12.clasmeting

pagi itu, terlihat kedua sahabat yang masih berdebat satu sama lai.

“ya udah yuk, jalan..” ucap ros lagi. Merekapun langsung melanjutkan perjalanan mereka bersama dengan yang lain  menuju sekolah.

Akhirnya setelah perjalanan jauh mereka pun sampai di sekolah. Tak lama,  bel pun berbunyi menandakan waktunya apel pagi. Semua siswa dan siswi pun berkumpul membentuk beberapa barisan agar rapi. Setelah itu, Pembina apel pagi pun menyampaikan beberapa patah kata.

“anak-anak, hari ini kita akan melaksanakan class meeting. Jadi bapak harap semuanya dapat ikut berpartisipasi dalam acara ini untuk membangun kebersamaan kita. Kita akan mengadakan beberapa lomba, dengan di panitiai oleh pengurus OSIS. Jadi disini nanti akan dilombakan berupa, lomba voly, melukis atau menggambar, menyanyi kalau ada yang berbakat silahkan daftar. Kemudian, tarik tambang, makan kerupuk dan pacu karung.” Ujar Pembina apel pagi.

“jadi, untuk yang ikut, silahkan nanti lapor sama ketua kelasnya, atau nanti ketua kelasnya cari kandidatnya. Mungkin hanya itu yang bisa bapak sampaikan, semoga acara kita ini berjalan dengan lancar. Selamat pagi.” Setelah mengatakan hal itu, Pembina pun langsung undur diri dan barisan tidak segera di bubarkan, namun ketua kelasnya mulai mendata siswa yang mau ikut lomba.

Sementara kelas XII IPS 1. Ketua kelasnya adalah joshi. Ia mulai mendata teman-temannya yang ingin mendaftar. Sekian banyak yang ikut, mereka hanya mengikuti lomba volley, tarik tambang, makan kerupuk, dan juga pacu karung. Tidak ada yang berani mendaftar menyanyi dan menggambar. Tak Lama setelah ini pertandingan pun dimulai. Kegiatan ini adalah pertandingan main bola voly lawan antar kelas.

“nis, kamu ikut  perlombaan menyanyi dan melukis ya, biar nanti aku daftarin nama kamu.. semuanya sudah pada dapat, tinggal kamu aja lagi.” ucap jhos, selaku ketua kelas XII IPS 1.

“eh.. ngak deh jo, aku ngak bisa, malas mikir hehe..” jawab nisa sambil cengengesan.

“yakin. .ngak masuk aja deh, menang kalah itu urusan belakang. Kelas kita ngak ada yang mau daftar.” Ujarnya lagi. sambil mengedip-ngedipkan matanya pada nisa.

“yakinlah, da sana, jangan mangijok-ngijok, ngak mempan..” ucap nisa sambil mendorong jos menjauh darinya.

“ayolah nis..” bujuknya. karena jhos tidak menyerah membujuk nya. akhirnya Nisa mengalah dan ikut berpartisipasi.

“ok lah kalau begitu jos. Tapi bisa gak, ikuti lomba lebih dari satu..?” Tanya nisa. joshi mengalihkan pandangannya melihat kearah nisa.

“boleh, asalkan kamu mampu dan jadwalnya tidak bentrok.” Ungkap joshi. “jadi, fiks ya, dua-duanya.” Ucap jos..

“ok, terserah deh..”  ungkapnya. Joshi langsung menganggukkan kepalanya dan  menulis nama nisa. dan kebetulan, hari ini adalah lomba menggambar dan juga main volley. Biasanya lomba menggambar ini sistemnya acak dan bukan sistem eliminasi, jadi ngak pakek gren final.

“kalau begitu kamu ikut aku, hari ini adalah lomba menggambar.” Ungkap jhosi langsung menarik tangan nisa dan membawanya ke area lombah. Ternyata, ada satu mata yang melihat interaksi mereka dengan ekspresi dingin, siapa lagi kalau bukan si ketos dedy. Ia melihat mereka dengan tidak suka, entah apa yang terjadi. Joshi dan nisa pun sampai, dan langsung melapor pada panitia pelaksana. Setelah itu, nisa dikasih alat gambar dengan tema di tentukan sendiri.

[ banyak banget yang deketin.!! Huh.. apa aku benar-benar cemburu ya,!, tapi masak sih !. Aku juga ngak rela, dia dekat-dekat sama cowok lain. Ah..!! mungkin Cuma perasaan ku saja, sudahlah] batinnya.

Setelah itu, nisa mengambil posisi atau tempat duduk di paling pojok. Ia mulai mencoret kertas putih itu dengan pelan dan telaten. Ia membuat gambar dengan tema, mentari di ufuk timur.

Ia mulai mencoret di setiap coretannya, mengandung makna tersendiri. Setelah cukup lama berfokus, akhirnya gambarnya selesai, tepat pada habisnya batas waktu yang di tetapkan. Setelah itu, para juri mulai menilai gambar-gambar hasil karya anak didik mereka. Satu persatu, para siswa di panggil masuk untuk menjelaskan makna dalam gambar mereka, dan Sampai akhirnya mereka memanggil nisa untuk menemui mereka.

“nisa, kamu menggambar dengan tema mentari di ufuk timur. Kira-kira, apa makna tema dan gambar kamu tersebut.?” Tanya juri pertama. Hedeh.. sudah seperti wawancara kerja saja.

“tema itu, berbicara tentang diriku, yang harus bergegas ke sekolah untuk menunut ilmu dengan sepenuh hati, guna mencapai cita-cita ku dan demi masa depan yang lebih baik.” Jelas nisa. para juri yang mendengar ungkapan medalam itu pun menganggukkan kepalanya, tanda mengerti.

“baiklah. Sekarang , kamu boleh keluar.” Ucap salah satu juri lagi.

(cuma nanya itu doang. kupikir sampai ke akar-akarnya. ) batin nya.

“baik bu…” nisa pun keluar dari ruangan itu, dan bergabung kembali dengan teman sekelasnya.

“bagaimana nis, apa yang di sampaikan padamu..?” Tanya nelpi dengan kepo. Aku pun duduk dan menghadap di depan lapangan, yang mana sedang melangsungkan pertandingan bola volley.

“tidak ada, mereka hanya bertanya tentang tema gambar yang aku buat.” Ucap nisa.

“ooo… terus, kamu jawab apa..?” tanyanya lagi.

“ya, aku jawab saja sesuai adanya.” Ucap nisa acuh. “ sudahlah jangan bertanya lagi. Kepalaku jadi pusing, mending menonton volley saja.” Ucap nisa lagi mengalihkan pembicaaraan.

“hais… namanya juga kepo buk..” ucap nelpi. Tak lama, ros, joshi dan yang lainnya pun bergabung bersama kami.

“gimana nis..? sukses..?” Tanya jhosi. Tak lama, ketiga teman nisa pun datang dengan menanyakan hal yang sama juga. Namun, Nisa malas merespon ia hanya mengangkat kedua bahunya saja, joshi dan yang lainnya pun paham.

“kita lihat saja hasilnya nanti..” ucap nisa. mereka semua pun langsung focus ke permainan volley. Permainan itu pun dimenangkan oleh kelas XII IPA 3. Setelah permainan itu selesai. Lonceng pulang pun berbunyi, para murid pun membubarkan diri. semua pun langsung pulang. Saat nisa dan rombongannya sedang berjalan pulang. Tiba-iba ada yang menarik tangan nisa dari arah belakang dengan kuat, sehingga membuatnya  menabrak dada bidang orang itu. nisa  pun terkejut.

“aduh..” ucapnya. nisa pun mengangkat kepalanya dan melihat siapa orang yang sudah menarik tangannya itu. “kamu..!!” seru nisa.

“aku ingin bicara empat mata sama kamu..” ucap orang itu, dan tentunya adalah si ketua OSIS dedy.

“aish… aku ngak mau, lepasin…” ucap nisa, sambil memberontak berusaha melepaskan genggaman tangan itu. namun ia dan si ketos kalah kuat, sehingga mau tidak mau, nisa pun menurut.

“katakana ! kamu mau ngomong apa ! buruan, nanti aku di tinggl.” Ucap nisa dengan jutek. Dedy pun melihat respon yang tidak biasa dari nisa.

“kamu ternyata sudah berubah ya.. tidak seperti dulu lagi..” ujar dedy. Mendengar ucapan dedy si ketos itu, nisa hanya memutar bola matanya malas.

“kamu Cuma mau ngomong itu doang, ngak penting banget. Buang-buang waktu..” ucap nisa lagi. Dedy pun semakin di buat heran dengan sikapnya itu.

dulu saja, kalau dedy mengajaknya betemu waktu itu, nisa sangat senang dan bahkan membolos dari pelajaran, namun sayangnya, mereka hanya menjadikan taruhan, secepat apa nisa datang kalau di panggil oleh dedy untuk ketemuan. Tapi rasanya sekarang berbeda.

“jadi, sekarang kamu menyerah ngejar aku..?” Tanya dedi lagi.

“idih pede banget ya, mentang-mentang ganteng, berharap banget terus di kejar. Hellow, waktunya bangun dari mimpi indahmu. Jangan terlalu percaya diri dan jangan pernah berharap, orang itu akan selalu mengejar kamu, malu sama kumis..!!” ujar nisa dengan sedikit jengah.

“sudahlah. aku pergi dulu, bahasan kamu itu ngak penting banget. Dan kamu harus tau, aku tidak akan ngejar kamu lagi, jangan terlalu percaya diri. Lagian, masih banyak yang ganteng kok selain kamu..” Ujar nisa, setelah mengatakan hal itu, nisa pun langsung pergi dan berlari, mengejar rombongannya yang sudah jauh meninggalkannya.

Dedy pun masih setia berdiri seperti orang bodoh yang kehilangan akal. Entah kenapa, ia tidak terima mendengar hal itu, di dalam hatinya merasa sesak dan tidak rela, mendengar nisa berhenti mengejarnya.

Ia terus memandangi nisa menjauh sampai akhirnya ia jauh dari jangkauan matanya. Ta lama, dia disadarkan oleh kawannya.

“sudah lihatnya, ia sudah menjauh. Ngapain di liatin lagi, ayo naik kita pulang aku sudah lapar.” Ujar raden.

Sebenarnya arah mereka pulang sama, hanya saja mereka beda desa. Nisa berada di desa jati. Sementara dedi di desa kaca. Desa mereka di pisahkan oleh desa paggui. Sepanjang jalan pun mereka akan melewati lahan-lahan hutan saja, dan tidak ada pemukiman sampai akhirnya tiba di desa mereka. Namun mereka sudah terbiasa melaluinya sehingga tidak ada rasa takut lagi di hati mereka.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

si ketos udah nyesel dia...ha..ha..ha..

2024-01-26

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

mentang2 ganteng bisa semena mena sama orang ya😏

2023-08-09

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

ini bukan wawancara kerja, jadi tanya yg biasa2 aja Nis

2023-08-09

1

lihat semua
Episodes
1 1 awal mula
2 2. memulai kehidupan kedua
3 3. belajar
4 4.mengunjungi perpustakaan
5 5. membersihkan pekarangan rumah
6 6. mencari obat untuk ibu
7 7. berjualan sayur
8 8. insiden di perpustakaan
9 9.
10 10. hasil uji coba
11 11.Diantar Aska pulang
12 12.clasmeting
13 13. meracik masker dari buah strawberry
14 14.berdebat
15 15. pengakuan Aska
16 16. POV Aska
17 17. pergi keladang
18 18. membuat ikan asin
19 19. kedatangan kakek dan nenek
20 20. rencana membeli alat elektronik
21 21. jalan-jalan ke kota
22 22. perampokan hotel
23 23. aksi penyelamatan
24 24. ke khawatir Nisa
25 25. membeli motor
26 26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27 27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28 28. di tembak aska
29 29. seleksi
30 30. melawan Siska
31 31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32 32. nenek jam sakit
33 33. jadian
34 34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35 35. hari kompetisi
36 36. pergi tanpa kabar
37 37. rencana liburan semester
38 38. mengunjungi tempat Mbak nur
39 39. usaha baru
40 40. insiden kecil
41 41. kembali dari berlibur
42 42. nasehat seorang sahabat
43 season 1 tamat.
44 44. S2 masuk universitas
45 45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46 46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47 47. S2 kejadian di kosan
48 48. bertemu masa lalu
49 49. jalan jalan ke negara ginseng
50 50. si mantan nelpon
51 51. ajakan Aditya
52 52. penolakan secara halus
53 53. liburan kuliah
54 54. jadi dokter dadakan
55 55. usaha Aditya
56 56. kabar yang mengejutkan
57 57. mendapat kabar peri merah
58 58. beraksi
59 59. kebenaran tentang Nisa
60 60. dijemput
61 61. pinangan formalitas
62 62. kedatangan
63 63. rencana kedepannya
64 64. Aska kembali
65 65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66 66. kita tidak dekat
67 67. para mantan
68 68. ngak tau judul
69 69. anak angkat
70 70. paket komplit
71 71. data perusahaan di Serang
72 72. gadis perundung
73 73. Aditya kecelakaan
74 74. masa lalu tuan Anwar
75 75. mengunjungi Aditya
76 76. belum cerita
77 77. mengejar orang yang tidak dikenal
78 78. bertemu dedi
79 79. si mantan ketos
80 80. makanan keramat
81 pengumuman
82 81. adik-kakak
83 82. membantu penyelidikan
84 83. rapat direksi
85 84. pemimpin sementara
86 85. peringatan leon
87 86. kemarahan tuan Anwar
88 87. hilang ingatan
89 88. kecewanya seorang kakak
90 89. merasa hampa
91 90. bertemu mantan
92 91. nyonya Humaira khawatir
93 92. pemutusan pertunangan
94 93. panasin Aditya
95 94. cemburu
96 95. kecupan singkat
97 96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98 97. begal lagi
99 98. di sidak
100 99. sarapan bersama
101 100. persiapan pindah
102 101. Ramayana
103 102. laporan
104 103. bertemu rival
105 104. jual mahal
106 105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107 106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108 107. telah ingat sepenuhnya
109 108. niat baik
110 109. persiapan
111 110. kembali ke kota x ( tamat)
Episodes

Updated 111 Episodes

1
1 awal mula
2
2. memulai kehidupan kedua
3
3. belajar
4
4.mengunjungi perpustakaan
5
5. membersihkan pekarangan rumah
6
6. mencari obat untuk ibu
7
7. berjualan sayur
8
8. insiden di perpustakaan
9
9.
10
10. hasil uji coba
11
11.Diantar Aska pulang
12
12.clasmeting
13
13. meracik masker dari buah strawberry
14
14.berdebat
15
15. pengakuan Aska
16
16. POV Aska
17
17. pergi keladang
18
18. membuat ikan asin
19
19. kedatangan kakek dan nenek
20
20. rencana membeli alat elektronik
21
21. jalan-jalan ke kota
22
22. perampokan hotel
23
23. aksi penyelamatan
24
24. ke khawatir Nisa
25
25. membeli motor
26
26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27
27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28
28. di tembak aska
29
29. seleksi
30
30. melawan Siska
31
31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32
32. nenek jam sakit
33
33. jadian
34
34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35
35. hari kompetisi
36
36. pergi tanpa kabar
37
37. rencana liburan semester
38
38. mengunjungi tempat Mbak nur
39
39. usaha baru
40
40. insiden kecil
41
41. kembali dari berlibur
42
42. nasehat seorang sahabat
43
season 1 tamat.
44
44. S2 masuk universitas
45
45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46
46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47
47. S2 kejadian di kosan
48
48. bertemu masa lalu
49
49. jalan jalan ke negara ginseng
50
50. si mantan nelpon
51
51. ajakan Aditya
52
52. penolakan secara halus
53
53. liburan kuliah
54
54. jadi dokter dadakan
55
55. usaha Aditya
56
56. kabar yang mengejutkan
57
57. mendapat kabar peri merah
58
58. beraksi
59
59. kebenaran tentang Nisa
60
60. dijemput
61
61. pinangan formalitas
62
62. kedatangan
63
63. rencana kedepannya
64
64. Aska kembali
65
65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66
66. kita tidak dekat
67
67. para mantan
68
68. ngak tau judul
69
69. anak angkat
70
70. paket komplit
71
71. data perusahaan di Serang
72
72. gadis perundung
73
73. Aditya kecelakaan
74
74. masa lalu tuan Anwar
75
75. mengunjungi Aditya
76
76. belum cerita
77
77. mengejar orang yang tidak dikenal
78
78. bertemu dedi
79
79. si mantan ketos
80
80. makanan keramat
81
pengumuman
82
81. adik-kakak
83
82. membantu penyelidikan
84
83. rapat direksi
85
84. pemimpin sementara
86
85. peringatan leon
87
86. kemarahan tuan Anwar
88
87. hilang ingatan
89
88. kecewanya seorang kakak
90
89. merasa hampa
91
90. bertemu mantan
92
91. nyonya Humaira khawatir
93
92. pemutusan pertunangan
94
93. panasin Aditya
95
94. cemburu
96
95. kecupan singkat
97
96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98
97. begal lagi
99
98. di sidak
100
99. sarapan bersama
101
100. persiapan pindah
102
101. Ramayana
103
102. laporan
104
103. bertemu rival
105
104. jual mahal
106
105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107
106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108
107. telah ingat sepenuhnya
109
108. niat baik
110
109. persiapan
111
110. kembali ke kota x ( tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!