tanya Mama Arsen.
Mama Arsen sempat melihat Kanaya sebelum gadis itu kabur ke kamarnya karena malu tengah kepergok sedang bercumbu dengan Arsen.
"Dia pacar aku Ma " jawab Arsen santai.
"Pacar ?" dahi wanita bule itu mengkerut.
"What about Angel ?"
"Aku berniat akan menceraikannya" jawab Arsen santai.
"Oh "
"Kamu tidak berniat mengenalkan pacar kamu kepada kami ?" tanya Mama Arsen.
"Akan aku panggilkan " Arsen pun beranjak menuju ke kamar Kanaya untuk memanggilnya.
"Sayang..aku akan mengenalkan kamu kepada Mama dan papa ku " Arsen mengajak Kanaya yang sedang bersembunyi di kamarnya untuk keluar.
"Aku tidak mau Dad..aku takut " Kanaya menolak
"Kenapa harus takut ? mereka tidak akan menggigit kamu..justru aku yang suka menggigit kamu " Arsen menggoda.
Setelah dibujuk akhirnya Kanaya pun mau keluar. Ia pun mencium tangan sepasang suami istri itu bergantian.
"Dia terlalu muda untuk jadi pacar kamu..tapi dia sangat cantik " puji Mama Arsen.
Kanaya kaget, ternyata Arsen sudah mengakui kepada orangtuanya jika mereka pacaran. Dan diluar dugaan ternyata reaksi orangtua Arsen tampak biasa-biasa saja.
"Namanya Kanaya ma " Arsen mengingatkan.
"Ah ya..Kanaya " mama Arsen manggut-manggut. Papa Arsen tampak tidak banyak berbicara.
"Malam ini kami ingin menginap disini, apakah kamu tidak keberatan ?" Mama Arsen menatap kearah Kanaya.
"Ti..tidak Tan " jawab Kanaya gugup.
Mana mungkin Kanaya keberatan karena ini adalah apartemen milik putra mereka. Justru Kanaya lah yang takut kedua orangtua Arsen keberatan ia tinggal disana.
"Kamu tidak usah panggil Tan..kamu bisa panggil saya Mama..sama seperti Arsen " ucap Mama Arsen membuat Kanaya menjadi terharu.
"Iya Ma " jawab Kanaya.
"Kenapa Mama tidak memberi kabar dulu kalau mau ke Jakarta ?" tanya Arsen ketika suasana sudah tidak lagi tegang dan Kanaya sudah mulai terlihat santai dengan kehadiran orangtuanya.
"Kalau Mama dan Papa bilang akan datang kamu pasti kabur. Kamu kan masih marah karena kami tidak merestui pernikahan kamu sama Angel " Papa Arsen yang sedari tadi tidak banyak bicara akhirnya bersuara.
"Bagaimana aku tidak kabur kalau kalian datang hanya untuk memarahi aku " jawab Arsen.
"Kamu memang pantas dimarahi " sambar Mama Arsen dongkol.
"Tapi sekarang kalian tidak akan memarahi aku kan ? apalagi di depan pacar aku " Arsen melirik kearah Kanaya yang duduk disebelahnya.
"Awalnya ia..tapi setelah kamu bilang mau menceraikan Angel kami berubah pikiran " jawab Mama Arsen.
Oh jadi pernikahan Daddy dengan Mami Angel tidak direstui oleh keluarga Daddy ?
Apa benar Daddy berniat akan menceraikan Mami Angel ?
Kanaya kaget setelah mengetahui fakta yang sebenarnya tentang pernikahan Arsen dan Angel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Dheyan💞💞💞
baru 3x aq baca novel tntang plakor dan aq dukung plakor wkwkwk
2023-01-24
0
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
velakor semakin d depan kn thor 🤗
2023-01-05
0
💞N⃟ʲᵃᵃ࿐yENni💖
baru kali ini keluarga mendukung pelakor🤣🤣🤣🤣🤣
2022-12-04
1