pagi itu, terlihat kedua sahabat yang masih berdebat satu sama lai.
“ya udah yuk, jalan..” ucap ros lagi. Merekapun langsung melanjutkan perjalanan mereka bersama dengan yang lain menuju sekolah.
Akhirnya setelah perjalanan jauh mereka pun sampai di sekolah. Tak lama, bel pun berbunyi menandakan waktunya apel pagi. Semua siswa dan siswi pun berkumpul membentuk beberapa barisan agar rapi. Setelah itu, Pembina apel pagi pun menyampaikan beberapa patah kata.
“anak-anak, hari ini kita akan melaksanakan class meeting. Jadi bapak harap semuanya dapat ikut berpartisipasi dalam acara ini untuk membangun kebersamaan kita. Kita akan mengadakan beberapa lomba, dengan di panitiai oleh pengurus OSIS. Jadi disini nanti akan dilombakan berupa, lomba voly, melukis atau menggambar, menyanyi kalau ada yang berbakat silahkan daftar. Kemudian, tarik tambang, makan kerupuk dan pacu karung.” Ujar Pembina apel pagi.
“jadi, untuk yang ikut, silahkan nanti lapor sama ketua kelasnya, atau nanti ketua kelasnya cari kandidatnya. Mungkin hanya itu yang bisa bapak sampaikan, semoga acara kita ini berjalan dengan lancar. Selamat pagi.” Setelah mengatakan hal itu, Pembina pun langsung undur diri dan barisan tidak segera di bubarkan, namun ketua kelasnya mulai mendata siswa yang mau ikut lomba.
Sementara kelas XII IPS 1. Ketua kelasnya adalah joshi. Ia mulai mendata teman-temannya yang ingin mendaftar. Sekian banyak yang ikut, mereka hanya mengikuti lomba volley, tarik tambang, makan kerupuk, dan juga pacu karung. Tidak ada yang berani mendaftar menyanyi dan menggambar. Tak Lama setelah ini pertandingan pun dimulai. Kegiatan ini adalah pertandingan main bola voly lawan antar kelas.
“nis, kamu ikut perlombaan menyanyi dan melukis ya, biar nanti aku daftarin nama kamu.. semuanya sudah pada dapat, tinggal kamu aja lagi.” ucap jhos, selaku ketua kelas XII IPS 1.
“eh.. ngak deh jo, aku ngak bisa, malas mikir hehe..” jawab nisa sambil cengengesan.
“yakin. .ngak masuk aja deh, menang kalah itu urusan belakang. Kelas kita ngak ada yang mau daftar.” Ujarnya lagi. sambil mengedip-ngedipkan matanya pada nisa.
“yakinlah, da sana, jangan mangijok-ngijok, ngak mempan..” ucap nisa sambil mendorong jos menjauh darinya.
“ayolah nis..” bujuknya. karena jhos tidak menyerah membujuk nya. akhirnya Nisa mengalah dan ikut berpartisipasi.
“ok lah kalau begitu jos. Tapi bisa gak, ikuti lomba lebih dari satu..?” Tanya nisa. joshi mengalihkan pandangannya melihat kearah nisa.
“boleh, asalkan kamu mampu dan jadwalnya tidak bentrok.” Ungkap joshi. “jadi, fiks ya, dua-duanya.” Ucap jos..
“ok, terserah deh..” ungkapnya. Joshi langsung menganggukkan kepalanya dan menulis nama nisa. dan kebetulan, hari ini adalah lomba menggambar dan juga main volley. Biasanya lomba menggambar ini sistemnya acak dan bukan sistem eliminasi, jadi ngak pakek gren final.
“kalau begitu kamu ikut aku, hari ini adalah lomba menggambar.” Ungkap jhosi langsung menarik tangan nisa dan membawanya ke area lombah. Ternyata, ada satu mata yang melihat interaksi mereka dengan ekspresi dingin, siapa lagi kalau bukan si ketos dedy. Ia melihat mereka dengan tidak suka, entah apa yang terjadi. Joshi dan nisa pun sampai, dan langsung melapor pada panitia pelaksana. Setelah itu, nisa dikasih alat gambar dengan tema di tentukan sendiri.
[ banyak banget yang deketin.!! Huh.. apa aku benar-benar cemburu ya,!, tapi masak sih !. Aku juga ngak rela, dia dekat-dekat sama cowok lain. Ah..!! mungkin Cuma perasaan ku saja, sudahlah] batinnya.
Setelah itu, nisa mengambil posisi atau tempat duduk di paling pojok. Ia mulai mencoret kertas putih itu dengan pelan dan telaten. Ia membuat gambar dengan tema, mentari di ufuk timur.
Ia mulai mencoret di setiap coretannya, mengandung makna tersendiri. Setelah cukup lama berfokus, akhirnya gambarnya selesai, tepat pada habisnya batas waktu yang di tetapkan. Setelah itu, para juri mulai menilai gambar-gambar hasil karya anak didik mereka. Satu persatu, para siswa di panggil masuk untuk menjelaskan makna dalam gambar mereka, dan Sampai akhirnya mereka memanggil nisa untuk menemui mereka.
“nisa, kamu menggambar dengan tema mentari di ufuk timur. Kira-kira, apa makna tema dan gambar kamu tersebut.?” Tanya juri pertama. Hedeh.. sudah seperti wawancara kerja saja.
“tema itu, berbicara tentang diriku, yang harus bergegas ke sekolah untuk menunut ilmu dengan sepenuh hati, guna mencapai cita-cita ku dan demi masa depan yang lebih baik.” Jelas nisa. para juri yang mendengar ungkapan medalam itu pun menganggukkan kepalanya, tanda mengerti.
“baiklah. Sekarang , kamu boleh keluar.” Ucap salah satu juri lagi.
(cuma nanya itu doang. kupikir sampai ke akar-akarnya. ) batin nya.
“baik bu…” nisa pun keluar dari ruangan itu, dan bergabung kembali dengan teman sekelasnya.
“bagaimana nis, apa yang di sampaikan padamu..?” Tanya nelpi dengan kepo. Aku pun duduk dan menghadap di depan lapangan, yang mana sedang melangsungkan pertandingan bola volley.
“tidak ada, mereka hanya bertanya tentang tema gambar yang aku buat.” Ucap nisa.
“ooo… terus, kamu jawab apa..?” tanyanya lagi.
“ya, aku jawab saja sesuai adanya.” Ucap nisa acuh. “ sudahlah jangan bertanya lagi. Kepalaku jadi pusing, mending menonton volley saja.” Ucap nisa lagi mengalihkan pembicaaraan.
“hais… namanya juga kepo buk..” ucap nelpi. Tak lama, ros, joshi dan yang lainnya pun bergabung bersama kami.
“gimana nis..? sukses..?” Tanya jhosi. Tak lama, ketiga teman nisa pun datang dengan menanyakan hal yang sama juga. Namun, Nisa malas merespon ia hanya mengangkat kedua bahunya saja, joshi dan yang lainnya pun paham.
“kita lihat saja hasilnya nanti..” ucap nisa. mereka semua pun langsung focus ke permainan volley. Permainan itu pun dimenangkan oleh kelas XII IPA 3. Setelah permainan itu selesai. Lonceng pulang pun berbunyi, para murid pun membubarkan diri. semua pun langsung pulang. Saat nisa dan rombongannya sedang berjalan pulang. Tiba-iba ada yang menarik tangan nisa dari arah belakang dengan kuat, sehingga membuatnya menabrak dada bidang orang itu. nisa pun terkejut.
“aduh..” ucapnya. nisa pun mengangkat kepalanya dan melihat siapa orang yang sudah menarik tangannya itu. “kamu..!!” seru nisa.
“aku ingin bicara empat mata sama kamu..” ucap orang itu, dan tentunya adalah si ketua OSIS dedy.
“aish… aku ngak mau, lepasin…” ucap nisa, sambil memberontak berusaha melepaskan genggaman tangan itu. namun ia dan si ketos kalah kuat, sehingga mau tidak mau, nisa pun menurut.
“katakana ! kamu mau ngomong apa ! buruan, nanti aku di tinggl.” Ucap nisa dengan jutek. Dedy pun melihat respon yang tidak biasa dari nisa.
“kamu ternyata sudah berubah ya.. tidak seperti dulu lagi..” ujar dedy. Mendengar ucapan dedy si ketos itu, nisa hanya memutar bola matanya malas.
“kamu Cuma mau ngomong itu doang, ngak penting banget. Buang-buang waktu..” ucap nisa lagi. Dedy pun semakin di buat heran dengan sikapnya itu.
dulu saja, kalau dedy mengajaknya betemu waktu itu, nisa sangat senang dan bahkan membolos dari pelajaran, namun sayangnya, mereka hanya menjadikan taruhan, secepat apa nisa datang kalau di panggil oleh dedy untuk ketemuan. Tapi rasanya sekarang berbeda.
“jadi, sekarang kamu menyerah ngejar aku..?” Tanya dedi lagi.
“idih pede banget ya, mentang-mentang ganteng, berharap banget terus di kejar. Hellow, waktunya bangun dari mimpi indahmu. Jangan terlalu percaya diri dan jangan pernah berharap, orang itu akan selalu mengejar kamu, malu sama kumis..!!” ujar nisa dengan sedikit jengah.
“sudahlah. aku pergi dulu, bahasan kamu itu ngak penting banget. Dan kamu harus tau, aku tidak akan ngejar kamu lagi, jangan terlalu percaya diri. Lagian, masih banyak yang ganteng kok selain kamu..” Ujar nisa, setelah mengatakan hal itu, nisa pun langsung pergi dan berlari, mengejar rombongannya yang sudah jauh meninggalkannya.
Dedy pun masih setia berdiri seperti orang bodoh yang kehilangan akal. Entah kenapa, ia tidak terima mendengar hal itu, di dalam hatinya merasa sesak dan tidak rela, mendengar nisa berhenti mengejarnya.
Ia terus memandangi nisa menjauh sampai akhirnya ia jauh dari jangkauan matanya. Ta lama, dia disadarkan oleh kawannya.
“sudah lihatnya, ia sudah menjauh. Ngapain di liatin lagi, ayo naik kita pulang aku sudah lapar.” Ujar raden.
Sebenarnya arah mereka pulang sama, hanya saja mereka beda desa. Nisa berada di desa jati. Sementara dedi di desa kaca. Desa mereka di pisahkan oleh desa paggui. Sepanjang jalan pun mereka akan melewati lahan-lahan hutan saja, dan tidak ada pemukiman sampai akhirnya tiba di desa mereka. Namun mereka sudah terbiasa melaluinya sehingga tidak ada rasa takut lagi di hati mereka.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
si ketos udah nyesel dia...ha..ha..ha..
2024-01-26
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
mentang2 ganteng bisa semena mena sama orang ya😏
2023-08-09
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
ini bukan wawancara kerja, jadi tanya yg biasa2 aja Nis
2023-08-09
1