Arsen menurunkan Kanaya diatas kasur empuknya, dibelakangnya Angel mengekor dan diam-diam menatap dengan aura permusuhan kepada Kanaya.
Angel tidak suka Arsen menggendong Kanaya walaupun gadis itu sedang dalam keadaan terluka.
"Sayang, sebaiknya luka kamu juga harus segera diobati takutnya menjadi infeksi " Angel menunjuk pada beberapa luka di lengan Arsen bahkan kemeja bagian tangannya sobek.
"Sudah diobati tadi di klinik " jawab Arsen sambil keluar dari kamar Kanaya meninggalkan Angel yang masih berdiri di sisi ranjang Kanaya.
"Kamu sengaja ya mencari perhatian Arsen ?" Angel mendorong bahu Kanaya hingga Kanaya terjungkal diatas kasur.
"Auww..sakit Mih " Kanaya sengaja menjerit dengan kencang agar Arsen mendengarnya, dan Arsen pun buru-buru kembali ke kamar Kanaya.
"Ada apa ?" tanya Arsen dengan wajah panik.
"A..aku berniat mau membetulkan letak tidurnya tapi Kanaya nya malah kesakitan " Angel berdusta sambil melotot penuh ancaman kearah Kanaya.
"Sini aku betulkan letak tidurnya " Arsen mengangkat tubuh Kanaya dengan pelan dan ia baringkan diatas kasur dengan posisi senyaman mungkin membuat Angel semakin meradang.
"Kita keluar, biarkan Kanaya istirahat !" Arsen mengajak Angel keluar dari kamar Kanaya.
Angel melirik kearah Kanaya dan masih sempat melihat senyum mengejek dari Kanaya.
Setelah keluar dari kamar Kanaya, Arsen lekas mandi dan mengganti baju nya yang sobek dengan piyama yang sudah Angel siapkan.
Angel membuang baju dan celana Arsen yang robek dibagian lutut dan sikunya. Ia juga memeriksa dan mengobati beberapa luka lecet di siku dan lutut Arsen.
"Bagaimana kejadiannya sih Sayang ?" tanya Angel
" Waktu Kanaya menyebrang tiba-tiba ada pengendara motor ugal-ugalan dan seperti yang sengaja mau menabrak Kanaya, aku berusaha menolong dan kami terserempet" jawab Arsen.
"Masa sih sengaja ?" Angel berusaha mematahkan asumsi Arsen.
"Aku sih lihatnya begitu, karena jalanan juga tidak terlalu padat " jawab Arsen.
"Aku tidak sempat melihat nomor motornya, namun kalau melihat merk dan type motornya aku hapal. Sayang pengendaranya tidak terlihat jelas karena pake helm full face "
jelas Arsen
"Pihak sekolah akan menyelidikinya dengan melihat rekaman cctv . Semoga saja orang itu cepat tertangkap " lanjut Arsen membuat Angel menelan ludahnya dengan susah payah.
Setelah kejadian itu keesokannya Kanaya tidak masuk sekolah, begitu juga dengan Arsen yang tidak masuk ke kantor karena luka di lutut dan siku nya yang masih terasa perih dan pastinya akan mengganggu aktivitas nya. Hanya Angel saja yang menjalani rutinitasnya seperti biasa.
Setelah Angel pergi, Arsen menyuruh Simon untuk menyelidiki pengendara motor dengan ciri-ciri yang Arsen lihat kemarin.
Kebetulan pihak sekolah juga mengirimkan video rekaman cctv pada saat kejadian kemarin.
Arsen yakin jika kecelakaan itu ada unsur kesengajaan dan targetnya adalah Kanaya.
Arsen tidak mengerti kenapa ia begitu peduli kepada Kanaya dan tidak rela jika ada yang menyakiti putri sambungnya itu.
Setelah selesai berbicara dengan Simon, Arsen pun pergi ke kamar Kanaya untuk melihat kondisi gadis itu.
Di kamarnya Kanaya tampak sedang mengobati lukanya sendiri. Ia tampak meringis menahan rasa perih dari beberapa luka yang belum mengering.
"Mau Daddy bantu ?" tanya Arsen sambil duduk di ranjang tepat di depan Kanaya. Gadis itu tampak kesulitan menjangkau luka di sikunya.
"Yang ini susah Dad " Kanaya memberikan tangannya kepada Arsen.
Arsen mengambil kapas kemudian mengobati luka di siku Kanaya.
"Auww..sakit Dad " Kanaya mencubit lengan Arsen sambil meringis.
"Lengan Daddy juga sakit kamu cubit " balas Arsen. Kanaya pun terkekeh.
"Yang mana lagi ?" tanya Arsen setelah selesai mengobati luka di siku Kanaya.
"Semua sudah..sekarang giliran luka Daddy aku obati " Kanaya mengambil kapas dan gantian mengobati luka Arsen.
"Kemarin kalau tidak ada Daddy aku tidak tau apa yang terjadi dengan aku " ucap Kanaya sendu.
Arsen terpaku, untung ia menuruti rengekan Kanaya yang memaksa ingin dijemput. jika tidak sudah pasti keadaan Kanaya akan lebih buruk dari sekarang atau yang lebih buruk lagi tidak selamat mengingat betapa kencangnya laju motor yang hendak menabrak Kanaya itu.
"Sejak papa meninggal aku itu seperti hidup sebatang kara tidak ada yang aku percaya dan melindungi aku " tutur Kanaya sendu.
"Kamu bisa percaya sama Daddy, dan Daddy akan berusaha melindungi kamu semampu Daddy " jawab Arsen seraya merengkuh kepala Kanaya dan mengecup puncaknya.
"Terimakasih Dad " Kanaya menenggelamkan wajahnya di dada Arsen menghirup dalam aroma maskulin tubuh Arsen yang menenangkan jiwanya.
"Kamu sudah sarapan ?" tanya Arsen. Kanya menggeleng
"Kalau begitu kita turun, Daddy akan temani kamu sarapan !" ajak Arsen. Kanaya mengangguk.
"Bisa jalan ?" tanya Arsen menggoda
"Kalau aku minta digendong emang Daddy kuat gendong aku ?" Kanaya balas bertanya.
"Hmmm..kamu meremehkan Daddy " jawab Arsen seraya memberikan punggungnya untuk Kanaya naiki.
Sambil tertawa cekikikan Kanaya pun naik keatas punggung Arsen. Arsen menggendong Kanaya di punggungnya menuruni tangga menuju meja makan.
Beberapa orang pelayan menatap sendu kearah Arsen dan Kanaya. Mereka seperti melihat sosok almarhum papa Kanaya yang selalu menggendong Kanaya di punggungnya setiap kali Kanaya susah makan.
Kanaya pun yang berada di punggung Arsen tampak mengusap matanya yang berembun mengingat papanya yang sudah tiada.
Arsen tidak melihat jika Kanaya diam-diam menangis dibalik punggungnya.
Arsen menurunkan Kanaya di meja makan. Ia duduk tepat di depannya dan mengambilkan makan untuk Kanaya.
"Sekarang buka mulut kamu !" perintah Arsen. Ia hendak menyuapi Kanaya makan.
"Aku sudah besar, Dad " tolak Kanaya sambil berusaha sekuat tenaga menahan diri untuk tidak menangis.
Cara Arsen memperlakukan Kanaya persis seperti papanya.
"Tidak usah protes, cepat buka mulutnya yang lebar !" Arsen tidak ingin dibantah.
Kanaya pun menurut, ia membuka mulutnya dan menerima suap demi suap makanan yang Arsen masukkan ke mulutnya.
"Daddy juga harus makan dong !" Kanaya gantian menyuapi Arsen. Dan mereka pun makan bersama dan saling menyuapi.
Karena dimakan berdua, makanan di piring Kanaya pun cepat tandas dan Arsen pun mengisinya kembali untuk mereka.
Setelah menghabiskan dua piring makan, Arsen kembali menggendong Kanaya ke kamarnya untuk beristirahat.
Setelahnya Arsen pergi ke ruang kerjanya untuk menerima telepon dari Simon.
Arsen tampak menautkan kedua alisnya ketika Simon mengabari jika baru saja melihat Angel menemui seorang pengendara motor dan menyerahkan sebuah amplop yang Simon curigai berisi uang.
Simon juga mengirimkan photo Angel beserta pria berjaket dan mengenakan helm full face. Meskipun postur pria itu mirip dengan orang yang nyaris menabrak Kanaya , namun motor dan helm nya berbeda.
Arsen tidak mengerti ada hubungan apa Angel dengan pria di photo itu. Arsen berusaha menepiskan kecurigaannya jika Angel terlibat dalam insiden yang menimpa Kanaya kemarin sebelum mendapatkan buktinya.
Sebetulnya beberapa hari ini Arsen juga sempat memergoki Angel sedang menghubungi seseorang dan mereka membicarakan proses balik nama beberapa aset peninggalan papa Kanaya menjadi atas nama Angel. Padahal setau Arsen seluruh aset dan perusahaan jatuh ke tangan Kanaya.
Sebagai suami Arsen tidak membenarkan apa yang istrinya lakukan dan ia akan berusaha semampunya untuk melindungi Kanaya karena gadis itu tidak mengerti apa-apa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
wow ternyata ada udang d balik bakwan thor enak 🤭
2023-01-05
0
NasyafaAurelia🐧
sdh mulaii bergerakk ni mama tiri mo balik nm smua aset kanaya ckckc
2022-10-24
0
NasyafaAurelia🐧
kok pen mewekk kasian bgt kanaya
2022-10-24
0