❤️❤️
***
"assalammualikum, selamat pagi semuanya” sapa pak partin selaku kepala sekolah di SMAN 1 ini.
“pagiii paakkk!!” jawab murid dengan serentak. pak partin membuka dengan mengucapkan syukur atas nikmat hari ini.
Kemudian pak partin mulai masuk pada poin pertamanya. Pertama, kepala sekolah memberikan beberapa wejangan dalam sopan santun serta saling menghargai perbedaan satu sama lain, dan nasehat-nasehat lainnya.
Ini sudah menjadi kebiasaan setiap sebelum memulai pelajaran. Kepala sekolah juga, mengatakan untuk menghindari kekerasan sesama siswa seperti yang terjadi tempo hari.
Namun sayangnya. Kasus ini tidak bisa di tindak lanjuti oleh sekolah, karena keterbatasan bukti dan petunjuk, saat di Tanya pun kepada nisa, siapa yang melakukan hal itu, ia tidak tau orang nya, karena memang tidak melihat mereka.
Jadi, kepala sekolah menghimbau, untuk menindak lanjuti tindakan itu jika terjadi lagi. Dan tidak sampai disitu, banyak lagi yang di sampaikan oleh kepala sekolah sampai memakan waktu 40 menit. Padahal waktu yang di gunakan untuk apel pagi hanyalah 10 menit.
Setelah beberapa patah kata yang disampaikan kepala sekolah, akhirnya siswa-siswi pun dibubarkan dan masuk keruangan masing-masing.
Nisa dan Ros serta beberapa teman-teman mereka yang lain berjalan bersama memasuki ruangan mereka sambil berbincang-bincang. Pagi ini, nisa mengikuti pelajaran bahasa inggris dengan sorang guru yang menurutnya lumayan unik.
Sambilan menunggu guru masuk, nisa dan ros yang duduknya sebangku pun mengobrol ringan.
“eh… kamu benaran tidak tau nis, siapa yang sudah menguncikan kamu di dalam kamar mandi itu. ?” Tanya ros dengan penuh penasaran. Teman yang di depan mereka pun ikut bergabung bersama mereka.
“ya.. sebenarnya aku tau, tapi aku tidak ingin masalah ini jadi tambah panjang. Tapi kalau seandainya mereka masih mengganggu aku lagi, maka aku juga tidak akan tinggal diam. Namun, sepertinya aku sedang kesambet malaikat baik deh...” ujar nisa bercanda dengan kawan-kawanya.
“ya nis. Sebaiknya kamu laporkan saja mereka, karena tindakan mereka itu sudah keterlaluan. Coba saja kalau ros tidak datang, mungkin kamu sudah maninggoi. Jangan sok baik deh sma mereka..” ujar lili teman yang berada di depan mereka, ia mengatakan itu dengan muka geram. Nisa pun terkekeh.
“tentu saja lili, hanya untuk kali ini kok, kedepannya tidak ada lagi..” ucap nisa santai. Teman-temannya pada menggelengkan kepalanya, mereka tidak habis pikir dengan nisa.
“eh nis. Kalau aku boleh kasih saran ya. baik itu boleh, tapii.. kamu ngak harus bodoh juga… aku benar-benar geram sama sikap kamu. Bisa-bisanya kamu itu sesantai ini, padahal kamu itu hampir kehilangan nyawa tau..” ucap lisa, sambil menokok pelan kepala nisa.
“tauk tu, kali ini aku setujuh dengan lisa. Baik itu boleh, tapi janga sampai kamu itu jadi bodoh ya..” timpal Ros.
“iya, iya. Aku tau kok, kalian tenang saja, ini yang terakhir. Kedepannya tidak akan seperti itu lagi.” Ucap nisa lagi, mulai jengah dengan mulut ember teman-temannya itu. saat mereka sedang bercakap-capap, Tak lama, guru itu pun masuk keruang kelas XII 1.
Saat buk asma masuk, para siswa dan siswi pun kembali ke tempat duduk masing-masing dan mereka mengeluarkan buku pelajaran mereka.
“good morning class…” sambut buk asma. Dan mengambil tempat duduk di depan anak-anak.
“ morning too mam….” Seru anak –anak dengan serentak. Dan mengeluarkan buku mereka untuk mengikuti pelajaran dari guru tersebut.
“aduh.. pelajaran ini sangat membosankan, mana tidak faham lagi.” Seru Ros. Nisa yang mendengar itu pun hanya terkekeh dan lanjut mendengarkan buk asma.
“ok, are you ready to study todey ?” Tanya ibu itu sok inggris.
{ maaf ya bahasa inggrisnya kaku, wkwkwk }
{ ngk papa thor, lanjut saja, yang penting nyahut. Hehehe…..}
{, lanjuttttt…….}
“ok, adakah, siswa-siswi ibuk yang faham dengan pelajaran kemarin, adakah yang perlu ditanyakan, silahkan.” Tanya buk asma. Semua siswa-siswi pada diam, taka da yang bertanya.” Klw tidak ada, ibu akan Tanya satu per satu. ”katanya lagi, yang membuat semuanya deg-degan. Tak terkecuali nisa.
{ eh napa loh ikut deg-degan, kan loh tokoh utamanya disini, begemana sih,,,?? }
{ eh diam luh thor, kan lu yang buat alurnya seperti itu, lama2 gue sate juga lu ye…}
{ yeee….marah, gue kan Cuma nanya doang, elah…}
{ habis pertanyaan lu, bikin gue darah tinggi }
“hais.. malas banget kalau begini. Buk asma, selalu saja seperti itu. ngak tau apa, kalau kita sama sekali tidak paham, kepala aku sudah mau pecah gara-gara memonyong-monyongkan bibir ngucapin bahasa lucknat ini.” Kali ini, lili yang menggerutu. Ia sama sekali tidak meminati pelajaran ini.
“salah sendiri, kenapa otak kamu itu tumpul..” ejek lisa. Lili mengarahkan pandangannya pada lisa.
“apa kamu bilang, otak aku tumpul, lalu bagaimana dengan yang ngomong. Tajam kan otaknya..?” sindir lili.
Mereka berbicara dengan super pelan agar tidak kedengaran oleh buk asma. Sementara lisa yang di gituin hanya mampu cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“baik, nisa. what do you think, about learning English language ?” Tanya buk asma kepada nisa sebagai siswi pertama yang di Tanya.
[ aduh.. belum apa-apa sudah di Tanya duluan. Aku harus jawab apa..!] batinnya. Nisa pun mulai mengeluarkan pendapat yang terlintas di kepalanya dan menjawab dengan bahasa inggiris juga.
“I think mam, learning English is very important. Because from my point of view, now a days our area is often visited by foreigners. So we as local people must understand English more or less. I think so..!!” jawab nisa dengan mantap. Setelah menjawabb pertanyaan buk asma, semua mata kawan-kawan sekelasnya mengarah padanya.
“wah.. ternyata nisa cukup handal berbahasa ingris. Kemaren kemana saja..” ucap mereka berdiskusi dengan teman sebangkunya.
“iya, nggak nyangka ya, ternyata bisa sepasif itu menggunakan bahasa inggris..” ujar yang lain. Teman-teman nisa ke tiganya ikut terkejut dan menganga.
“itu.. artinya apa nis..?” pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut lili yang masih syok mendengar ke pasifan nisa Dalam berbahasa inggris. Yang lain pun terkekeh mendengar gurauan lili.
“widih… oke juga kamu nis, senggol dong..” ucap lisa menggoda nisa. sambil mengukir senyuman di bibirnya.
“benar. kali ini, Kamu harus ngajarin kita bahasa inggris..” ucap Ros. Nisa pun hanya mengangkat tangannya dengan membentuk symbol o.
{ wih…bisa juga lu, gue kira ngak bisa} goda author
{ pakek goggle translet author PA, }jawab nisa dengan kesal
“ oh, you undertand speak English nisa ?” Tanya buk asma dengan senyum bangga di bibirnya. Entah apa yang buk asma pikirkan.
“can be a little mam” jawab nisa pelan.
“oh, very good, upgrade..” Kata buk asma lagi
“ok mam”
Mata semuanya pun mengarah kepada nisa, mereka pasti berpikir bahwa nisa sangat hebat dalam bahasa inggris, padahal pakek goggle translate.
Tanpa memperduli pandangan orang2 dikelasnya, mereka melanjutkan pelajaran dengan hening, entah apa yang mereka pikirkan.
Tak lama, bel ganti pelajaran pun berbunyi. Sebelum buk asma keluar, terlebih dahulu ia memberikan tugas kepada para siswa dan siswinya. Setelah itu, buk asma pun keluar.
Kali ini, mata pelajaran mereka adalah TIK. Wajarlah, sekolah mereka belum memberikan fasilitas untuk belajar tik, jadi mereka hanya mempelajari teori saja. Kali ini guru yang masuk adalah buk emelia sebagai guru tik mereka. Sambilan menunggu guru masuk, lilis, lisa dan Ros kembali menyerbu nisa dengan berbagai pertanyaan.
“nis, aku heran, Kamarin-kemarin kemampuan otak kita sama saja, tapi kenapa sekarang kamu sangat ahli.? Apa karena kelamaan di wc ya, jadi dapat ilham gitu..?” Tanya lisa dengan bodohnya. Ngak habis pikir, dapat ilham kok di wc sih. Mereka rekekeh.
“kamu yang benar saja sa, masak nisa dapat ilham di wc sih. Ngaur kamu..!” ledek Ros.
“ya, barang kali seperti itu, kan tidak ada yang tau, entah nisa kesambet bidadari jenius atau dapat durian runtuh, kan tidak ada yang tau..” ujar lisa lagi.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
wk...wk..wk...kesambet bibadari jiwa...
2024-01-26
0
Bu Neng
🤣🤣🤣
2023-10-19
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
kerasukan jin pinter😭
2023-08-08
0