Di depan mataku, aku melihat jelas Bang Panji memeluk mesra Diani. Aku tidak masalah JIKA aku tidak melihatnya. Tapi Diani juga istri Bang Panji. Mengapa Bang Panji membohongiku dan kenyataannya Diani juga mengandung, Aku tau ini salah, tapi mengapa hatiku sangat sakit dan aku sulit menahan perasaanku
Dada Nasha terasa sesak hingga ia meyandarkan kepalanya pada sisi tembok di samping sofa. Kepalanya sangat sakit dan perutnya terasa kram. Ia hanya bisa menahan sakitnya tanpa banyak mengeluh pada Bang Panji.
Nasha juga mengandung anak Bang Panji. Aku mengira Nasha belum hamil hingga aku berinisiatif membantunya. Aku mengerti arti tatapan matamu untuk Nasha Bang. Kamu pasti mulai mencintainya. Entah kenapa dengan diriku, ada cemburu di hatiku. Aku sayang kamu Bang, tapi aku juga sayang padamu Nasha.. kamu penopang hidupku selama ini.
"Kalian dengarkan Abang, kalian istri istri Abang.. tidak ada bedanya. Abang memutuskan untuk tidak memberi tau kalian karena ini demi kalian sendiri. Abang yang paling tau seberapa kesanggupan kalian menerima hal ini"
Nasha dan Diani saling menatap. Bang Panji mengerti perasaan kedua istrinya, ia segera berjalan dan duduk di antara mereka berdua
"Kita tidak bisa menyalahkan apapun yang terjadi saat ini. Kalian mengandung anak Abang itu tidak salah, tapi ada cara yang salah untuk mendapatkannya"
Memilih kalian dalam hidupku adalah hal yang tak terbayangkan untukku. Tak sedikitpun niatku menyakiti hati kalian berdua. Aku masih menyayangimu Diani meskipun harus ku akui rasanya tidak seperti dulu, bukan karena sakitmu.. tapi karena memang cara Allah yang sudah menuntun ku. Janjiku di depan Tuhan.. aku juga berjanji untuk menyayangimu Nasha. Di antara kalian tidak ada yang tidak aku sayangi.
"Aku masih ada urusan Bang, aku pulang dulu ya..!!" pamit Diani lalu beranjak pergi. Bang Panji berdiri dan menghentikan langkah Diani, di peluknya Diani dengan penuh cinta. Diani menangis di dada kiri Bang Panji. Nasha yang melihatnya menjadi tidak enak hati. Ia berdiri perlahan dan menahan sakitnya. Nasha pun melangkah pergi namun tangan Nasha digenggam oleh Bang Panji, di tariknya pula Nasha kedalam pelukan di dada kanan Bang Panji.
"Abang tidak tau bagaimana menenangkan kalian saat ini, Raga ini tidak bisa di bagi, hanya hatiku yang seperti ini yang bisa kuberi" Kedua istrinya menangis di dalam pelukan Bang Panji.
...
Nasha dan Diani memutuskan untuk pulang, Nasha dan Diani berjalan bergandengan dengan senyum tanpa beban hingga sampai ke parkiran dengan di antar oleh Bang Panji.
Diani di antar oleh Prada Aris, sedangkan Nasha di antar oleh Prada Beno ajudannya.
...
Prada Aris melapor pada Bang Panji jika Diani sempat menangis sedih dan terisak hingga sampai di rumah.
Prada Beno tidak melapor apapun.
"Sudah satu jam dia pergi. Apa Nasha baik baik saja?" gumam Bang Panji yang menatap arah lapangan dari jendelanya.
drrrttt...ddrrrrttt...ddrrrttt
"Gimana Ben???"
"Ijin melapor Danton. Saya tidak tega melihat Ibu, setelah pergi dari kantor.. Ibu terus saja menangis, dan hanya memanggil nama Danton, Mohon ijin.. siap salah, mohon maaf Danton.. saya tadi sempat menggendong Ibu sampai ke kamar karena ibu tiba-tiba demam tinggi dan sulit berjalan" lapor Prada Beno.
"Ya Allah Ben.. kenapa kamu baru melapor???" Bentak Bang Panji.
"Ijin Danton, posisi saya sedang panik.. setelah sadar ibu meminta agar tidak melapor pada Danton" jawab Prada Beno.
"Kamu itu ajudan saya langsung. Kalau ada masalah seperti ini seharusnya kamu hubungi saya.. tidak ada waktu tunda..!!!!!!" Bentak Bang Panji kemudian mematikan teleponnya dan segera berlari menuju parkiran. Hatinya tak karuan memikirkan Nasha.
Maaf Diani sayang, bukannya aku tidak peduli dengan perasaanmu, tidak begitu sayang. Tapi sejak aku menikah dengan Nasha.. aku jadi memahami sifat dan karakter kalian berdua. Kamu terlihat lemah tapi kamu istriku yang sangat kuat sayang, Sedangkan Nasha.. dia yang kuat tapi dalam hatinya sangat rapuh dan lembut.. maafkan aku sayang...maaf.. Hanya aku yang tau..apa yang harus kulakukan saat ini.
...
Kulihat rapuhnya istriku terbaring memanggil namaku seperti kemarin. Ku sentuh keningnya terasa sangat panas, ada bulir air mata yang terlihat.. aku sungguh tidak tega. Dalam hatimu pasti sangat sakit mengetahui kehamilan Diani..tapi sungguh sayang.. hanya kamu saja sesuai janjiku. Tidak ada yang lain sekalipun itu Diani.
Bang Panji menyentuh tangan Nasha tapi Nasha melepaskan tangan Bang Panji.
"Maafkan Nasha Bang. Nasha tau seharusnya Nasha tidak begini. Diani juga istri Abang" nada serak Nasha tidak bisa menutupi perasaannya.
"Jangan memendam bebanmu sendirian. Katakan apa yang ada dalam hatimu, Abang akan menerimanya. Apa menurutmu Abang tidak tersiksa melihat istri Abang seperti ini"
"Nasha tidak mau mendengar apapun Bang..!!" Nasha terisak sampai mengepalkan jarinya. Bang Panji melepaskan kepalan pada tangan istrinya.
"Abang sungguh tidak menyentuhnya dek. Demi Tuhan kamu satu-satunya" ucap Bang Panji bersungguh-sungguh.
Nasha semakin berontak mendengarnya.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Iis Cah Solo
😭😭😭😭😭
2023-09-23
0
Dwi Ara
wajarlah kl nasha kecewa....aq aja kecewa padamu bang pake banget...😂😂
2023-05-04
1
Yayuk Bunda Idza
ya Allah kak nyesek.... sampai speacless mau komen
2022-10-17
1