Bang Panji tersadar. Tengkuknya terasa berat. Sekuat tenaga ia bangkit. Dirinya panik mencari keberadaan Nasha.
"Dimana Nasha??"
"Papa membawanya pergi" jawab Bang Petir.
"Nasha..!!!!!!" Bang Panji kelabakan, ia mencari kunci motor.
"Papa menyembunyikan Nasha di tempat yang aku, atau bahkan kamu sekalipun tidak akan pernah tau" kata Bang Petir.
Langkah kaki Bang Panji terhenti. Ia merasakan dirinya begitu rapuh. Kehilangan Nasha merupakan pukulan terberat dalam hidupnya. "Abang bohong..!! Abang pasti tau dimana keberadaan Nasha" kata Bang Panji.
"Untuk kali ini, demi Tuhan Panji.. aku tidak tau" jawab Bang Petir bersungguh sungguh.
Tak lama mobil POM berhenti di depan rumah Bang Panji.
"Selamat malam..!!"
Bang Petir pun menyambutnya. "Selamat malam. Ada apa?" Tanya Bang petir.
"Melanjutkan laporan dari Komandan atas nama Mumchemar Al Khobar bahwa Lettu Panji telah menelantarkan Ibu Nasha.. maka kami akan membawa Lettu R. Panji Upas Wilalung untuk di mintai keterangan." Jawab salah seorang anggota POM.
Tanpa paksaan, Bang Panji melangkah menuju mobil POM. Lelah, remuk dan hancur. Ia pasrah menerima segala akibat dari perbuatannya telah menduakan sang istri. Ia pahami selama ini pasti sudah menyiksa batin dan mental sang istri.
"Panjii.. aku akan bilang sama Papa agar mencabut laporannya..!!" Kata Bang Petir ikut panik.
Bang Panji hanya terdiam. Yang ia rasakan hanya dunianya kini sudah runtuh.
***
"Letnan Panji.. apa anda sudah menikah lebih dari satu kali??" Tanya petugas POM yang menangani.
"Iya"
Hingga pagi POM masih berkutat dengan kasus Bang Panji.
"Apa anda pernah menyakiti fisik Ibu Nasha??"
"Tidak pernah"
"Kami menerima salinan surat, permintaan cerai dari Ibu Nasha. Segalanya menunggu prosedur dari pengadilan agama, pengadilan militer dan kebijakan kesatuan"
Bang Panji hanya melirik salinan surat yang ada pada layar laptop, dalam email pihak POM bahwa Nasha mengirimkan gugatan cerai padanya.
"Kami akan menimbang kasus anda Letnan. Kemungkinan besar ada pelanggaran kode etik.. kami lihat dari kasusnya dulu, apakah akan tunda pangkat, kebijakan lain atau di berhentikan secara tidak hormat dari kesatuan." Kata petugas POM.
"Iya" jawab Bang Panji pasrah kemudian Bang Panji di antarkan ke sebuah ruangan yang sangat dingin dan sunyi.
Dalam hati Bang Panji tak ingin menyalahkan siapapun atas kejadian ini. Ia berusaha memahami perasaan Papa Cemar saat itu, yang tidak terima melihat penderitaan putrinya. Meskipun sebenarnya kemarahan Papa Cemar juga lah salah satu andil yang menyebabkan ini semua terjadi.
***
Plaaakk.. buuugghh.. plaaakk.. buugghh..
"Benar-benar nggak mikir kamu Panji.. anak hilang, istri hilang..!!!!" Bentak Papa Rakit menghajar putranya.
Mama Fia sudah histeris tak karuan melihat putranya harus menerima tindakan fisik dari sang Papa.
Bang Panji sama sekali tidak melawan. Bibirnya terdiam, raut wajahnya penuh dengan beban pikiran, tatapan mata pun sudah kosong melompong.
"Kalau sudah begini.. kamu bisa apa Panjiiiiiiii??????" Suara Papa rakit bergetar di satu ruangan. "Nasha minta cerai. Kegagalan utama seorang pria adalah saat tidak bisa membimbing kebaikan untuk istrinya bahkan sampai kehilangan dan kamu malah tidak bisa menjaga semuanya.
"Cukup Pa, Panji sudah stress. Jangan tambah beban pikirannya lagi. Sebanyak apapun Papa bicara saat ini tidak akan masuk dalam pikirannya..!!" Bang Arsene menegur sang Papa karena adiknya sama sekali tak bergeming dan melakukan perlawanan sama sekali.
Papa Rakit berniat menyentuh tubuh putranya tapi Bang Panji ambruk tak sadarkan diri.
...
"Tolong Mas, dimana Nasha?"
"Untuk apa kalian mencari putriku. Sudah Cukup Panji membuat putriku menderita" jawab Papa Cemar.
"Atas nama Panji, saya pribadi juga keluarga.. memohon maaf atas segala kesalahan ini" kata Papa Rakit.
"Maafmu tidak akan mengubah keadaan apapun..!!" Papa Cemar mematikan sambungan teleponnya sepihak.
"Bagaimana Pa?" Tanya Mama Fia.
"Cemar marah sekali dan meminta Panji untuk segera menceraikan Nasha" jawab Papa Rakit.
"Seharusnya kita beritahu kelakuan Diani sejak dulu Pa"
"Mama khan tau Nasha memohon demi Diani, bahkan saat Diani hampir menjual Nasha pada pengusaha bau tanah itu untuk membeli nar****ka.. Nasha masih memaafkan Diani, membantu Diani dalam hal keuangan serta menemani saat penyembuhan dari obat-obatan. Apalagi Panji belum tau, saking sayangnya Nasha pada Diani. Nasha rela di jamah seorang anggota demi mendapatkan uang untuk membeli obat. Tak ada yang tau saat itu Arsene yang menangani dan Papa yang menutup kasusnya" Kata Papa Rakit.
"Sekarang semuanya hancur Pa. Mama nggak tau bagaimana cara merubah keadaan menjadi lebih baik" mata Mama Fia terus menatap putranya yang tengah mendapat penanganan dari rumah sakit.
Kondisi Bang Panji begitu memprihatinkan. Sejak petugas membawanya ke rumah sakit, hingga malam ini dirinya belum juga sadar. Tekanan batin yang di terima nya sungguh luar biasa.
"Papa akan terbang ke Bandung dan menemui Cemar secara langsung, Papa akan bicara dari hati ke hati dengannya. Mudah-mudahan Cemar mau mendengarkan dan memaafkan Panji"
Tak lama berselang, Bang Panji mengalami kejang. Mama Fia pun panik. "Dokteeeeerr..!!" Teriak Mama Fia.
:
"Mungkin di karenakan Letnan Panji sudah menahan beban pikiran sejak lama dan puncaknya adalah saat ini.. Maka Letnan Panji jadi seperti ini" kata dokter.
"Serapuh itu dok?" Tanya Bang Arsene.
"Fisik boleh kuat Let, tapi masalah hati siapa yang tau."
Papa Rakit menoleh melihat putranya yang mengigau terus memanggil nama Nasha.
"Nasha.. kamu dimana dek? Abang minta maaf..!!"
"Kita tidak pernah tau isi hati manusia. Ini bukan masalah medis lagi Dan.. tapi sekarang memang Pak Panji sangat butuh dukungan dan support dari orang di sekitarnya, terutama keluarga" kata Dokter pada Papa Rakit.
"Saya paham dok" jawab Papa Rakit yang kini sungguh memahami putranya. Jelas selama ini Bang Panji sangat mencintai Nasha.
\=\=\=
Bang Panji keluar dari sel tahanan per wilayah kesatuan setelah empat bulan menjalani hukuman. Bobot tubuhnya berkurang drastis.
Wajahnya semakin terlihat gahar, kulitnya semakin gelap terbakar matahari. Ia menjalani sanksi disiplin atas kesalahannya. Namun dalam penyelidikan masih memberikan apresiasi dan kelonggaran karena ternyata tidak ada unsur penelantaran pasangan, ataupun tindak kekerasan, juga ada salah satu pihak keluarga Dan Cemar yang menjamin jika Lettu Panji tidak sepenuhnya salah dengan berbagai bukti yang ada.
"Akhirnya.. kamu masih bisa menyandang pangkat di bahumu" Bang Arsene menepuk bahu adiknya.
"Aku mau cari Nasha" jawabnya datar.
"Panji.. Papa Cemar memintamu menjauhi Nasha. Bukankah kamu sudah menerima surat gugatan cerai itu?" Kata Bang Arsene.
"Lettu Panji tidak pernah menanda tangani ataupun mengucap kata b****p seperti itu. Aku mau mencari Nasha. Kirim aku dinas luar Bang..!!"
.
.
.
.
( Hanya untuk kepentingan cerita, tidak memakai hukum dan keadaan yang semestinya. Harap pengertian pembaca 🙏 ).
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Dwi Ara
ngga nyangka bang cemar yg terkenal konyol & slengean ternyata bsctegas kl sdh menyangkut harga diri & kehormatan klrgnya ... terutama anak perempuan satu2nya..👍👍
2023-05-04
1
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
lah mertua panji tau kebusukan diani
knp ngak ngomng..... nasya juga bego di pelihara...... adehhh.... gereget gw
2022-11-07
1
NaraY_Kamanatha
Benar kak. karena novel Nara menyebutnya tentara.. bukan T*I.
Hukum yang sebenarnya adalah sel dan di berhentikan secara tidak hormat. ( rata-rata begitu, apalagi ada tuntutan dalam kasus tersebut ).
2022-10-19
2