kita lanjutkan lagi ya gengs...🥰🥰
***
tak lama mereka pun sampai di pondok kecil itu dan mereka akan bermalam di sana juga.
setelah mereka sampai, Nisa pun langsung mengatakan pada ayahnya untuk melihat bubuk itu apakah sudah ada ikannya atau tidak.
"bapak jadi melihat bubu itu kan ?." tanya Nisa pada ayahnya.
"Iya bapak akan coba melihatnya mudah-mudahan ada isinya ya dan tidak merugikan tenaga hehehe."ujar Pak Juna, jujur saja ia masih merasa ragu dengan apa yang sudah ditemukan oleh putrinya.
walaupun ia sudah pernah melihat hasil tangkapannya namun dia belum yakin karena dia belum pernah memegangnya atau mencoba melakukannya.
"pasti ada lah Pak, jangan lupa bapak bawa keranjang, nanti nyesel loh..."ujar Nisa memperingati ayahnya. Namun sepertinya ayahnya enggan untuk membawa keranjang itu, namun akhirnya tetap ia bawa juga. setelah itu pun ia berangkat untuk melihat buku itu.
***
sesampainya di sana Pak Juna langsung menghampiri tempat di mana Bubu itu dipasang, setelah melihat apungannya, Pak Juna pun langsung mengangkat bubu itu.
awalnya ia tidak merasa heran dan tidak merasakan apa-apa karena ia berada di dalam air, jadi tidak terasa berat. Ia pun menariknya Lagi Dan Lagi sampai akhirnya bubu itu muncul di permukaan.
Pak Juna memasang 5 bubuk masing-masing di tempat yang berbeda.
bubuk yang pertama diambil itu, cukup membuat Pak Juna terkejut-kejut karena memang bubuk itu penuh dengan ikan karang dan bahkan ukurannya jumbo.
"wah...." takjup pak Juna.
di bubu itu juga ada kepiting laut yang tentu saja harganya cukup mahal jika di perjual belikan.
Pak Juna menggelengkan kepalanya tak percaya, ternyata temuan anaknya itu cukup menghebohkan dan juga menyenangkan.
"Aduh Ternyata banyak sekali untung bawa keranjang kalau seandainya menolak untuk membawanya Bagaimana cara membawanya nanti. sungguh rezeki yang tidak disangka-sangka.." Ucap pak Juna dengan girang dan bahagia. karena seumur-umur ia baru mendapat tangkapan yang seperti ini.
Pak Juna dengan segera memindahkan ikan-ikan itu ke dalam keranjang, setelah itu langsung memeriksa bubuk yang lain. dan ternyata hasilnya juga sama dengan bubuk pertama dan tentu saja Pak Juna sangat girang dan ceria.
Setelah semua aktivitasnya selesai dia kembali lagi ke pondok dengan senyum yang tidak luntur dari bibirnya.
"hah..!!ternyata bapak dapat banyak, untung bapak membawa keranjang, sesuai dengan usulan kamu kalau tidak Bagaimana caranya bapak akan mengangkutnya nanti..."Ucap pak Juna kepada Nisa. sementara Nisa hanya memberikan senyum termanis untuk ayahnya itu.
"itulah pak Kalau seandainya Nisa bilang Begitu maka bapak harus ikuti sekarang terbuktikan. bapak masih ragu sama Nisa.?"tanya Nisa pada Pak Juna Pak Juna pun hanya mampu cengengesan dan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal itu.
"baiklah baiklah bapak pasti akan selalu mendengarkannya." Ucap pak Juna sambil menatap sayang putrinya.
tak lama Ibu Nita pun datang dengan tergopoh-gopoh dan ia cukup terkejut melihat banyaknya tangkapan ikan yang dibawa oleh Pak Juna. Bu Nita pun mendekat dan memegang ikan itu tidak percaya seumur-umur Ia baru melihat ikan yang sebesar ini bahkan untuk mendapatkannya pun tidak sesulit yang biasanya.
"Masya Allah pak ini besar-besar sekali, ini ikannya mau diapain mau dibikin ikan salai atau bagaimana nak ?"tanya Bu Nita kepada Nisa.
Nisa pun langsung mengangkat kepalanya dan mengarahkan pandangannya kepada Ibu Nita.
Ibu ingin bagaimana ? Di salaikah atau yang lain. kalau mau disalai bagi dua aja ya Bu soalnya Nisa juga mau bikin ikan asin." ucapnya pada ibunya Ibu Nita pun mengganggu tanda mengerti.
"baiklah ikannya kita bagi 3 saja satu untuk disalai satu lagi untuk ikan asin dan yang satunya lagi untuk makan kita hari ini." ucap Ibu Nita dan langsung memisahkan ikan-ikan itu. tentu saja yang akan dibikin ikan hari ini adalah kepiting laut yang harga jualnya itu sangat mehong alias mahal.
setelah itu pun masing-masing dari mereka mengerjakan apa yang sudah menjadi bagian mereka. Ibu Nita memasak ikan dan juga ikan salai sementara Nisa Ia membuat ikan asin.
tapi, sebelum membuat ikan asin, ia mengambil air laut terlebih dahulu. karena media untuk membuat ikan asin adalah garam, sementara garam di sana dan garam yang mereka bawa tidak cukup untuk membuat ikan asin.
"pak buk. Nisa pergi ngangkut air laut sebentar ya." izinnya.
Ia pun mengangkut 2 jerigen air laut dan dibantu oleh ayahnya. setelah dapat air itu, Nisa diamkan terlebih dahulu agar bisa melarutkan pasir-pasir yang bercampur dengan air laut itu.
setelah dirasa cukup Nisa mulai memasukkan ikan-ikan mentah itu ke dalam air laut untuk direndam selama semalaman sebelum akhirnya dijemur dan menjadi ikan asin.
****
tiga hari telah berlalu nisa dan kedua orang tuanya masih setia dengan aktivitas yang biasa mereka lakukan setiap hari, sementara ikan-ikan itu sudah mulai menumpuk dan banyak.
"nak bapak kepikiran untuk pulang terlebih dahulu dan menjualnya apakah tidak apa bapak meninggalkanmu dan ibu di sini ,?"tanya Pak Juna kepada putrinya, dan tentu saja mereka tidak keberatan karena daerah itu cukup aman dari segala macam bahaya.
"tidak apa-apa bapak pulang saja dulu dan jual ikan-ikan ini, sambil menunggu bapak pun kami akan mencari ikan lagi..." ucap Nisa penuh pengertian Begitu juga dengan ibu Nita. akhirnya dengan kesepakatan bersama Pak Juna pun pulang untuk menjual ikan salai dan ikan asin.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Septi Verawati
uhui ikannya banyak 🐟🐟🐟🐠🐠🦀🦀🦐🦐🦞🦞🦞
2022-09-28
1