10. Pertemuan.

POV Bang Panji.

Tidak bisa kubayangkan bagaimana sakitnya kedua istriku menghadapi semua ini.

Diani.. Kamu yang inginkan aku menikahi sahabatmu. Aku tau kamu menyerah dengan keadaanmu. Aku tau kamu sulit menerimanya. Aku tidak tau mengapa orang tuaku tidak menyukai dirimu, tapi kamu selalu ada di dekatmu. Aku masih mencintaimu meskipun aku telah membagi hatiku. Kamu mengisi hari hariku dengan senyum indahmu, manjanya dirimu yang selalu kurindu.

Nasha.. Hanya Allah yang tau bagaimana perasaanku padamu. Menyerahkan dirimu padaku dengan ikhlas bahkan saat aku membayangkan sahabatmu.. sungguh menyentuh perasaan ku. Sentuhan pertamaku padamu sudah menyadarkanku arti seorang istri dalam hidupku, sedihmu adalah sedihku, tangismu adalah tangisku. Hancurnya hatimu adalah cambuk dalam dadaku.. Nasha istriku.

***

Pagi ini ku antar Nasha ke dokter kandungan. Sejak kehamilannya ini dia sangat lemah. Aku tau sebenarnya Nasha sangat ingin kehadiranku di sampingnya setiap saat, setiap waktu meskipun tak ada kata terucap dari bibirnya. Entah anakku atau ibunya yang menginginkan aku ada di sampingnya yang jelas aku sangat menikmati sikap manjanya ini.

Alat USG sudah meraba perutnya yang mulai membuncit, tampak kaki dan tangan mungil anakku terlihat bergerak lincah. Bahagianya aku apalagi dokter mengatakan padaku bahwa calon anakku adalah laki laki. Kucium kening Nasha berkali kali.

Hingga tiba lagi di rumah rasanya aku tidak ingin meninggalkan Nasha sedikitpun. Aku mencemaskan keadaannya setiap saat. Sejak Nasha masuk dalam hidupku terlebih mengandung anakku, tak bisa sedikitpun pikiranku mengabaikannya. Tapi aku tersadar, bukan hanya Nasha saja yang harus aku khawatirkan. Ada Diani yang juga membutuhkan kasih sayang dan perhatianku

Maafkan aku Ya Allah.. aku manusia biasa yang belum bisa adil membahagiakan istri istriku. Belum bisa membimbing hati kedua istriku agar mereka tenang bersamaku.

...

"Dek.. besok Abang ke tempat Diani. Apa kamu baik baik saja kalau Abang disana?"

"Iya Bang, Abang tenang saja. Diani juga pasti butuh Abang" jawab Nasha dengan senyum mengembangnya seperti biasanya.

"Kalau ada apa apa cepat hubungi Abang ya" Sifat posesifku belakangan ini mungkin selalu di rasakan Nasha.

Aku mulai bertanya pada diriku, ada apa denganku. Sungguhkah aku tidak mencintai Naaha, atau sejak awal aku berpacaran dengan Diani tapi hatiku berkhianat juga dengan memiliki perasaan pada Nasha?? entahlah

***

Hari ini aku di rumah Diani. Kumanjakan Diani seperti awal awal aku mengenalnya. Diani tampak senang sekali, kuusahakan hari ini membuatnya bahagia dan melupakan sedikit kegundahan hatinya. Sudah sering kali kudengar protes darinya.

"Kamu hari ini beda sekali Bang, memanjakanku seperti ini ada apa?" tanya Diani

"Apa perlu alasan untuk membuat istri bahagia" tanyaku pada Diani. padahal aku sendiri tidak pasti. Ini adalah rasa sayangku atau ungkapan rasa bersalahku.

"Aku senang Bang" Jawab Diani. dia menubrukku dan menghujaniku dengan ciuman tapi kenapa denganku ini. dulu saat dia begitu manja hatiku langsung bergetar dan imajinasiku sudah menjalar kemana mana tapi sekarang hanya rasa sayang saja yang muncul dari hatiku. Aku malah terbayang wajah Nasha yang tenang saat membuka jilbabnya, hanya dengan membuka jilbabnya saja jantungku seperti tersengat listrik dan naluriku tidak bisa di kendalikan.

"Astagfirullahaladzim" Aku mengusap wajahku membuyarkan kebimbangan dalam diriku

"Kenapa Bang?" tanya Diani yang bingung melihatku.

"Nggak apa-apa sayang, banyak kerjaan di kantor, kepalaku jadi sakit" jawabku menghindar.

"Ya sudah kita tidur saja Bang, aku ingin memelukmu" pinta Diani padaku

"Iya sini Abang peluk..!!" Aku memeluk Diani dengan perasaan yang masih tidak bisa aku pastikan. Aku memejamkan mataku. Yang berseliweran dalam anganku adalah dua wanitaku yang mengusik batinku hingga tidak enak makan dan tidur.

POV Bang Panji end.

\=\=\=

Hari ini Bang Panji meminta kedua istrinya untuk datang ke sebuah cafe di dekat kota. Bang Panji ingin mengatakan sesuatu kepada kedua istrinya. Tak lama Diani datang dan di susul oleh Nasha. Mereka bertatap mata di parkiran cafe, keduanya saling tersenyum dan akhirnya saling bergandengan tangan.

Memasuki cafe Bang Panji melihat pemandangan indah di hadapannya. Senyum pun mengembang dari bibirnya. Bang Panji berdiri menyambut kedua istrinya. Nasha mencium punggung tangan Bang Panji, Bang Panji lalu mencium kening, kelopak mata dan bibir istri pertamanya sekilas. Diani pun melakukan hal yang sama dan Bang Panji juga mengecup Diani sama persis seperti yang di lakukannya pada Nasha.

Beberapa pengunjung cafe memperhatikan Bang Panji dengan dua istrinya. Mereka heran Bang Panji bisa hidup dengan rukun bersama kedua istrinya.

Bang Panji menarik kursi untuk Nasha kemudian satu lagi untuk Diani. Diani tidak marah dengan Nasha karena memang Nasha adalah istri pertama Bang Panji.

"Mau makan apa?" Bang Panji menatap istrinya dengan bergantian.

"Sebenarnya kamu mau bicara apa Bang?" tanya Diani to the point

"Nanti, makan dulu.. kasihan anak anakku!"

"Ini mau sesuai kesukaan kalian, atau ingin yang lain?" tanya Bang Panji sambil melihat buku menu.

"Aku mau steak ya Bang" rengek Diani yang belakangan ini napsu makannya meningkat.

Bang Panji melihat Nasha yang tidak menjawab sedikit pun. Nasha menutup mulutnya karena mual masih selalu hinggap padanya. Bang Panji memegang tangan Nasha saat dilihatnya Nasha memegang kuat tepi meja.

"Sebentar ya Di.. Abang antar Nasha ke toilet dulu" Bang Panji memegang kedua lengan Nasha dan akan mengantarnya ke toilet.

"Apa aku saja Bang yang antar?" tanya Diani cemas.

"Kamu duduk saja, kalau sudah begini biasanya dia tidak bisa berdiri dengan benar, kamu tidak akan kuat kalau Nasha tiba tiba ambruk" jawab Bang Panji sambil menuntun Nasha.

~

Nasha muntah hebat seperti biasanya hingga lemas. Setelah selesai Nasha berdiri dengan melingkarkan lengannya pada leher Bang Panji dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya itu. Tak hentinya Bang Panji mengusap punggung Nasha dan sebelah tangannya mengusap perut Nasha yang tampak membuncit

"Duuhh adek, jangan nakal di perut mama ya! Lihat ini kasihan mama" Ucap Bang Panji tidak tega. "Sudah kuat dek? mau pulang apa tetap disini?"

"Disini Bang, kasihan Diani. Kita jarang juga khan kumpul begini"

~

"Bagaimana Sha.. apa masih mual?" tanya Diani cemas melihat Nasha yang sudah kembali dari toilet.

"Sudah nggak apa-apa Di.. tenang saja" Senyum lebar Nasha pada Diani. Jarinya membentuk V yang menunjukan bahwa dia baik baik saja.

Sorot mata Bang Panji tetap mengawasi Nasha.

Kamu bohong dek.. Sampai kapan kamu begini, tidak jujur pada perasaanmu dan hanya memikirkan kebahagiaan yang lain.

"Mau makan apa?" Tanya Bang Panji pada Nasha untuk mengalihkan perasaannya sendiri.

"Air mineral aja ya Bang..!!" Nasha yang mual tidak ingin makan apapun

Bang Panji menghela napas panjang. Rasa cemas memikirkan istrinya begitu kuat mengobrak abrik hatinya

"Hmm.. disini ada tom yum yang segar. Apa mau? Nanti Abang suapi" tanya Bang Panji. Nasha tidak berani menjawab pertanyaan Bang Panji.

Bang Panji mulai menyadari ada ucapan yang tidak bisa di pakai untuk kedua istrinya.

Diani tampak biasa saja walau sebenarnya ada sedikit rasa cemburu lagi, tapi di tepisnya perasaan itu karena moment saat ini tidak cocok dengan keadaan Nasha yang sedang teler telernya. Bagaimana pun anak Nasha berarti adalah anaknya juga. Diani juga tau Nasha adalah wanita yang sangat pendiam dan polos. Sahabatnya itu bahkan tidak begitu bisa mengejar kebahagiannya. Maka Diani tidak akan menggunakan perasaan konyolnya dalam hal ini.

Bang Panji memesan makanan dan tak berapa lama pesanan mereka tiba. Nasha mulai berwajah pucat dan kehilangan selera makan.

"Makan ya Sha.. biar Bang Panji menyuapimu. kasihan anak kita" senyum Diani tulus. Diani mengerti apa yang di rasakan suaminya

Syukurlah kamu mengerti Di.. aku tidak mungkin membiarkan Nasha tidak makan. Aku berterima kasih padamu sayang.

~

Bang Panji menyuapi sedikit demi sedikit nasi di piringnya agar Nasha mau makan meskipun mual masih sesekali mengganggu. Bang Panji tidak ingin anaknya kekurangan asupan gizi karena Nasha yang tidak ingin makan.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Iis Cah Solo

Iis Cah Solo

😍😍😍😍🙏🙏🙏

2023-09-23

0

Dwi Ara

Dwi Ara

gimana nasha bs nelen makanan kl hatinya aja tdk tenang...

2023-05-04

1

Frinkes Harefa

Frinkes Harefa

lanjut kak
semangat 🖤🖤🖤

2022-10-16

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pernikahan.
2 2. Rasa yang mengguncang.
3 Cek respon.
4 3. Istriku.
5 4. Kerapuhan wanitaku.
6 5. Mulai rumit di rasakan.
7 6. Prahara.
8 7. Hutang penjelasan.
9 8. Tragedi dua istri.
10 9. Cemburu.
11 10. Pertemuan.
12 11. Saat bersama.
13 12. Suara hati.
14 13. Ujianku.
15 14. Yang terdalam.
16 15. Dia pergi.
17 16. Hukuman.
18 17. Penjaganya pria berdarah dingin.
19 18. Tingkatan derajat.
20 19. Pertemuan kembali.
21 20. Dalamnya perasaan.
22 21. Ingatan tentangmu.
23 22. Sakit.
24 23. Butuh jawaban.
25 24. Keruh.
26 25. Jika ini yang terbaik.
27 26. Harapan tipis.
28 27. Antara ajudan dan penjaga hatimu.
29 28. Ajudan panikan.
30 29. Ada Wira untuk Nasha.
31 30. Lepas status.
32 31. Mencoba misi perdamaian.
33 32. Salah dan kecewa.
34 33. Dalam resepsi.
35 34. Ricuh.
36 35. Perang batin dan logika ( 1 ).
37 36. Pindah.
38 37. Dekapan mantan ajudan.
39 38. Sabuk hitam ilmu kebatinan.
40 39. Panik.
41 40. Ngidam pertamamu.
42 41. Lawan tanding ( 1 ).
43 42. Kuat iman.
44 43. Hasutan.
45 44. Perlindungan.
46 45. Tidak nyaman.
47 46. Takut masa lalu.
48 47. Belajar memahami.
49 48. Selalu salah.
50 49. Gara-gara ngidam.
51 50. Perjuangan bertahan.
52 51. Perasaan tak tertebak.
53 52. Cari mati.
54 53. Dendam tak berakal.
55 54. Kalah atau mengalah?.
56 55. Saling menguatkan.
57 56. Panji - Nisa.
58 57. Ingin bersamamu.
59 58. Apapun demi kamu.
60 59. Sebuah kehormatan.
61 60. Rasa di balik rasa.
62 61. Gagal jadi rahasia.
63 Curhat Nara.
64 62. Efek ngidam.
65 63. Gara-gara amphibi.
66 64. Gemas tapi sayang.
67 65. Rujak.
68 66. Sekelebat isi rumah tangga.
69 67. Debat.
70 68. Kesampaian.
71 69. Bapak-bapak yang panik.
72 70. Hari tegang.
73 71. Menerima kenyataan.
74 72. Dan pada akhirnya.
75 73. Sudah sehat
76 74. Fase bahagia.
77 75. Lahir.
78 76. -
79 77. Semakin tumbuh besar.
80 78. Ribut hari ini.
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Pernikahan.
2
2. Rasa yang mengguncang.
3
Cek respon.
4
3. Istriku.
5
4. Kerapuhan wanitaku.
6
5. Mulai rumit di rasakan.
7
6. Prahara.
8
7. Hutang penjelasan.
9
8. Tragedi dua istri.
10
9. Cemburu.
11
10. Pertemuan.
12
11. Saat bersama.
13
12. Suara hati.
14
13. Ujianku.
15
14. Yang terdalam.
16
15. Dia pergi.
17
16. Hukuman.
18
17. Penjaganya pria berdarah dingin.
19
18. Tingkatan derajat.
20
19. Pertemuan kembali.
21
20. Dalamnya perasaan.
22
21. Ingatan tentangmu.
23
22. Sakit.
24
23. Butuh jawaban.
25
24. Keruh.
26
25. Jika ini yang terbaik.
27
26. Harapan tipis.
28
27. Antara ajudan dan penjaga hatimu.
29
28. Ajudan panikan.
30
29. Ada Wira untuk Nasha.
31
30. Lepas status.
32
31. Mencoba misi perdamaian.
33
32. Salah dan kecewa.
34
33. Dalam resepsi.
35
34. Ricuh.
36
35. Perang batin dan logika ( 1 ).
37
36. Pindah.
38
37. Dekapan mantan ajudan.
39
38. Sabuk hitam ilmu kebatinan.
40
39. Panik.
41
40. Ngidam pertamamu.
42
41. Lawan tanding ( 1 ).
43
42. Kuat iman.
44
43. Hasutan.
45
44. Perlindungan.
46
45. Tidak nyaman.
47
46. Takut masa lalu.
48
47. Belajar memahami.
49
48. Selalu salah.
50
49. Gara-gara ngidam.
51
50. Perjuangan bertahan.
52
51. Perasaan tak tertebak.
53
52. Cari mati.
54
53. Dendam tak berakal.
55
54. Kalah atau mengalah?.
56
55. Saling menguatkan.
57
56. Panji - Nisa.
58
57. Ingin bersamamu.
59
58. Apapun demi kamu.
60
59. Sebuah kehormatan.
61
60. Rasa di balik rasa.
62
61. Gagal jadi rahasia.
63
Curhat Nara.
64
62. Efek ngidam.
65
63. Gara-gara amphibi.
66
64. Gemas tapi sayang.
67
65. Rujak.
68
66. Sekelebat isi rumah tangga.
69
67. Debat.
70
68. Kesampaian.
71
69. Bapak-bapak yang panik.
72
70. Hari tegang.
73
71. Menerima kenyataan.
74
72. Dan pada akhirnya.
75
73. Sudah sehat
76
74. Fase bahagia.
77
75. Lahir.
78
76. -
79
77. Semakin tumbuh besar.
80
78. Ribut hari ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!