"Bilang sama Abang, bagaimana caranya agar Abang bisa membuatmu tenang" bujukan Bang Panji membuat Nasha semakin menangis.
"Bolehkah Nasha egois Bang?" Tanya Nasha.
"Selama Abang bersamamu, habiskan dan ungkapkan semua yang kamu rasakan dek" Jawab Yuda
Seketika Nasha memeluk Bang Panji dengan erat dan sangat erat, pelupuk matanya menumpahkan semua tangis tertahan di dalam hatinya.
"Nasha mau Abang, Nasha inginkan Abang. maafkan Nasha yang begitu egois menginginkan mu Bang" tangis sesenggukan Nasha tak terkendali membuatnya sesak.
"Ya Allah dek.. Lihatlah seberapa rapuhnya dirimu. Sakit hatimu ini kamu yang buat sendiri, apa kamu tau semua ini juga membuat batin Abang merasakan sakitnya. Jangan pernah berbuat sesuatu yang kamu tidak sanggup menanggungnya, setelah semua terjadi.. kita harus menanggung setiap apa yang kita buat" Bang Panji menyadarkan Nasha bahwa keputusannya membagi hati adalah salah.
Bang Panji tidak melanjutkan lagi ucapannya karena melihat kondisi istrinya, ia tidak ingin kehamilan Nasha mempengaruhi keadaan bayi dalam kandungannya.
Tuhan.. aku tau saat ini Diani pasti juga sangat sedih disana. Diani juga sedang mengandung anak hamba, maafkan hambaMu ini Ya Allah yang mungkin tidak adil kepada kedua istri hamba.
"Dek.. minum obat dan vitaminmu dulu ya.. jangan memikirkan hal lain.. Abang menemanimu disini" Bang Panji melepaskan pelukan Nasha tapi Nasha tidak mau melepasnya.
Sesensitif itu kah perasaanmu saat hamil?
"Lusa kita ke dokter ya dek, Abang mau melihat anak kita" Bang Panji membelai rambut Nasha.
"Iya Bang" Nasha sudah menghentikan tangisnya dan sudah mulai tenang. Bang Panji pun menemani hingga Nasha tidur.
...
"Gimana keadaanmu sayang?" tanya Bang Panji pada sambungan telepon.
"Aku tidak ada masalah Bang? bagaimana kondisi Nasha.. maaf ya Bang!" Diani merasa bersalah atas kejadian hari ini.
"Dia juga tidak ada masalah, jangan pikirkan hal lain. jaga saja kondisimu, jangan lupa minum obatmu dengan benar dan istirahatlah" Titah Bang Panji lalu memutuskan sambungan telepon.
~
Nasha sudah tidur dengan nyaman. Pelukan Bang Panji selalu mampu membuatnya terlelap dengan cepat. Bang Panji memandangi wajah istrinya. Di sentuhnya pipi Nasha yang sekarang lebih berisi.
"Ada berjuta kata yang mengganjal dalam hati Abang dek, tentang kamu, tentang pernikahan kita. Abang tidak tau, tidak bisa memastikan perasaan ini, tapi kamu sesakit ini.. sesakit itu pula Abang merasakannya" gumam lirih Bang Panji.
Tak henti tangannya membelai rambut Nasha, letih pun seakan sirna.
"Sehatlah kamu dek.. Abang ingin anak kita tumbuh bahagia bersama kita"
***
Pekerjaan kantor sangat menumpuk. Bang Panji memeriksa banyak hal, melupakan keluar kantor sekedar untuk makan siang, hingga tidak sempat menerima telepon dari Diani.
Sore hari sudah menunjukan pukul 18.05 Bang Panji meninggalkan pekerjaannya dan pulang ke rumah Diani. Di jalan Bang Panji ingat untuk membelikan Diani martabak manis kesukaannya.
"Tidak apalah sesekali Diani makan makanan seperti ini, anakku harus tumbuh sehat mamanya juga harus bahagia"
Bang Panji membeli tiga martabak berbagai rasa sekaligus. Setelah martabak manis itu jadi, Bang Panji segera menuju Rumah Diani.
...
"Ini martabak kesukaanmu sayang. Ayo di makan..!!" Bang Panji mengusap pipi Diani sekilas sambil meletakkan martabak di meja makan.
Wajah Diani tampak tidak senang dengan kehadiran Bang Panji ia langsung pergi menuju kamar.
"Ada apa sayang, kok cemberut begitu" tanya Bang Panji. Merasa tidak mendapat jawaban dari Diani, Bang Panji berdiri membuka seragam nya dan menuju kamar mandi. Bang Panji mandi dan setelah itu menyelesaikan ibadahnya.
"Sini sayang.. Abang peluk..!!!"
Diani melepas tangan Bang Panji. Bang Panji hanya menghela napas panjang dan bisa menebak itu semua pasti karena hormon kehamilan.
...
Diani sudah tertidur pulas, Bang Panji mengambil ponselnya dan menghubungi Nasha. Beberapa kali di hubungi Nasha tidak menjawab juga. Bang Panji duduk di pinggir ranjang, hatinya mulai gelisah, ia pun menghubungi telepon rumah.
~
"Assalamu'alaikum bi.. bagaimana keadaan istri saya? Kenapa dia tidak mengangkat ponselnya?"
"Wa'alaikumsalam pak, ibu sedang tidur karena baru saja muntah. Saya baru saja menemaninya" ucap bibi.
"Apakah parah seperti kemarin Bi?" Bang Panji mulai memijat pelipisnya.
"Masih sama pak, hanya tidak demam lagi" Bang Panji sedikit lega mendengar Nasha sudah tidak demam lagi.
"Tolong jaga Nasha Bi, saya besok pulang..!!" Bang Panji menyudahi panggilannya.
"Kalau tentang Nasha kamu cepat sekali menghubunginya Bang, kalau denganku bahkan panggilanku saja tidak di angkat" ketus Diani mengejutkan Bang Panji. Diani terbangun karena dia suka sekali buang air kecil saat malam.
"Ngomong apa sich sayang. Tidak ada yang Abang bedakan di antara kalian berdua. Abang tadi benar benar sangat sibuk" jawab Bang Panji. Sebenarnya ia juga sangat lapar tapi selera makannya mendadak hilang karena mengkhawatirkan kedua istrinya.
"Kamu bohong mas, sejak Nasha hamil kamu sangat perhatian dan mengkhawatirkannya. Bahkan saat bersamaku kamu meneleponnya" Nada Diani yang kesal terdengar jelas membuat Hati Bang Panji terasa sakit.
"Nasha juga istri Abang Di.. Abang tidak bisa mengabaikannya saat dia membutuhkan Abang. Apa kamu lupa, Abang juga selalu menyempatkan untuk menghubungimu saat aku bersama Nasha"
Hening sesaat, Diani mulai tersadar akan perasaannya.
"Maaf Bang, aku masih punya rasa cemburu. Aku tidak bisa menahan perasaanku" Bang Panji memeluk Diani dengan erat
"Kita ini hidup di pernikahan yang berbeda dengan lainnya sayang. Kamu tidak salah.. Abang lah yang tidak adil pada kalian berdua hingga kalian seperti ini. Dosa sekali Abang membuat kalian berdua menangis" ratap Bang Panji yang sebenarnya sudah sangat lelah batin dan mental berusaha seadil mungkin pada dua istrinya.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Handayani G
buat pelajaran bagi para suami jangan punya istri dua,1aja biar banyak aman nya hehehe
2022-11-17
1
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
berasa pingin masuk keceritaa....
trus ngimng sama diani........ kamu nnya kenapa aku cemburu kamu nanyaaaa haaaaaaaaa
2022-11-07
1
Re Studio
lanjut kak
2022-10-16
1