Malam hari Nasha baru sanggup membuka matanya. Nasha melihat suaminya sedang duduk di sofa sambil memijat pangkal hidungnya.
"Bang.. Abang disini" Lirih Nasha menyadarkan Bang Panji. Pria itu segera mendekati Nasha istri pertamanya.
"Iya.. Abang menemanimu disini"
Senyum Nasha menenangkan hati Bang Panji.
"Pulanglah Bang, hari ini waktu Abang menemani Diani.. Dia pasti membutuhkan Abang" Senyum Nasha membuat dada Bang Panji semakin sesak.
"Apa kamu tidak membutuhkan Abang?" tanya Bang Panji.
"Ada bibi Bang, Nasha tidak kesepian disini" Nasha menyunggingkan senyum indahnya.
"Abang merindukanmu, biarkan Abang disini..!!"
"Tapi Bang.. malam ini Nasha sudah sedikit lebih sehat. Hmm.. tidak begitu sehat juga sih" tolak Nasha mengira Bang Panji hanya ingin di layani olehnya.
"Abang pulang menemui istri Abang, istri yang mengandung anak Abang. Apa kamu pikir Abang hanya akan pulang saat Abang ingin bersenang senang saja? Ini sudah kewajiban Abang ada disini" Bang Panji merebahkan tubuhnya di samping Nasha.
Bang Panji menemani Nasha, demamnya juga berangsur pulih. Mungkin memang benar dia sangat merindukan sosok Bang Panji. Ada rasa tenang melihat Nasha kembali sehat.
***
"Bagaimana keadaanmu sayang, apa ada masalah lain di kehamilanmu?" tanya Bang Panji pada Diani.
"Aku sehat Bang, hanya ada nyeri di bagian perut bawahku" jawab Diani jujur
"Kita ke rumah sakit ya, Abang tidak mau terjadi sesuatu padamu dan anak kita"
"Tidak perlu sekhawatir itu Bang, aku baik baik saja" Diani sangat senang Bang Panji sangat perhatian padanya.
Aku tidak menyesal atas pernikahanmu dengan Nasha Bang, dia bisa melakukan apa yang tidak bisa aku lakukan. Semoga anak kita ini sehat dan membawa bahagiamu. Aku hanya manusia biasa Bang, yang terkadang cemburu melihatmu bersama Nasha.. tapi aku akan terus mendo'akan kebahagiaan untuk kita. Terima kasih ya Bang atas usahamu yang adil dalam membimbing aku dan Nasha.
"Hubungi Abang jika kamu merasakan sesuatu" peluk hangat Bang Panji terasa sampai ke hati Diani.
***
2 bulan telah berlalu.. Usia kandungan Nasha sudah 4 bulan sedangkan usia kandungan Diani satu minggu lebih muda daripada Nasha. Hari ini Diani menemui Bang Panji di kantornya lagi hingga anggota kantor sudah memahami waktu khusus sang Danton tapi tak ada satupun yang berani berkasak kusuk sebab kinerja Letnan Panji yang sangat bagus.
Kehamilan Diani sama sekali tidak bermasalah, hanya masalah kankernya saja yang kadang sering kambuh. Berbeda dengan kehamilan Nasha, ia sangat kesulitan dan mual sepanjang waktu jika Bang Panji tidak ada di dekatnya.
"Bang, hari ini khan kamu akan pulang ke rumah Nasha, kita jalan jalan yuk.. aku bosan disini" Diani merajuk pada Bang Panji.
Bang Panji mencari berkas yang akan di pakainya rapat hari ini. Setelah mencari beberapa lama, Bang Panji baru teringat file itu ada di rumahnya bersama Nasha.
"Abang ada meeting sayang, lagipula kehamilanmu ini khan sangat berbahaya, Abang tidak mau terjadi apa apa pada anak kita" Bang Panji meninggalkan kegiatannya mencari berkas dan melangkah mendekati Diani.
Beberapa waktu ini dia sama sekali belum merasakan tubuh Diani, Bang Panji ingin bermain main sedikit dengannya sekaligus menenangkan istri keduanya sebab ia sangat paham akan penyebab rewelnya Diani saat ini.
...
Kondisi Nasha hari ini lebih sehat maka dia memutuskan untuk pergi ke kantor Bang Panji.
Nasha langsung melangkah ke ruangan Bang Panji karena suaminya pernah mengatakan kalau dirinya ingin ke kantor langsung saja masuk ke ruangannya. Nasha pun berjalan ke ruangan Bang Panji membawa perut yang kini sudah sering membuatnya sesak nafas.
Nasha sudah sampai di ruangan Bang Panji, sebelum membuka pintunya. Nasha mendengar percakapan mesra Bang Panji dan Diani.
"Bang, anakmu ingin kamu manjakan" Rajuk Diani memeluk Bang Panji.
"Sekalian mamanya, papanya juga tidak akan keberatan" Bang Panji sudah membuka kancing baju Diani dan menikmatinya. Diani pun sudah mengacak pakaian Bang Panji.
Betapa terkejutnya Nasha saat membuka pintu melihat Bang Panji dan Diani sedang bercumbu mesra. Diani sedang duduk di meja kerja Bang Panji dan Bang Panji sedang bermain pada dada Diani yang setengah terbuka. Nasha pun melihat perut Diani yang mulai terlihat. Diani pun terkejut melihat hal yang sama.
Diani dan Bang Panji segera membenahi penampilan mereka secepatnya. Perasaan jujur Nasha tidak bisa di tahannya, air matanya mengalir tangannya gemetar meraih bingkai pintu sebagai penopang dirinya berdiri.
Bang Panji setengah berlari sambil merapikan pakaiannya dan menarik Nasha ke dalam pelukannya.
Nasha begitu lemas hingga sulit untuk berdiri.
"Ya Allah sayang, ayo duduk di dalam" Bang Panji mengecup sayang pelipis Nasha.
Bang Panji mengangkat tubuh istri pertamanya untuk di sandarkan di sofa. Sekarang Diani yang sangat terkejut melihat perlakuan Bang Panji pada Nasha.
:
Nasha dan Diani duduk bersebelahan. Bang Panji mengambilkan air mineral untuk kedua istrinya. Pertama di bukakan tutup botolnya untuk Nasha karena Nasha adalah istri pertamanya, kedua untuk Diani.
"Maaf, Abang merahasiakan kalau kalian sama sama mengandung"
"Kenapa kamu tidak bilang Bang? kalau kamu mengatakannya, aku tidak akan melakukan semua ini" Diani yang lebih emosi daripada Nasha. Ia sangat merasa bersalah dengan semua ini.
"Di hari yang sama saat kamu memberitau Abang bahwa kamu mengandung, Abang juga baru tau kalau Nasha mengandung" jelas Bang Panji pada Diani.
Nasha tidak mengatakan sepatah katapun. Hanya linangan air mata tanpa suara mengiringi perasaannya yang sangat sakit. Bang Panji tau ada salah paham yang sedang di pendam Nasha, tapi tidak mungkin untuk di bahasnya saat ini. Setelah di rasa cukup kuat, Nasha mulai berbicara.
"Kalian jangan bertengkar, Nasha lah yang salah. Kalau Nasha tidak masuk dalam hubungan kalian yang bahagia, semua tidak akan terjadi." Isaknya menguatkan batin yang terpukul dengan keadaan ini. Nasha tau Bang.. Nasha salah, Nasha yang membuat Abang menjadi seperti ini" Nasha berusaha keras berucap tegar padahal Bang Panji dan Diani tau Nasha meremas bajunya dan wajahnya menampakan ia sedang menahan rasa sakit.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Dwi Ara
gumushhh dach ...saking bingungnya....
bang Panji jgn egois lah
2023-05-04
1
Ratna dewi pravitasari
nasha anaknya bang cemar ya allah
2022-11-17
1
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
ciri khas mbk nara.... konflik kerassss yang tak kuatttt silahkan tinggal kan no rekening... 😂😂😂😂
2022-11-07
1