18. membuat ikan asin

kita lanjutkan lagi ya gengs...🥰🥰

***

tak lama mereka pun sampai di pondok kecil itu dan mereka akan bermalam di sana juga.

setelah mereka sampai, Nisa pun langsung mengatakan pada ayahnya untuk melihat bubuk itu apakah sudah ada ikannya atau tidak.

"bapak jadi melihat bubu itu kan ?." tanya Nisa pada ayahnya.

"Iya bapak akan coba melihatnya mudah-mudahan ada isinya ya dan tidak merugikan tenaga hehehe."ujar Pak Juna, jujur saja ia masih merasa ragu dengan apa yang sudah ditemukan oleh putrinya.

walaupun ia sudah pernah melihat hasil tangkapannya namun dia belum yakin karena dia belum pernah memegangnya atau mencoba melakukannya.

"pasti ada lah Pak, jangan lupa bapak bawa keranjang, nanti nyesel loh..."ujar Nisa memperingati ayahnya. Namun sepertinya ayahnya enggan untuk membawa keranjang itu, namun akhirnya tetap ia bawa juga. setelah itu pun ia berangkat untuk melihat buku itu.

***

sesampainya di sana Pak Juna langsung menghampiri tempat di mana Bubu itu dipasang, setelah melihat apungannya, Pak Juna pun langsung mengangkat bubu itu.

awalnya ia tidak merasa heran dan tidak merasakan apa-apa karena ia berada di dalam air, jadi tidak terasa berat. Ia pun menariknya Lagi Dan Lagi sampai akhirnya bubu itu muncul di permukaan.

Pak Juna memasang 5 bubuk masing-masing di tempat yang berbeda.

bubuk yang pertama diambil itu, cukup membuat Pak Juna terkejut-kejut karena memang bubuk itu penuh dengan ikan karang dan bahkan ukurannya jumbo.

"wah...." takjup pak Juna.

di bubu itu juga ada kepiting laut yang tentu saja harganya cukup mahal jika di perjual belikan.

Pak Juna menggelengkan kepalanya tak percaya, ternyata temuan anaknya itu cukup menghebohkan dan juga menyenangkan.

"Aduh Ternyata banyak sekali untung bawa keranjang kalau seandainya menolak untuk membawanya Bagaimana cara membawanya nanti. sungguh rezeki yang tidak disangka-sangka.." Ucap pak Juna dengan girang dan bahagia. karena seumur-umur ia baru mendapat tangkapan yang seperti ini.

Pak Juna dengan segera memindahkan ikan-ikan itu ke dalam keranjang, setelah itu langsung memeriksa bubuk yang lain. dan ternyata hasilnya juga sama dengan bubuk pertama dan tentu saja Pak Juna sangat girang dan ceria.

Setelah semua aktivitasnya selesai dia kembali lagi ke pondok dengan senyum yang tidak luntur dari bibirnya.

"hah..!!ternyata bapak dapat banyak, untung bapak membawa keranjang, sesuai dengan usulan kamu kalau tidak Bagaimana caranya bapak akan mengangkutnya nanti..."Ucap pak Juna kepada Nisa. sementara Nisa hanya memberikan senyum termanis untuk ayahnya itu.

"itulah pak Kalau seandainya Nisa bilang Begitu maka bapak harus ikuti sekarang terbuktikan. bapak masih ragu sama Nisa.?"tanya Nisa pada Pak Juna Pak Juna pun hanya mampu cengengesan dan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal itu.

"baiklah baiklah bapak pasti akan selalu mendengarkannya." Ucap pak Juna sambil menatap sayang putrinya.

tak lama Ibu Nita pun datang dengan tergopoh-gopoh dan ia cukup terkejut melihat banyaknya tangkapan ikan yang dibawa oleh Pak Juna. Bu Nita pun mendekat dan memegang ikan itu tidak percaya seumur-umur Ia baru melihat ikan yang sebesar ini bahkan untuk mendapatkannya pun tidak sesulit yang biasanya.

"Masya Allah pak ini besar-besar sekali, ini ikannya mau diapain mau dibikin ikan salai atau bagaimana nak ?"tanya Bu Nita kepada Nisa.

Nisa pun langsung mengangkat kepalanya dan mengarahkan pandangannya kepada Ibu Nita.

Ibu ingin bagaimana ? Di salaikah atau yang lain. kalau mau disalai bagi dua aja ya Bu soalnya Nisa juga mau bikin ikan asin." ucapnya pada ibunya Ibu Nita pun mengganggu tanda mengerti.

"baiklah ikannya kita bagi 3 saja satu untuk disalai satu lagi untuk ikan asin dan yang satunya lagi untuk makan kita hari ini." ucap Ibu Nita dan langsung memisahkan ikan-ikan itu. tentu saja yang akan dibikin ikan hari ini adalah kepiting laut yang harga jualnya itu sangat mehong alias mahal.

setelah itu pun masing-masing dari mereka mengerjakan apa yang sudah menjadi bagian mereka. Ibu Nita memasak ikan dan juga ikan salai sementara Nisa Ia membuat ikan asin.

tapi, sebelum membuat ikan asin, ia mengambil air laut terlebih dahulu. karena media untuk membuat ikan asin adalah garam, sementara garam di sana dan garam yang mereka bawa tidak cukup untuk membuat ikan asin.

"pak buk. Nisa pergi ngangkut air laut sebentar ya." izinnya.

Ia pun mengangkut 2 jerigen air laut dan dibantu oleh ayahnya. setelah dapat air itu, Nisa diamkan terlebih dahulu agar bisa melarutkan pasir-pasir yang bercampur dengan air laut itu.

setelah dirasa cukup Nisa mulai memasukkan ikan-ikan mentah itu ke dalam air laut untuk direndam selama semalaman sebelum akhirnya dijemur dan menjadi ikan asin.

****

tiga hari telah berlalu nisa dan kedua orang tuanya masih setia dengan aktivitas yang biasa mereka lakukan setiap hari, sementara ikan-ikan itu sudah mulai menumpuk dan banyak.

"nak bapak kepikiran untuk pulang terlebih dahulu dan menjualnya apakah tidak apa bapak meninggalkanmu dan ibu di sini ,?"tanya Pak Juna kepada putrinya, dan tentu saja mereka tidak keberatan karena daerah itu cukup aman dari segala macam bahaya.

"tidak apa-apa bapak pulang saja dulu dan jual ikan-ikan ini, sambil menunggu bapak pun kami akan mencari ikan lagi..." ucap Nisa penuh pengertian Begitu juga dengan ibu Nita. akhirnya dengan kesepakatan bersama Pak Juna pun pulang untuk menjual ikan salai dan ikan asin.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Septi Verawati

Septi Verawati

uhui ikannya banyak 🐟🐟🐟🐠🐠🦀🦀🦐🦐🦞🦞🦞

2022-09-28

1

lihat semua
Episodes
1 1 awal mula
2 2. memulai kehidupan kedua
3 3. belajar
4 4.mengunjungi perpustakaan
5 5. membersihkan pekarangan rumah
6 6. mencari obat untuk ibu
7 7. berjualan sayur
8 8. insiden di perpustakaan
9 9.
10 10. hasil uji coba
11 11.Diantar Aska pulang
12 12.clasmeting
13 13. meracik masker dari buah strawberry
14 14.berdebat
15 15. pengakuan Aska
16 16. POV Aska
17 17. pergi keladang
18 18. membuat ikan asin
19 19. kedatangan kakek dan nenek
20 20. rencana membeli alat elektronik
21 21. jalan-jalan ke kota
22 22. perampokan hotel
23 23. aksi penyelamatan
24 24. ke khawatir Nisa
25 25. membeli motor
26 26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27 27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28 28. di tembak aska
29 29. seleksi
30 30. melawan Siska
31 31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32 32. nenek jam sakit
33 33. jadian
34 34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35 35. hari kompetisi
36 36. pergi tanpa kabar
37 37. rencana liburan semester
38 38. mengunjungi tempat Mbak nur
39 39. usaha baru
40 40. insiden kecil
41 41. kembali dari berlibur
42 42. nasehat seorang sahabat
43 season 1 tamat.
44 44. S2 masuk universitas
45 45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46 46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47 47. S2 kejadian di kosan
48 48. bertemu masa lalu
49 49. jalan jalan ke negara ginseng
50 50. si mantan nelpon
51 51. ajakan Aditya
52 52. penolakan secara halus
53 53. liburan kuliah
54 54. jadi dokter dadakan
55 55. usaha Aditya
56 56. kabar yang mengejutkan
57 57. mendapat kabar peri merah
58 58. beraksi
59 59. kebenaran tentang Nisa
60 60. dijemput
61 61. pinangan formalitas
62 62. kedatangan
63 63. rencana kedepannya
64 64. Aska kembali
65 65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66 66. kita tidak dekat
67 67. para mantan
68 68. ngak tau judul
69 69. anak angkat
70 70. paket komplit
71 71. data perusahaan di Serang
72 72. gadis perundung
73 73. Aditya kecelakaan
74 74. masa lalu tuan Anwar
75 75. mengunjungi Aditya
76 76. belum cerita
77 77. mengejar orang yang tidak dikenal
78 78. bertemu dedi
79 79. si mantan ketos
80 80. makanan keramat
81 pengumuman
82 81. adik-kakak
83 82. membantu penyelidikan
84 83. rapat direksi
85 84. pemimpin sementara
86 85. peringatan leon
87 86. kemarahan tuan Anwar
88 87. hilang ingatan
89 88. kecewanya seorang kakak
90 89. merasa hampa
91 90. bertemu mantan
92 91. nyonya Humaira khawatir
93 92. pemutusan pertunangan
94 93. panasin Aditya
95 94. cemburu
96 95. kecupan singkat
97 96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98 97. begal lagi
99 98. di sidak
100 99. sarapan bersama
101 100. persiapan pindah
102 101. Ramayana
103 102. laporan
104 103. bertemu rival
105 104. jual mahal
106 105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107 106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108 107. telah ingat sepenuhnya
109 108. niat baik
110 109. persiapan
111 110. kembali ke kota x ( tamat)
Episodes

Updated 111 Episodes

1
1 awal mula
2
2. memulai kehidupan kedua
3
3. belajar
4
4.mengunjungi perpustakaan
5
5. membersihkan pekarangan rumah
6
6. mencari obat untuk ibu
7
7. berjualan sayur
8
8. insiden di perpustakaan
9
9.
10
10. hasil uji coba
11
11.Diantar Aska pulang
12
12.clasmeting
13
13. meracik masker dari buah strawberry
14
14.berdebat
15
15. pengakuan Aska
16
16. POV Aska
17
17. pergi keladang
18
18. membuat ikan asin
19
19. kedatangan kakek dan nenek
20
20. rencana membeli alat elektronik
21
21. jalan-jalan ke kota
22
22. perampokan hotel
23
23. aksi penyelamatan
24
24. ke khawatir Nisa
25
25. membeli motor
26
26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27
27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28
28. di tembak aska
29
29. seleksi
30
30. melawan Siska
31
31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32
32. nenek jam sakit
33
33. jadian
34
34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35
35. hari kompetisi
36
36. pergi tanpa kabar
37
37. rencana liburan semester
38
38. mengunjungi tempat Mbak nur
39
39. usaha baru
40
40. insiden kecil
41
41. kembali dari berlibur
42
42. nasehat seorang sahabat
43
season 1 tamat.
44
44. S2 masuk universitas
45
45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46
46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47
47. S2 kejadian di kosan
48
48. bertemu masa lalu
49
49. jalan jalan ke negara ginseng
50
50. si mantan nelpon
51
51. ajakan Aditya
52
52. penolakan secara halus
53
53. liburan kuliah
54
54. jadi dokter dadakan
55
55. usaha Aditya
56
56. kabar yang mengejutkan
57
57. mendapat kabar peri merah
58
58. beraksi
59
59. kebenaran tentang Nisa
60
60. dijemput
61
61. pinangan formalitas
62
62. kedatangan
63
63. rencana kedepannya
64
64. Aska kembali
65
65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66
66. kita tidak dekat
67
67. para mantan
68
68. ngak tau judul
69
69. anak angkat
70
70. paket komplit
71
71. data perusahaan di Serang
72
72. gadis perundung
73
73. Aditya kecelakaan
74
74. masa lalu tuan Anwar
75
75. mengunjungi Aditya
76
76. belum cerita
77
77. mengejar orang yang tidak dikenal
78
78. bertemu dedi
79
79. si mantan ketos
80
80. makanan keramat
81
pengumuman
82
81. adik-kakak
83
82. membantu penyelidikan
84
83. rapat direksi
85
84. pemimpin sementara
86
85. peringatan leon
87
86. kemarahan tuan Anwar
88
87. hilang ingatan
89
88. kecewanya seorang kakak
90
89. merasa hampa
91
90. bertemu mantan
92
91. nyonya Humaira khawatir
93
92. pemutusan pertunangan
94
93. panasin Aditya
95
94. cemburu
96
95. kecupan singkat
97
96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98
97. begal lagi
99
98. di sidak
100
99. sarapan bersama
101
100. persiapan pindah
102
101. Ramayana
103
102. laporan
104
103. bertemu rival
105
104. jual mahal
106
105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107
106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108
107. telah ingat sepenuhnya
109
108. niat baik
110
109. persiapan
111
110. kembali ke kota x ( tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!