Pagi ini sebuah mobil mewah meluncur ke arah Bogor menuju ke sebuah pesantren milik teman Papa Arsen untuk menikahkan Arsen dan Kanaya
Sebelum berangkat ke Bogor Mama Monica masih sempat mampir ke butik langganannya membeli kebaya pengantin untuk Kanaya.
Tidak ada yang mereka persiapkan untuk pernikahan yang serba mendadak itu.
Arsen hanya menyiapkan uang sejumlah satu miliar rupiah sebagai mas kawin. Mama Arsen menggenggam tangan Kanaya yang tampak dingin dan berkeringat.
"Tidak usah tegang, semua demi kebaikan kalian "
"Iya , Ma " jawab Kanaya.
Arsen yang sedang menyetir melirik kearah Kanaya yang tampak tegang di kursi belakang. Ia tersenyum melihat calon pengantin kecilnya yang menurutnya terlihat lucu dan menggemaskan.
Setibanya di pesantren Kanaya langsung dibawa oleh Mama Monica ke sebuah ruangan khusus untuk didandani.
Ternyata mama Monica sudah menyiapkan tim penata rias untuk mendandani Kanaya. Tidak sampai dua jam Kanaya pun selesai di make up.
Tubuh tinggi langsingnya tampak cantik dalam balutan kebaya putih yang sangat pas melekat di tubuhnya.
Riasan yang natural membuat Kanaya begitu cantik meskipun tanpa aksesoris yang berlebihan.
Menjelang sore Arsen pun melakukan ijab kabul dengan disaksikan oleh para santri di pesantren itu
Setelah acara ijab kabul yang sederhana namun khidmat itu selesai mereka pun kembali ke Jakarta.
Untuk merayakan pernikahan dadakan itu mereka pun makan malam di sebuah restoran mewah begitu sampai di Jakarta.
"Besok Mama dan Papa akan langsung pulang ke Singapura. Apa kalian mau ikut sekalian Honeymoon ?" tanya Mama Monica
"Bagaimana Sayang..apakah mau ikut ?" tanya Arsen kepada Kanaya.
"Tidak Ma..besok kan aku sekolah " jawab Kanaya
"Hmm..Mama lupa kamu masih pelajar " Mama Monica menepuk keningnya.
"Kamu fokus sekolah saja, biar nanti kita yang sering mengunjungi kalian kesini " tutur Papa Arsen.
"Iya, Pah " jawab Kanaya sambil menepiskan tangan Arsen yang diam-diam merayap di pahanya.
"Kamu makan yang banyak Sayang, biar punya tenaga untuk nanti malam " Mama Monica mengisi piring Kanaya dengan makanan.
"Ini kebanyakan Ma "
"Sudah makan saja ! Oh iya sebelum pulang jangan lupa beli pil KB, Mama sudah tanya dokter kandungan teman mama dan dia rekomendasikan merk yang bagus untuk Kanaya "
Kanaya melongo tidak menyangka jika mertuanya itu akan se prepare itu.
"Nanti kalau sudah lulus SMA kamu lekas lepas KB nya dan beri mama cucu yang banyak !"
Mama Monica mendikte dari A sampai Z
"Yang sekarang perlu kamu urus secepatnya adalah menceraikan Angel..jangan ditunda " Papa mengingatkan Arsen.
"Iya Pa " jawab Arsen.
Pada saat acara makan berlangsung kedua kakak Arsen yang berada di luar negri menelpon dan mengucapkan selamat atas pernikahan Arsen dengan Kanaya.
Mereka berbicara dalam bahasa Spanyol yang tidak Kanaya mengerti.
Setelah acara makan malam selesai mereka pun pulang. Kanaya yang kekenyangan sampai tertidur di mobil membuat Arsen marah-marah
"Mama sih malah menyuruh Kanaya makan banyak jadinya dia teler " Arsen menggerutu sambil menggendong Kanaya turun dari mobil dan dibawa ke unit apartemen nya.
Arsen menurunkan Kanya di ranjangnya dan menepuk -nepuk pipinya dengan lembut berharap gadis belia yang kini sudah sah menjadi istrinya itu bangun dan segera menunaikan kewajiban pertama nya sebagai istri namun Kanaya tidak bergeming dalam tidurnya.
"Kamu itu tidur atau pingsan sih Sayang " sungut Arsen sambil merebahkan tubuhnya di samping Kanaya.
Sebelum Arsen tertidur ia menyempatkan diri memeriksa ponselnya.
Seharian ini Arsen sengaja mematikan ponselnya agar tidak ada yang mengganggu di hari pernikahannya dengan Kanaya.
Arsen mendapatkan banyak panggilan dan pesan yang masuk dan salah satunya dari Angel.
[ Sayang apakah masih di Lombok ]
[ Sayang kenapa hape nya tidak aktif ]
Dengan malas Arsen pun membalasnya
[ Ada sedikit masalah kemungkinan aku di Lombok satu Minggu lagi ]
Setelah mengirimkan pesan balasan kepada Angel, Arsen lekas membalas pesan dari Simon
[ Kalau ada urusan yang urgent gue ada di apartemen ]
Sekali baca saja Simon sudah faham jika bos bule nya itu sedang tidak mau di ganggu bersama " putri kesayangannya"
Setelah membalas semua pesan yang masuk, Arsen pun kembali mematikan ponselnya dan menyimpannya diatas meja belajar Kanaya.
Arsen kembali naik ke ranjang Kanaya dan mengganggu pengantin kecilnya berharap akan terjaga namun semua sia-sia.
Kanaya tidur sangat nyenyak karena lelah seharian bolak-balik Bogor dan makan terlalu banyak
Ini semua gara-gara Mama
Karena semalaman susah tidur gara-gara malam pertamanya gagal keesokannya Arsen bangun tidur kesiangan.
Arsen baru terbangun ketika matahari sudah mulai tinggi dan Kanaya sudah tidak ada disebelahnya.
Arsen bangun untuk mencari Kanaya dan hanya mendapati Mama dan Papanya yang sedang bersiap akan pergi ke bandara.
"Kanaya kemana Ma ?" tanya Arsen
"Sudah pergi sekolah sama temannya..tadi siapa ya namanya ?" Mama mencoba mengingat-ingat.
"Meta..Sayang " Papa mengingatkan
"Ah ya..Meta "
Melihat Mama dan Papa nya sudah siap Arsen pun buru-buru mandi dan bersiap untuk mengantarkan mereka ke Bandara.
"Kalau Kanaya libur sekolah kamu jangan lupa bawa Kanaya mengunjungi kami !" pesan Papa
"Iya " jawab Arsen
" Nanti Mama juga akan suruh kakak-kakak kamu pulang, mereka juga ingin berkenalan dengan Kanaya "
Kedua kakak Arsen memilih mengelola bisnis di luar negri dan menikah dengan wanita bule.
Hanya Arsen yang serius mengembangkan bisnis di Indonesia dan menikahi wanita pribumi.
Sepulang sekolah Kanaya mampir ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli alat-alat tulis. Ia sudah minta ijin kepada Arsen dan pria bule itu mengijinkan.
Kanaya pergi bersama kedua sahabatnya yaitu Meta dan Viona. Setelah selesai membeli alat tulis mereka tidak sengaja bertemu dengan Angel yang sedang berada di toko pakaian dalam.
"Mami belanja sendirian ? " sapa Kanaya berbasa-basi
"Perginya diantar Daddy, cuma dia langsung pergi katanya ada urusan " jawab Angel berbohong membuat Kanaya ingin tertawa.
Sudah jelas-jelas Arsen ada di Apartemen sejak beberapa hari yang lalu.
Kanaya yang akan pergi tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika Angel memanggilnya
"Naya..bisa bantu Mami pilihkan mana yang bagus ?" tanya Angel sambil menunjuk dua lingerie di kiri dan kanan tangannya.
"Yang itu bagus " Kanaya menunjuk asal kepada Lingerie yang ada di tangan kanan Angel.
"Ini ya...tapi Daddy kamu sukanya warna hitam..ya sudah aku pilih yang hitam saja " Angel malah memilih lingerie yang berada di tangan kirinya.
Benar-benar menyebalkan.
Setelah membayar belanjaannya Angel pun pergi meninggalkan Kanaya dan kedua temannya yang menatap kepergian Angel dengan muak.
"Dasar nenek sihir " sungut Kanaya
Setelah Angel pergi Kanaya pun membeli tujuh buah lingerie dengan aneka model dan warna.
"Ngapain lu ikutan beli beginian ? jangan harap lu mau menggoda Daddy lu ?" Viona menatap Kanaya penuh curiga.
"Memang " jawab Kanaya sambil nyengir
"Gila lu Nay..nekad lu " Meta menoyor kepala Kanaya.
"Setidaknya gue lebih keren dari ibu tiri gue..dia cuma beli satu gue beli tujuh " jawab Kanaya seraya beranjak menuju meja kasir.
Meta dan Viona saling tatap sambil mengangkat bahunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Cattleya
bilang klo kalian itu dah nikah, Nay...
2023-11-10
1
rindi yesna wati
💌😻🥰🌷😉😉💞🤩🤩😋💕🎉😘💗💝💓😍🥳🥳😚🎁💖❣🤗🤗😊💘💘
2022-11-04
0
Candra Woods
bikin arsen lupa pulang ke angel kanaya👍👍👍👍
2022-11-02
0