POV Bang Panji.
Aku menyandarkan punggungku di samping ruang monitoring informasi. Dua tahun sudah aku mencari keberadaan Nasha tapi tak kunjung ada kabar. Nihil informasi dan aku semakin frustasi.
Bukan hal yang mudah aku menjalani kesendirian ku. Bayangan kepahitan dua tahun yang lalu begitu melekat erat menghantam batinku. Hingga saat ini aku masih mencintai Nasha istriku.
"Ijin Dan, dari kantor perwakilan daerah ada kerusuhan mahasiswa" laporan Prada Beno padaku.
"Oya.. bukankah tadi sudah kondusif Ben??" Tanyaku pada Prada Beno.
Hari ini aku memang di tugaskan mencari biang keladi yang membuat para pendemo tidak beranjak pulang.
"Ijin.. merangkak rusuh lagi Dan" Prada Beno menjawab pertanyaan ku.
"Baiklah saya kesana"
POV Bang Panji end.
...
Para mahasiswa mendorong pagar pembatas dengan anarkis. Bang Panji menarik kerah seorang mahasiswa yang sedari tadi sudah ia perhatikan gerak gerik dan tingkah lakunya.
"Kau provokator nya. Kenapa kamu buat kerusuhan???" Bang Panji ingin membanting pria tersebut karena di nilai sangat membuat keributan tapi langkahnya terhalang oleh HAM. Tentara di larang bersinggungan dengan warga sipil.
Disana ada seorang pria mendorong seorang wanita yang sangat takut dengan keramaian tersebut. Bang Panji pun melepaskan pria tersebut dan berniat menghampiri wanita yang terdorong tersebut, namun banyaknya massa membuat langkahnya terhenti dan Bang Panji hanya menemukan tanda pengenal gadis itu saja.. 'Shabilla Larasati'.
Deg..
Jantung Bang Panji berdetak kencang. Foto pada tanda pengenal tersebut telah rusak.
"Bagi dua team.. setengah mengamankan situasi, setengah ikut saya. Bantu saya pemilik ID card ini..!!"
"Siapp"
...
Nama itu memang berbeda, tapi Bang Panji meyakini pemilik nama tersebut adalah orang yang sama, yang selama ini ia cari keberadaan nya.
"Eehh pot, di negara kita ini ada ratusan bahkan jutaan nama yang sama. Mana mungkin dia Nasha yang kamu cari." Kata Bang Yoga litting Bang Panji.
"Aku tau, tapi lekuk bahunya sama seperti Nasha meskipun tidak terlihat wajahnya." Jawab Bang Panji sangat meyakini perasaannya.
"Aaahh tahayul, kau ini hanya terobsesi dengan Nasha saja" kata Bang Yoga tak yakin.
Tak lama beberapa orang anggotanya menarik tangan seorang mahasiswi sampai mahasiswi tersebut ketakutan.
"Ijin Dan.. ini wanita bernama Shabilla Larasati yang komandan cari"
"Saya nggak buat kerusuhan Pak" kata mahasiswi tersebut dengan sangat ketakutan.
Bang Panji dan mahasiswi itu saling menatap. Untuk beberapa saat mata Bang Panji terpana. Ada bulir bening menetes dari pelupuk mata. Bibirnya terasa kelu nyaris tak sanggup berkata-kata. Ia berusaha keras menyadarkan diri melihat sosok di hadapannya. "Nashaaa.." sapanya lirih.
Betapa kagetnya Nasha melihat sosok yang ada di hadapannya.
"Lepaskan..!!!" Bentak Bang Panji.
Nasha pun tak sanggup menahan air matanya. Dadanya terasa sesak mengingat kisahnya bersama Bang Panji.
"Assalamualaikum...... Dek..!!"
"Dengan menguatkan hatinya, Nasha menarik nafas panjang. "Wa'alaikumsalam Lettu Panji" jawabnya kemudian berlari pergi menembus kerumunan massa.
"Jangan dek.. bahaya..!!!!" Bang Panji berlari mengikuti Nasha masuk ke dalam kerumunan.
Aksi semakin anarkis. Nasha menghindari para pendemo sampai akhirnya menubruk tubuh seorang pria berbadan tegap dan gagah.
"Ada apa?? Ada yang ganggu kamu?? Abang sudah bilang, kamu jangan ikut acara seperti ini. Bahaya..!!"
"Na_shaa" Bang Panji menghentikan langkahnya saat melihat Nasha berada dalam dekapan pria lain.
"Pot??" Sapa Lettu Gesang Jaler Wirayuwana.
Wajah Bang Panji begitu sendu menatap wajah Nasha dan Bang Panji secara bergantian. Untuk sejenak mata Bang Gesang terpejam. Ia membetulkan letak jilbab Nasha yang berantakan lalu mengambil ponselnya sambil terus menatap wajah Bang Panji, kemudian menghubungi seseorang di seberang sana.
"Selamat sore. Ijin.. buruan ada di dalam sangkar. Lettu Panji Upan Wilalung??" Tanya Bang Gesang.
"A1" jawab di seberang sana.
"Kita harus bicara..!!" Ajak Bang Panji melihat tatapan mata Bang Gesang semakin tak bersahabat.
~
Bang Panji, Bang Gesang dan Nasha duduk melingkari meja.
Sikap Bang Gesang seakan mengarahkan Nasha untuk bicara.
"Nasha butuh bukti surat cerai kita Bang"
"Siapa yang mengajari mu bertanya begitu? Gesang??" Tanya Bang Panji.
Bang Gesang tetap santai. Raut wajahnya datar. Sambil merokok ia terus menjaga Nasha.
"Maaf Bang, Apapun hal Nasha tanyakan tidak ada hubungannya dengan Bang Gesang.
Bang Panji beralih menatap Bang Gesang meminta penjelasan. "Apa maksudmu Black?? Kamu menikungku??" Bang Panji sangat kecewa dengan pria yang sedang berhadapan langsung dengan nya itu. Bang Black julukan kesayangan yang sering di sematkan dari seniornya. Kulit hitam, keturunan Jawa.
"Saya tidak pernah berniat menikungmu. Tapi saya tidak punya kuasa apapun. Allah pemilik segalanya. Jodoh, maut, rejeki adalah kuasaNya." Jawab Bang Gesang.
Bang Panji menarik kerah seragam Bang Gesang. "Nasha istriku pot..!!" Bentak Bang Panji.
Nasha menutup wajahnya begitu takut melihat kemarahan Bang Panji yang belum pernah di lihatnya secara langsung.
"Rendahkan suaramu..!! Atau tanganku yang akan membuatmu terdiam..!!" Ancam Bang Gesang. "Duduk dan kita bicara..!!!"
Bang Panji menghempas cengkeraman tangannya dengan kasar.
Bang Panji terduduk lemas, hatinya kembali sendu. "Dua tahun Abang mencari kamu dek, setelah empat bulan lamanya Abang menerima hukuman karena telah berani menduakan kamu"
"Untuk apa Bang, kita sudah berpisah"
"Abang tidak pernah menanggapi surat yang kamu kirim dek."
"Tapi Abang mengirimkan surat cerai dari pengadilan" kata Nasha.
"Apa kamu pernah mendengar secara langsung kata pisah dari Abang???" Tanya Bang Panji.
"Jika laki-laki yang mengucapkannya.. maka jatuh talak. Tidak akan pernah Abang ucapkan kata terkutuk itu untuk wanita yang paling Abang sayangi" jawab Bang Panji.
Nasha merasa di permainkan, ia mengambil ponselnya dan menunjukan sesuatu. "Ini apa?? Talak darimu Bang..!!" Kata Nasha. "Ini bentuk cintamu??"
Tak ada suara sedikitpun dari Bang Gesang. Pria berdarah dingin, paling kejam dalam dunia kemiliteran di eranya. Saat ini tugasnya hanya sebagai pengawal Nasha sesuai permintaan Komandan tinggi.. Mumchemar Al Khobar.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Iis Cah Solo
💪💪💪💪💪💪
2023-09-23
0
cipa
paling jg ulah bang Cemar bwt misahin...rekayasa
awalny melo skrg dah mulai menara hati lagi
2022-10-19
1
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛⒋ⷨ͢⚤
setiap kali baca nama bang Cemar Al Khobar bawaan pengen ngakak aja 🤣🤣🤣🤣🤭
2022-10-19
4