19. Pertemuan kembali.

Flashback Bang Gesang.

Bang Gesang menutup matanya sejenak mengingat saat dirinya mencari anggotanya yang tengah terlibat kasur perdagangan obat-obatan terlarang.

Saat itu dirinya berhasil meringkus seorang gadis belasan tahun yang sedang mengkonsumsi obat terlarang tersebut dan menyerahkan gadis tersebut pada anggotanya yang lain.

Bang Gesang terus berjalan hingga dirinya tiba di sebuah kamar, ada suara gadis terisak-isak ketakutan. "Tolong jangan beri obat itu pada Diani lagi..!!" Pinta gadis tersebut.

"Temanmu itu yang menyerahkan padaku untuk membayar obat yang telah di terimanya. Hari ini kamu menjadi milik ku cantik..!!"

Suara isakan tangis itu semakin nyaring.

"Jangan nangis.. kamu pasti akan menikmati" kata pria yang sebenarnya juga adalah anggota markas.

Tangis itu begitu pilu membuat Bang Gesang tidak tega.

Tak ada suara lagi di sana. Setelah mendapat bukti yang ada, ia segera mendobrak pintu kamar.

Braaakk..

Terlihat Nasha tak sadarkan diri dalam dekapan pria tersebut. Dengan rakusnya pria tersebut menikmati dada Nasha yang tengah merekah, tangannya menjalar ke bagian tubuh yang lain.

"Lailaha Illallah..!!" Bang Gesang menunduk melepaskan jaketnya, ia menendang anggota tersebut hingga terjungkal dan melempar jaket itu seadanya berharap bisa menutupi tubuh sang gadis. "B******n..!!!" Bang Gesang menghajar babak belur pria tersebut. "Laknat.. ku kirim kau ke neraka..!!!!!!"

Tendangan demi tendangan di layangkan hingga pria bernama Hartono itu nyaris meregang nyawa.

"Black.. kamu di dalam??" Sapa seseorang dari luar dan berniat membuka pintu.

"Tahan sebentar Bang..!! Di dalam panas..!!" Kata Bang Gesang.

Bang Gesang menyudahi tindakannya dan segera beralih mendekati gadis itu. "Astagfirullah hal adzim.." Bang Gesang mengusap dadanya karena pemandangan sangat indah terpampang di depan matanya. Ia mengalihkan pandangan. Dirinya menyadari insting pemburunya yang kuat sedang bekerja karena ia laki-laki normal yang punya naluri. Tangannya gemetar memakaikan helai demi helai pakaian gadis kecil di hadapannya.

"Black.. ada apa??" Bang Arsene membuka pintu tapi secepatnya Bang Gesang menutupi tubuh gadis itu dengan tubuhnya.

"Tolong Bang, saya sudah terlanjur.. cukup mata saya buat dosa dan sampai pada saya saja. Gadis ini akan malu jika tau apa yang sudah terjadi padanya hari ini."

"Abang ngerti Black" Bang Arsene menutup pintu kamar meskipun tidak rapat, ia tau juniornya itu tidak akan berbuat macam-macam.

Ada sedikit sentuhan yang wajar karena memang Bang Gesang sedang memakaikan pakaian gadis tersebut.

...

"Nashaaaa?????" Mata Bang Bujang melotot saat melihat adik kandungnya sendiri yang menjadi korban kejahatan tersebut. "Apa yang terjadi pot?????" Bang Bujang panik dan berteriak tak karuan melihat beberapa luka lebam di tubuh adiknya.

Bang Gesang tak kalah kagetnya saat tau gadis yang di tolongnya tadi adalah adik sahabatnya.

"Ada tindak pelecehan. 'Wira' yang menyelamatkan adikmu" kata Bang Arsene.

"Ya Allah.. aku akan minta visum pada dokter..!!"

"Tunggu pot, maaf kalau aku menyela. Prosedur tersebut adalah tindakan yang benar. Tapi melihat mental dan usia Nasha usia Nasha.. kurasa jangan melibatkan orang lagi ataupun sampai tau kasus ini. Kita pikirkan saja semua imbas dan sanksi sosial yang akan terjadi. Aku yang menjamin adikmu tidak sempat di apa-apakan" saran Bang Gesang.

Bang Bujang melirik sahabatnya itu dengan tatapan tajam. "Bagaimana kau bisa yakin kalau yakin kalau adikku tidak mengalami p**k****n???"

"Tolong percaya padaku..!! Tidak ada bekas dan jejak apapun di tubuh adikmu, tak ada tumpahan cairan apapun kecuali tangis adikmu" jawab Bang Gesang.

"B*****t kau pot..!!!!!" Bentak Bang Bujang sudah bersiap menghantam Bang Gesang tapi sahabatnya itu menangkisnya dan balik menyergap Bang Bujang.

"Kau tau, kalau aku mau.. aku bisa melampiaskan hasrat setanku karena Nasha sedang tidak sadar saat itu apalagi aku tidak tau dia adikmu. Kau pikir akan jadi apa adikmu kalau aku yang menangani??" Kegarangan sifat Bang Gesang mulai naik ke permukaan.

"Cukup.. jangan ribut lagi. Jangan saling berargumen" kata Bang Arsene menengahi.

Flashback Bang Gesang off.

~

Bang Panji menemui Bang Gesang di Batalyon. Dirinya sempat mengikuti sahabatnya itu.

"Jangan bicara disini.. kita ke ruanganku saja..!!" Ajak Bang Gesang.

Bang Panji mengikuti langkah Bang Gesang meskipun ia tau Nasha sedang berada di dalam kamar Bang Bujang.

~

"Saya tidak bisa memutuskan apapun. Nasha memiliki keluarga yang sangat melindunginya. Posisi saya saat ini hanya sebagai pengawal pribadi putri bungsu Komandan.. tidak lebih"

"Kalau begitu biarkan saya berbicara dengan Pak Khobar. Saya akan menjelaskan permasalahan yang terjadi dulu" jawab Bang Panji.

"Baiklah. Saya akan pertemukan kamu dengan beliau, tapi ingat Panji.. patah hati seorang ayah adalah melihat putri kesayangannya disakiti, terlepas dari apa yang telah terjadi pada hubungan kalian dulu. Saya tau.. saya belum pernah merasa menjadi seorang ayah, tapi saya bisa merasakan bagaimana terlukanya hati seorang ayah karena sikapmu menduakan putrinya"

"Itu penyesalan terbesar dalam hidupku pot"

...

Mata Pak Khobar sungguh menyimpan amarah yang teramat dalam saat menatap wajah Lettu Panji yang kini sudah duduk di hadapannya.

"Mau apalagi kau kesini?? Membuka luka lama putri saya??"

Terlihat Nasha ikut duduk di samping Papanya. Di belakang Nasha berdiri Lettu Gesang yang siap siaga menghadapi situasi apapun yang mungkin saja terjadi. "Biarkan Abang bicara Pa" pinta Nasha.

Papa Cemar pun luluh mendengar ucap putrinya yang sangat sabar, polos, berhati lembut juga kalem.

Bang Panji menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan sebelum bicara. "Saya memang salah sudah menikahi Diani.. apapun alasannya memang saya yang salah. Saya kesini untuk memohon maaf atas segala perlakuan saya pada Nasha. Saya juga sangat menyesal, atas kejadian ini.. kami sampai kehilangan buah hati"

"Itu juga salah saya" ucap Papa Cemar sedikit merendahkan nada suaranya.

"Perlu Papa ketahui, saya tidak pernah mengirim email surat perceraian dari pengadilan agama juga ikrar talak tersebut. Itu artinya.. Nasha masih sah menjadi istri saya" ucap Bang Panji dengan jelas dan lugas.

Suasana hening sejenak, Mama Gina hanya bisa mengusap air mata kesedihan di dalam sana. Ia tidak sanggup mengingat masa lalu yang terjadi pada putrinya.

Papa Cemar menghela nafas, pikirannya terombang ambing. Ia membolak-balik perasaan dan mencari jalan terbaik demi kebaikan putrinya.

"Papa tidak bisa memutuskan apapun karena kalian berdua yang menjalani, tapi kejadian dua tahun lalu merupakan pukulan terberat untuk Papa. Nasha putri Papa satu-satunya. Tentu Papa akan pasang badan dengan apapun yang terjadi pada putri Papa." Jawab Papa Cemar.

"Saya mengerti Pa. Pertemuan ini juga sangat mendadak. Saya harap.. Nasha mau pulang bersama saya, karena bagaimanapun juga Nasha masih istri saya." Pinta Bang Panji.

"Nasha minta waktu untuk berpikir Bang" jawab Nasha kemudian sekilas menoleh ke belakang, menatap wajah Bang Gesang yang terus menatap lurus ke depan tanpa goyah. Nasha kembali fokus pada Bang Panji. "Terus terang.. di kantor Markas besar di pusat.. status kita sudah bercerai"

"Kalau masalah itu, Abang bisa menangani" kata Bang Panji.

"Nasha.. tetap minta waktu"

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Dwi Ara

Dwi Ara

bener kan ternyata mmg Diani nya yg jehong

2023-05-04

1

Sa_Ri

Sa_Ri

kupikir Diani polos.... ternyata bajingan😖

2022-11-25

1

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

berubahnya sikap sesorang ada 2 kemungkinan.... die telah membuka pikiranya... atau dia terluka karena hatinya

2022-11-07

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pernikahan.
2 2. Rasa yang mengguncang.
3 Cek respon.
4 3. Istriku.
5 4. Kerapuhan wanitaku.
6 5. Mulai rumit di rasakan.
7 6. Prahara.
8 7. Hutang penjelasan.
9 8. Tragedi dua istri.
10 9. Cemburu.
11 10. Pertemuan.
12 11. Saat bersama.
13 12. Suara hati.
14 13. Ujianku.
15 14. Yang terdalam.
16 15. Dia pergi.
17 16. Hukuman.
18 17. Penjaganya pria berdarah dingin.
19 18. Tingkatan derajat.
20 19. Pertemuan kembali.
21 20. Dalamnya perasaan.
22 21. Ingatan tentangmu.
23 22. Sakit.
24 23. Butuh jawaban.
25 24. Keruh.
26 25. Jika ini yang terbaik.
27 26. Harapan tipis.
28 27. Antara ajudan dan penjaga hatimu.
29 28. Ajudan panikan.
30 29. Ada Wira untuk Nasha.
31 30. Lepas status.
32 31. Mencoba misi perdamaian.
33 32. Salah dan kecewa.
34 33. Dalam resepsi.
35 34. Ricuh.
36 35. Perang batin dan logika ( 1 ).
37 36. Pindah.
38 37. Dekapan mantan ajudan.
39 38. Sabuk hitam ilmu kebatinan.
40 39. Panik.
41 40. Ngidam pertamamu.
42 41. Lawan tanding ( 1 ).
43 42. Kuat iman.
44 43. Hasutan.
45 44. Perlindungan.
46 45. Tidak nyaman.
47 46. Takut masa lalu.
48 47. Belajar memahami.
49 48. Selalu salah.
50 49. Gara-gara ngidam.
51 50. Perjuangan bertahan.
52 51. Perasaan tak tertebak.
53 52. Cari mati.
54 53. Dendam tak berakal.
55 54. Kalah atau mengalah?.
56 55. Saling menguatkan.
57 56. Panji - Nisa.
58 57. Ingin bersamamu.
59 58. Apapun demi kamu.
60 59. Sebuah kehormatan.
61 60. Rasa di balik rasa.
62 61. Gagal jadi rahasia.
63 Curhat Nara.
64 62. Efek ngidam.
65 63. Gara-gara amphibi.
66 64. Gemas tapi sayang.
67 65. Rujak.
68 66. Sekelebat isi rumah tangga.
69 67. Debat.
70 68. Kesampaian.
71 69. Bapak-bapak yang panik.
72 70. Hari tegang.
73 71. Menerima kenyataan.
74 72. Dan pada akhirnya.
75 73. Sudah sehat
76 74. Fase bahagia.
77 75. Lahir.
78 76. -
79 77. Semakin tumbuh besar.
80 78. Ribut hari ini.
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Pernikahan.
2
2. Rasa yang mengguncang.
3
Cek respon.
4
3. Istriku.
5
4. Kerapuhan wanitaku.
6
5. Mulai rumit di rasakan.
7
6. Prahara.
8
7. Hutang penjelasan.
9
8. Tragedi dua istri.
10
9. Cemburu.
11
10. Pertemuan.
12
11. Saat bersama.
13
12. Suara hati.
14
13. Ujianku.
15
14. Yang terdalam.
16
15. Dia pergi.
17
16. Hukuman.
18
17. Penjaganya pria berdarah dingin.
19
18. Tingkatan derajat.
20
19. Pertemuan kembali.
21
20. Dalamnya perasaan.
22
21. Ingatan tentangmu.
23
22. Sakit.
24
23. Butuh jawaban.
25
24. Keruh.
26
25. Jika ini yang terbaik.
27
26. Harapan tipis.
28
27. Antara ajudan dan penjaga hatimu.
29
28. Ajudan panikan.
30
29. Ada Wira untuk Nasha.
31
30. Lepas status.
32
31. Mencoba misi perdamaian.
33
32. Salah dan kecewa.
34
33. Dalam resepsi.
35
34. Ricuh.
36
35. Perang batin dan logika ( 1 ).
37
36. Pindah.
38
37. Dekapan mantan ajudan.
39
38. Sabuk hitam ilmu kebatinan.
40
39. Panik.
41
40. Ngidam pertamamu.
42
41. Lawan tanding ( 1 ).
43
42. Kuat iman.
44
43. Hasutan.
45
44. Perlindungan.
46
45. Tidak nyaman.
47
46. Takut masa lalu.
48
47. Belajar memahami.
49
48. Selalu salah.
50
49. Gara-gara ngidam.
51
50. Perjuangan bertahan.
52
51. Perasaan tak tertebak.
53
52. Cari mati.
54
53. Dendam tak berakal.
55
54. Kalah atau mengalah?.
56
55. Saling menguatkan.
57
56. Panji - Nisa.
58
57. Ingin bersamamu.
59
58. Apapun demi kamu.
60
59. Sebuah kehormatan.
61
60. Rasa di balik rasa.
62
61. Gagal jadi rahasia.
63
Curhat Nara.
64
62. Efek ngidam.
65
63. Gara-gara amphibi.
66
64. Gemas tapi sayang.
67
65. Rujak.
68
66. Sekelebat isi rumah tangga.
69
67. Debat.
70
68. Kesampaian.
71
69. Bapak-bapak yang panik.
72
70. Hari tegang.
73
71. Menerima kenyataan.
74
72. Dan pada akhirnya.
75
73. Sudah sehat
76
74. Fase bahagia.
77
75. Lahir.
78
76. -
79
77. Semakin tumbuh besar.
80
78. Ribut hari ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!