Malam ini Kanaya menghadiri undangan ulangtahun Viona teman sekelasnya di sebuah villa di daerah Puncak. Pesta yang mengusung tema pool party itu berlangsung sangat meriah.
Kanaya yang datang sedikit terlambat karena sempat terjebak macet tidak terlalu memperhatikan sekitarnya dan langsung bergabung dengan teman-teamannya yang sudah lebih dulu berendam di kolam setelah menyerahkan kado dan mengucapkan selamat ulangtahun kepada Viona.
Tubuh putih mulus bak pualam milik Kanaya sangat kontras dalam balutan bikini two piece berwarna merah terang. Dadanya yang padat dan kencang terlihat sedikit menyembul dibalik bikini model tali yang ia kenakan. Kain pantai yang ia lilitkan di pinggang bawahnya tidak dapat menutupi perut rata dan paha mulusnya.
Kanaya tidak menyadari jika Arsen termasuk salah satu tamu undangan yang hadir disana. Selain mengundang teman-teman sekelasnya Viona juga mengundang teman-teman kakaknya yang tergabung dalam club mobil mewah dan salah satu membernya adalah Arsen.
Arsen yang duduk agak tersembunyi merasa tidak senang ketika beberapa temannya tampak membicarakan kecantikan dan kemolekan tubuh Kanaya dengan penuh kekaguman. Naluri seorang ayah yang ingin melindungi putrinya dari bahaya yang mengancam pun muncul dalam diri Arsen.
Semakin malam pesta pun semakin meriah. Suguhan musik energik dari dj yang sengaja didatangkan dari sebuah diskotik di Jakarta membuat suasana pesta menjadi semakin panas.
Beberapa teman Arsen mulai nekad mendekati Kanaya dengan membawakan gadis itu minuman dan diletakkan di bibir kolam. Arsen melihat temannya berhasil berkenalan dengan Kanaya dan itu membuat ia tidak senang.
Arsen tidak rela jika putri sambungnya itu menjadi objek fantasi liar teman-temannya, karena ia sangat tau bagaimana brengseknya teman-teman klub mobilnya itu dalam urusan perempuan.
Arsen sedikit lengah mengawsi Kanaya ketika pria itu harus menerima telepon dari Angel. Istrinya itu menanyakan kabar Arsen yang mengaku sedang berada di luar kota untuk urusan pekerjaan. Arsen tidak mungkin mengatakan dengan jujur jika sekarang ia sedang menghadiri acara pool party di sebuah villa di Puncak.
Setelah mengakhiri sambungan telepon dengan istrinya, Arsen pun kembali ke tempat duduknya dan berniat kembali mengawasi Kanaya dari sana. Belum sempat Arsen menjatuhkan bokongnya di kursi kayu tiba-tiba dari arah kolam renang terdengar suara jerit kepanikan.
Arsen langsung loncat dan berlari menuju kolam renang ketika melihat beberapa orang sedang berusaha menolong Kanaya yang nyaris tenggelam. Arsen tidak tau apa yang terjadi dengan Kanaya karena setau dirinya Kanaya cukup mahir berenang. Arsen beberapa kali melihat Kanaya berenang di kolam renang di rumahnya.
Tanpa pikir panjang Arsen langsung menceburkan diri ke kolam dan mengangkat tubuh Kanaya keatas. Wajah Kanaya tampak pucat dan ia meringis kesakitan karena kakinya mengalami kram.
Dalam keadaan kesakitan Kanaya tampak kaget ketika menyadari keberadaan papa tirinya disana, apalagi kini ia sedang berada dalam gendonganya.
“Daddy...bagaimana bisa ada disini ?” tanya Kanaya sambil melingkarkan tangannya di leher Arsen.
“Sama seperti kamu “ jawab Arsen sambil mendudukkan Kanaya di sun lounger yang ada di pinggir kolam
Viona mengambilkan krim penghangat dan segelas teh panas untuk Kanaya. Viona sempat menghentikan sejenak pesta sebelum memastikan keadaan Kanaya baik-baik saja.
“Kalian lanjutkan lagi saja pestanya, biar Kanaya saya yang urus “ titah Arsen untuk menghalau beberapa orang yang mengerubungi mereka.
“Iya, Vi..gue biar sama Daddy saja..orang cuma kram kaki “ tutur Kanaya.
Kanaya tidak mau pesta Viona rusak hanya karena ia mengalami kram kaki.
“Serius lu gapapa gue tinggal ?” tanya Viona
“Iya..gapapa “ jawab Kanaya sambil tersenyum.
Setelah Viona dan teman-teman yang mengerubunginya pergi Arsen meluruskan kaki Kanaya dan mulai mengurut betisnya dengan menggunakan krim pemberian Viona.
“Dad..sakit “ Kanaya mencengkran tangan Arsen menahan sakit.
“Makanya kalau mau renang itu pemanasan dan peregangan otot dulu, jangan asal nyemplung !” omel Arsen sambil terus mengurut betis Kanaya.
“Daddy kasih taunya telat “ cibir Kanaya.”Auwww...sakit Dad ..pelan-pelan dong !‘’
Kanaya semakin erat mencengkram lengan Arsen untuk meredakan rasa sakit yang ia rasakan.
Arsen terus memijit
Kanaya memperhatikan Arsen yang tampak fokus dengan kaki jenjangnya. Jika dilihat dari jarak sedekat ini Kanaya baru sadar jika Arsen sangatlah tampan, hidungnya yang mancung dan matanya yang berwarna perak menjadi identitas tak terbantahkan jika Arsen itu bukan produk asli pribumi. Hanya warna kulitnya saja yang tidak seputih pria bule pada umumnya dan menurut Kanaya malah semakin terlihat macho.
Ketika mata Kanaya menyusur tubuh berotot Arsen yang masih menyisakan butiran air, seketika air liur Kanaya nyaris menetes. Kanaya berusaha sekuat tenaga untuk tidak meraba otot perut Arsen yang menurutnya seperti roti sobek..pasti akan sangat menyenangkan berada dalam pelukannya yang hangat.
Kanaya akui jika ibu tirinya mempunyai selera yang bagus untuk urusan laki-laki.
“Apakah masih sakit ?” Arsen menghentikan kegiatan mengurutnya. Mata peraknya kini menatap kearah Kanaya dengan tatapan khawatir.
“Iya..disebelah sini masih terasa sakit “
Kanaya menunjuk satu bagian betisnya sambil pura-pura meringis.
Kanaya tidak mengerti ada apa dengan dirinya. Tiba-tiba saja ia merasa begitu nyaman berada di dekat Arsen sampai rela berbohong agar Arsen tidak berhenti mengurut betisnya dan ia bisa menikmati pahatan maha sempurna di depan matanya lebih lama lagi..kalau bisa sampai pesta usai.
Arsen kembali mengurut betis Kanaya membuat gadis itu semakin merasa nyaman, entah darimana datangnya tiba-tiba satu ide gila melintas di kepala Kanaya..sepertinya akan sangat menyenangkan melihat Angel menangis jika pangeran tampannya ini ia curi
Kanaya ingin Angel merasakan apa yang Mamanya dulu rasakan saat Angel mencuri papanya, tapi masalahnya bagaimana caranya agar membuat Arsen tertarik kepadanya ?
Arsen berhenti mengurut betis Kanaya setelah gadis itu tidak lagi merasa kesakitan. Meskipun begitu Arsen tidak membiarkan Kanaya kembali lagi ke kolam. Arsen menyuruh Kanaya tetap duduk tidak jauh darinya dan Kanaya pun menurut.
Sampai pesta usai Kanaya tidak pernah sekalipun jauh dari Arsen apalagi kembali ke kolam renang. Kanaya menikmati sisa pesta itu dengan menemani Arsen mengobrol bersama teman-teman club mobilnya sampai pesta usai.
Setelah pesta usai Arsen membawa Kanaya pulang dengan mobilnya. Di tengah jalan Arsen yang diserang ngantuk berat akhirnya memilih menginap di hotel yang kebetulan mereka lewati. Karena hanya ada satu kamar yang tersisa akhirnya mereka pun tidur dalam satu kamar.
Karena sangat mengantuk Arsen pun langsung tertidur pulas. Ia baru bangun keesokannya saat matahari sudah mulai tinggi dan ketika ia membuka matanya Arsen terkejut karena mendapati Kanaya tengah tertidur pulas sambil memeluk tubuhnya.
Jantung Arsen berdegup dengan kencang, ia takut semalam sudah terjadi sesuatu diantara dirinya dengan Kanaya tanpa ia sadari. Namun setelah melihat Kanaya dan dirinya masih mengenakan pakaian lengkap Arsen pun terlihat lega.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Maskuni Dono
👍👍👍❤️❤️❤️
2024-04-13
0
Endah Dwi Agustina
suka ceritanya
2022-11-06
0
rindi yesna wati
😉💞😽😽😁❣🤗🤗🌹😘😘☺️🤩😊😋💕💕🎉💗💗💝💓😍🥳🥳😚💘
2022-11-04
0