"Aku minta lebih, aku juga istrimu khan Bang" pinta Diani.
"Kamu mau bagaimana Di? Abang nggak mau macam-macam..!!"
Diani merobohkan tubuh Bang Panji untuk berbaring di atas ranjang. "Aku ingin kamu Bang, jangan hanya istri pertamamu yang boleh menyentuhmu"
Hati Bang Panji terasa sakit saat Diani menjelajahi lekuk tubuhnya, sungguh ada rasa tak tega pada sosok yang sudah menunggunya di rumah tapi benar apa kata Diani, dirinya juga adalah suami dari wanita itu, maka ada hak yang sama untuk Diani meskipun dengan cara yang berbeda.
\=\=\=
Dua bulan sudah berlalu. Bang Panji berusaha keras membagi harinya secara adil untuk Nasha dan Diani, dalam hal kasih sayang, materi bahkan nafkah batin untuk kedua istrinya meskipun di lubuk hatinya yang terdalam berucap kuat ada salah seorang yang bertahta dalam hati, di antara istri yang begitu amat ia sayangi dan cintai.
Bang Panji menyewa ART untuk membantu Diani mengerjakan banyak hal, Sedangkan Nasha tidak ingin di bantu ART karena lebih merasa nyaman berada di rumah dinas Batalyon seorang diri jika Bang Panji sedang bersama Diani. Bang Panji pun hanya bisa menuruti keinginan istrinya jika memang mereka merasa nyaman.
Hari ini Petir, senior satu tingkat Bang Panji datang dan masuk batalyon yang sama dengannya. Bang Petir juga kini menjadi kakak iparnya karena merupakan kakak kandung Nasha.
"Siang Bang..!!" Sapa Bang Panji.
"Nggak usah formal gitu aahh.. gimana Nasha, sudah isi belum?" Tanya Bang Petir Langit tanpa tedeng aling-aling.
"Belum lah Bang, baru menjelang dua bulan menikah. On proses lah" jawab Bang Panji ikut nyeri memikirkan semua karena tak sesering itu dirinya bisa menyentuh Nasha.
"Cepat dapat momongan ya. Mbak mu juga lagi isi tuh, dua bulan. Manja banget Nji.. nggak bisa di tinggal" keluh Bang Petir.
"Alhamdulillah.. selamat ya Bang" kata Bang Panji.
"Terima kasih. Kamu yang semangat le" Bang Petir menepuk pundak Bang Panji tak ubahnya adiknya sendiri. "Arsene tinggal tunggu waktu, masuk markas khan dia"
"Siap Abang"
...
"Aku nggak bisa sesering ini lagi pulang Di. Abangnya Nasha dan Abangku sudah datang ke Batalyon. Mereka bisa curiga kalau aku terlalu sering keluar rumah."
"Iya Bang, aku ngerti kok, ada bibi juga di sini. Abang tenang saja.. lagipula aku paham posisiku bukanlah istri resmi negara" kata Diani.
"Apa penting mengatakan hal itu? Sudahlah jangan berpikir yang tidak-tidak" tegur Bang Panji.
"Bang, kali ini aku mau di sayang kamu donk..!!" Pinta Diani.
Bang Panji tersenyum, namun hanya dirinya yang bisa mengartikan arti senyuman itu. Ia pun merebahkan tubuh Diani perlahan. "Iya.. Jangan lakukan hal yang Abang nggak suka"
"Aku tau, nggak usah setiap kali Abang mengulang kata-kata itu." Diani bersungut kesal karena Bang Panji sempat sangat marah karena dirinya pernah membuat Bang Panji 'melepaskan anak buah' karena paksaan darinya padahal ia ingin memuaskan sang suami dengan caranya tapi Bang Panji malah tidak menyukainya.
...
"Bang, apa hari ini Abang pulang?" tanya Nasha saat menghubungi Bang Panji.
Bang Panji tertegun sesaat, tumben sekali istrinya bertanya kapan pulang. Bang Panji tersenyum gemas merasakan kerinduan istri pertama nya.
"Iya.. hari ini Abang pulang, pulang cepat-cepat." jawab Bang Panji bersemangat.
"Nasha tunggu ya Bang..!!"
"Kenapa Bu Danton? Sudah kangen binsik?" Bisik Bang Panji.
"Iya" jawab Nasha lirih hampir tak terdengar.
Senyum Bang Panji merekah penuh semangat.
...
Bang Panji merasa sedari tadi Nasha memperhatikan dirinya, tapi istrinya itu tidak banyak bicara. Hanya gelagatnya saja yang berbeda.
Bang Panji mendekati Nasha, lagipula Nasha sudah menjadi obat mujarab untuknya. Bang Panji membuka kerudung Nasha, tangannya menyusuri lekuk leher Nasha dan mendekatkan bibir sang istri pada bibirnya Dengan cepat Nasha itu membalasnya.
Ada apa denganmu dek? Apa sekarang kamu sedang benar-benar menginginkannya? Tidak biasanya kamu seperti ini.
Ciuman hangat itu berubah menjadi hasrat bagi Bang Panji karena tidak seperti biasanya Nasha sedikit lebih agresif. Bang Panji semakin liar padanya. Nasha yang menerima semua perlakuan itu merasa tenang dan nyaman. Semakin lama semakin membawa aura panas untuk mereka.
"Abang nggak bisa liat kamu yang seperti ini dek, Abang nggak kuat" Bang Panji menggendong Nasha sampai kamar.
~
Sentuhan lembut dan keinginan Nasha yang lebih berani, semakin menggairahkan hasrat Bang Panji sore ini. Walaupun heran dengan istrinya, tapi Bang Panji merasa sangat bahagia dan lega karena Nasha mampu membawa Bang Panji melepaskannya berkali kali dan menginginkannya lagi.
...
"Bang.. apa seperti ini juga Abang dan Diani" tanya Nasha perlahan sembari mengusap dada bidang Bang Panji yang sedang bertelanjang dada.
"Apa?? tak bisa melepaskan? sulit berhenti seperti tadi karena menginginkanmu?" Bang Panji memperjelas pertanyaan nya.
"Iya Bang" jawab Nasha.
"Abang khan sudah pernah bilang kalau Abang hanya akan menyentuhmu, Abang hanya melakukannya denganmu"
Nasha melotot merespon penuturan suaminya.
"Jadi apa yang Abang lakukan dengannya?" Selidik Nasha tidak percaya
"Apa kamu tidak akan sakit hati kalau Abang bicara jujur?" Bang Panji memeluk Nasha di bawah selimut meskipun ia tau aturan main bahwa tidak seharusnya sang istri menanyakan hal yang menjadi rahasia tapi ia pun tak ingin sang istri terlampau banyak pikiran.
Nasha menggelengkan kepala. Ia berusaha menguatkan hatinya.
"Abang hanya bermain main saja disini" Yuda menunjuk bagian dada Nasha. "Abang tidak pernah membuka yang lain selain bagian itu" jawab Bang Panji.
"Lalu cara Abang untuk......." Nasha menggigit bibir bawahnya menatap mata suaminya. Bang Panji pun mengerti arah pertanyaan Nasha.
"Tidak pernah, juga tidak ada cara-cara lain. Kamu satu-satunya tempat Abang pulang, memuaskan rasa tak tertahan yang ingin di lepaskan" jawab Bang Panji terus terang.
"Tapi bagaimana bisa Abang menahannya?" tanya Nasha heran dengan suaminya.
Bang Panji tersenyum dan mengecup bibir Nasha sekilas.
"Abang tidak menahannya"
Perkataan Bang Panji memunculkan banyak pertanyaan di hati Nasha tapi ia masih menyimpannya dalam hati.
Abang tidak pernah menahannya dek, karena Abang tidak merasakan apapun saat bersama Diani. Yang Abang lakukan hanya bentuk tanggung jawab memberi nafkah batin untuknya karena hanya itu yang bisa Abang lakukan. Abang dan Diani tidak boleh melakukan hubungan suami istri karena itu sangat berbahaya untuknya. Hanya Abang dan Tuhan yang tau seberapa besar rasa cinta Abang pada Diani dan seberapa besar rasa ini padamu. Iya sayang...hati Abang sudah terkunci hanya untukmu.
***
"Kamu hamil?????" tanya Bang Panji tidak percaya pada keterangan di secarik kertas yang ia baca. Hari ini Diani menemuinya di kantor.
"Iya Bang, maaf ya.. aku buat bayi tabung ini tanpa persetujuan darimu"
Bang Panji tiba-tiba geram dengan kelakuan Diani.
"Bagaimana kamu melakukannya?"
"Aa..aku membayar dokter untuk mengatur sample benihmu untuk di tanam padaku" jawab Diani terbata bata.
"Kapan Di?????? Kamu khan tau itu berbahaya dan di larang, kenapa kamu langgar, itu membahayakan nyawamu" bentak Bang Panji.
"Waktu aku memaksamu.. Aku ingin memberimu seorang anak Bang, bukankah Nasha juga belum memberikan tanda kehamilan untukmu?" tangisan Diani meninggalkan rasa iba di hati Bang Panji sekaligus rasa kesal.
"Kalau akhirnya kamu lancang mengambil keputusan seperti ini, kenapa kamu harus memintaku menikah dengan Nasha. Kamu membuat pengorbananku menjadi sia sia Di.." kesal Bang Panji.
Bang Panji pun memutuskan mengantar Diani pulang, lalu kembali ke rumah dinasnya bersama Nasha.
...
Tak ada jawaban dari salam Bang Panji, rumah nampak sepi. Dari ruang tamu Bang Panji melihat Nasha yang menunduk di wastafel menahan mual. Bang Panji melipat lengan seragamnya dan membantu Nasha.
"Ada apa denganmu hari ini, kenapa wajahmu pucat sekali?" tanya Bang Panji mulai khawatir.
Nasha hanya menggeleng tak sanggup menjawab pertanyaan Bang Panji.
Baru beberapa langkah berjalan, tiba tiba Nasha merosot lemas memeluk Bang Panji.
"Astagfirullah..sayang, kamu kenapa?" Bang Panji panik sambil menggendong Nasha ke dalam kamar.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Iis Cah Solo
alhamdulillah pasti nasha hamil...😊😊
2023-09-23
0
Dwi Ara
koq aq Gedeg y sm Diani
udah tau sakit tp masih aja maksa mau hamil....kyknya ada sesuatu dech🤔🤔🤔
2023-05-04
1
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
lah diani malahan sehat kirain wes modar hopppppssssss...... bahasaku...... pissss..
2022-11-06
1