Hari ini Kanaya resmi pindah ke apartemen milik Arsen. Arsen melarang Kanaya membawa banyak barang karena Arsen sudah menyiapkan semua keperluan Kanaya di apartemennya.
Dari rumah Kanaya hanya membawa satu koper berisi baju dan perlengkapan sekolahnya.
"Di sini kamu lebih aman daripada di rumah kamu Nay " ujar Arsen ketika Kanaya mulai menginjakkan kaki di apartemen Arsen.
"Apartemen nya bagus, aku suka " puji Kanaya.
"Semoga kamu betah"
"Pasti..aku akan lebih betah disini daripada di rumah " jawab Kanaya.
"Tapi disini tidak ada pelayan, kamu tidak keberatan kan ?" tanya Arsen
"Tidak apa-apa Dad, segini saja aku sudah sangat bersyukur " jawab Kanaya.
Arsen membawa semua barang Kanaya ke kamar yang sudah ia siapkan.
Apartemen Arsen itu adalah type 2br jadi Kanaya bisa menempati kamar sendiri.
"Untuk dua hari kedepan Daddy akan temani kamu disini, selanjutnya kamu harus belajar tinggal sendiri " tutur Arsen.
"Iya Dad " jawab
"Kalau bawa Meta dan Viona kesini boleh tidak Dad ?" tanya Kanaya.
"Boleh..asal tidak berulah apalagi sampai pergi ke club' lagi " jawab Arsen.
"Tidak akan Dad " jawab Kanaya dengan tersipu. Sejujurnya setelah kejadian itu mereka bertiga memang kapok dan tidak akan mengulangi perbuatan bodoh itu lagi.
Setelah mendapat ijin dari Arsen diam-diam Kanaya mengirimkan pesan untuk mengundang Meta dan Viona ke tempat tinggalnya yang baru.
Setelah selesai menyusun semua barang di kamarnya, Kanaya menghampiri Arsen yang sedang menonton tv sambil menikmati secangkir kopi.
Pria tampan itu tampak santai mengenakan celana pendek dan kaos rumahannya.
"Sini sayang, duduk dekat Daddy " Arsen menepuk sofa disebelahnya dan Kanaya pun menurut.
"Ini untuk kebutuhan kamu " Arsen tiba-tiba memberikan sebuah kartu debit kepada Kanaya.
"Tidak usah Dad, aku juga tiap bulan kan dapat jatah uang saku dari Mami " Kanaya menolak.
"Simpan saja untuk pegangan kamu " Arsen memaksa.
Arsen tau berapa jatah uang jajan Kanaya setiap bulannya dari Angel, sangat tidak pantas untuk seorang pemilik sebuah perusahaan walaupun Angel beralasan sedang mengajari Kanaya agar tidak boros.
"Ya sudah aku simpan, terimakasih ya Dad " ucap Kanaya tulus.
Arsen mengangguk.
"Aku yakin Mami pasti akan marah jika dia tau kalau aku sebetulnya tidak ngekos dan malah tinggal disini " Kanaya tertawa membayangkan reaksi Angel jika mengetahui Kanaya tinggal di apartemen suaminya.
"Ya makanya kamu harus hati-hati, jangan sampai Mami kamu tau.. selama ada Rudi di rumah, Daddy tidak tenang..takut dia ganggu kamu disaat Daddy tidak ada "
"Iya..aku merasa lebih nyaman disini saja sama Daddy " Kanaya menyandarkan kepalanya di bahu Arsen.
"Tapi Daddy tidak bisa setiap hari menemani kamu disini, Daddy harap kamu bisa mengerti " Arsen mengelus rambut Kanaya.
"Iya aku mengerti " jawab Kanaya.
Arsen mengelus kepala Kanaya dengan penuh perasaan membuat Kanaya mendapatkan tempat ternyamannya didalam pelukan Arsen.
Perlahan Arsen meraih kepala Kanaya untuk mendapatkan bibirnya dan melu matnya, Kanaya pun menyambutnya dan membalasnya.
Mereka berciuman cukup lama. Suara bel dipintu membuat Arsen sedikit kesal karena keasikannya terganggu.
"Sepertinya teman-teman aku yang datang..biar aku buka " ucap Kanaya seraya beranjak menuju pintu dan tidak lama kemudian Meta dan Viona pun muncul dan kegaduhan pun terjadi.
Tidak ingin mengganggu kehebohan ketiga gadis itu Arsen pun memilih pergi ke balkon untuk menikmati rokok pavoritnya disana.
Di balkonnya Arsen memikirkan banyak hal terutama tentang langkah kedepannya bersama Kanaya.
Ia tidak mungkin menyembunyikan Kanaya selamanya di apartemen. Cepat atau lambat Angel pasti tau jika sebetulnya Kanaya tidak nge kos tapi tinggal di apartemen miliknya.
Arsen tidak dapat membayangkan bagaimana reaksi Angel nantinya..murka pasti !
Arsen juga tidak dapat menebak bagaimana nasib pernikahannya dengan Angel karena rasa cintanya yang semakin pudar dan perlahan berpindah ke lain hati.
Wangi aroma makanan tiba-tiba menyeruak di Indra penciumannya, seperti tiga dara itu sedang membuat sesuatu di dapaurnya.
Arsen beranjak masuk dan mendapati ketika gadis itu sedang menikmati mie rebus dengan toping yang komplit..ada telur mata sapi, sosis, rawit, dan sayuran.
"Hmm.. sepertinya enak " Arsen mendekat kearah Kanaya kemudian membuka mulutnya minta diisi. Kanaya pun langsung menyuapi Arsen membuat Viona dan Meta langsung melongo.
"Njir..mesra banget " celetuk Viona
Kanaya hanya tertawa sambil terus menyuapi Arsen.
"Gue jadi kangen si Miko " oceh Meta.
Setelah mendapatkan beberapa suapan dari Kanaya, Arsen pun kembali menyingkir. Kali ini ia masuk ke kamarnya dan rebahan disana.
Arsen sempat mendengar ketiga dara itu mengobrol heboh sambil tertawa cekikikan. Entah apa yang sedang mereka bicarakan.
Setelah beberapa menit berlalu Arsen pun tidak lagi mendengar suara apapun karena ia tertidur di kamarnya.
Arsen baru terbangun ketika hari mulai gelap. Suasana apartemen kembali sepi karena Meta dan Viona sudah pulang.Ia hanya mendapati Kanaya sedang nonton tv sambil memeluk toples berisi keripik
"Teman-teman kamu sudah pulang ?" Arsen duduk disebelah Kanaya.
"Sudah, Daddy sih tadi tidur jadi mereka tidak sempat pamit " jawab Kanaya.
Kanaya memiringkan tubuhnya kearah Arsen dengan toples keripik masih dalam pelukannya.
"Dad.. sekarang kan malam Minggu, kita jalan-jalan yuk !" ajak Kanaya
"Malas ah..lebih baik kita di apartemen saja " jawab Arsen
"Aku ingin jalan-jalan Dad, ayolah !" Kanaya merengek
"Memangnya kamu mau jalan-jalan kemana hmm ?" tanya Arsen
"Kemana saja seperti orang-orang yang pacaran " jawab Kanaya
Sejak Arsen menyatakan cintanya kepada Kanaya beberapa hari yang lalu mereka memang meningkatkan status hubungan mereka menjadi pacaran.
Gila memang
"Baiklah..kalau begitu kamu siap-siap gih !" Arsen akhirnya setuju.
Kanaya pun langsung bergegas ke kamarnya untuk bersiap-siap, begitu juga dengan Arsen.
Tidak lama kemudian mereka pun sudah berada dalam mobil dan sedang menuju ke sebuah restoran.
Arsen mengajak Kanaya makan malam romantis di sebuah restoran langganan Arsen.
"Anggap ini untuk merayakan hari jadian kita " tutur Arsen membuat Kanaya tertawa.
"Memangnya kita pacaran ?" ledeknya.
"Iya..kan Daddy sudah menyatakan cinta sama kamu " jawab Arsen
"Tapi kan aku tidak bilang diterima "
"Daddy tidak peduli " jawab Arsen santai.
"Itu namanya maksa Dad "
"Ya sudah kalau tidak mau jadi pacar Daddy besok kamu akan Daddy antarkan ke rumah mami kamu " ancam Arsen.
"Tidak mau..baiklah aku mau jadi pacar Daddy "
Arsen tersenyum senang
"Ternyata begini cara nembak nya kalau orangtua..maksa " sungut Kanaya
"Kamu bilang apa barusan ?" Arsen langsung melotot
"Aku bilang Daddy orangtua " jawab Kanaya sambil menjulurkan lidahnya.
"Daddy itu baru 28 tahun..rasanya belum terlalu tua Nay " Arsen tidak terima disebut orangtua oleh Kanaya.
"Tapi kan Daddy itu suami Mami Angel, jadi orangtua aku dong " Kanaya tidak mau kalah.
"Terserah kamu deh " jawab Arsen pasrah.
Pada kenyataannya yang diucapkan Kanaya adalah benar adanya. Ia adalah orangtua...orangtua yang tidak tau diri karena nekad memacari putrinya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Cattleya
favorit otoooorrr 😍💕
2023-11-09
0
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
fresh from the open kn thor 🤗
2023-01-05
0
💞N⃟ʲᵃᵃ࿐yENni💖
Arsen memang orang tua yg durhakim,anak tiri diembat jua untung Kanaya gak ank kndung nya Angel jadi ya bisa aja lah dilanjutkan😁😁😁🤭🤭🤭
2022-12-04
0