selamat membaca ❤️🥰
***
ke esok harinya, sebelum matahari terbit. Pak Juna Ibu Nita dan juga Nisa bergegas pergi ke ladang yang jauh dari pemukiman itu, mereka mulai mengemas barang-barang mereka di atas perahu.
"bagaimana buk. sudah semuanya. apakah masih ada yang tertinggal..??" tanya pak juna.
"seperti nya tidak ada lagi pak..."jawab ibu Nita. karena sudah tidak ada yang tertinggal. setelah itu mereka pun pergi.
(yah... padahal masih ada author. jadi di tinggal kan...!!!)😒😒
(maap thor. otor tinggal di sini saja, ribet kalau otor ikut. nanti kami nggak dapat apa-apa) teriak pak Juna.
(ya..!!emangnya aku ini parasit. Monompang hidup..!! tapikan memang iya hahaha.😆😆..)
lanjut....🤭
tak lama, saat matahari sudah mulai menampakkan dirinya, Mereka pun sampai di ladang itu. dan perjalanan mereka cukup mengejutkan Nisa yang sebenarnya adalah Renata.
Angga saja, ini adalah perjalanan mereka menuju ladang cengkeh.😜
akhirnya sampai juga.😁
(hai ternyata perjalanan ini cukup melelahkan tapi sangat menyenangkan di sini bisa melihat pemandangan matahari terbit wah benar-benar nikmat yang tidak terdustakan.) nisa berdiri di tepi pantai itu sambil menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.
ia memejamkan matanya sambil menikmati hembusan angin yang bertiup mesra.
(huh... segar sekali...) batinnya.
sementara kedua orang tuanya sedang menurunkan barang-barang bawaan mereka dari atas perahu itu. setelah Nisa merasa cukup dia kembali menghampiri kedua orang tuanya itu.
"pak, sebaiknya Bubuk itu dipasang dulu supaya nanti siang kita tinggal melihat apakah sudah ada ikan di dalamnya atau tidak" ucapnya pada ayahnya. ayahnya pun hanya menyetujui apa yang disarankan oleh putrinya.
"Baiklah nak Ayah hanya ikut saja,, yang tahu kan hanya kamu seorang sebaiknya segera dipasangkan saja nanti biar Ayah letakkan di pertengahan sana."Ucap pak Juna sambil menunjuk arah lautan.
Setelah Pak Juna berucap Nisa pun mulai meracik ramuan itu untuk menarik ikan masuk ke dalam bubuk Setelah semuanya siap, Pak Juna pun langsung memasang bubuk itu di tengah laut yang tidak terlalu dalam, hanya sampai pinggang saja.
setelah memasang bubu itu mereka semua kembali ke pondok yang ada di lahan mereka.
pondok sederhana 😁
sesampainya mereka di pondok itu mereka pun siap-siap untuk memulai aktivitas mereka hari ini.
"wah... ternyata disini sangat menyejukkan ya pak..??" ujar Nisa. pak Juna melihat ka arah putrinya.
" eh... bukannya, ini yang ke tiga kali nya kamu kesini. tapi, responnya kok seperti baru melihat nya saja..." heran pak Juna. Nisa jadi gelagapan di buatnya.
"hehehe... iya sih pak. tapikan seperti sudah banyak berubah tempatnya." ucap Nisa berkilah. ternyata pak Juna pun tidak menanggapi nya lagi. karena tempat ini memang banyak berubah. setelah berdebat kecil, mereka pun bersiap untuk melaksanakan aktivitas nya.
namun sebelum mereka melaksanakan aktivitas mereka terlebih dahulu keluarga kecil itu makan pagi alias sarapan, makanan itu mereka bawa dari rumah sebelum berangkat. ibu Nita pun menyajikan nya.
menu makanan hari ini 🤤🤤
"ayo Pak nak makan dulu, nanti kalau sudah selesai makan baru kita pergi ke ladang panen cengkeh." ujar Ibu Nita kepada keduanya.
mendengar panggilan Bu Nita, Pak Juna dan Nisa pun mendekat dan mulai makan bersama.
"wah... enak-enak menu makanannya buk.. jadi ngak sabar pengen makan." ucap Nisa sambil menelan ludahnya.
"ambil nak. dan makan yang banyak.." ucap ibu Nita. setelah itu, mereka pun makan dengan khidmat.
tak lama acara makan-makan pun selesai, dan mereka melanjutkan aktivitas mereka hari ini.
"ah... kenyang sekali buk.." ucap Nisa sambil mengusap perutnya karena kekenyangan. ibu Nita terkekeh melihat tingkah putrinya itu.
" ngak papa nak. kapan lagi kan, bisa makan yang enak ini. kalau ngak ada hasil jualan sayur kamu. mungkin kita ngak bakal sekenyang ini..." ucap buk Nita dengan senyum.
" ia juga sih buk. tepi, seperti Nisa sudah sangat rakus tadi buk.. hehehe...😁😁" ucapnya sambil cengengesan. namun tidak di timpali lagi oleh buk Nita. mereka pun beristirahat sejenak, dan sekalian mengistirahatkan perut mereka.
setelah itu, mereka pun langsung berangkat ke ladang. untuk sampai ke ladang itu mereka ternyata harus bersusah payah untuk mendaki gunung yang cukup tinggi ternyata.
Anggap saja ada Nisa yang sedang mendaki gunung itu🤭
bahkan sedikit saja Nisa mendaki ia sudah merasa kelelahan. namun tidak dengan kedua orang tuanya seolah mereka itu adalah seorang power rangers yang memiliki kekuatan dan bahkan tidak pernah lelah rasanya.
Nisa yang menyaksikan hal itu merasa malu, ternyata ia kalah saing dengan orang tua nya.
( hai ternyata aku sangat lemah sekali, padahal aku lebih muda dari mereka. sungguh memalukan...) batinnya.
setelah membanting Nisa pun melanjutkan perjalanannya untuk mendaki gunung tersebut dengan bersusah payah akhirnya ia sampai juga di puncak.
"huh... ternyata ini cukup melelahkan.."ujarnya. Ia pun langsung duduk lesehan dengan kaki yang terulur lurus ke depan, pandangannya mengarah ke arah jurang, tempat itu memberikan pemandangan di bawah gunung yang sangat indah.
di sana juga terlihat laut yang terbentang luas seperti karpet namun tidak sama seperti karpet, karena bentuknya bergelombang.
(oh tuhan, ini kah alam yang tidak akan pernah di temukan di kota besar.? sungguh, ini sangat indah sekali... di tambah lagi, udaranya sejuk dan segar. coba kalau ada hp. pasti momen ini sudah ku abadikan. sayang nya tidak ada...😤)
batin nya. Nisa terus mengedarkan pandangannya. ia terus menerawang sejauh matanya memandang.
setelah ia merasa cukup beristirahat, Ia pun langsung bergerak dan memanjat salah satu pohon cengkeh untuk memetik buahnya.
(seumur-umur, aku baru tau, ternyata memanjat itu cukup menyenangkan kalau sudah berada di atasnya) batin nya lagi.
cengkeh ini merupakan salah satu penghasilan terbesar bagi warga yang berada di pemukiman ini, karena buahnya bisa dihargai dengan rupiah dan tentu saja dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pada saat musim tersebut.
Nisa pun mulai memanjat dan memetik buahnya satu demi satu sampai akhirnya tangguh itu penuh. setelah ia rasa sudah cukup, Iya pun langsung turun dan menyalinnya ke tempat lain yaitu karung.
Setelah itu mereka semua pun pulang, ini merupakan pengalaman pertama bagi Nisa alias Renata yang bersarang dalam tubuh Nisa.
"hah...sangat melelahkan.." ucapnya.
(begini ternyata rasanya menjadi orang kecil. untuk mendapatkan uang saja, harus kerja keras seperti ini. huh... aku benar-benar menyesal dulu, tidak menghargai uang, dan malas pergi main ke club.) batin nya lagi.
walaupun ia kelelahan namun itu cukup menyenangkan untuk dilakukan.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
mrsdohkyungsoo
laperrrrrrrrr
2024-08-02
0
𝓐𝓻𝓮𝓷𝓼𝓬𝓪 𝓡𝓪𝓮𝓷𝓲
*malah
2024-06-28
0
anak orang🤭
minta🤤🤤🤤
2024-02-25
0