6. mencari obat untuk ibu

"iya buk, nisa berencana menanam cabe atau tanaman sayur lainnya. Dari pada nanti lahannya nganggur, mending nisa manfaatkan.” jawab nisa, tanpa mengalihkan pandangannya dari buku catatannya. Ibu nita terkekeh mendengar penuturannya, ia tidak percaya, putri kecilnya akan memiliki inisiatif seperti itu.

“kenapa ibu tertawa, apakah ucapan nisa ada yang salah bu..?” Tanya nisa  dengan penuh keheranan.

“tidak.. ibu tidak menyangka saja, kalau putri kecil ibu ini akan ber inisiatif seperti itu..” ucap buk nita. Nisa tersenyum.

“ya, ngak papa lah bu, hitung-hitung mengisi waktu luang. Oh ya bu, ibu ada bibit cabe tidak..?” Tanya nisa dengan antusias.

Ibu nita berpikir sejenak. Ibu nita sama sekali tidak tau, bahwa anaknya ini pernah mendapat perlakuan yang tidak baik dari teman sekolahnya sampai akhirnya ia pingsan.

“mm ibu ada, tapi itu bukan bibit unggul, melainkan biji cabe yang ibu beli di pasar saja nak. Ibu berpikir untuk menanam cabe juga di ladang, tapi belum sempat. Makanya ibu simpan. Kalau nisa mau pakai juga boleh..” ucap buk nita dengan penuh sayang.

sementara sang ayah, memilih untuk tidur terlebih dahulu karena lelah. Padahal ini masih menunjukan jam setengah 8 malam. Ibu nita pun masuk ke dapur dan mengambil bibit cabe yang ia simpan.

“ini, tanam saja….” Ucap buk nita pasrah. Walau pun ia tidak yakin pada penuturan putrinya, namun ia tetap memilih untuk mempercayainya, hitung-hitung, ia belajar bagaiman susahnya mengais tanah demi rupiah, dan berharap anaknya dapat sukses dengan lebih giat belajar.

“makasih buk..” ucap nisa.

“sama-sama..”

“oh ya buk, mmm besok nisa sudah tidak memiliki uang saku, apa ibu punya uang..?” Tanya nisa malu-malu.

Ia tidak habis pikir bahwa ia akan mengutarakan hal itu pada ibunya. Padahal ia adalah orang dewasa yang bisa menghidupi diri sendiri. Tapi mau bagaimana lagi, ia harus lebih giat lagi, agar tidak meminta uang lagi pada bapak dan ibunya.

“tentu saja ibu punya. Tapi seperti biasa, mungkin tidak banyak nak..” ucap ibu nita. Ibu nita sebenarnya sedikit terkejut, mendengar nisa meminta uang dengan raut wajah malu-malu. Namun ia segera tepis pemikiran itu.

Ibu nita pun masuk kedalam kamar dan mengambil uang sebanyak 5 k. karena hanya itu yang ada. Setelah itu, ibu nita pun keluar.

“ ini jajan untuk besok. “ ucap ib nita sambil memberikannya pada nisa.

“makasih buk..” ucap nisa. sebenarnya ia ingin menangis melihat betapa mirisnya kehidupannya sekarang, tapi mau bagaimana lagi, terima saja apa yang ada. Nanti kalau sudah memiliki hp ataupun media elektroik, ia akan menarik uang nya kembali dari akunya.

tak lama, tugas nisa pun selesai. Ia dan ibunya pun memilih untuk langsung beristirahat, menyusul sang ayah yang sudah lebih dulu tenggelang di alam mimpi. Setelah ibunya masuk kamar. Nisa memilih untuk merendam bibit itu terlebih dahulu dengan air. Setelah itu, ia kembali kekamarnya dan tertidur.

***

Tak terasa, dua minggu sudah renata memerankan peran nisa. dan ia mulai terbiasa dengan kesehariannya. Siang ini selepas pulang sekola, ia kembali melihat tamananya, dan sangat mengesankan, tanaman cabenya tumbuh dengan baik, nisa memberikan pupuk kompos atau pupuk buatannya sendiri, untuk mendukung tumbuh dan kembangnya tanaman cabe itu.

ia memilih menanam 20 batang cabe merah dan cebe rawit 8 batang, ia membentuk susunannya sedemikian rupa, agar menarik di pandang mata. Sepertinya, ia juga menguasai cara bertani dengan baik.

Ia juga, tidak hanya merawat tanamannya, sambilan merawat ia juga kembali membersihkan pekarangan lain di samping rumahnya agar bisa di tanami dengan tumbuhan yang lain. Rencana nisa akan menanam berbagai jenis sayuran yang bisa tumbuh di iklim panas ini.

Selain bertani, nisa juga mulai mengasah kemampuan meraciknya agar tidak hilang dri ingatannya. Ia mulai kepikiran untuk merancik ramuan penangkp ikan, agar ia tidak selalu makan sayur dan gula. Ia mulai mengumpulkan bahan-bahan herbal yang ia temukan satu persatu.

***

Siang itu, banyak ibu-ibu yang lewat sehabis pulang dari ladangnya, kebetulan rumah nisa tidak berada di tengah-tengah desa, rumahnya letanya di pinggiran desa, walaupun di pinggiran, tapi tidak sepi, rumahnya masih berada di lingkungan desa itu. ibu-ibu itu, mulai menyauti nisa yang sedang membuat pola-pola untuk menanan tanamannya nanti. Ada yang memuji, ada juga yang mencibir.

“aduh.. rajin sekali nak. Hari panas ini jangan dipaksakan untuk bekerja, nanti sakit.” Ucap salah satu ibu yang lewat dengan rombongannya. Nisa menaggapiny dengan senyuman.

“iya buk…” hanya itu responnya. Tak berselang lama, ibu nita pun pulang sehabis beladang. Namun herannya, ibu nita kembali lebih awal. Nisa cukup heran melihat hal itu, biasanya bapak dan ibunya akan pulang saat matahari sudah terbenam.

“ibu sudah pulang..?” ujar nisa yang sedang membersihkan pekarangan rumah dan juga merawat kebunnya. Ibu nita tidak menjawab, namun dapat nisa tangkap dari raut wajahnya seperti sedang menahan sakit. Nisa pun bangkit dan berjalan menyusul ibunya kedalam rumah.

Nisa melihat ibu nita sedang meringkuk menekan area perutnya. Sementara, buk nita belum melepas keranjang yang bergantung di atas punggungnya. Nisa berjalan, dan melepas keranjang itu kemudian ia berjonkok.

“ibu kenapa ? sakit perut. ?” Tanya nisa dan di balas anggukan kepala oleh ibunya. Sakit ibu nita ini sampai tidak mampu untuk mengeluarkan suaranya. Ibu nita pun meminta tolong nisa untuk diantar kekamar mandi.

“nis.. tolong antar ibu kekamar mandi nak…” suara lirih ibu nita meminta tolong kepada nisa.

dengan sigap, nisa pun membantu ibunya kekamar mandi, sampai di kamar mandi pun nisa tidak meninggalkannya. Mulai terdengar dari mulut ibunya rintihan kesakitan akibat menahan rasa sakit yang luar biasa itu.

Sementara nisa, dari raut wajah ibunya, nisa sudah tau apa sakit yang di alami ibunya. Setelah itu, nisa membantu membersihkan tubuh ibunya dan mengganti pakaiannya, dan juga membentangkan karpet di ruang tamu untuk tempat istirahat ibunya.

Setelah membantu ibunya istirahat, nisa sedikit memegang pergelangan tangan ibunya memeriksa denyut nadinya. Dan benar sja, ibunya sakit disentri.

Disentri ini dalah sakit yang di sebabkan oleh bakteri ataupun parasite, sehingga menyebabkan peredangan dan infeksi pada usus, yang dapat menyebabkan diare yang mengandung darah atau lendir saat membuang air besar.

“buk, ibu tadi buang air besar ada darah atau lendir-lendir gitu ngak buk..?” Tanya nisa pada ibunya.

“iya nak…ada…” jawab ibu nita dengan lirih karena tidak memiliki tenaga, belum juga ia sedang menahan kesakitan di area perutnya.

“mmm… ibu sakit disentri. Sebentar ya bu nisa cari obat untuk ibu dulu. Ngak papa nisa tinggalkan buk..?” Tanya nisa.

ibunya pun menggeleng tanda ia tidak keberatan di tinggal sendirian. Namun tetap saja, hati seorang anak itu tidak rela meninggalkan ibunya sendirian, apa lagi dalam kondisi sakit seperti ini. Namun apa boleh buat, ia harus mencari obat di sekitar hutan yang tidak jauh dari pemukiman penduduk.

Nisa menyediakan minum dan lainnya di samping ibunya, supaya ibunya tidak harus berjalan jauh untuk mengambilnya. Sebelum ia berangkat, kebetulan ada saudara sepupunya datang kerumah, yaitu, menti.

“kebetulan men kamu kesini. Aku titip ibu sebentar ya, aku ingin pergi cari obat untuk ibu, ibu sedang sakit.” Ujar nisa. menti terkejut.

“apa..!! ibu sakit. Sakit apa kak..?” Tanya menti langsung masuk melihat bibinya.

“ibu sakit disentry, jadi harus mencari obat herbal di hutan. Kakak akan cari dulu, menti tolong jagain ibu sebentar ya..” ucapnya lagi.

“yaudah kak, kakak pergilah biar aku yang jaga bibi..” ucapnya. nisa pun langsung pergi kehutan. Ia mendapat beberapa bahan herbal yang ia cari. Setelah itu, ia langsung kembali kerumah. Sesampainya dirumah, menti sudah tidak sendirian. Sudah ada bapak yang menemaninya.

Flas back.

“assalammualaikum..” ucap pak juna.

“waalaikum salam pak” ucap menti dari dalam rumah, yang senantisa mengelus-ngelus perut bibinya untuk mengurangi rasa sakitnya.

“ibu kenapa nak..? mana kakak kamu…?”” Tanya pak juna cukup terkejut dan panic.

“bibi sakit pak, dan kakak sedang kehutan mencari obat untuk ibu. Katanya bibi sakit disentri.” Ucap menti dengan tangan yang masih setia mengelus perut bibinya.

“astagfirullah… ya sudah, jaga bibik sebentar ya nak. Bapak membersikan diri dulu..” ucap pak juna dan di angguki kepala oleh menti.

Flas of

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Shuhairi Nafsir

Shuhairi Nafsir

Thor ceritanya lebih seru kalau disertai dengan ruangan dimensi atau bersama sistem. kalau begini ceritanya jadi hambar kurang aksi nga adventures.

2024-12-25

0

𝓐𝓻𝓮𝓷𝓼𝓬𝓪 𝓡𝓪𝓮𝓷𝓲

𝓐𝓻𝓮𝓷𝓼𝓬𝓪 𝓡𝓪𝓮𝓷𝓲

bagus

2024-06-28

0

Frando Kanan

Frando Kanan

apakh novel ini agama Islam?

2023-06-06

0

lihat semua
Episodes
1 1 awal mula
2 2. memulai kehidupan kedua
3 3. belajar
4 4.mengunjungi perpustakaan
5 5. membersihkan pekarangan rumah
6 6. mencari obat untuk ibu
7 7. berjualan sayur
8 8. insiden di perpustakaan
9 9.
10 10. hasil uji coba
11 11.Diantar Aska pulang
12 12.clasmeting
13 13. meracik masker dari buah strawberry
14 14.berdebat
15 15. pengakuan Aska
16 16. POV Aska
17 17. pergi keladang
18 18. membuat ikan asin
19 19. kedatangan kakek dan nenek
20 20. rencana membeli alat elektronik
21 21. jalan-jalan ke kota
22 22. perampokan hotel
23 23. aksi penyelamatan
24 24. ke khawatir Nisa
25 25. membeli motor
26 26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27 27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28 28. di tembak aska
29 29. seleksi
30 30. melawan Siska
31 31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32 32. nenek jam sakit
33 33. jadian
34 34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35 35. hari kompetisi
36 36. pergi tanpa kabar
37 37. rencana liburan semester
38 38. mengunjungi tempat Mbak nur
39 39. usaha baru
40 40. insiden kecil
41 41. kembali dari berlibur
42 42. nasehat seorang sahabat
43 season 1 tamat.
44 44. S2 masuk universitas
45 45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46 46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47 47. S2 kejadian di kosan
48 48. bertemu masa lalu
49 49. jalan jalan ke negara ginseng
50 50. si mantan nelpon
51 51. ajakan Aditya
52 52. penolakan secara halus
53 53. liburan kuliah
54 54. jadi dokter dadakan
55 55. usaha Aditya
56 56. kabar yang mengejutkan
57 57. mendapat kabar peri merah
58 58. beraksi
59 59. kebenaran tentang Nisa
60 60. dijemput
61 61. pinangan formalitas
62 62. kedatangan
63 63. rencana kedepannya
64 64. Aska kembali
65 65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66 66. kita tidak dekat
67 67. para mantan
68 68. ngak tau judul
69 69. anak angkat
70 70. paket komplit
71 71. data perusahaan di Serang
72 72. gadis perundung
73 73. Aditya kecelakaan
74 74. masa lalu tuan Anwar
75 75. mengunjungi Aditya
76 76. belum cerita
77 77. mengejar orang yang tidak dikenal
78 78. bertemu dedi
79 79. si mantan ketos
80 80. makanan keramat
81 pengumuman
82 81. adik-kakak
83 82. membantu penyelidikan
84 83. rapat direksi
85 84. pemimpin sementara
86 85. peringatan leon
87 86. kemarahan tuan Anwar
88 87. hilang ingatan
89 88. kecewanya seorang kakak
90 89. merasa hampa
91 90. bertemu mantan
92 91. nyonya Humaira khawatir
93 92. pemutusan pertunangan
94 93. panasin Aditya
95 94. cemburu
96 95. kecupan singkat
97 96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98 97. begal lagi
99 98. di sidak
100 99. sarapan bersama
101 100. persiapan pindah
102 101. Ramayana
103 102. laporan
104 103. bertemu rival
105 104. jual mahal
106 105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107 106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108 107. telah ingat sepenuhnya
109 108. niat baik
110 109. persiapan
111 110. kembali ke kota x ( tamat)
Episodes

Updated 111 Episodes

1
1 awal mula
2
2. memulai kehidupan kedua
3
3. belajar
4
4.mengunjungi perpustakaan
5
5. membersihkan pekarangan rumah
6
6. mencari obat untuk ibu
7
7. berjualan sayur
8
8. insiden di perpustakaan
9
9.
10
10. hasil uji coba
11
11.Diantar Aska pulang
12
12.clasmeting
13
13. meracik masker dari buah strawberry
14
14.berdebat
15
15. pengakuan Aska
16
16. POV Aska
17
17. pergi keladang
18
18. membuat ikan asin
19
19. kedatangan kakek dan nenek
20
20. rencana membeli alat elektronik
21
21. jalan-jalan ke kota
22
22. perampokan hotel
23
23. aksi penyelamatan
24
24. ke khawatir Nisa
25
25. membeli motor
26
26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27
27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28
28. di tembak aska
29
29. seleksi
30
30. melawan Siska
31
31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32
32. nenek jam sakit
33
33. jadian
34
34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35
35. hari kompetisi
36
36. pergi tanpa kabar
37
37. rencana liburan semester
38
38. mengunjungi tempat Mbak nur
39
39. usaha baru
40
40. insiden kecil
41
41. kembali dari berlibur
42
42. nasehat seorang sahabat
43
season 1 tamat.
44
44. S2 masuk universitas
45
45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46
46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47
47. S2 kejadian di kosan
48
48. bertemu masa lalu
49
49. jalan jalan ke negara ginseng
50
50. si mantan nelpon
51
51. ajakan Aditya
52
52. penolakan secara halus
53
53. liburan kuliah
54
54. jadi dokter dadakan
55
55. usaha Aditya
56
56. kabar yang mengejutkan
57
57. mendapat kabar peri merah
58
58. beraksi
59
59. kebenaran tentang Nisa
60
60. dijemput
61
61. pinangan formalitas
62
62. kedatangan
63
63. rencana kedepannya
64
64. Aska kembali
65
65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66
66. kita tidak dekat
67
67. para mantan
68
68. ngak tau judul
69
69. anak angkat
70
70. paket komplit
71
71. data perusahaan di Serang
72
72. gadis perundung
73
73. Aditya kecelakaan
74
74. masa lalu tuan Anwar
75
75. mengunjungi Aditya
76
76. belum cerita
77
77. mengejar orang yang tidak dikenal
78
78. bertemu dedi
79
79. si mantan ketos
80
80. makanan keramat
81
pengumuman
82
81. adik-kakak
83
82. membantu penyelidikan
84
83. rapat direksi
85
84. pemimpin sementara
86
85. peringatan leon
87
86. kemarahan tuan Anwar
88
87. hilang ingatan
89
88. kecewanya seorang kakak
90
89. merasa hampa
91
90. bertemu mantan
92
91. nyonya Humaira khawatir
93
92. pemutusan pertunangan
94
93. panasin Aditya
95
94. cemburu
96
95. kecupan singkat
97
96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98
97. begal lagi
99
98. di sidak
100
99. sarapan bersama
101
100. persiapan pindah
102
101. Ramayana
103
102. laporan
104
103. bertemu rival
105
104. jual mahal
106
105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107
106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108
107. telah ingat sepenuhnya
109
108. niat baik
110
109. persiapan
111
110. kembali ke kota x ( tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!