Pak Juna pun saat ini sudah berada di pedesaan, ia pulang untuk menjual ikan-ikan itu dengan harga rp25.000 sekantong. baik itu ikan salai maupun ikan asin.
ternyata ikan salai dan ikan asin cukup banyak diminati oleh masyarakat setempat, bukan hanya itu Pak Juna juga membawa ikan mentah dengan jumlah 5 kantong.
tanpa menunggu waktu lama ikan-ikan itu pun habis terjual, dan tentu saja itu sangat menguntungkan bagi mereka. pendapatannya 10 juta lebih saat itu. pak Juna, tak henti hentinya mengucap rasa syukur.
"Alhamdulillah..." ucapnya sambil menengadahkan tangannya ke atas.
para warga mampu membeli ikan-ikan itu, karena memang di sana tidak disediakan tempat penjualan ikan, kebanyakan para warganya hanya memakan sayur-sayuran. itupun sayur-sayuran yang tumbuh secara liar di ladang-ladang mereka.
***
Nisa masih memiliki seorang kakek, yang tentunya profesi utamanya ialah nelayan. di mana sang kakek akan pergi pagi dan pulang sore hari. Namun tentu saja ikan yang ia dapati tidak sebanyak yang bisa di dapatkan dan yang mereka jual.
tentu saja kakeknya itu merasa tertarik bahkan sangat tertarik dengan pendapatan itu ia pun mendekati menantunya dan bertanya apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan ikan-ikan itu.
"Bagaimana caranya untuk mendapatkan ikan-ikan sebanyak ini dalam tempo waktu yang sangat singkat. bahkan kalian baru 3 hari di sana, tetapi ikannya sangat banyak Bagaimana cara melakukannya maukah kamu berbagi cara itu pada Ayah mertuamu ini. ?"tanya Pak Ben pada menantunya itu.
"tentu saja Pak, Jika bapak tidak sibuk hari ini maka bapak boleh ikut, nanti caranya akan di kasih tahu oleh cucu mu nisa. karena semua ikan-ikan ini adalah miliknya bukan aku yang mencarinya Pak."setelah menjelaskan hal itu, Pak Ben pun akhirnya setuju. Ia pun bersiap untuk ikut menantunya.
"baiklah bapak akan ikut. tapi bapak juga akan mengajak serta ibumu.." Ucapnya.
"itu lebih baik pak.." ucap pak Juna lagi.
kakek Ben menggunakan sampan sendiri, agar ia bisa pulang balik tanpa harus menunggu mereka. Iya juga memboyong serta istrinya ikut ke sana karena di rumah hanya tinggal mereka berdua. jika sang nenek ditinggal maka kakek band tidak akan tenang jalan satu-satunya ialah membawa sertanya ke sana.
setelah perbincangan itu selesai, pak Juna kakek Ben dan nenek jam akhirnya berangkat saat itu juga. dengan penuh semangat membara akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan. setelah sampai Mereka pun langsung menuju pondok.
di pondok itu terdapat seorang ibu dan seorang anak sedang duduk beristirahat dan berbincang-bincang.
"assalammualaikum..." ucap pak Juna, kakek Ben dan juga nenek jam.
"wa'alaikumsalam salam..." jawab Nisa dan ibunya. melihat kedatangan kakek nenek bisa keduanya pun sangat terkejut dan menghampiri mereka.
"loh bapak sama Ibu kok di sini, ada apa Bu apa terjadi sesuatu di rumah sampai bapak sama Ibu menyusulkan ke sini?"tanya ibu Nita kepada kedua orang tuanya.
tentu saja kedua orang tua Ibu Nita hanya mampu memberikan senyum manisnya saja dan menjawab pertanyaan itu.
"tidak nak, tidak terjadi apa-apa. bapak sama Ibu ke sini hanya untuk mencari ikan saja soalnya suamimu, tadi pas pulang menjual ikan yang begitu banyak dan bapak melihatnya cukup tertarik karena seumur-umur bapak belum pernah mendapatkan tangkapan ikan yang sebanyak itu."jelas Pak dan pada putrinya.
mendengar penuturan kakeknya itu, tentu saja Nisa hanya memberikan senyuman manis, begitu juga dengan kedua orang tuanya. Mereka pun mulai duduk bersama sambil ngopi dan mengobrol bersama.
"Apakah kamu masih memiliki ramuan itu nak soalnya kakekmu juga ingin mencari ikan bersama bapak."Ucap pak Juna kepada putrinya. Nisa pun hanya mengganggukan kepalanya dan menjawab pertanyaan ayahnya.
"tentu saja Pak, Nisa punya banyak. setiap menggunakannya pun hanya diperlukan beberapa tetes saja. jadi tidak akan cepat habis, ramuan itu akan sangat hemat. kalau begitu kakek dan bapak kapan akan berangkat sebaiknya pasang aja bubuknya terlebih dahulu. nanti sambil menunggu dua atau tiga jam atau 1 jam baru bapak dan kakek melihatnya."jelas Nisa.
setelah mengatakan itu, ia pun masuk ke dalam dan mengambil satu botol yang berisi ramuan pemanggil ikan. Ia pun menyerahkannya pada ayahnya dan menasehati ayahnya Bagaimana cara menggunakannya. tentu saja, sedikit banyaknya pak Juna sudah tau.
"Pak ramuan ini bapak oleskan ke kelapa yang sudah dipisahkan dari tempurungnya kemudian masukkan ke dalam bubuk dan biarkan saja nanti di situ cukup gunakan beberapa oleh saja itu sudah cukup pak."jelas Nisa. Pak Juna pun mengambil botol yang berisi ramuan itu.
setelah mereka minum-minum Pak Juna dan kakek Ben pun berangkat untuk mencari ikan atau memasang bubuk terlebih dahulu. sementara yang ibu-ibu mereka memisahkan cengkeh dengan tangkainya agar mudah dijemur.
***
akhirnya dua minggu Nisa dan kedua orang tuanya berada di sana, dan melakukan aktivitas mencari ikan dan memanen cengkeh. akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, sementara Pak Juna selalu pulang untuk menjual ikan dan juga mencari ikan.
selama mereka melakukan hal itu, tentu saja penghasilan mereka tidak sedikit. setiap melakukan penjualan ikan mereka akan mendapatkan untung 10 juta atau lebih setiap mereka melakukan penjualan.
saat ini Nisa dan kedua orang tuanya sudah kembali pulang ke rumahnya, seminggu lagi Nisa akan mengikuti proses belajar mengajar lagi atau sekolah kembali.
Nisa dan Pak Juna atau kedua orang tuanya sedang menghitung hasil pendapatan mereka dari penjualan ikan tentu saja itu sudah mencapai 70 juta atau lebih.
Pak Juna juga tidak egois tentu saja uang itu mereka bagi 3 satu untuk sekolah Nisa satu untuk jajan Nisa dan satu lagi untuk kebutuhan mereka sehari-hari, semuanya uang itu digunakan untuk kepentingan Nisa. namun sepertinya, ada yang mengganjal dalam hati Nisa.
"Pak Nisa mau ngomong sesuatu boleh.?"tanya Nisa pada ayahnya dan juga ibunya.
"tentu saja boleh nak apa yang ingin kamu sampaikan."ujar Pak Juna bisa pun mengutarakan keinginannya.
"Pak Nisa memiliki tabungan sudah sekitar 20 juta atau lebih dari hasil penjualan sayur, nisa berencana untuk membeli alat elektronik seperti HP, laptop, dan juga internetnya atau wi-fi. karena saat ini bisa sangat membutuhkannya Pak, Apakah boleh bisa membeli alat-alat tersebut. ?"tanya Nisa pada ayahnya dan hati-hati. Pak Juna pun tidak berpikir lagi Ia pun langsung menyetujui permintaan putrinya.
***bersambung.***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Frando Kanan
foto td...ramuan itu kek pulihkn MP
2023-06-07
0
Marianti Lim
ortu yg gak egois
2022-10-19
4
Septi Verawati
mantap itu mau dong ramuannya 😁😁😁
2022-09-28
3