"eh.. teman kalian itu kenapa sih..?? kemaren kejebur dalam kolam ya.? Kok, sifatnya berubah gitu..?” tanya lilis sambil terus pandangannya kearah mereka.
“nggak tau, barang kali kepalanya kejedot, akhirnya hilang ingatan..” timpal hamdan. Mereka tetep fokus kearah dedi, nisa dan aska. Mereka sedang berdebat.
Teman-teman mereka pun saling menatap mendengar penuturan hamdan. Mereka pun saling tersenyum satu sama lain.
“tapi emang benar sih, sikapnya berubah sekarang semenjak nisa mengalami insiden itu..” ujar jekson lagi.
“jangan kan dedi. Nisa saja semenjak kejadian itu jadi berubah..!!” ujar lilis menimpali. Teman-teman dedi mulai mengarah kan pandangannya pada lilis, mereka heran mendengarnya, memang..! mereka juga tau kalau nisa sudah berubah.
Tapi mereka masih belum yakin dengan perubahannya, mereka hanya mengira kalau itu merupakan salah satu taktiknya untuk memikat dedi.
“oh ya, apa perubahannya..?” Tanya hamdan. Ya mereka mulai menggosipkan teman-teman mereka. Biasalah.. hehehe…
“Ia berubah jadi pintar dan apa saja selalu terlintas ide di kepalanya..” ujar lili lagi. Mereka pun menghela nafas konyol. Mereka kira apaan.
“ya.. kalau gitu mah, namanya pintar lilis. Kita kan sedang bahas hubungan dedi sama nisa, begemana sih…!!” seru hengki dengan setengah kesal. Sementara lilis hanya cengengesan.
***
Kembali pada ketiga orang di sebelah mereka.
“kamu kenapa sih, ikut-ikutan duduk disni..!” seru aska, ia menatap tajam kearah dedi.
“emang kenapa, kan ngak ada yang melarang. Lagi pula, meja ini kan untuk umum, bukan milik pribadi, jadi terserah aku lah mau duduk dimana.” Ucap dedi.
“ya, tapikan kamu bisa duduk di tempat lain..” ucap aska lagi. Nisa menatap mereka dengan heran.
“sudah-sudah. Kalian meja aja di rebutin. Tu banyak cewek yang ingin di perebutkan sama kalian. Lagian heran, benda mati kok jadi rebutan. Sudah makan makanan kalian, jangan berdebat aja taunya..!!” ucap nisa sedikit mebentak mereka. Akhirnya mereka berdua pun diam.
“oh ya nis. Selamat ya, sudah dapat rengking semester ini. Pertahankan ya..” ujar dedi. Sementara nisa hanya membalasnya dengan dehem saja.
“nis, nanti kalau lagi libur, jaga diri baik-baik ya. Soalnya aku ngak ada disamping kamu untuk jagain kamu..” ucap aska yang langsung mebuat nisa berbunga-bunga.
Ia menampilkan senyuman terbaiknya, jujur saja, ia jadi baper dan salah tingkah sendiri. Melihat hal itu, dedi menjadi geram.
“gitu aja sudah baper..” ucap dedi sambil terus fokus ke mie nya. Nisa menatap kearah dedi.
“memangnya kenapa, biarin lah… sekali-sekali ngerasain dimana rasanya di gombalin..” ucap nisa santai.
Hati dedi seolah panas, namun ia berusaha untuk menahanya. (habis ngapain kamu ikut gabung kesitu dedi. Cari-cari penyakit aja..)
“eh… nanti pulang aku antarin ya, lagian ibu kamu juga udah kenal sama aku..” ucap aska, sontak membuat dedi terbatuk-batuk karena terkejut.
“maksudnya..?” Tanya dedi dengan ekpresi yang sulut di artikan.
“ngak da maksud apa-apa, makan tu mie..” ucap aska dengan datar.
Dedi terus melihat mereka satu-persatu berharap ada yang menjelaskan padanya, namun sepertinya tidak ada yang mau menjelaskan. Ya ngapain juga sih di jelaskan, secara kamu dan nisa kan tidak ada hubungan apapun.
“kalian pacara,,?” tuduh dedi. Nisa pun langsung keselek dan terbatuk-batuk mendengar ucapan spontan dari dedi. Aska dengan sigap memberikan air minum padanya.
“eh.. jangan asal ngomong ya. Siapa juga yang pacaran..” ucap nisa dengan kesal. Entah kenapa juga ia harus mejelaskannya pada dedi. Biarkan aja dia salah paham, to juga kalian tidak memiliki hubungan apapun.
[ ih.. ngapain juga pakek di jelasin segala.. tapi ini reflek dari repon tubuh ini sendiri. Sepertinya, ia mulai aktif lagi ni.. ngak bisa, dia harus di non aktifkan kembali.] batin nisa.
***
Teman-teman mereka pada ngeliatin mereka yang tengah asik berdebat itu.
anggap aja ke enam orang itu sedang bergosip 🤭
“aku ngak tau, kalau nisa ternyata bisa memikat dua es kutup itu.” ujar lilis. Mereka semua pun menoleh ke arahnya lagi.
“jangan-jangan teman kamu itu pakek pelet..” ucap hamdan dengan suara pelan. Dan langsung mendapat jitakan di kepalanya.
“eh.. hati-hati ya kalau ngomong. Enak aja.. teman kamu aja tu yang kebangetan. Giliran sudah di jauhi, eh.. dianya malah dekat. Dasar. Sok jual mahal sih…!!” ujar Ros. Sementara hengki, jekson dan hamdan hanya mampu mengedutkan bibirnya saja.
Tiba-tiba, kawanan siska dan antek-anteknya datang kekantin itu.
Mereka melihat nisa di apit oleh kedua cowok yang terganteng dan ter cool di sekolah mereka itu menjadi tidak senang.
Timbul ke inginan untuk mengatainya kembali. Mereka pun langsung mendekat kearah meja ketiganya.
“oh.. hay…kak dedi, kak aska..!!” sapa siska. Namun taka da satu pun yang menjawab sapaannya.
[ih… kok ngak di jawab sih. Enak banget si cewek gatel ini didekatin sama mereka. Apa baik nya sih cewek ini, kalau di bilang cantik, ya cantikan aku lah…] batin siska. Siska pun duduk di antara keduanya dan langsung berhadapan dengan nisa.
“kak ded. Selamat ya, sudah dapat rengking pertama di kelas..” ucap siska berusaha untuk tidak diabaikan oleh mereka.
“mmm…” jawab dedi.
“kak. Kakak besok ikut pertandingan basket antar kelas kan..? tenang aja, nanti aku akan di sana untuk nyemangatin kakak..” ucap siska lagi.
“oh ya kak. Kakak udah minum, kakak mau minum apa? Biar aku pesanin..” ujarnya lagi. Sementara mereka masih setia denga kebisuaan, mereka mengabaikan siska yang terus mengajak dedi mengobrol. Tak lama mereka pun selesai makan, dan langsung di bayarin sama aska.
“nis.. aku antar pulang ya..” ucap aska lagi. Namun tatapan mata nisa malah mengarah ke ros. Ia tidak mau meninggalkan temannya sendirian, walau pun ia tidak sendirian, namun ia tidak biasa kalau tidak pulang bersamanya.
“ngak usah deh kak. Soalnya ada ros. Aku ngak mau ninggalin dia, entar dia di ambil wewek gombel lagi kalau di tinggal..” ucap nisa dengan gurauan.
“eh… maksud kamu apa ngomong kek gitu..!!” seru ros. Sementara nisa hanya memperlihatkan deretan giginya.
“kalau kak aska mau ngantarin nisa, ngak papa kok kak. Aku bisa pulang dengan lilis dan lisa, nanti mereka yang akan mengantar ku pulang..” ucap ros. Sementara lisa dan lilis hanya mengacungkan jempolnya kearah nisa dan aska.
“ngak, nisa aku aja yang antar.” Ujar dedi tiba-tiba. Semua orang menatap dengan melongo. Mereka bertanya-tanya, apakah dedi ngomong kek gitu ngak lagi mimpi kan.
“enak aja kamu. Aku yang ngantar nisa, karena aku yang ngomong duluan..” ucap aska dengan tatapan tajam dan datarnya.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
he...he...he...tau rasa lo ded....
2024-01-26
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
ayo, berantem gk kalian🙃🙃
2023-08-09
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
kapan lagi coba😭😭
2023-08-09
0