Liburan tengah semester ini Kanaya dan Meta juga Viona berencana akan pergi berlibur di Bali.
Ketiga gadis itu sudah mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari.
Bahkan ketiga gadis itu sudah menuliskan tempat wisata mana saja yang akan mereka kunjungi selama di Bali.
Mendekati hari keberangkatan mereka ke Bali tiba-tiba Angel tidak memberi ijinnya tanpa alasan yang jelas dan itu tentu saja membuat Kanaya sangat sedih.
Meta dan Viona akhirnya pergi ke Bali tanpa Kanaya.
Kanaya yang kecewa akhirnya memilih mengurung diri di kamar. Ia menghabiskan hari pertama liburannya di kamar.
"Kanaya kemana dari semalam aku tidak melihat dia ?" tanya Arsen kepada Angel ketika mereka sedang sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor masing-masing.
"Sudah aku panggil ga mau turun " jawab Angel sambil mengisi piring Arsen dengan nasi goreng.
"Yakin kamu sudah panggil dia ?" Arsen tidak percaya
Setelah melewati beberapa kejadian Arsen mulai meragukan ketulusan Angel kepada putri sambungnya.
Angel menghentikan sejenak makannya dan menatap tajam kearah Arsen. " Kamu tidak percaya sama aku ?" tanyanya
Arsen mengangkat bahunya
"Kalau tidak percaya kamu sendiri saja yang bangunin " Angel marah karena Arsen tidak mempercayainya.
Setelah selesai sarapan Angel menyuruh pelayan untuk mengantar sarapan ke kamar Kanaya untuk membuktikan kepada Arsen jika ia peduli kepada Kanaya.
Setelahnya Angel pergi lebih dulu seperti biasa karena kantornya letaknya paling jauh dan ia harus memburu waktu agar tidak terjebak macet.
"Biar saya saja yang mengantarkan sarapan Kanaya " Arsen mengambil nampan dari tangan pelayan yang hendak mengantarkan sarapan ke kamar Kanaya.
"Baik tuan " pelayan mengangguk dan kembali ke dapur.
Arsen beranjak ke kamar Kanaya dengan nampan berisi sepiring nasi goreng, satu gelas susu dan satu gelas air putih.
"Naya...buka pintunya !" Arsen memanggil dari depan pintu Kanaya
Tidak ada sahutan
Beberapa menit kemudian Arsen kembali memanggil Kanaya dan tidak lama kemudian pintu kamar Kanaya pun terbuka.
Wajah kusut Kanaya dengan mata yang bengkak muncul di balik pintu membuat Arsen langsung masuk.
"Kamu kenapa ,Naya ..apakah sakit ?" tanya Arsen sambil meletakkan nampan di meja sementara Kanaya langsung duduk di sofa kamarnya.
"Kamu habis menangis ?" Arsen melihat sisa air mata di pipi mulus Kanaya.
Diberondong pertanyaan bernada khawatir malah membuat Kanaya menangis.
Disaat dirinya merasa sendirian karena ditinggalkan oleh kedua orangtuanya ternyata masih ada orang yang peduli kepadanya..dan orang itu adalah Arsen papa tirinya sendiri.
"Kalau kamu mau kamu bisa cerita sama Daddy " ucap Arsen.
Sesaat Kanaya terdiam dalam tangisnya
"Aku dan Meta juga Viona sudah merencanakan akan pergi ke Bali musim liburan sekolah ini..tapi Mami tidak mengijinkan hiks..hiks.." Kanaya menangis
"Kenapa Mami tidak mengijinkan ?" tanya Arsen.
Sebelumnya Angel tidak ada membahas rencana liburan Kanaya ke Bali kepadanya.
"Aku tidak tau..." jawab Kanaya
"Apa salah jika aku ingin pergi liburan ? lagian itu tidak akan membuat perusahaan papa aku bangkrut..masa aku tidak boleh menikmati sedikit uang papa aku yang sudah menjadi hak aku ?" sambung Kanaya dengan tangis yang semakin kencang.
"Tentu boleh..itu hak kamu " jawab Arsen seraya meraih kepala Kanaya dan mengelusnya di dadanya.
Arsen tidak menyangka kenapa Angel bisa Setega itu kepada Kanaya padahal Kanaya berhak atas seluruh kekayaan peninggalan papanya.
"Kapan kalian akan pergi nya ?" tanya Arsen.
"Mereka sudah pergi kemarin Dad " jawab Kanaya murung.
Asen terdiam beberapa saat
"Sekarang kamu sarapan dan siap-siap..besok kita berangkat " titah Arsen.
"Berangkat kemana Dad ?" Kanaya mengangkat kepalanya dan mata basahnya menatap mata perak Daddy nya.
"Ke Bali..besok pagi kebetulan Daddy ada pekerjaan di Bali jadi kamu bisa ikut dengan Daddy dan menyusul teman-teman kamu disana " jawab Arsen.
"Benarkah Dad ? " Kanaya terlihat tidak percaya dengan pendengar.
Arsen mengangguk.
"Tapi bagaimana dengan Mami..dia pasti--- "
"Kamu bilang saja mau menginap di rumah teman, kita perginya setelah Mami kamu pergi ke kantor " jawab Arsen.
"Terimakasih, Dad " Kanaya memeluk perut Arsen dan mencium pipinya senang.
Arsen terpaku sambil menetralkan debar jantungnya yang tidak beraturan.
Kanaya yang happy langsung menyantap sarapannya saat itu juga di hadapan Arsen membuat pria bermata perak itupun tersenyum senang.
Arsen meninggalkan Kanaya yang sedang makan untuk pergi ke kantor.
Hari ini ia akan menyuruh Simon asisten pribadinya untuk mempersiapkan perjalanan nya dengan Kanaya besok.
*
Viona dan Meta yang sudah dua hari berada di Bali kaget ketika Kanaya tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Gila.. akhirnya nyusul juga lu kesini " Viona dan Meta memeluk Kanaya senang.
"Nenek sihir itu berubah pikiran juga ngijinin lu pergi " tebak Meta
"Ck..mana ada..gue kesini sama papa tiri gue, kebetulan dia sedang ada kerjaan disini " jawab Kanaya
"Rejeki lu Nay..tapi papa tiri lu ternyata baik juga ya " puji Meta.
Hari pertama di Bali Kanaya tidak memesan kamar hotel tapi ia nebeng bersama Viona dan Meta.
Arsen yang hari ini tampak sibuk dengan urusannya membiarkan Kanaya bebas pergi kemanapun dengan kedua sahabatnya.
Sebelum pergi meninggalkan Kanaya, Arsen tidak lupa memberi Kanaya uang yang cukup untuk bersenang-senang.
Pada sore harinya Arsen menyuruh orang untuk menjemput Kanaya dan teman-temannya.
Ketiga gadis itu langsung cek out dari hotel tempat mereka menginap dan pindah ke villa pribadi milik Arsen yang berada di Ubud.
Kanaya dan kedua temannya benar-benar menikmati fasilitas liburan yang Arsen siapkan.
Mereka mengunjungi beberapa tempat indah dan bersenang-senang disana. Arsen sendiri tampak sibuk dengan urusannya sendiri.
Arsen baru muncul di villa di malam terakhir mereka di Bali. Sejak sore Kanaya dan teman-temannya sudah mulai paking karena besok mereka akan kembali ke Jakarta.
"Daddy selama ini kemana saja ?" tanya Kanaya ketika malam itu ia mendapati Arsen sedang menikmati secangkir kopi diteras villanya sambil menikmati semilir angin pantai.
Kanaya duduk di bangku kayu di sebelah Arsen.
Villa milik Arsen memang berada di dipinggir pantai.
"Daddy ada pekerjaan " jawab Arsen.
"Ooh " jawab Kanaya.
"Bagaimana liburan kalian..apakah menyenangkan ?" tanya Arsen.
"Sangat menyenangkan, terimakasih ya Dad..jika tidak ada Daddy pasti aku tidak dapat pergi menyusul teman-teman aku kesini " tutur Kanaya.
"Daddy tidak mau cukup dengan terimakasih saja, Daddy ingin kamu menjadi anak yang baik " jawab Arsen.
"Iya Dad aku janji " Kanaya mengambil tangan Arsen kemudian menautkan jari kelingkingnya.
Arsen tertawa kemudian mengacak rambut Kanaya.
"Awalnya aku pikir Daddy akan sama jahatnya seperti Mami Angel, ternyata aku salah..Daddy ternyata orangnya baik " Kanaya memeluk perut Arsen dan melabuhkan wajahnya di dada bidangnya.
"Bagaimana kamu bisa seyakin ini kalau Daddy baik ?" tanya Arsen sambil merapikan rambut Kanaya yang tertiup angin pantai.
Kanaya mengangkat kepalanya dari dada Arsen dan menatap manik perak itu.
Disaat yang bersamaan Arsen pun balas menatap mata indah Kanaya dan tatapan mereka saling mengunci.
"Aku yakin Daddy orangnya baik karena aku merasa nyaman jika bersama Daddy " jawab Kanaya tanpa memutus tatapannya.
"Daddy akan berusaha menjaga kamu semampu Daddy " tutur Arsen.
Kanaya meleleh
Tanpa disangka-sangka Kanaya berjinjit kemudian mengecup Arsen namun kali ini bukan di pipi melainkan di bibir.
Kanaya berniat hanya memberikan ciuman singkat namun siapa sangka Arsen malah balas menyambar bibir Kanaya dan melu matnya dengan lembut.
Kanaya tidak menolak dan membalasnya, kedua tangan Kanaya semakin erat memeluk pinggang Arsen membuat tubuh mereka semakin rapat tak berjarak.
Arsen melepaskan tautan bibir mereka sejenak untuk memberi kesempatan Kanaya bernafas dan setelahnya ia kembali melu mat bibir mungil itu dan lagi-lagi Kanaya membalasnya.
Mereka berdua saling berciuman diantara hembusan angin pantai yang dingin dan suara deburan ombak di bibir pantai.
Kedua insan itu tidak menyadari jika ada orang yang sedang berjalan kearah mereka.
Suara batuk kecil Meta membuat Kanaya dan Arsen buru-buru saling melepaskan diri.
Kanaya dan Arsen terlihat gugup karena Meta telah memergoki mereka sedang berciuman.
"Sebaiknya kalian masuk, anginnya cukup kencang nanti kalian masuk angin " titah Arsen.
Kanaya dan Meta pun kembali ke kamarnya.
"Lu harus jelasin sama gue mengenai apa yang gue lihat barusan !" bisik Meta sambil berjalan menuju ke kamar mereka.
"Gue hanya bersenang-senang..masa tidak boleh. Gue juga sering liat lu ciuman sama si Miko gue juga santai "
"Si Miko itu pacar gue Nay..kalau yang tadi ciuman sama lu itu adalah bokap lu !"
"Bokap tiri..catet !!" jawab Kanaya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
M.azril maulana
wow..... amazing
2023-01-01
1
🌼Prýsķàà🌼💗
iya thor...ubud dataran tinggi, gada pantai....
2022-11-09
0
rindi yesna wati
😻💌💟💟☺️☺️💕💕🤩😚🥳🎉🤩😍😘🤗🥰💟💕💞💓💘❣💖💗💝💝🎉🥳
2022-11-04
0