Dedi dan Aska masih terus berdebat di depan Nisa, namun Nisa hanya diam dan melihat mereka berdebat tanpa ada niat menengahi.
“kalau begitu, kita duel aja, siapa yang menang dia yang ngantar nisa..” tantang dedi.
“ok..siapa takut..” ucap aska. Dedi dan aska pun bangkit dan menuju lapangan basket. Nisa yang mendengar itu pun langsung menyusul mereka di lapangan basket, ia tidak sempat mencegah mereka tadi ia asik menonton perdebatan mereka.
Dilapangan basket. Dedi dan aska bediri dan saling berhadapan satu sama lain. Mereka sama-sama menatap tajam kepada lawannya. Saat itu juga dedi akan melayangkan tinjunya, namun tiba-tiba nisa berteriak menghentikan mereka.
“berhenti..!!” teriaknya. Tangan dedi pun langsung melayang bergantungan di udara. Nisa langsung menarik tangan dedi itu.
“kalian sudah gila ya. Mau bertengkar hanya gara-gara masalah sepele.!! Ingat kalian itu sudah besar, bukan anak kecil lagi..!!” teriaknya.
“ngak usah ikut campur deh nis. Ini urusan aku dengannya..” ujar dedi dengan sombongnya. Nisa beralih menatap tajan kearah dedi.
“apa kamu bilang, ngak usah ikut campur.. sekarang aku Tanya kalau gitu. Untuk apa kalian melakukan hal itu, apa gunanya buat kalian..?” Tanya nisa. kemudian nisa beralih menatap aska.
“apa ini kak..!! jangan hanya karena masalah sepele, kamu mau menerima tantangannya. Jangan bodoh jadi orang..!!” seru nisa dengan menggebu-gebu. Saat nisa berteriak padanya, aska malah tersenyum. Entah apa yang ia fikirkan.
[ ternyata dia cukup manis kalau sedang melotot seperti ini..] batin aska sambil menatap nisa, dan ia tidak sadar senum itu terbit di bibirnya.
“kamu kok malah senyum..” ucap nisa heran. “ kamu ngak lagi sakit kan..?” Tanya nisa lagi. Nisa menempelkan punggung telapak tangannya di kening aska dan meraskan suhu tubuhnya.
Dan itu sukses membuat hati dedi panas dan terbakar hingga ia tidak sadar melayangkan bokemnya di pipi aska.
Buk… suara tonjokan dari dedi. Nisa jadi terkejut, sementar Aska terhuyung kebelakang, matanya jadi berkunang-kunang Karena tidak siap menerima pukulan itu. melihat hal itu, Nisa berbalik dan melotot kearah dedi.
“apa yang kamu lakukan..!! kamu benar-benar tidak waras..!!” marah nisa. nisa kembali menghampiri aska yang terduduk akibat pukulan dedi dan membantunya unutk berdiri.
“kamu ngak papa kan..?” Tanya nisa, sementar bibirnya sudah mengeluarkan darah segar.
“aku ngak papa.., aku antar kamu pulang ya..” ucapnya di selah-selah sakitnya. Etah apa yang aska pikirkan, bisa-bisanya ia masih menawarkan diri untuk di antar pulang olehnya.
“ngak usah, kamu pulang dan istirhat saja..” ucap nisa masih terus memapanya. Ia kembali melayangkan tatapannya pada dedi.
“sebaiknya kamu juga pulang. Tenangkan pikiran kamu, dan ini yang terakhir kamu membuat masalah..” ucap nisa dengan datar.
Sementar wajah dedi terlihat seperti menyesal telah memukul aska hanya karena cemburu.
[apa yang sudah aku lakukan..] bati dedi, ketika nisa dan rombongannya sudah menjauh.
Ia menatap tangan yang tega memukul aska hanya karena melihatnya tersenyum kearah nisa. teman-teman dedi dan siska pun segera mendekat, sejak tadi mereka hanya menjadi penonton.
Namun berbeda dengan siska, walau pun ia hanya diam, namun dalam hatinya sedang mengebu-gebu, ia menatap tajam kearah nisa.
[lihat saja nisa, aku akan memberimu pelajaran kembali. Sepertinya pelaran yang kamu dapat kemarin itu kurang] batin siska sambil melihat nisa dan rombonganya menjauh.
Ia kemudian melihat kearah si ketos itu. ia melihat wajah penyesalan dan tak bersemangat itu.
[apa-apaan wajah itu, jangan bilang dia sudah mulai menyukai nisa..?] lanjutnya lagi. Ia pun mendekat kearah mereka.
“kak ngak papa kan..?” Tanya siska dengan penuh perhatian. Namun tidak di gubris oleh mereka, mereka malah meninggalkan siska dan teman-temannya disana.
***
Di parkiran sekolah
Terlihat segerombolan siswa siswi sedang berada di parkiran sekolah. Terlihat seorang wanita yang berusaha untuk menolak ajakan pria itu untuk mengantarnya pulang. Siapa lagi kalau bukan aska dan nisa.
“aku antar aja ya.. ini sudah ngak papa kok..” ucap aska dengan ekspresi membujuk.
“ngak usah kak. Kakak pulang aja dan istirahat di rumah. Lain kali, jangan menuruti keinginan si ketos itu kalau tidak mau seperti ini. Atau tidak, aku yang akan membuat kalian babak belur.” Ucap nisa mengancam.
“eh.. yaudah deh. Aku ikut aja. Tapi jangan jauh dari ku ya..??” ucap aska lagi. Nisa memutar bola matanya jengah.
“terserah aku lah. Mau dekat atau jauh, itu tergantung orangnya..” ucap nisa dengan serius. Aska menatap nisa.
“baiklah. Sekarang coba kamu cerita sama aku, apa yang harus aku lakukan supaya kamu ngak jauh dari aku..?” Tanya aska. Nisa menatap aska heran.
“maksud kamu kak..?” Tanya nisa.
“maksud aku, aku suka sama kamu. Dan aku ngak mau kamu menjauhi ku..” pengakuan spontan itu membuat nisa terkejut begitu juga dengan yang lainnya.
“what..!! aska menyukai nisa.. !! kita dukung ya hubungan mereka, biar nisa lepas dari si ketos itu..” bisik lilis dengan kedua temannya yang lain.
“ya.. iya . aku juga setuju..” ucap keduanya mereka pun melirik kearah nisa dan aska lagi.
"setujuh aja Nia. biar kamu bisa bebas dari Dedi. biar ada yang jagain..." ucap mereka. Nisa menoleh kearah mereka. dan memanyunkan bibirnya.
"enak aja kalian kalau ngomong. sembarang..." ucap Nisa sambil melihat kearah teman-teman luctnatnya itu. mereka pun terkekeh.
"jangan lah cemberut, kita senang kalau kamu ada yang jagain..." ucap Ros. Nisa tidak menaggapi ucapan kawan kawan nya lagi.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
enakkan ada tontonan gratiss😭😭
2023-08-09
0
Septi Verawati
weh ada yang nembak nih 😁😁😁😁😜😜😜
2022-09-28
5