Tiga Curut Nakal

Sepulang dari berlibur di Bali mereka kembali sibuk dengan rutinitas masing-masing.

Arsen dan Angel sibuk dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya sedangkan Kanaya sudah mulai masuk sekolah lagi.

Meskipun hubungan Kanaya dengan Arsen sudah semakin dekat namun keduanya berusaha saling menjaga sikap jika di depan Angel.

Malam Minggu ini Arsen, Angel dan Kanaya sedang berkumpul di ruang tengah sambil menonton tv.

Angel menonton tv sambil berbaring di sofa dengan berbantalkan paha Arsen sementara Kanaya duduk di sofa yang lain dan sibuk berbalas pesan dengan Viona dan Meta di grup chat yang hanya berisi tiga orang gadis cantik itu.

Arsen sesekali melemparkan tatapannya kearah Kanaya yang sedang asik sendiri dengan hp nya.

[Girls..clubing yuk ] Viona

[Ayok gue lagi bete di rumah ] Meta

[Si anak tiri mana ] Viona

[Sialan lu ] Kanaya

[Nongol juga si anak tiri ] Meta

[Kalian siap-siap sekarang juga gue jemput ] Viona

[Oke ] Meta

[Siiip ] Kanaya

"Mih..aku mau minta ijin mau menemani Meta di rumahnya kasian sendiri " Kanaya mengarang cerita agar bisa keluar rumah malam ini.

"Ya "

Tanpa pikir panjang Angel langsung mengijinkan, ada bagusnya Kanaya pergi agar ia bisa bebas berduaan dengan dengan suaminya di rumah.

"Emang orangtuanya Meta kemana ?" tanya Arsen

"Orangtuanya sedang keluar kota Dad " jawab Kanaya berbohong.

"Kamu pergi bawa mobil saja " Angel sok perhatian

"Tidak usah Mih, aku dijemput Meta kesini " jawab Kanaya.

"Ya sudah " jawab Angel sambil memeluk perut Arsen.

"Aku mau siap-siap dulu " Kanaya pun pamit buru-buru naik ke kamarnya di lantai atas.

Tidak sampai satu jam Kanaya sudah turun. Gadis itu memakai rok gombrong dan sweater Hoodie dan membawa tas sepertinya berisi baju ganti.

"Mih..Dad..aku pamit ya.." Kanaya melambaikan tangannya ketika dari luar terdengar suara klakson mobil Meta.

Setelah mobil Meta pergi, Angel pun langsung beraksi menggoda suaminya. Ia sengaja menggerakkan kepalanya yang tepat meniduri junior Arsen.

Arsen yang sedang menonton siaran bola kesukaannya merasa terganggu.

"Diam Ngel..lagi seru nih " Arsen menjauhkan kepala Angel.

"Aku kangen tau..kita itu jarang punya waktu berduaan seperti ini " Angel merengek sambil memeluk perut Arsen.

Arsen pun membiarkannya dan tetap fokus pada siaran pertandingan bola di tv.

Angel yang kesal karena Arsen mengabaikan kode darinya tiba-tiba bangun dan langsung duduk dipangkuan Arsen.

"Ngel..aku lagi nonton " Arsen sedikit kesal karena tubuh Angel menghalangi pandangannya.

"Tapi aku kangen " bisik Angel menggoda.

Arsen menghela nafas, akhirnya ia menyerah dan menekan tombol off pada remot dan senyum Angel pun terbit.

Arsen dan Angel kembali ke kamar mereka. Angel yang sedang terbakar gairah terlihat lebih mendominasi sementara Arsen terlihat sedikit ogah-ogahan.

Setelah hasratnya terpuaskan oleh keperkasaan Arsen, Angel pun tertidur karena kelelahan. Sementara Arsen langsung pergi ke balkon kamarnya dan menyesap rokoknya disana.

Arsen yang sedang menyesap rokoknya memeriksa gawainya ketika ada notifikasi pesan masuk dari Simon asisten pribadinya

[ Bos saya sedang ada di Club' dan saya melihat putri anda ada disini ]

Mata Arsen langsung melotot membaca pesan dari Simon

[Kanaya sama siapa disana ]

[Dua orang temannya perempuan Bos ]

[Lu di Club mana ]

[Black Devil Bos ]

[Lu awasi mereka, gue kesana sekarang ]

[Siap Bos ]

Arsen buru-buru mengganti piyamanya dengan celana jeans dan kaos. Setelah memastikan Angel benar-benar pulas Arsen pun langsung pergi ke club' tempat Simon menemukan Kanaya

Dasar anak nakal

Arsen yang sedang terburu-buru sempat dibuat kesal ketika mendapati ban mobilnya kempes.Ia pun terpaksa mencari bengkel terdekat untuk mengurus ban mobilnya yang kempes.

Setelah selesai Arsen pun melanjutkan perjalanan menuju ke Club' Black Devil tempat Kanaya dan teman-temannya dugem.

Sesampainya di Black Davil Arsen sedikit kesulitan mencari Kanaya diantara hingar bingar musik yang memekakkan telinga.

"Kanaya mana ?" seru Arsen kepada Simon setelah mereka bertemu.

"Itu mereka Bos " Simon menunjuk kearah dance floor dimana Kanaya dan Meta juga Viona sedang meliuk-liukan tubuhnya seirama alunan musik.

Mata Arsen melotot ketika melihat Kanaya dalam balutan rok super mini dan atasan model kemben yang memperlihatkan perut ratanya. Padahal tadi sewaktu pergi Arsen melihat Kanaya memakai rok gombrong dan sweater.

Dasar bandel

Arsen tampak marah ketika Kanaya berjoged dengan pria yang tidak dikenal dan pria itu berusaha terus menempel kearah tubuh Kanaya yang seksi.

Tanpa pikir panjang lagi Arsen langsung menarik tangan Kanaya keluar dari dance floor.

"Kamu siapa..kamu seperti Daddy aku " oceh Kanaya

Arsen tampak marah karena Kanaya mulai mabuk.

"Simon..lu amankan kedua teman Kanaya " titah Arsen kepada Simon

"Siap Bos " jawab Simon.

Arsen membawa paksa Kanaya ke parkiran tempat mobilnya berada

"Jangan ditarik-tarik dong.." Kanaya yang setengah mabuk langsung protes.

"Daddy kecewa sama kamu Nay " omel Arsen.

"Tunggu..sepatu aku ketinggalan sebelah...aku seperti Cinderella hihihi " Kanaya terkikik sambil berjongkok hendak mengambil sepatunya yang lepas sebelah.

Arsen menghentikan langkahnya, ia kembali untuk mengambil sepatu Kanaya yang terlepas dan kemudian membopong tubuh Kanaya di bahunya seperti membopong karung beras.

Kanaya berontak dengan menggerakkan kakinya dan memukuli punggung Arsen.

"Lepas Dad..aku belum ingin pulang " Kanaya meronta.

Arsen menurunkan Kanaya di mobilnya kemudian ia pun masuk kedalam mobilnya dan duduk dibelakang kemudi.

Sebelum Arsen menyalakan mesin mobilnya tiba-tiba Simon mengirim pesan.

[Bos ini dua curut diantarkan kemana ]

Arsen tampak bingung, ia tidak mungkin menyuruh Simon mengantarkan kedua gadis nakal itu ke rumah mereka dalam keadaan mabuk.

[ Lu cari hotel terdekat saja dan amankan mereka disana ] perintah Arsen

[ Baik Bos ] jawab Simon

Setelah memberi perintah kepada Simon, Arsen pun hendak menyalakan mesin mobilnya namun Kanaya malah merebut kunci mobilnya.

"Aku belum ingin pulang Dad..aku masih ingin disana.. " Kanaya merengek.

"Tidak..kita pulang sekarang !" Arsen berusaha mengambil kunci mobil dari tangan Kanaya.

"Daddy tidak asik " Kanaya mencebik

"Naya..berikan kuncinya pada Daddy Sayang !" bujuk Arsen.

"Aku kasih kuncinya tapi cium dulu " pinta Kanaya sambil terkikik.

"Baiklah " Arsen merunduk kearah Kanaya dan mencium pipinya. Namun diluar dugaan Kanaya malah melingkarkan tangannya di leher Arsen dan menciumi bibir Arsen dengan brutal.

"Nay..kamu mabuk " ucap Arsen namun ia tidak berusaha menghindar.

"Aku tidak mabuk Dad..aku tadi hanya minum orange juice " oceh Kanaya sambil mengecupi bibir Arsen.

Arsen yang mulai terpancing mengangkat tubuh Kanaya kemudian ia dudukan diatas pangkuannya setelah ia memundurkan jok mobilnya .

Kanaya menekan kepala Arsen hingga bersandar di sandaran jok mobil dan terus mengecupi bibirnya.

"Mulut Daddy wangi rokok " oceh Kanaya sambil menggigit bibir bawah Arsen. Arsen yang sudah mulai terpancing pun membalas Melu mat bibir Kanaya.

Khawatir tidak dapat mengendalikan diri, Arsen pun melepaskan pagutan bibir mereka dan kembali menurunkan Kanaya di kursinya.

"Kita pulang ya " ajaknya

"Iya.. terserah Daddy saja " jawab Kanaya pasrah sambil memukul-mukul kepalanya yang terasa pening.

Pada akhirnya Arsen tidak membawa Kanaya pulang ke rumah, tapi ia menuju hotel tempat Simon mengamankan Viona dan Meta.

Arsen membawa Kanaya ke kamar hotel tempat Meta dan Viona berada dan mengurung ketiga curut yang sedang mabuk itu disana.

Terpopuler

Comments

rindi yesna wati

rindi yesna wati

🥳🎉💝💗💗💖❣❣💘😘😘🤗🥰💟💟💕💞💞💓😍🤩😚☺️💌💌😻😽😊😊🎁😋😉🌷🌷🌹😁

2022-11-04

0

NasyafaAurelia🐧

NasyafaAurelia🐧

ketahuan kan kalian gadis2 nakal🤣

2022-10-24

0

emak ⏤͟͟͞R

emak ⏤͟͟͞R

curutnya sudah jinak mas simon

2022-10-23

0

lihat semua
Episodes
1 Mulanya
2 Pool Party
3 Sengaja Menggoda
4 Semua Membenci Kanaya
5 Sedikit Bersenang-senang
6 Tiga Curut Nakal
7 Kasmaran
8 Aku Akan Melindungi Kamu Semampuku
9 Kanaya Cemburu
10 Aku Cinta Kamu, Kanaya
11 Resmi Jadian
12 Bertemu Orangtua Arsen
13 Kita Menikah
14 SAH
15 Mengendus Kecurangan Angel
16 Bertemu Ibu Kandung Kanaya
17 Pelakor Takut Pelakor
18 Angel Merindukan Arsen
19 Romansa Di Bali
20 Penantian Tanpa Hasil
21 Jaccuzi Party
22 Teror Pertama Angel
23 Pertengkaran Arsen dan Angel
24 Penolakan Arsen
25 Salinan Surat Wasiat
26 Kanaya Sakit
27 Backstreet
28 Cerai
29 Makan Bersama Mertua
30 Pengalihan Aset
31 Niat Jahat Rudi Dan Angel
32 Rumah Masa Depan Arsen
33 Papa Kanaya Kembali
34 Aku Sedang Tersesat Dan Ingin Pulang
35 Kembali Bersama
36 Kita Hadapi Berdua
37 Masih Adakah Kesempatan Kedua
38 Jadi Kamu Wanita Jalang Itu ?
39 Kenapa Diceraikan ?
40 Saling Melupakan
41 Kanaya Melahirkan
42 Kanaya Pulang
43 Dia Bukan Istri Saya
44 Masih Tidak Peduli
45 Bertemu Alana
46 Alana Sakit
47 Setitik Asa
48 Kenapa Menyendiri ?
49 Bertengkar
50 Kita Rujuk
51 Kesempatan Kedua
52 Sah lagi
53 Honeymoon kedua
54 Rencana Perjodohan
55 Karyawan baru Arman
56 Mabuk
57 Salahkan Arsen Saja
58 Hukuman
59 Kamu Ketahuan
60 Menghindari Perjodohan
61 Viona Dikurung
62 Pernikahan Arman dan Viona
63 Bulan Madu
64 Dipaksa Pulang
65 Membawa Arman Pulang
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Mulanya
2
Pool Party
3
Sengaja Menggoda
4
Semua Membenci Kanaya
5
Sedikit Bersenang-senang
6
Tiga Curut Nakal
7
Kasmaran
8
Aku Akan Melindungi Kamu Semampuku
9
Kanaya Cemburu
10
Aku Cinta Kamu, Kanaya
11
Resmi Jadian
12
Bertemu Orangtua Arsen
13
Kita Menikah
14
SAH
15
Mengendus Kecurangan Angel
16
Bertemu Ibu Kandung Kanaya
17
Pelakor Takut Pelakor
18
Angel Merindukan Arsen
19
Romansa Di Bali
20
Penantian Tanpa Hasil
21
Jaccuzi Party
22
Teror Pertama Angel
23
Pertengkaran Arsen dan Angel
24
Penolakan Arsen
25
Salinan Surat Wasiat
26
Kanaya Sakit
27
Backstreet
28
Cerai
29
Makan Bersama Mertua
30
Pengalihan Aset
31
Niat Jahat Rudi Dan Angel
32
Rumah Masa Depan Arsen
33
Papa Kanaya Kembali
34
Aku Sedang Tersesat Dan Ingin Pulang
35
Kembali Bersama
36
Kita Hadapi Berdua
37
Masih Adakah Kesempatan Kedua
38
Jadi Kamu Wanita Jalang Itu ?
39
Kenapa Diceraikan ?
40
Saling Melupakan
41
Kanaya Melahirkan
42
Kanaya Pulang
43
Dia Bukan Istri Saya
44
Masih Tidak Peduli
45
Bertemu Alana
46
Alana Sakit
47
Setitik Asa
48
Kenapa Menyendiri ?
49
Bertengkar
50
Kita Rujuk
51
Kesempatan Kedua
52
Sah lagi
53
Honeymoon kedua
54
Rencana Perjodohan
55
Karyawan baru Arman
56
Mabuk
57
Salahkan Arsen Saja
58
Hukuman
59
Kamu Ketahuan
60
Menghindari Perjodohan
61
Viona Dikurung
62
Pernikahan Arman dan Viona
63
Bulan Madu
64
Dipaksa Pulang
65
Membawa Arman Pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!