12. Suara hati.

Diani terbangun dari tidurnya dan tidak mendapati Bang Panji tidur di sampingnya.

POV Diani.

Bang Panji tidak ada di sampingku, pasti Bang Panji tidur dengan Nasha semalam. Aku tau anakku tidak 'nakal' seperti anak Nasha yang inginkan papanya selalu ada disampingnya. Aku tau keadaan dan posisiku menjadi istri kedua Bang Panji. Tapi semakin hari aku merasa Bang Panji terlalu mengabaikan aku. Jika bibi bisa mengatasinya, mengapa harus Bang Panji yang turun tangan.

Saat ini sepertinya aku merasa Bang Panji sangat menyayangi Nasha. Apa rasa sayangmu padaku sudah mulai memudar Bang? Aku ingin menjadi satu-satunya yang kau sayangi seperti dulu. Aku merindukan semua kasih sayang yang kamu berikan hanya untukku tapi aku tau sekarang Nasha juga mampu mengalihkan perhatianmu saat ini.

Aku bangun untuk mandi dan keluar kamar menemui Bang Panji dan Nasha. Saat aku melewati kamar mereka berdua dan aku sengaja mendekatkan telingaku pada pintu kamar mereka. Aku mendengar sesuatu yang menyentil hatiku.

"Kamu makan disini saja ya dek! Abang ambilkan" Bang Panji menawari Nasha.

"Kita di bawah saja ya Bang, Nasha ingin makan bersama Diani juga" Jawab Nasha.

"Abang cepatlah temui Diani, kasian sekali semalam Abang tinggal Diani tidur sendiri"

"Iya.. sabar lah, Abang masih ingin dekat denganmu sebentar lagi, Abang setengah mati rindu kamu dek..!!" Kata Bang Panji yang tak pernah mengatakan hal itu selama bersamaku.

"Aaww.. jangan iiihh.. Abaaaangg, cepat ini sudah siang" teriakan kecil Nasha terdengar di telingaku.

"Abang gemas melihatmu, selama hamil kamu seksi sekali.. masa tidak boleh Abang nyolek tipis-tipis?" jawab manja Bang Panji meliarkan pikiranku. Pujian untuk Nasha terlalu membuat batinku nyeri, entah apa yang mereka lakukan di dalam kamar sepagi ini. Aku melangkah menuju dapur menghibur diriku yang berusaha bahagia. Bagaimana pun aku juga manusia biasa dan istri Bang Panji juga. Seharusnya Bang Panji juga memujiku.

...

Cukup lama aku di dapur hingga Nasha turun dengan Bang Panji di belakangnya seolah mengawasi langkah Nasha.

"Kalian sudah bangun?" tanyaku dengan senyum tulus, dan setulus mungkin.

"Hmm.. sudah" jawab Nasha terdengar sedikit gugup.

"Pagi sayang..!!" Bang Panji mengecup bibirku seolah menutup 'kesalahan' karena meninggalkanku semalam.

POV Diani end.

//

POV Bang Panji.

Ku kecup bibir manis Diani karena kutinggalkan dia semalam. Aku sungguh bersalah, tapi aku tidak bisa meninggalkan Nasha sendirian.

Semalam aku menemani Nasha tidur karena tidak tega melihatnya menahan mual seperti semalam. Tapi pagi ini kenapa aku begitu egois sebagai seorang pria. Aku mengajak istriku Nasha untuk bercinta padahal aku tau bagaimana mualnya istriku yang sedang mengandung. Aku pun heran pada diriku yang sulit mengendalikan diri saat dekat dengan Nasha, hanya Nasha saja yang mampu memuaskan dahagaku juga hanya dia yang memenuhi isi hatiku.

Aku tidak berani mengakui perasaanku sendiri. Padahal hanya aku dan Tuhan saja yang tau akan perasaanku. Sebegitu pengecutnya kah diriku ini???.

-_-_-_-_-

"Hari ini Abang pulang malam sekali banyak pekerjaan lapangan. Jaga diri kalian ya, kalau ada apa-apa hubungi Abang..!!"

Diani mengancingkan seragamku dan merapikannya lalu menoleh pada Nasha dan Diani melangkah pergi ke arah dapur. Nasha hanya kebagian tugas untuk mengusap seragamku saja karena Diani sudah memonopoli semuanya. Nasha dan Bang Panji saling berpandangan. Bang Panji mencuri ciuman ke bibir Nasha. Basah, lembut namun berdesir panas dirasakan keduanya.

"Abang selalu merindukanmu sayang" Bisik mesra Bang Panji pada telinga Nasha. Tangan Bang Panji masih sempat mencolek nakal dada Nasha yang sudah padat berisi. Wajah Nasha memerah tersipu malu apalagi saat Bang Panji dengan nekatnya menyentuhkan tangannya pada tegangnya kelelakian seorang Panji. "Abang kangen lagi dek. Masih kurang" bisiknya dan itu membuat Nasha sedikit menjauh sebelum Diani datang.

~

Nasha dan Diani bersalaman seperti biasa dan mengantar Bang Panji sampai depan rumah hingga mobilnya tidak terlihat lagi.

Di dalam mobil Bang Panji mengusap wajahnya. Senyum merekah dari bibirnya.

"Kamu istriku khan dek. Tentu sah saja memperlakukan kamu seperti itu?" gumam Bang Panji sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Pikirannya terus saja membayangkan Nasha dan Nasha saja.

...

Diani membuka pintu, ada wajah familiar di depan matanya, tapi ia melupakannya.

"Bapak siapa?" Tanya Diani pada pria berpangkat Lettu seperti Bang Panji di hadapannya.

"Kamu hamil??? Jangan bilang ini anak Panji juga" tanya pria yang ternyata adalah Bang petir. Kakak kandung Nasha yang selama ini hanya ia ketahui lewat foto nya saja.

Diani menunduk dengan takut.

Nasha berjalan ke arah Abangnya dan berusaha menenangkannya. "Abang.. kenapa Abang tau Nasha ada disini??"

"Apa yang kalian lakukan di belakang ku? Kalau rumor yang Abang dengar benar adanya.. kalian semua sudah gila. Hubungi Panji sekarang juga..!!!!!!!!" bentak Bang Petir tak main-main. Suara Bang Petir menggelegar menciutkan hati Diani dan membuat Nasha langsung tertunduk.

Tak hanya itu, masih banyak lagi berdiri beberapa orang di belakang Bang Petir.

Beberapa saat kemudian mama membuka suara

"Kau tidak di akui disini Diani..!!! Jika betul kamu ini wanita baik-baik. Kamu akan menolak kebodohan Panji dan Nasha" Bentak Mama Fia. Diani langsung menangis takut dan Nasha terduduk lemas, tidak bisa menopang kakinya.

~

"Pak.. Ibu sepuh dan keluarga besar ada di rumah sedang marah pada Bu Diani dan Bu Nasha" ucap bibi setengah berbisik pada sambungan telepon.

Bang Panji segera menyerahkan pekerjaannya pada rekannya dan ia bergegas pulang.

Bang Panji paham sifat masing-masing orang di keluarga nya. Perasaannya sangat kacau memikirkan nasib kedua istrinya. Bang Panji mengacak rambutnya karena menyadari kesalahannya yang tidak mengabari keluarganya tentang semua ini.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Iis Cah Solo

Iis Cah Solo

ketahuan juga walaupun ditutupi...😔😔

2023-09-23

0

Dwi Ara

Dwi Ara

o..o..o...aq ketahuan,beristri lagi dgn dirinya...teman baikmu...o...oo...🤣🤣🤣

2023-05-04

1

Nabil abshor

Nabil abshor

🥺🥺🥺 tapi aku sakit abang,,,, hiks hiks....

2022-10-20

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pernikahan.
2 2. Rasa yang mengguncang.
3 Cek respon.
4 3. Istriku.
5 4. Kerapuhan wanitaku.
6 5. Mulai rumit di rasakan.
7 6. Prahara.
8 7. Hutang penjelasan.
9 8. Tragedi dua istri.
10 9. Cemburu.
11 10. Pertemuan.
12 11. Saat bersama.
13 12. Suara hati.
14 13. Ujianku.
15 14. Yang terdalam.
16 15. Dia pergi.
17 16. Hukuman.
18 17. Penjaganya pria berdarah dingin.
19 18. Tingkatan derajat.
20 19. Pertemuan kembali.
21 20. Dalamnya perasaan.
22 21. Ingatan tentangmu.
23 22. Sakit.
24 23. Butuh jawaban.
25 24. Keruh.
26 25. Jika ini yang terbaik.
27 26. Harapan tipis.
28 27. Antara ajudan dan penjaga hatimu.
29 28. Ajudan panikan.
30 29. Ada Wira untuk Nasha.
31 30. Lepas status.
32 31. Mencoba misi perdamaian.
33 32. Salah dan kecewa.
34 33. Dalam resepsi.
35 34. Ricuh.
36 35. Perang batin dan logika ( 1 ).
37 36. Pindah.
38 37. Dekapan mantan ajudan.
39 38. Sabuk hitam ilmu kebatinan.
40 39. Panik.
41 40. Ngidam pertamamu.
42 41. Lawan tanding ( 1 ).
43 42. Kuat iman.
44 43. Hasutan.
45 44. Perlindungan.
46 45. Tidak nyaman.
47 46. Takut masa lalu.
48 47. Belajar memahami.
49 48. Selalu salah.
50 49. Gara-gara ngidam.
51 50. Perjuangan bertahan.
52 51. Perasaan tak tertebak.
53 52. Cari mati.
54 53. Dendam tak berakal.
55 54. Kalah atau mengalah?.
56 55. Saling menguatkan.
57 56. Panji - Nisa.
58 57. Ingin bersamamu.
59 58. Apapun demi kamu.
60 59. Sebuah kehormatan.
61 60. Rasa di balik rasa.
62 61. Gagal jadi rahasia.
63 Curhat Nara.
64 62. Efek ngidam.
65 63. Gara-gara amphibi.
66 64. Gemas tapi sayang.
67 65. Rujak.
68 66. Sekelebat isi rumah tangga.
69 67. Debat.
70 68. Kesampaian.
71 69. Bapak-bapak yang panik.
72 70. Hari tegang.
73 71. Menerima kenyataan.
74 72. Dan pada akhirnya.
75 73. Sudah sehat
76 74. Fase bahagia.
77 75. Lahir.
78 76. -
79 77. Semakin tumbuh besar.
80 78. Ribut hari ini.
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Pernikahan.
2
2. Rasa yang mengguncang.
3
Cek respon.
4
3. Istriku.
5
4. Kerapuhan wanitaku.
6
5. Mulai rumit di rasakan.
7
6. Prahara.
8
7. Hutang penjelasan.
9
8. Tragedi dua istri.
10
9. Cemburu.
11
10. Pertemuan.
12
11. Saat bersama.
13
12. Suara hati.
14
13. Ujianku.
15
14. Yang terdalam.
16
15. Dia pergi.
17
16. Hukuman.
18
17. Penjaganya pria berdarah dingin.
19
18. Tingkatan derajat.
20
19. Pertemuan kembali.
21
20. Dalamnya perasaan.
22
21. Ingatan tentangmu.
23
22. Sakit.
24
23. Butuh jawaban.
25
24. Keruh.
26
25. Jika ini yang terbaik.
27
26. Harapan tipis.
28
27. Antara ajudan dan penjaga hatimu.
29
28. Ajudan panikan.
30
29. Ada Wira untuk Nasha.
31
30. Lepas status.
32
31. Mencoba misi perdamaian.
33
32. Salah dan kecewa.
34
33. Dalam resepsi.
35
34. Ricuh.
36
35. Perang batin dan logika ( 1 ).
37
36. Pindah.
38
37. Dekapan mantan ajudan.
39
38. Sabuk hitam ilmu kebatinan.
40
39. Panik.
41
40. Ngidam pertamamu.
42
41. Lawan tanding ( 1 ).
43
42. Kuat iman.
44
43. Hasutan.
45
44. Perlindungan.
46
45. Tidak nyaman.
47
46. Takut masa lalu.
48
47. Belajar memahami.
49
48. Selalu salah.
50
49. Gara-gara ngidam.
51
50. Perjuangan bertahan.
52
51. Perasaan tak tertebak.
53
52. Cari mati.
54
53. Dendam tak berakal.
55
54. Kalah atau mengalah?.
56
55. Saling menguatkan.
57
56. Panji - Nisa.
58
57. Ingin bersamamu.
59
58. Apapun demi kamu.
60
59. Sebuah kehormatan.
61
60. Rasa di balik rasa.
62
61. Gagal jadi rahasia.
63
Curhat Nara.
64
62. Efek ngidam.
65
63. Gara-gara amphibi.
66
64. Gemas tapi sayang.
67
65. Rujak.
68
66. Sekelebat isi rumah tangga.
69
67. Debat.
70
68. Kesampaian.
71
69. Bapak-bapak yang panik.
72
70. Hari tegang.
73
71. Menerima kenyataan.
74
72. Dan pada akhirnya.
75
73. Sudah sehat
76
74. Fase bahagia.
77
75. Lahir.
78
76. -
79
77. Semakin tumbuh besar.
80
78. Ribut hari ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!