14.berdebat

"eh.. teman kalian itu kenapa sih..?? kemaren kejebur dalam kolam ya.? Kok, sifatnya berubah gitu..?” tanya lilis sambil terus pandangannya kearah mereka.

“nggak tau, barang kali kepalanya kejedot, akhirnya hilang ingatan..” timpal hamdan. Mereka tetep fokus kearah dedi, nisa dan aska. Mereka sedang berdebat.

Teman-teman mereka pun saling menatap mendengar penuturan hamdan. Mereka pun saling tersenyum satu sama lain.

“tapi emang benar sih, sikapnya berubah sekarang semenjak nisa mengalami insiden itu..” ujar jekson lagi.

“jangan kan dedi. Nisa saja semenjak kejadian itu jadi berubah..!!” ujar lilis menimpali. Teman-teman dedi mulai mengarah kan pandangannya pada lilis, mereka heran mendengarnya, memang..! mereka juga tau kalau nisa sudah berubah.

Tapi mereka masih belum yakin dengan perubahannya, mereka hanya mengira kalau itu merupakan salah satu taktiknya untuk memikat dedi.

“oh ya, apa perubahannya..?” Tanya hamdan. Ya mereka mulai menggosipkan teman-teman mereka. Biasalah.. hehehe…

“Ia berubah jadi pintar dan apa saja selalu terlintas ide di kepalanya..” ujar lili lagi. Mereka pun menghela nafas konyol. Mereka kira apaan.

“ya.. kalau gitu mah, namanya pintar lilis. Kita kan sedang bahas hubungan dedi sama nisa, begemana sih…!!” seru hengki dengan setengah kesal. Sementara lilis hanya cengengesan.

***

Kembali pada ketiga orang di sebelah mereka.

“kamu kenapa sih, ikut-ikutan duduk disni..!” seru aska, ia menatap tajam kearah dedi.

“emang kenapa, kan ngak ada yang melarang. Lagi pula, meja ini kan untuk umum, bukan milik pribadi, jadi terserah aku lah mau duduk dimana.” Ucap dedi.

“ya, tapikan kamu bisa duduk di tempat lain..” ucap aska lagi. Nisa menatap mereka dengan heran.

“sudah-sudah. Kalian meja aja di rebutin. Tu banyak cewek yang ingin di perebutkan sama kalian. Lagian heran, benda mati kok jadi rebutan. Sudah makan makanan kalian, jangan berdebat aja taunya..!!” ucap nisa sedikit mebentak mereka. Akhirnya mereka berdua pun diam.

“oh ya nis. Selamat ya, sudah dapat rengking semester ini. Pertahankan ya..” ujar dedi. Sementara nisa hanya membalasnya dengan dehem saja.

“nis, nanti kalau lagi libur, jaga diri baik-baik ya. Soalnya aku ngak ada disamping kamu untuk jagain kamu..” ucap aska yang langsung mebuat nisa berbunga-bunga.

Ia menampilkan senyuman terbaiknya, jujur saja, ia jadi baper dan salah tingkah sendiri. Melihat hal itu, dedi menjadi geram.

“gitu aja sudah baper..” ucap dedi sambil terus fokus ke mie nya. Nisa menatap kearah dedi.

“memangnya kenapa, biarin lah… sekali-sekali ngerasain dimana rasanya di gombalin..” ucap nisa santai.

Hati dedi seolah panas, namun ia berusaha untuk menahanya. (habis ngapain kamu ikut gabung kesitu dedi. Cari-cari penyakit aja..)

“eh… nanti pulang aku antarin ya, lagian ibu kamu juga udah kenal sama aku..” ucap aska, sontak membuat dedi terbatuk-batuk karena terkejut.

“maksudnya..?” Tanya dedi dengan ekpresi yang sulut di artikan.

“ngak da maksud apa-apa, makan tu mie..” ucap aska dengan datar.

Dedi terus melihat mereka satu-persatu berharap ada yang menjelaskan padanya, namun sepertinya tidak ada yang mau menjelaskan. Ya ngapain juga sih di jelaskan, secara kamu dan nisa kan tidak ada hubungan apapun.

“kalian pacara,,?” tuduh dedi. Nisa pun langsung keselek dan terbatuk-batuk mendengar ucapan spontan dari dedi. Aska dengan sigap memberikan air minum padanya.

“eh.. jangan asal ngomong ya. Siapa juga yang pacaran..” ucap nisa dengan kesal. Entah kenapa juga ia harus mejelaskannya pada dedi. Biarkan aja dia salah paham, to juga kalian tidak memiliki hubungan apapun.

[ ih.. ngapain juga pakek di jelasin segala.. tapi ini reflek dari repon tubuh ini sendiri. Sepertinya, ia mulai aktif lagi ni.. ngak bisa, dia harus di non aktifkan kembali.] batin nisa.

***

Teman-teman mereka pada ngeliatin mereka yang tengah asik berdebat itu.

anggap aja ke enam orang itu sedang bergosip 🤭

“aku ngak tau, kalau nisa ternyata bisa memikat dua es kutup itu.” ujar lilis. Mereka semua pun menoleh ke arahnya lagi.

“jangan-jangan teman kamu itu pakek pelet..” ucap hamdan dengan suara pelan. Dan langsung mendapat jitakan di kepalanya.

“eh.. hati-hati ya kalau ngomong. Enak aja.. teman kamu aja tu yang kebangetan. Giliran sudah di jauhi, eh.. dianya malah dekat. Dasar. Sok jual mahal sih…!!” ujar Ros. Sementara hengki, jekson dan hamdan hanya mampu mengedutkan bibirnya saja.

Tiba-tiba, kawanan siska dan antek-anteknya datang kekantin itu.

Mereka melihat nisa di apit oleh kedua cowok yang terganteng dan ter cool di sekolah mereka itu menjadi tidak senang.

Timbul ke inginan untuk mengatainya kembali. Mereka pun langsung mendekat kearah meja ketiganya.

“oh.. hay…kak dedi, kak aska..!!” sapa siska. Namun taka da satu pun yang menjawab sapaannya.

[ih… kok ngak di jawab sih. Enak banget si cewek gatel ini didekatin sama mereka. Apa baik nya sih cewek ini, kalau di bilang cantik, ya cantikan aku lah…] batin siska. Siska pun duduk di antara keduanya dan langsung berhadapan dengan nisa.

“kak ded. Selamat ya, sudah dapat rengking pertama di kelas..” ucap siska berusaha untuk tidak diabaikan oleh mereka.

“mmm…” jawab dedi.

“kak. Kakak besok ikut pertandingan basket antar kelas kan..? tenang aja, nanti aku akan di sana untuk nyemangatin kakak..” ucap siska lagi.

“oh ya kak. Kakak udah minum, kakak mau minum apa? Biar aku pesanin..” ujarnya lagi. Sementara mereka masih setia denga kebisuaan, mereka mengabaikan siska yang terus mengajak dedi mengobrol. Tak lama mereka pun selesai makan, dan langsung di bayarin sama aska.

“nis.. aku antar pulang ya..” ucap aska lagi. Namun tatapan mata nisa malah mengarah ke ros. Ia tidak mau meninggalkan temannya sendirian, walau pun ia tidak sendirian, namun ia tidak biasa kalau tidak pulang bersamanya.

“ngak usah deh kak. Soalnya ada ros. Aku ngak mau ninggalin dia, entar dia di ambil wewek gombel lagi kalau di tinggal..” ucap nisa dengan gurauan.

“eh… maksud kamu apa ngomong kek gitu..!!” seru ros. Sementara nisa hanya memperlihatkan deretan giginya.

“kalau kak aska mau ngantarin nisa, ngak papa kok kak. Aku bisa pulang dengan lilis dan lisa, nanti mereka yang akan mengantar ku pulang..” ucap ros. Sementara lisa dan lilis hanya mengacungkan jempolnya kearah nisa dan aska.

“ngak, nisa aku aja yang antar.” Ujar dedi tiba-tiba. Semua orang menatap dengan melongo. Mereka bertanya-tanya, apakah dedi ngomong kek gitu ngak lagi mimpi kan.

“enak aja kamu. Aku yang ngantar nisa, karena aku yang ngomong duluan..” ucap aska dengan tatapan tajam dan datarnya.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

he...he...he...tau rasa lo ded....

2024-01-26

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

ayo, berantem gk kalian🙃🙃

2023-08-09

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

kapan lagi coba😭😭

2023-08-09

0

lihat semua
Episodes
1 1 awal mula
2 2. memulai kehidupan kedua
3 3. belajar
4 4.mengunjungi perpustakaan
5 5. membersihkan pekarangan rumah
6 6. mencari obat untuk ibu
7 7. berjualan sayur
8 8. insiden di perpustakaan
9 9.
10 10. hasil uji coba
11 11.Diantar Aska pulang
12 12.clasmeting
13 13. meracik masker dari buah strawberry
14 14.berdebat
15 15. pengakuan Aska
16 16. POV Aska
17 17. pergi keladang
18 18. membuat ikan asin
19 19. kedatangan kakek dan nenek
20 20. rencana membeli alat elektronik
21 21. jalan-jalan ke kota
22 22. perampokan hotel
23 23. aksi penyelamatan
24 24. ke khawatir Nisa
25 25. membeli motor
26 26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27 27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28 28. di tembak aska
29 29. seleksi
30 30. melawan Siska
31 31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32 32. nenek jam sakit
33 33. jadian
34 34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35 35. hari kompetisi
36 36. pergi tanpa kabar
37 37. rencana liburan semester
38 38. mengunjungi tempat Mbak nur
39 39. usaha baru
40 40. insiden kecil
41 41. kembali dari berlibur
42 42. nasehat seorang sahabat
43 season 1 tamat.
44 44. S2 masuk universitas
45 45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46 46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47 47. S2 kejadian di kosan
48 48. bertemu masa lalu
49 49. jalan jalan ke negara ginseng
50 50. si mantan nelpon
51 51. ajakan Aditya
52 52. penolakan secara halus
53 53. liburan kuliah
54 54. jadi dokter dadakan
55 55. usaha Aditya
56 56. kabar yang mengejutkan
57 57. mendapat kabar peri merah
58 58. beraksi
59 59. kebenaran tentang Nisa
60 60. dijemput
61 61. pinangan formalitas
62 62. kedatangan
63 63. rencana kedepannya
64 64. Aska kembali
65 65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66 66. kita tidak dekat
67 67. para mantan
68 68. ngak tau judul
69 69. anak angkat
70 70. paket komplit
71 71. data perusahaan di Serang
72 72. gadis perundung
73 73. Aditya kecelakaan
74 74. masa lalu tuan Anwar
75 75. mengunjungi Aditya
76 76. belum cerita
77 77. mengejar orang yang tidak dikenal
78 78. bertemu dedi
79 79. si mantan ketos
80 80. makanan keramat
81 pengumuman
82 81. adik-kakak
83 82. membantu penyelidikan
84 83. rapat direksi
85 84. pemimpin sementara
86 85. peringatan leon
87 86. kemarahan tuan Anwar
88 87. hilang ingatan
89 88. kecewanya seorang kakak
90 89. merasa hampa
91 90. bertemu mantan
92 91. nyonya Humaira khawatir
93 92. pemutusan pertunangan
94 93. panasin Aditya
95 94. cemburu
96 95. kecupan singkat
97 96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98 97. begal lagi
99 98. di sidak
100 99. sarapan bersama
101 100. persiapan pindah
102 101. Ramayana
103 102. laporan
104 103. bertemu rival
105 104. jual mahal
106 105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107 106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108 107. telah ingat sepenuhnya
109 108. niat baik
110 109. persiapan
111 110. kembali ke kota x ( tamat)
Episodes

Updated 111 Episodes

1
1 awal mula
2
2. memulai kehidupan kedua
3
3. belajar
4
4.mengunjungi perpustakaan
5
5. membersihkan pekarangan rumah
6
6. mencari obat untuk ibu
7
7. berjualan sayur
8
8. insiden di perpustakaan
9
9.
10
10. hasil uji coba
11
11.Diantar Aska pulang
12
12.clasmeting
13
13. meracik masker dari buah strawberry
14
14.berdebat
15
15. pengakuan Aska
16
16. POV Aska
17
17. pergi keladang
18
18. membuat ikan asin
19
19. kedatangan kakek dan nenek
20
20. rencana membeli alat elektronik
21
21. jalan-jalan ke kota
22
22. perampokan hotel
23
23. aksi penyelamatan
24
24. ke khawatir Nisa
25
25. membeli motor
26
26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27
27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28
28. di tembak aska
29
29. seleksi
30
30. melawan Siska
31
31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32
32. nenek jam sakit
33
33. jadian
34
34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35
35. hari kompetisi
36
36. pergi tanpa kabar
37
37. rencana liburan semester
38
38. mengunjungi tempat Mbak nur
39
39. usaha baru
40
40. insiden kecil
41
41. kembali dari berlibur
42
42. nasehat seorang sahabat
43
season 1 tamat.
44
44. S2 masuk universitas
45
45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46
46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47
47. S2 kejadian di kosan
48
48. bertemu masa lalu
49
49. jalan jalan ke negara ginseng
50
50. si mantan nelpon
51
51. ajakan Aditya
52
52. penolakan secara halus
53
53. liburan kuliah
54
54. jadi dokter dadakan
55
55. usaha Aditya
56
56. kabar yang mengejutkan
57
57. mendapat kabar peri merah
58
58. beraksi
59
59. kebenaran tentang Nisa
60
60. dijemput
61
61. pinangan formalitas
62
62. kedatangan
63
63. rencana kedepannya
64
64. Aska kembali
65
65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66
66. kita tidak dekat
67
67. para mantan
68
68. ngak tau judul
69
69. anak angkat
70
70. paket komplit
71
71. data perusahaan di Serang
72
72. gadis perundung
73
73. Aditya kecelakaan
74
74. masa lalu tuan Anwar
75
75. mengunjungi Aditya
76
76. belum cerita
77
77. mengejar orang yang tidak dikenal
78
78. bertemu dedi
79
79. si mantan ketos
80
80. makanan keramat
81
pengumuman
82
81. adik-kakak
83
82. membantu penyelidikan
84
83. rapat direksi
85
84. pemimpin sementara
86
85. peringatan leon
87
86. kemarahan tuan Anwar
88
87. hilang ingatan
89
88. kecewanya seorang kakak
90
89. merasa hampa
91
90. bertemu mantan
92
91. nyonya Humaira khawatir
93
92. pemutusan pertunangan
94
93. panasin Aditya
95
94. cemburu
96
95. kecupan singkat
97
96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98
97. begal lagi
99
98. di sidak
100
99. sarapan bersama
101
100. persiapan pindah
102
101. Ramayana
103
102. laporan
104
103. bertemu rival
105
104. jual mahal
106
105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107
106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108
107. telah ingat sepenuhnya
109
108. niat baik
110
109. persiapan
111
110. kembali ke kota x ( tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!