18. Tingkatan derajat.

"Demi Allah Abang tidak pernah menceraikan mu Nashaaaa..!!!" Bang Panji sampai berdiri menggebrak meja berteriak karena memang dirinya merasa tidak pernah menceraikan Nasha.

Refleks Bang Gesang ikut berdiri sebagai perlindungan nya terhadap putri pimpinan. "Duduk atau aku akan membawanya pergi..!!"

"Kau jangan ikut campur Black..!!" Bentak Bang Panji.

"Saya menjalankan tugas..!!" Jawab Bang Gesang.

"Inikah hasil persahabatan kita.. tidak mengijinkan aku untuk berbicara pada Nasha. Dia istriku Pot..!!"

Bang Gesang memberi jalan pada Nasha agar meninggalkan tempat dan itu membuat Bang Panji semakin berantakan. "Jangan bawa Nasha pergiii..!!" Ucapnya dengan sangat marah. Ia berusaha menepis tangan Nasha tapi Bang Gesang menepisnya.

"Jika saya tidak mengijinkan kamu bicara dengan Nasha.. saya sudah membawanya pergi sejak tadi. Kamu yang tidak bisa menggunakan kesempatan" jawab Bang Gesang.

Sungguh Bang Panji begitu stress menghadapi kenyataan ini. Gesang yang ada di hadapannya saat ini jauh berbeda dengan Gesang yang selama ini dia kenal.

"Apa aku harus bersujud di kakimu? Sungguh aku ingin berbicara dengan istriku." Kata Bang Panji.

"Jika hal itu tidak ada dalam kamus hidupmu.. tidak perlu kamu lakukan..!!" Jawab Bang Gesang.

Nasha semakin menangis, pandangan mata itu terus saja menghindari Bang Panji. "Nasha mau pulang Bang..!!" Pintanya sambil sedikit menyentuh lengan pakaian Bang Gesang.

"Iya, kita pulang sekarang ya..!! Mau mampir ke warung bakso??" Tanya Bang Gesang, lebih lembut namun terdengar tegas.

"Di bungkus aja" jawab Nasha.

"Siap" Bang Gesang berdiri lebih dahulu. Seperti biasa Bang Gesang membuka jalan untuk Nasha.

"Black.. jangan bawa Nasha pergi..!!" Bang Panji sudah berdiri di hadapan Bang Gesang.

"Tolong jangan membuatku bertindak kasar padamu..!!" Bentak Bang Gesang.

~

Bang Gesang menutup pintu mobilnya, Nasha pun menangis sekuatnya di dalam mobil.

POV Bang Gesang.

Aku melihat Nasya menangis kita di dalam mobilku. Ingin rasanya aku menenangkan wanita cantik di sampingku ini. Putri bungsu Komandan besar. Usianya baru saja menginjak dua puluh satu tahun dan dia adalah milik sahabatku sendiri. Entah status nya masih seorang istri ataukah sudah menjanda, yang ku tau wanita di sampingku ini memiliki kisah hidup yang begitu pahit.

Aku mengingat dua tahun yang lalu, Pak Khobar memintaku menjaga putrinya. Beliau sangat marah karena Panji sahabatku mengirim surat gugatan cerai untuk Nasha. Email ucap talak itu juga sampai padanya. Saat itu, keadaan Nasha sangat buruk, usai persalinan adalah seluruh musibah itu terjadi. Nasha menerima surat gugatan dan setelah usai masa nifas.. ikrar talak itu tersampaikan. Pak Khobar pun memutuskan memindahkan tempat persembunyian Nasha dari lokasi pertama ke lokasi selanjutnya dan sepenuhnya menghilangkan jejak Nasha tanpa sisa.

"Kamu baik-baik saja dek?" Tanyaku. Rasa tidak tegaku kembali merangkak naik, seperti dulu saat pertama kali ku lihat tangis wanita cantik di hadapanku ini. Dalam hatiku bertanya-tanya.. kenapa Panji tega melakukannya, menduakan gadis sebaik Nasha padahal yang ku tau, Panji bukanlah pria seperti itu.

"Kenapa dia kembali lagi Bang, Nasha sudah berusaha keras untuk melupakannya.. segala kisah yang terjadi di antara kami" jawab Nasha.

Jika aku punya daya, ingin kupeluk erat tubuhnya. Tapi aku sadar.. aku bukanlah siapa-siapa. "Bukan kamu yang mengatur kisah hidup ini. Jika kamu memang sudah mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.. perasaanmu akan semakin ringan." Ucapku, tak ada cara lain menenangkan si cantik Nasha selain lewat kata.

POV Bang Gesang end.

...

"Bawa Jang..!!!" Bang Gesang menyerahkan sebungkus bakso panas pada Bang Bujang yang menyambutnya.

"Eeehh.. adikku kenapa black??????" Tanya Bang Bujang cemas melihat Bang Gesang membawa adiknya ke barak lajang. "Ngawur kamu bawa perempuan kesini..!!!!"

"Apa kamu mau aku membawanya ke kontrakanku..!!" Jawab Bang Gesang. "Cepat siapkan baksonya, tadi Nasha minta bakso"

Secepatnya Bang bujang menyambar mangkok dan ekor matanya setengah melirik Bang Gesang yang tengah sibuk mengurus adiknya. "Sebenarnya ada apa sampai Nasha pingsan?"

"Nasha bertemu Panji"

"Apaaaa????? Dimana?? Apa dia dinas disini???" Bang Bujang memberondong pertanyaan karena kesal mendengar nama Panji.

"Kurasa begitu, tapi aku tidak tau dia ada di sub bagian mana. Aku kecolongan tidak melihat nama perpindahan dan mutasi anggota" jawab Bang Gesang.

"Aku juga." Kata Bang Bujang.

"Jang.. titip Nasha sebentar, aku mau lapor komandan.. soal surat cerai dan ikrar talak yang di terima Nasha dua tahun lalu"

"Memangnya kenapa? Sudah jelas Panji menceraikan adik ku." Bang Bujang kembali jengkel mendengar nama Panji.

"Panji mengatakan dia tidak pernah mengirim surat itu via email. Jika kedua belah pihak tidak pernah mengirim surat itu.. Maka jelas Nasha dan Panji belum berpisah" ucap Bang Gesang menguraikan kejadian sesuai dengan analisanya.

"Dengan kata lain kau ingin mengatakan fakta ini pada orang tuaku?? Apa batinmu siap kehilangan Nasha??"

"Maksudmu??"

"Kau jangan munafik Black.. aku tau kamu ada hati sama Nasya. Kalau kamu tidak ada rasa sama Nasha.. kenapa kamu rela kehilangan waktu dan tenagamu hanya demi menjaga Nasha." Jelas Bang Bujang berdiri di hadapan Bang Gesang membawa semangkok bakso. "Selain kamu dan Bang Arsene.. tidak ada yang tau kisah kelam Nasha. Hanya kamu yang menyelematkan Nasha dan Bang Arsene sebagai saksinya dari ulah anggota tak bermoral karena ulah sahabatnya yang juga istri kedua Panji."

"Tutup mulutmu Jang..!!!! Jangan bicarakan lagi masalah ini..!!" Ekspresi wajah Bang Gesang seketika berubah, matanya berkaca-kaca.

"Aku tau kau yang melihat tubuh Nasha pertama kali"

"Aku bilang tutup mulutmu...!!! Simpan aib adikmu dalam hatimu sendiri. Kau tega sekali Jang..!!" Bentak Bang Gesang.

"Karena kau terlalu pengecut jujur pada hatimu. Aku tau kamu mencintai Nasha."

"Cinta hanya ilusi. Aku tidak ada rasa dengan Nasha" jawab Bang Gesang.

"Karena apa kau tidak mengakuinya? Karena kamu merasa anak orang tidak punya? Kamu merasa tidak sederajat apalagi kamu tau Nasha anak perwira tinggi kemiliteran???" Tegur Bang Bujang.

Bang Gesang merasa jengah, ia meninggalkan Nasha di kamar mess Abangnya.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

" Ira_W "

" Ira_W "

bukan kamu yang mengatur kisah hidup ini tapi sih author Nara yang mengatur hidup mu yang penuh drama😭😭😭😭😭😭

2022-12-19

1

timbuljaya

timbuljaya

ada seseorang yg ingin menghancurkan panji sptnya. memanfaat kan sikon rmhtganya. jgn buat mrka terpisah lg,sdh ckp ujian cinta Nasha n Panji thor.

2022-10-22

1

Rahma Inayah

Rahma Inayah

apakakh bg gesang yg hampir menodai nasha kala itu..pas diani menjual nasha dasr sahbat gk pny hati sdh di tolg malh nusuk dr belakang.

2022-10-20

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pernikahan.
2 2. Rasa yang mengguncang.
3 Cek respon.
4 3. Istriku.
5 4. Kerapuhan wanitaku.
6 5. Mulai rumit di rasakan.
7 6. Prahara.
8 7. Hutang penjelasan.
9 8. Tragedi dua istri.
10 9. Cemburu.
11 10. Pertemuan.
12 11. Saat bersama.
13 12. Suara hati.
14 13. Ujianku.
15 14. Yang terdalam.
16 15. Dia pergi.
17 16. Hukuman.
18 17. Penjaganya pria berdarah dingin.
19 18. Tingkatan derajat.
20 19. Pertemuan kembali.
21 20. Dalamnya perasaan.
22 21. Ingatan tentangmu.
23 22. Sakit.
24 23. Butuh jawaban.
25 24. Keruh.
26 25. Jika ini yang terbaik.
27 26. Harapan tipis.
28 27. Antara ajudan dan penjaga hatimu.
29 28. Ajudan panikan.
30 29. Ada Wira untuk Nasha.
31 30. Lepas status.
32 31. Mencoba misi perdamaian.
33 32. Salah dan kecewa.
34 33. Dalam resepsi.
35 34. Ricuh.
36 35. Perang batin dan logika ( 1 ).
37 36. Pindah.
38 37. Dekapan mantan ajudan.
39 38. Sabuk hitam ilmu kebatinan.
40 39. Panik.
41 40. Ngidam pertamamu.
42 41. Lawan tanding ( 1 ).
43 42. Kuat iman.
44 43. Hasutan.
45 44. Perlindungan.
46 45. Tidak nyaman.
47 46. Takut masa lalu.
48 47. Belajar memahami.
49 48. Selalu salah.
50 49. Gara-gara ngidam.
51 50. Perjuangan bertahan.
52 51. Perasaan tak tertebak.
53 52. Cari mati.
54 53. Dendam tak berakal.
55 54. Kalah atau mengalah?.
56 55. Saling menguatkan.
57 56. Panji - Nisa.
58 57. Ingin bersamamu.
59 58. Apapun demi kamu.
60 59. Sebuah kehormatan.
61 60. Rasa di balik rasa.
62 61. Gagal jadi rahasia.
63 Curhat Nara.
64 62. Efek ngidam.
65 63. Gara-gara amphibi.
66 64. Gemas tapi sayang.
67 65. Rujak.
68 66. Sekelebat isi rumah tangga.
69 67. Debat.
70 68. Kesampaian.
71 69. Bapak-bapak yang panik.
72 70. Hari tegang.
73 71. Menerima kenyataan.
74 72. Dan pada akhirnya.
75 73. Sudah sehat
76 74. Fase bahagia.
77 75. Lahir.
78 76. -
79 77. Semakin tumbuh besar.
80 78. Ribut hari ini.
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Pernikahan.
2
2. Rasa yang mengguncang.
3
Cek respon.
4
3. Istriku.
5
4. Kerapuhan wanitaku.
6
5. Mulai rumit di rasakan.
7
6. Prahara.
8
7. Hutang penjelasan.
9
8. Tragedi dua istri.
10
9. Cemburu.
11
10. Pertemuan.
12
11. Saat bersama.
13
12. Suara hati.
14
13. Ujianku.
15
14. Yang terdalam.
16
15. Dia pergi.
17
16. Hukuman.
18
17. Penjaganya pria berdarah dingin.
19
18. Tingkatan derajat.
20
19. Pertemuan kembali.
21
20. Dalamnya perasaan.
22
21. Ingatan tentangmu.
23
22. Sakit.
24
23. Butuh jawaban.
25
24. Keruh.
26
25. Jika ini yang terbaik.
27
26. Harapan tipis.
28
27. Antara ajudan dan penjaga hatimu.
29
28. Ajudan panikan.
30
29. Ada Wira untuk Nasha.
31
30. Lepas status.
32
31. Mencoba misi perdamaian.
33
32. Salah dan kecewa.
34
33. Dalam resepsi.
35
34. Ricuh.
36
35. Perang batin dan logika ( 1 ).
37
36. Pindah.
38
37. Dekapan mantan ajudan.
39
38. Sabuk hitam ilmu kebatinan.
40
39. Panik.
41
40. Ngidam pertamamu.
42
41. Lawan tanding ( 1 ).
43
42. Kuat iman.
44
43. Hasutan.
45
44. Perlindungan.
46
45. Tidak nyaman.
47
46. Takut masa lalu.
48
47. Belajar memahami.
49
48. Selalu salah.
50
49. Gara-gara ngidam.
51
50. Perjuangan bertahan.
52
51. Perasaan tak tertebak.
53
52. Cari mati.
54
53. Dendam tak berakal.
55
54. Kalah atau mengalah?.
56
55. Saling menguatkan.
57
56. Panji - Nisa.
58
57. Ingin bersamamu.
59
58. Apapun demi kamu.
60
59. Sebuah kehormatan.
61
60. Rasa di balik rasa.
62
61. Gagal jadi rahasia.
63
Curhat Nara.
64
62. Efek ngidam.
65
63. Gara-gara amphibi.
66
64. Gemas tapi sayang.
67
65. Rujak.
68
66. Sekelebat isi rumah tangga.
69
67. Debat.
70
68. Kesampaian.
71
69. Bapak-bapak yang panik.
72
70. Hari tegang.
73
71. Menerima kenyataan.
74
72. Dan pada akhirnya.
75
73. Sudah sehat
76
74. Fase bahagia.
77
75. Lahir.
78
76. -
79
77. Semakin tumbuh besar.
80
78. Ribut hari ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!