POV Arsen
Aku tidak mengerti kenapa kedua orangtuaku bersikeras tidak merestui pernikahanku dengan Angel padahal mereka tau kalau dulu kami pacaran cukup lama.
Walaupun berstatus janda tapi dia tidak memiliki anak kecuali satu anak tiri yang sudah remaja dan pastinya tidak akan terlalu merepotkan.
Diawal pernikahan aku dan Angel aku sempat shock ketika mendapat anak tiri yang sangat songong.
Gadis cantik bernama Kanaya itu sepertinya berpikir jika aku akan menghabiskan harta peninggalan papanya.. benar-benar menyebalkan.
Gadis itu tidak tau jika aku cukup punya uang dan kalau aku mau aku bisa membeli perusahaan peninggalan papanya beserta seluruh aset yang dia miliki.
Namun seiring berjalannya waktu gadis songong itu berubah menjadi anak manis dan 'menggemaskan'
Aku tidak bisa mendefinisikan perasaanku kepada putri sambungku itu.
Namun yang jelas aku merasa seperti orang yang sedang kasmaran jika bersama dia
Aku tergila-gila kepada dia
Jika penilaianku kepada Kanaya berubah positif , berbanding terbalik dengan penilaiannku kepada Angel.
Jujur aku kehilangan respek kepada istriku dan keluarganya ketika melihat perlakuan buruk mereka kepada putri sambungku saat kami berkunjung. Pantas saja Kanaya selalu bersikap buruk kepada Angel
Disaat hatiku sudah mulai merasa semakin tidak cocok dengan Angel bukan hal sulit bagiku untuk meninggalkannya.
Aku bisa meninggalkan Angel kapan saja karena kami hanya nikah siri..orangtuaku pun pasti senang jika aku melakukannya.
Namun nyatanya aku tidak bisa pergi begitu saja dan kuputuskan untuk bertahan.
Alasan aku tetap bertahan adalah karena aku tidak bisa meninggalkan Kanaya begitu saja. Gadis itu telah mengikat hatiku dengan begitu erat
Aku ingin memastikan dia baik-baik saja terlebih setelah sebuah insiden terjadi di sekolahnya beberapa waktu yang lalu yang aku yakini jika itu adalah unsur kesengajaan.
Aku yakin ada yang sengaja ingin mencelakai Kanaya ku dan aku tidak akan membiarkannya
Aku harus bertahan "Sementara " untuk mencari tau siapa orang yang berniat mencelakai Kanaya ku.
* * * * *
Di kantor seharian ini Arsen uring-uringan karena Kanaya menolak pergi sekolah denganya dan memilih pergi dengan teman prianya..padahal sebetulnya itu adalah hal yang wajar.
Arsen tidak seharusnya marah karena ia bukan pacar Kanaya dan Kanaya berhak untuk bersosialisasi dengan teman-temannya bahkan punya pacar sekalipun.
Simon dan sekertarisnya adalah orang terdekat yang menjadi sasaran kekesalan Arsen.
Semua pekerjaan mereka hari ini tidak ada yang berkenan di hati Arsen...semua salah dimatanya.
Setelah seharian uring-uringan, mendekati waktu Kanaya pulang sekolah Arsen pun pergi begitu saja dari kantornya.
Simon sudah dapat menebak kemana tujuan bos nya pergi, sudah pasti mau menjemput putri "kesayangannya" di sekolah.
Arsen tiba di sekolah Kanaya lima menit sebelum gadis itu pulang. Ia sudah memarkirkan mobilnya tepat di gerbang sekolah agar Kanaya tidak perlu menyebrang.
Awalnya Kanaya akan pulang bersama Dimas, namun karena Arsen sudah menunggunya akhirnya ia pun membatalkannya.
"Daddy tidak bilang mau jemput aku ?" tanya Kanaya sambil naik kedalam mobil.
"Memang harus ya ?" tanya Arsen sambil mencium bibir Kanaya namun tidak jadi karena Kanaya membuang muka.
"Kenapa tidak mau dicium Daddy ?" tanya Arsen
"Tidak mau saja " jawab Kanaya sambil melirik kissmark di leher Arsen.
Dengan wajah lesu Arsen pun melajukan mobilnya meninggalkan halaman sekolah Kanaya.
"Mau beli ice cream ?" tawar Arsen sambil melirik Kanaya yang tampak anteng dengan ponselnya.
"Tidak " jawab Kanaya
"Jangan marah dong, Naya ! Daddy sedih kalau lihat kamu marah begini " tutur Arsen.
"Aku tidak marah , Dad ! Aku tidak punya alasan untuk marah sama Daddy " kata Kanaya
"Jangan bohong ! Daddy tau kamu sedang marah sama Daddy.. " tukas Arsen.
"Iya..aku marah sama Daddy " akhirnya Kanaya mengaku.
Mendengar jawaban Kanaya Arsen pun langsung terlihat senang. Ia pun menepikan mobilnya di bahu jalan.
"Daddy senang melihat kamu cemburu seperti ini "
"Siapa yang cemburu ?" Kanaya mungkir
"Kamu yang cemburu Sayang..Daddy tau itu " jawab Arsen seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Kanaya dan hendak Melu mat bibirnya namun Kanaya menolak.
"Aku tidak mau dicium Daddy " Kanaya melipat tangannya di dada.
"Tapi Daddy mau " Arsen memaksa mencium Kanaya dan sialnya Kanaya tidak mampu menolaknya..ia pun membalasnya.
Arsen menahan kepala Kanaya membuat ciuman mereka semakin dalam.
"Aku cinta kamu Naya " bisik Arsen disela ciuman panjang mereka.
Untuk sesaat Kanaya melongo dengan mata melotot. Ia tidak percaya akan ucapan Daddy nya barusan.
"Daddy bilang apa barusan ?" Kanaya mendorong dada Arsen sehingga tautan bibir mereka pun berakhir.
"Tidak ada..lupakan saja " jawab Arsen sambil mengusap bibir Kanaya yang basah.
"Iiih .tadi aku dengar sendiri Daddy mengatakan sesuatu " Kanaya mencubit perut Arsen memaksa pria bermata perak itu untuk mengaku.
"Ampuun Sayang..ia Daddy mengaku..Daddy tadi bilang kamu cantik " jawab Arsen.
"Iiih..bukan itu Dad " Kanaya semakin menjepit kuat perut Arsen
"Oke..oke..tadi Daddy bilang..Aku cinta kamu Naya " Arsen mengulangi ucapannya membuat Kanaya benar-benar shock namun ia sangat bahagia.
Setelah mengungkapkan isi hatinya mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.
Setibanya di rumah, Kanaya kembali shock untuk yang kedua kalinya. Di rumahnya ternyata ada Rudi adik Angel. Sepertinya dia baru datang dari Surabaya.
"Hai Naya ..makin cantik saja " sapa Rudi sambil menatap Kanaya dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
"Kamu naik keatas !" perintah Arsen kepada Kanaya. Arsen tidak suka cara Rudi menatap kearah Kanaya.
Kanaya pun buru-buru naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya.
* *
Pada saat makan malam Kanaya dan Arsen tampak kaget ketika Angel mengatakan jika Rudi akan tinggal bersama mereka dan mulai besok akan membantu Angel di Perusahaan.
Jujur Arsen tidak menyukai Rudi setelah ia menyaksikan bagaimana cara Rudi menatap Kanaya. Terlebih
setelah melihat
perlakuan keluarga Angel yang tidak baik kepada Kanaya.
Arsen tidak mengerti dengan jalan pikiran Angel. Bagaimana adiknya yang berandalan bisa ia masukkan ke Perusahaan.
Sejak Rudi tinggal di Jakarta, hidup Kanaya menjadi tidak nyaman. Beberapa kali Kanaya mendapati Rudi berusaha menyelinap ke kamarnya ketika Kanaya lupa mengunci pintu kamarnya.
Beruntung Arsen memergokinya dan memperingatkan Rudi agar menjaga sikapnya terhadap Kanaya.
Tanpa sepengetahuan Arsen dan Kanaya sebetulnya Angel memang sengaja menyuruh adiknya tinggal di rumahnya untuk mengganggu Kanaya.
Angel ingin agar Kanaya merasa tidak nyaman di rumah karena ia tidak suka melihat Arsen yang mulai perhatian kepada putri sambungnya.
Kanaya yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran Rudi akhirnya memutuskan untuk ngekos di dekat sekolahnya.
"Kenapa harus ngekos segala sih Nay ?" tanya Angel pura-pura keberatan ketika Kanaya mengutarakan niatnya untuk ngekos.
"Biar dekat dengan sekolah Mih " jawab Kanaya.
Arsen tampak kaget ketika mendengar rencana Kanaya yang tiba-tiba itu.
"Kamu cari tempat yang nyaman Nay !" pesan Arsen
"Iya Dad " jawab Kanaya.
"Rencananya kapan kamu mau mulai tinggal disana ? biar Mami bantu pindahan nya " tanya Angel sok perhatian.
"Besok lusa " jawab Kanaya
"Kalau besok lusa Mami tidak bisa bantu Nay, Mami mau ke Jogja " tutur Angel
"Sayang Daddy juga tidak bisa ngantar..Daddy ada kerjaan di Lombok " tambah Arsen
"Kalau begitu aku saja yang bantu Kanaya pindahan " Rudi menawarkan diri
"Tidak usah, aku akan dibantu teman-teman aku " tolak Kanaya.
Mendengar rencana kepindahan Kanaya tentu saja membuat Angel senang bukan kepalang.
Jika saja tau Kanaya akan menyingkir secepat itu kenapa tidak dari dulu saja ia membawa Rudi ke Jakarta.
Kehadiran Rudi di rumahnya telah berhasil membuat Kanaya hengkang dari rumah tanpa perlu ia usir.
Tanpa sepengetahuan Angel, sebenarnya Arsen tidak pergi ke Lombok.
Diam-diam Arsen menyiapkan kepindahan Kanaya ke apartemen miliknya bukan ke tempat kost seperti yang Kanaya katakan kepada Angel.
Tinggal di apartemen miliknya lebih aman bagi Kanaya daripada tinggal di rumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Cattleya
untung nya sih Kanaya bukan anak kandung Angel, tapi anak alm suami Angel dg istri pertama nya...
2023-11-09
1
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
rencana bagus dady 🤗
2023-01-05
1
Endah Dwi Agustina
hmmm daddy yg baik
2022-11-06
0