Seharian ini Arsen dan Angel juga Rudi berada di rumah. Mereka memutuskan beristirahat setelah kepulangan mereka dari Lombok kemarin.
Arsen yang sudah hampir dua Minggu ini tidak pulang ke rumah tampak kesal ketika mendapati ada yang berubah pada salah satu mobil milik Kanaya yang ada di garasi.
"Rud..kerjaan siapa ini ?" tanya Arsen kepada Rudi sambil menunjuk pada mobil Kanaya.
"Saya Mas..keren tidak ?" tanya Rudi menatap bangga pada mobil Kanaya yang sudah ia modifikasi.
"Keren apanya ? kamu sadar tidak jika mobil yang kamu acak-acak itu mobil siapa hah ?" tanya Arsen
"Tapi aku sudah minta ijin mbak Angel dan dia mengijinkan " bela Rudi.
"Mobil itu milik Kanaya..kalau tidak salah ini hadiah ulangtahun dari papanya sebelum meninggal..kalau sampai dia tau kamu bisa dituntut " ancam Arsen.
"Maaf Mas saya tidak tau " jawab Rudi.
"Kamu itu tinggal disini harus bisa menjaga sikap jangan seenaknya merusak barang orang lain " omel Arsen
"Saya tidak merusak Mas, hanya memodifikasi saja " kilah Rudi
"Memodifikasi menurut kamu tapi merusak menurut Kanaya karena sudah merubah bentuk " sambar Arsen. Rudi pun menunduk
Angel yang mendengar suara keributan di luar buru-buru keluar untuk mencari tau.
"Ada apa sih ribut-ribut ?" tanya Angel
"Tanya tuh sama adik kamu " jawab Arsen sambil berlalu meninggalkan adik kakak yang tampak saling pandang.
"Mas Arsen marah karena aku sudah memodifikasi mobil itu " Rudi mengadu.
"Biar Mbak bicara sama Arsen " Angel beranjak mengikuti Arsen yang sudah berada di kamarnya.
"Sayang..kenapa kamu memarahi Rudi ?" Angel tidak terima Arsen memarahi adiknya.
"Wajar aku memarahi dia karena dia itu tidak tau diri. Sudah numpang berani-beraninya merusak mobil Kanaya " jawab Arsen dingin.
"Bukan merusak Sayang..Rudi memodifikasi nya..bukankah menjadi lebih keren "
"Yang dia modifikasi itu barang orang lain..itu namanya lancang Ngel.. bagaimana kalau Kanaya tau ? dia pasti marah "
"Ya jangan sampai Kanaya tau "
"Jadi kamu mau biarkan saja kelakuan adik kamu yang lancang itu ?" Arsen langsung melotot kearah Angel
"Bu..bukan begitu maksud aku " jawab Angel gugup.
"Semakin kesini aku semakin tidak mengerti sama jalan pikiran kamu Ngel..kamu seharusnya bisa menjaga perasaan Kanaya karena dia putri sambung kamu bukannya malah membela adik kamu yang tidak tau diri itu "
Angel terdiam
"Nanti aku suruh Rudi mengembalikan mobil Kanaya seperti semula " jawab Angel lirih
"Ya..suruh dia tanggung jawab " jawab Arsen kesal.
Belum hilang kekesalan Arsen kepada Angel dan Rudi, tiba-tiba mereka kedatangan tamu.
Angel tampak pucat ketika mengetahui siapa tamu yang datang ke rumahnya siang itu.
"Siapa dia ?" tanya Arsen ketika Angel seperti yang enggan untuk menemui tamunya yang sudah duduk di ruang tamu.
"Di..dia..Mama nya Kanaya " jawab Angel.
"Mama Kanaya ?" Arsen tidak dapat menyembunyikan rasa kagetnya.
Arsen dan Angel keluar untuk menemui tamunya.
Arsen menatap kagum kepada wanita lembut yang tampak tenang dan anggun.
Pantas Kanaya begitu cantik dan kulitnya putih bersih ternyata itu semua diwariskan dari mamanya.
"Perkenalkan, Saya mamanya Kanaya " wanita itu bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya kepada Arsen dan Angel.
Mereka bertiga duduk di ruang tamu dengan suasana yang sedikit tegang.
"Saya turut berduka cita atas meninggalnya suami anda " ucap Mama Kanaya sopan namun menusuk ketika mengatakan kalimat 'suami anda'
Angel mengangguk.
"Maksud kedatangan saya kesini saya ingin bertemu dengan putri saya "
"Kanaya sudah tidak tinggal disini. Dia memutuskan nge kos di dekat sekolahnya..katanya biar dekat dengan sekolahnya" jawab Angel
"Bisa saya minta alamatnya ?" tanya Mama Kanaya.
Angel gelagapan
"Saya belum sempat menengok, jadi saya belum tau alamat pastinya " jawab Angel
"Bagaimana kalian sebagai orangtuanya tidak tau dimana Kanaya tinggal sekarang ?" Mama Kanaya terlihat kesal kepada Angel dan Arsen.
"Bagaimana dengan anda sendiri..ibu macam apa yang tega meninggalkan anaknya yang masih kecil " sindir Angel tajam.
"Kalau tidak ada kamu di rumah ini saya juga tidak akan pergi..dan perlu kamu ingat..kamu yang mengurung Kanaya sehingga saya tidak dapat membawa dia pergi " balas Mama Kanaya tajam.
Angel terdiam
Arsen akhirnya mengetahui dengan jelas peristiwa dimana Mama Kanaya pergi dari rumah meninggalkan Kanaya yang masih kecil.
Arsen baru sadar wanita seperti apa yang sudah ia nikahi..dan ia sangat menyesal.
"Ini alamat saya, jika sudah tahu alamat Kanaya tolong hubungi saya " Mama Kanaya meletakan kartu namanya diatas meja.
Arsen sempat melihat nama yang tertera di kartu itu Hana Widianto
Ternyata masih ada nama suaminya dibelakang namanya, karena Mama Kanaya pergi dan mereka tidak pernah bercerai. Jadi secara hukum mereka masih berstatus suami istri.
"Saya akan kabari anda begitu mendapatkan alamat tempat kost Kanaya " ucap Arsen sopan.
"Iya terimakasih..saya permisi "
Mama Kanaya pun pergi dengan mobilnya. Angel mengambil kartu nama Mama Kanaya dan membuangnya di kotak sampah.
"Kenapa kamu membuangnya ?" omel Arsen.
"Ngapain repot-repot nyari alamat Kanaya, suruh cari saja sendiri " jawab Angel
"Aku baru sadar sekarang, ternyata selama ini kamu tidak peduli kepada Kanaya..pantas saja anak itu selalu bersikap antipati kepada kamu " ucap Arsen.
"Kamu itu kenapa sih selalu menyalahkan semua yang aku lakukan ?" tanya Angel
"Seharusnya kamu itu mendukung istri kamu bukan anak songong itu "
"Aku tidak akan mendukung orang yang menurut aku salah..kamu ingat Ngel..kalau tidak ada papanya Kanaya hidup kamu dan keluarga kamu tidak akan seperti ini " Arsen mengingatkan Angel
"Jadi kamu harusnya punya hati nurani dan tidak membuang Kanaya begitu saja "
"Aku tidak membuang Kanaya, dia yang memutuskan pergi dari rumah ini..jadi jangan salahkan aku " bela Angel.
"Kanaya tidak akan pergi dari rumah ini jika kamu memperlakukan dia dengan baik..ditambah adik kesayangan kamu itu selalu mengganggu Kanaya hingga membuat Kanaya tidak nyaman tinggal disini "
Angel terdiam, ternyata Arsen mengetahui jika Rudi selalu berbuat kurang ajar kepada Kanaya.
Arsen semakin tidak respek setelah melihat keburukan sifat Angel. Tanpa sepengetahuan Angel , Arsen memungut kartu nama itu dan menyimpannya di dalam dompetnya.
Melihat wajah lembut Hana yang sangat merindukan putrinya, Arsen merasa iba.
Sebetulnya ia ingin memberitahu keberadaan Kanaya kepada Hana namun ia tidak mungkin mengatakannya di depan Angel.
Arsen dilanda kebimbangan. Seandainya ia nekad memberitahu tempat tinggal Kanaya kepada Hana .
Arsen tidak dapat membayangkan reaksi Hana jika tahu kalau ia juga sudah menikahi putrinya.
Arsen mengusap wajahnya dengan gusar, ia belum siap jika pernikahannya dengan Kanaya terbongkar.
Yang Arsen takutkan bukan Angel, namun ia takut jika harus kehilangan Kanaya karena sudah pasti Hana tidak akan merestui pernikahan mereka.
Arsen yang sangat kecewa kepada Angel memilih tidur di kamar tamu. Ia tidak mau berbagi kamar apalagi berbagi tubuh dengan wanita berhati kejam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
aku dukung dh othor nya 🤗
2023-01-05
0
rindi yesna wati
😋💌😊😉😚🌷😻💘💖🌹💕😁🥰🤗☺️🤩💝🎉🥳😽❣🎁💗😍😘💞💓
2022-11-04
0
Candra Woods
arsen mantap👍👍👍👍
2022-11-02
0