Setelah insiden yang terjadi di Puncak beberapa waktu yang lalu, sikap Kanaya terhadap Arsen mulai melunak. Ia tidak lagi berkata ketus ataupun mengeluarkan kalimat pedas. Kanaya mengurangi sedikit sisi pembangkang dalam dirinya demi mencuri perhatian dari Arsen.Terlebih niat untuk menggoda papa tirinya itu semakin menggila.
Hari ini Angel pergi ke Lombok untuk urusan bisnis selama tiga hari, Kanaya melihat Arsen mengantarkan nenek sihir itu ke bandara dan baru pulang pada sore harinya.
Kanaya baru bertemu lagi dengan Arsen pada saat mereka makan malam. Di meja makan itu hanya ada mereka berdua karena Angel sudah berangkat ke Lombok tadi siang.
Tidak ada percakapan diantara mereka, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu diatas piring mengiringi aktifitas keduanya di meja makan. Arsen terlalu fokus pada makanan dipiringnya sementara Kanaya memutar otak mencari cara agar bisa menarik perhatian Arsen.
Setelah sekian lama hening akhirnya Kanaya memberanikan diri membuka suara terlebih dahulu.
“Dad..aku ada tugas sekolah yang tidak aku mengerti, bisakah Daddy membantu aku ?”
Kanaya tiba-tiba mendapat ide untuk mengajak Arsen berbicara.
“Ya “ jawab Arsen singkat
Yes..akhirnya gue punya kesempatan dekatin si Daddy mumpung nenek sihirnya sedang ke Lombok
“Kamu nanti ke ruangan Daddy saja “
“Baik Dad “ jawab Kanaya senang.
Akhirnya ia punya kesempatan untuk mendekati Arsen dengan alasan meminta bantuan mengerjakan tugas sekolah. Padahal sesungguhnya Kanaya adalah anak yang pintar, bahkan di kelasnya Kanaya selalu mendapatkan peringkat kesatu. Sepertinya kali ini Kanaya harus berpura-pura menjadi anak bodoh agar bisa mendekati Arsen.
“Naya ?”
Suara panggilan Arsen memutus lamunan Kanaya.
“Iya Dad ?”
“Kalau makan itu jangan bengong !”
Arsen mengingatkan Kanaya
“Iya ,Dad “
Kanaya tersipu malu kemudian melanjutkan makannya.
Arsen diam-diam menatap Kanaya, menurutnya ada perubahan dalam diri Kanaya dibanding sejak pertama kali Arsen menginjakkan kakinya di rumah ini. Lebih tepatnya sejak ia menolongnya saat mengalami kram kaki di ulangtahun teman mereka di puncak.
Sekarang Kanaya tidak seketus dulu bahkan terlihat sangat manis, sepertinya Angel kurang sabar dalam menghadapi gadis ababil seperti Kanaya. Arsen yakin jika lambat laun ia akan bisa merubah Kanaya menjadi gadis yang santun seperti mendiang papanya.
Setelah selesai makan malam, Arsen terlihat masuk ke ruang kerjanya sementara kanaya masuk ke kamarnya dan menyalin banyak soal matematika dibuku tulisnya yang akan ia berikan kepada Arsen. Kanaya mencari soal Matematika yang paling sulit menurutnya.
Sebelum menemui Arsen, Kanaya memakai piyama tidurnya yang sangat pendek sehingga memperlihatkan paha mulusnya dan juga Kanaya sengaja tidak mengenakan bra sehinga sepasang *********** yang indah tercetak jelas dibalik piyama tanpa lengannya. Kanaya berharap Arsen agar tergoda untuk sekedar menjamahnya.
Setelahnya Kanaya pun pergi ke ruangan kerja Arsen dengan membawa buku dan alat tulisnya. Disana Arsen tampak sedang fokus dengan laptop dan tumpukkan berkas diatas meja.
“Dad...!” panggil Kanaya.
Arsen menoleh
“Apakah aku mengganggu ?” tanya nya
“Tidak..sudah selesai !” jawab Arsen sambil menutup laptopnya dan membereskan semua berkas yang berserakan diatas meja.
Kanaya mendekat kearah meja kemudian menyerahkan bukunya kepada Arsen.
“Aku tidak mengerti pelajaran matematika “ cicit Kanaya
Arsen memeriksa buku tugas fiktif milik Kanaya
Kanaya mendekat kearah Arsen dengan sedikit membungkukan tubuhnya sehingga dada montoknya sedikit menyembul keluar. Arsen berusaha fokus mengajari Kanaya meskipun dada montok Kanaya terpampang jelas di depan matanya seolah mengundang untuk ia sentuh.
Dari caranya mengajari Kanaya sangat terlihat jika Arsen sangat cerdas karena ia adalah lulusan perguruan tinggi di luar negri. Namun Kanaya justru lebih banyak memperhatikan wajah tampan Arsen daripada materi dan rumus-rumus yang sedang Arsen bahas membuat pria itu menjadi sedikit kesal.
“Naya..serius dong !” omel Arsen sambil menyentil kening Kanaya.
“Abisnya aku pusing ,Dad “ keluh Kanaya dengan cengirannya.
“Yang mana yang belum mengerti ?” tanya Arsen sambil menggaruk kepalanya sepertinya Arsen mulai pusing karena Kanaya susah mengerti dan tidak fokus.
“Semuanya “
“Bagaimana mau mengerti kalau kamunya tidak fokus dan malah menatap saya “ omel Arsen
“Habisnya Daddy ganteng “ Kanaya menggombal sambil nyengir.
“Tidak lucu !” Arsen kembali menyentil kening Kanaya membuat Kanaya meringis.
Arsen menghela nafas berat, gadis ini benar-benar menguji kesabarannya. Arsen mencoba bersabar dan mengulangi mengajari Kanaya dari awal.
Arsen menjeda sejenak mengajari Kanaya untuk menerima telepon dari Angel yang sedang berada di Lombok. Selama Arsen berbicara dengan Angel, Kanaya menopang dagu dengan tangan kanannya dan matanya terus menatap Arsen yang sedang berbicara denga istrinya.
Setelah cukup lama berbicara dengan istrinya, Arsen pun kembali fokus kepada Kanaya.
“Daddy akan carikan tempat les yang bagus untuk kamu “ ucap Arsen karena menurutnya Kanaya sangat lambat dan susah mengerti, juga tidak fokus..dan sepertinya Arsen angkat tangan.
“Daddy tidak mau mengajari aku ?” Kanaya menatap Arsen sendu
“Bukan begitu..kalau kamu les Daddy yakin kamu akan lebih fokus dan akan lebih cepat mengerti “ jawab Arsen.
“Aku maunya Daddy saja yang ngajarin..aku janji akan belajar dengan serius “ janji Kanaya sambil mengangkat dua jarinya.
Arsen menatap Kanaya ragu, namun wajah pupy eyes Kanaya membuatnya luluh
“Baiklah..sekarang kerjakan ini seperti yang Daddy ajarkan tadi ! tapi kalau masih belum mengerti juga Daddy akan panggil guru les ke rumah ” titah Arsen
“Baiklah “ jawab Kanaya dengan bersemangat.
Kanaya mengerjakan semua soal itu dengan benar, ia tidak mau Arsen menganggap dirinya tidak serius dan ujung-ujungnya kapok tidak mau mengajarinya lagi dan memanggil guru les ke rumah karena yang Kanaya inginkan adalah Arsen yang mengajarinya agar ia mempunyai kesempatan untuk menggoda Arsen dan melancarkan aksi balas dendamnya kepada ibu tirinya.
Arsen menatap Kanaya yang sedang mengerjakan semua soal itu dengan serius. Sesekali gadis itu menghitung dengan jarinya dan kadang-kadang menggigit ujung pensil jika sedang berpikir keras membuat Arsen tersenyum tipis melihat tingkah Kanaya yang menurutnya lucu dan menggemaskan.
“Sudah selesai “ seru Kanaya heboh sambil menyerahkan buku miliknya kepada Arsen untuk diperiksa.
Arsen memeriksa hasil pekerjaan Kanaya dengan teliti. Beberapa saat kemudian Arsen tampak tersenyum puas karena semua pekerjaan Kanaya tidak ada yang keliru.
“Sudah benar semua “
Arsen mengembalikan buku itu kepada Kanaya.
“Besok-besok aku mau belajar sama Daddy lagi “
Kanaya mulai ngelunjak dan Arsen tidak bisa untuk mengatakan tidak
“Terimakasih , Dad “ Kanaya menghambur memeluk tubuh Arsen rapat-rapat kemudian mencium pipinya.
Arsen terpaku tidak menyangka dengan apa yang Kanaya lakukan, reaksi spontan Kanaya sebetulnya sangatlah wajar. Kanaya mencium pipinya sebagai ungkapan rasa terimakasih karena Arsen sudah mau membantunya mengerjakan tugas sekolah. Namun Arsen merasakan reaksi yang lain di dalam tubuhnya..
Ada desiran lembut ketika tubuh molek gadis itu merapat tanpa jarak dengan tubuhnya. Arsen dapat merasakan jika Kanaya tidak mengenakan bra saat sepasang benda kenyal yang membusung itu menabrak dadanya.Arsen buru-buru menepiskan rasa yang tidak wajar itu ketika akal sehatnya kembali datang .
“Sekarang kamu tidur supaya besok kamu tidak kesiangan sekolah !”
Arsen menjauhkan tubu Kaaya dari pelukannya sebelum gadis itu menyadari jika ada yang bereaksi dibalik celana piyama bergaris milik Arsen ketika bersentuhan dengan tubuh molek Kanaya.
“Iya , Dad “ jawab Kanaya sambil tersipu malu.
Kanaya keluar dari ruangan kerja Arsen sambil senyum-senyum sendiri. Arsen tidak menyadari jika sebenarnya Kanaya dapat merasakan ada yang terbangun dibalik celana piyama yang Arsen kenakan..dan ini Kanaya anggap sebagai awal yang baik untuk melancarkan aksi balas dendamnya. .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
M.azril maulana
ini maksudnya pemeran utama jadi pelakor 😲?tp untuk ini saya dukung banget 👏
2023-01-01
5
Endah Dwi Agustina
wkwkwk..
punya otak pelakor niiiihh
zizizizi
2022-11-06
0
rindi yesna wati
💘😚🥳😍😍💓💝💗😘🤩🤩😋💕🎉🎉🌹😁😽💞💞😉🌷🌷🥰🥰💟😻💌
2022-11-04
0