ke esok harinya, waktu menunjukan jam 05.00 teng. Terlihat seorang anak gadis tanpa beban masih bergumul dibawah selimut, mengingat suasana pedesaan pada jam subuh, suhu uadaranya sangat dingin.
Ibu nisa pun bangun dan melihat waktu sudah menunjukkan waktu untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim. Ia membangunkkan suaminya dan melakukan solat subuh berjemaah.
Tak lama, kegiatan itu pun selesai. Ia menyadari anak gadisnya belum bangun dan melaksanakan kewajibannya. Ia pun berjalan mendekat kearah kamar putrinya. Tak lama ibunya bersuara
“nisa….bangun sayang……” seru ibu nita dengan lembut. Namun tidak ada repon.
“nisa…. Bangun nak, waktunya siap2 berangkat sekolah...” seru ibunya dengan lembut. Btw nama ibu nisa yaitu yunita dan bapaknya namaya juna. Karna nisa tidak ada respon ibu nita pun mengulang lagi membangunkan nisa, tapi dengan intonasi berbeda, dan bahasa yang berbeda pula.
“ nisa bangun nak sudah jam 6,...!!”sahut ibu nita lagi, sambil mengetok2 pintu kamar nisa.
Nisa yang mendengar ibunya mengatakan menunjukan waktu jam 6 pagi, nisa langsung ngacir, kekamar mandi, ibunya yang melihat nisa seperti itu, tidak menunjukan ekspresi apapun, kecuali wajah masam, namun dalam hati, ibunya sudah setengah mati menahan tawa agar tidak meledak.
Setelah nisa mandi dan siap2 dengan tergesa- gesa, sesaat kemudian nisa memperhatikan jam dinding menunjukan 05.10, masih jam 5 pagi. Nisa pun langsung memasang muka kesal.
“ibuuuuuuuu…….” Serunya dengan suara yang dibuat manja. Ibunya pun tertawa, terbahak-bahak.
ibu Yunita
pak Juna ( sesuai kan saja dengan keinginan kalian 😜)
“habis ibu sudah bangunkan berkali-kali tidak ada respon” jawab ibu nita membela diri, sambil nyengir. “sana sholat subuh dulu, siap itu sarapan, baru berangkat sekolah” suruh ibu nita pada nisa.
Dengan muka yang masih kesal, nisa langsung mengerjakan apa yang sudah diperintahkan oleh ibu negaranya.
Sudut pandang renata atau nisa
Ke esok paginya pun menyambut, terdengar suara kokokan ayam memecah keheningan, dan membangunkan insan yang masih bergumul dalam selimut.
Aku mendengar suara ketokan pintu yang memanggil nama ku, siapa lagi kalau bukan seorang ibu, yang baru menjadi ibu kemarin. Aku mendengarnya, namun rasanya Mataku rasanya berat untuk terbuka.
Tiga kali ibu mengetok dan membangunkan ku, dan untuk yang ketiga kalinya, ibu baruku ini membohongiku dengan mengatakan jam sudah menunjukan pukul 6 pagi.
Mendengar hal itu, aku sontak kaget dan langsung ngacir kekeamar mandi, membersihkan diri dan siap-siap untuk berangkat sekolah, entah kenapa niat ku untuk bersekolah itu sangat tinggi, mungkin karena respon tubuh tersebut.
Namun ketika aku sedang tergesa-gesa mepersiapkan diri, tak sengaja ku arahkan mataku pada jam dinding, sontak aku kaget, waktu masih menunjukan pukul 05.10. aku pun reflek berteriak manja pada ibu baru ku ini.
Namun ibu hanya tertawa cengengesan melihat tingkah lakuku. Setelah itu, ibu menyuruhku untuk menunaikan solat terlebih dahulu, dengan muka yang masih kesal, aku pun langsung melaksanakan apa yang di perintahkan oleh ibu.
of
…………….
Jam dinding menunjukan 05. 20, saatnya nisa memulai hidup dengan semangat yang baru, tidka ada lagi yang namanya nisa yang lemah dan bodoh. Saat ini nisa menjelma sebagai gadis jenius dan semangat yang mebara.
[ baiklah, mari kita mulai lembaran yang baru. Renata kamu pasti bisa. Go..] batin renata menyemangati dirinya sambil mengepalkan tanggannya semangat.
Akhirnya nisa pamit pada kedua orang tuanya untuk berangkat sekolah, diperjalanan, nisa berpikir [ haduh, kalau begini terus tiap hari, jalan kaki 2 km pulang balik tiap hari, bisa patah kaki kecil ini ] pikirnya dalam hati. [ hai tapi ngak papa, hitung-hitung olahraga] batinnya lagi.
Ia pun terus berjalan, sampai tiba di persimpangan jalan raya, nisa bertemu dengan kawan2 seperjuangan dalam menelusuri jalan setapak demi setapak, demi masa depan yang lebih cerah.
Nisa bertemu dengan teman sekelasnya yang bernama ros. Ros ini adalah teman sekelas nisa, semenjak SD sampai sekarang, mereka tidak terpisahkan. meraka malah sekelas, kelas XII IPS 1.
“hay nis.. selamat pagi… bagaimana kabar mu sekarang. Dih kelihatan semangat baget hari ini..?” seru ros. Nisa menatap Ros sebentar, ia mencari sosok ini dalam ingatan tubuh ini. Akhirnya ia menetahuinya, dan segera nisa meresponnya.
Ros ( sahabat Nisa )
“hahaha… iya donk. Harus semangat, biar belajarnya itu tidak malas.” Ujar nisa sambil bergurau. Mereka pun bergelak tawa sambil melanjutkan perjalanna mereka.
“oh ya nis, kemarin kamu ngak papa kan.? Lain kali, jauhi saja orang-orang kayak gitu. Untung aku ke toilet, kalau tidak nggak tau apa yang akan terjadi lagi.” Ucap ros memperingati nisa. nisa pun tersenyum pada ros.
“ok ros, makasih sebelumnya ya, kalau ngak ada kamu mungkin aku sudah tinggal nama..hehehe..” ucap nisa lagi.
“iya, sama-sama, dan lain kali jangan di ulang lagi.” Timpalnya lagi.
“siiip…” ucap nisa sambil mengacungkan jempolnya.
“tugas kamu sudah siap belom..?” Tanya ros lagi.
“sudah donk ros, mudah-mudahan saja benar...” Jawab nisa merendah diri
“ya…yang penting ada buat, salah benarnya itu urusan belakang, yang penting ada, dari pada kenak amuk sama buk aventa” katanya lagi.
“iya sih, pokonya ada buat” balas nisa, sambil cengengesan. Mereka pun melanjutkna perjalanan mereka sambil terus bercakap-cakap seputar sekolah.
Skip
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya Mereka pun sampai disekolah. Mereka berjalan menuju ruangan mereka. Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil nama nisa.
“nisa..!!” teriak orang itu. ros dan nisa pun menghentikan langkah mereka dan menoleh ke sumber suara.
mereka melihat sosok laki-laki yang berperawakan tinggi dan berwajah tampan datang menghampiri mereka. Sesampainya orang itu di depan nisa, ia langsung mengenali orang itu, ya dia adalah dedy mahandika orang yang sangat membuat nisa asli tergila-gila.
“hay.. maaf menganggu. Aku hanya ingin menanyakan kabar mu. Bagaimana, apa kamu baik-baik saja..?” Tanya dedi dengan sedikit datar. Nisa memilih diam.
“kamu jangan berpikiran yang macam-macam. Aku menanyakan hal itu bukan karena aku menyukaimu. Tapi karena aku adalah ketua OSIS, dan juga itu sudah merupakan tanggung jawabku.” Ujar dedy menjelaskan takut nisa salah paham. Nisa tersenyum miring.
“tentu saja,! kalau kamu melihat aku berdiri disini, Itu artinya aku baik-baik saja, dan tidak perlu kamu tanyakan. Lagi pula, aku memang tidak mengharapkan kamu menghawatirkan ku. Jadi tidak usah terlalu percaya diri.” Ucap nisa dengan santai.
“tapi, makasih kamu sudah bertanya. Kalau begitu, kami masuk dulu…” ucap nisa langsung berbalik dan menarik Ros yang masih setia berdiri menunggunya.
Nisa langsung menyeretnya pergi dari sana. Sementara, dedi merasa aneh dengan sikap nisa hari ini. Nisa berperilaku tidak seperti biasanya.
“aneh, nanya baik-baik. eh...dianya malah jawab ketus begitu.!! ah.. sudahlah, ngapain juga di pikirkan.” Ucapnya menyadarkan dirinya sendiri dan ia juga langsung meninggalkan tempat itu.
***
selang beberapa menit, bel pun berbunyi pertanda berkumpul didepan kantor, alias apel pagi. Nisa dan Ros yang masih mengobrol pun terpaksa menyudahi obrolan mereka dan melangkahkan kaki menuju lapangan.
( hadeeeh…. Begini rasanya jadi siswi disini, harus juga ikut apel pagi ] katanya dalam hati, [yasudahlah.. ] pasrahnya, sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Mereka pun mulai berdatangan dan membentuk barisan yang rapi sesuai dengan kelas masing-masing. Seperti biasa, Pembina apel pagi pun mengambil posisi tepat berada di hadapan para murid dan ia menghadap kearah mereka. Pembina apel pagi pun mulai memberikan beberpa patah kata untuk menyambut pembelajaran mereka pagi ini.
kepsek partin 😆
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Atoen Bumz Bums
kenapa Ros Lebih cantik dibanding Nisa sih😡
2024-12-18
0
mrsdohkyungsoo
woww suhuu semua toko novelx hahaha
2024-08-01
0
Lina Girl
bagus Ros nya ini jadi nisa
2024-05-24
0