8. insiden di perpustakaan

"assalammualaikum…” ucap nisa dengan hati yang berbinar-binar.

“wa’alaikum salam..” jawab ibu nita dan pak juna, yang ada di meja dapur sedang mengobrol ringan. Ibu nita melihat senyum mengambang di wajah putrinya.

“hmmm… lagi senang nampaknya, ada apa sepertinya wajah putri ibu ini sangat ceria.” Tanya ibu nita. Nisa pun bergabung di meja makan sederhana itu bersama ayah dan ibunya.

“iya bu, nisa sangat senang. Jualan nisa sangat laku buk dan habis semua. Terus uangnya bisa nisa tabung untuk memenuhi keperluan nisa nanti.” Ucap nisa girang. Padahal ya, di tubuh itu ada jiwa renata, kok ya bisa-bisanya ia bersikap manja seperti itu. ah sudahlah, lagian kan mereka sudah bersatu dalam satu jiwa. Lanjut.

“wah, bagus donk nak, kalau begitu, rajin-rajin berkebun…” ucap pak juna menimpali.

“iya yah, itu pasti..” jawab nisa sambil mengeluarkan jempolnya.

“dan jangan abaikan juga pelajaran mu, jangan karena berkebun kamu jadi lalai dalam pelajaran.” Ucap ibu nita mengingatkan putrinya.

“iya bu, pelajaran adalah yang utama. Nisa juga ingin mengangkat derajat keluarga kita dengan sekolah yang rajin. Hehe,,,” ucap nisa lagi. Setelah itu, nia pun masuk kedalam kamarnya dan menyimpan uangnya di dalam celengan. Wajar, disni belum ada bank untuk menyimpan uang, adanya di kota. Sementara jarak tempuh kekota sekitar 4 jam kalau menggunakan motor. Setelah itu, ia lanjut untuk membersihkan kebunnya. Apalagi sekarang adalah hari libur sekolah, jadi puas-puas nisa untuk membersihkan kebunnya.

***

Nisa pun mulai menjalani hari-harinya seperti biasa. Sekolah, di pagi hari dan siangnya berkebun di halaman rumahnya, pemandangan sekitar rumahnya pun sangat indah, di penuhi dengan berbagai tumbuhan sayuran dan buahan. Saat itu juga, nisa tidak lagi meminta uang saku dari kedua orang tuanya, namun karena tanggung jawab orang tua pada anaknya, mereka tetap memberinya uang saku, walau pun sudah agak berkurang.

Saat ini, nisa sedang berada di perpustakaan kembali. Namun kali ini, ia bersama dengan ke tiga teman  sekelasnya. Mereka tidak belajar diruangan, karena guru mereka sedang tidak masuk, supaya waktu tidak mubazir, mereka berempat memilih untuk nongkrong di perpustakaan sambil menggoda petugas perpus yang ganteng menurut mereka.

Mereka pun duduk dengan tenang disalah satu meja di dalam ruangan itu, mereka membaca buku yang bersangkutan dengan pelajaran mereka hari ini, yaitu sosiologi. Tiba-tiba, rombongan ketua OSIS masuk keperpus bersama dengan beberapa teman sekelasnya. Sepertinya guru mereka juga tidak masuk.

“eh… ada cewek disini..”sapa hengki. Ia berjalan mendekat ke meja nisa dan kawan-kawannya.

“lagi pada ngapain ladies..?” Tanya hengki dengan sok akrabnya, namun taka da satu pun dari mereka yang menjawab sapaannya. Namun ia tidak menyerah, sementara yang lain duduk di sebelah meja mereka sambil membaca beberapa buku juga.

“lah… ditanya kok malah diam..” ujarnya lagi. Lisa pun mengangkat kepalanya dan melihat hengki.

“memangnya, kamu gak lihat kalau kita lagi membaca buku, pakek nanyak lagi..” ketus lisa. Yang ada di sana pun menyunggingkan senyum mengejek kearah hengki. Sementara hengki hanya menggaruk kepalnya yang tidak gatal.

Tapi tiba-tiba, siska dan kawan-kawannya pun masuk juga keperpustakaan, dan melihat nisa dan kawan-kawannya disana, dan juga di sebelahnya ada dedi dan kawan-kawannya, dalam hatinya timbul keinginan untuk mempermalukan nisa kembali.

“eh.. ada anak IPS disni, ngapain anak IPS disini..?” Tanya siska sinis, ia menekankan kata IPS, karena anak yang masuk di jurusan IPS itu rata-rata di bawah rengking sepuluh. Otomatis anak ipa lebih pintar dari anak IPS.

“aduh.. kuntilanak masuk ni..”sindir lilis. Sambil mengarahkan pandangannya kearah siska. Siska jadi tersindir dengan ucapan lilis.

“apa maksud kamu, bilang saya kuntilanak..?” Tanya siska dengan geram, ia sudah berdiri di depan lilis.

“dih.. pede banget kamu, emangnya saya bilang kamu itu kuntilanak. Idih… ngerasa jadi kuntilanak ya, makanya tersungging alias tersinggung..” ucap lilis dengan sedikit lebay dan alay. Teman-teman lilis yang mendengar ucapannya pun tersenyum lucu.

“jangan pada senyum deh kalian. Kalian itu Cuma anak IPS yang punya otak di bawa rata-rata, alias bodoh.” Seru siska lagi. Mendengar itupun lisa jadi geram sendiri, namun sebisa mungkin ia tetap tenang.

“eh… kok dibilang bodoh sih. Situ kali yang bodoh dan ngak waras, datang-datang langsung ngatain orang, apakah itu ngak bodoh namannya. Cari masalah tanpa sebab. Ih.. lucu banget ni orang.” Ucap lisa bermonolog dan masih di dengar oleh mereka yang hadir disana.

“apa kamu bilang..” ucap siska makin naik darah.

“sudah. Kalau kalian kesini mau bikin rebut, mending kalian keluar saja. Kami disini sedang belajar.” Kali ini dedi yang bersuara. Mereka yang hadir disana pun cukup terkejut dengan apa yang mereka lihat, secara tidak langsung dedi sudah membantu nisa dan teman-temannya, dan anehnya dulu dia tidak seperti itu.

mendengar  teguran dedi, siska hanya mampu mengedutkan mulutnya saja. Karena tidak ingin di usir oleh dedi disana, ia pun diam dan mengambil tempat duduk di meja dedi dan kawan-kawannya yang lain.

Seketika perpustakaan pun menjadi hening, begitu juga dengan hengki. Ia tidak menggangu mereka lagi, karena sepertinya mereka cukup serius membaca buku. Ia juga mengambil buku bacaan dan duduk di tempat semula yaitu di dekat nisa, dan nisa pun tidak mempermasalahkan hal itu.

dedi pun sedikit mencuri-curi pandang kearah mereka berdua. Nisa menyadarinya namun ia tak peduli. Tiba-tiba, di perpus ada yang rebut-ribut, ada seorang siswa perempuan tiba-tiba kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya.

“tolong-tolong..” ucap siswa perempuan itu. mereka yang ada disana terkejut dan berdiri menghampiri tempat yang berkerumun itu. begitu juga nisa dan teman-temannya. Melihat hal itu, nisa langsung bergegas kearah siswi yang kejang-kejang itu. ia sedikit melonggar kan pakaiannya dan mengatakan pada mereka untuk tidak berkerumun karena sangat sesak.

“teman-teman, tolong jangan berkerumun, biarkan udara masuk dan mendinginkannya. Tolong kerja samanya.” Ucap nisa. mereka pun menurut dan melonggarkan sedikit kerumunan itu. nisa menekan sedikit area perutnya, untuk membantunya merilekskan tubuhnya. Melihat itu, dedi mendekat kearah nisa.

“apa yang terjadi nis.?” Tanya dedi.

“tidak tau, sepertinya ia mengalami loncatan abnormal di otaknya sehingga menimbulkan kontraksi otot tubuh secara berlebihan dan tidak terkendali.” Jelas nisa. dedi tercengang mendengar penuturannya.

“lalu, apa yang harus kita lakukan..?” Tanya dedi lagi.

“tidak ada yang bisa dilakukan. Kecuali memeriksakannya ke dokter..” ucap nisa lagi. Namun tiba-tiba, badan siswi itu mulai sedikit normal dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Badannya sangat lemah dan tak bertenaga.

“dia di pijit aja sedikit di bagian ini..” tunjuk nisa di bagian tengkuknya. Temannya pun langsung melakukannya.

“biasanya, kejang-kejang ini terjadi karena apa ya..?” Tanya dedi lagi pada nisa. nisa melihat kearah dedi.

“kamu kok tanya aku, kamu kan anak ipa, pasti kamu sudah tau penyebabnya..!!” serunya.

sayangnya aku bukan dokter nisa..!!” seru dedi tidak mau kalah. Sementara yang lain hanya menyaksikan interaksi mereka dengan penuh tanda Tanya, apakah dedi sudah mulai menyukai nisa, sehingga ia berbicara banyak padanya, atau dedi terbentur tembok dan hilang ingatan.

“huh…” nisa melihat kearah gadis itu. “ setau aku, gejala kejang-kejang ini disebabkan oleh, peradangan otak atau selaput otak, kemudian stok, cendera kepala, gula darah terlalu rendah dan efek samping obat tidur.” Ungkapnya. “apa kamu sering menggunakan obat tidur, atau kepala kamu pernah cendera..?” Tanya nisa pada siswi itu. gadis itu meliihat nisa.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

mentang2 anak ipa sok kepinteran padahal bodoh ..alahai siska..

2024-01-26

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Siska berisik banget sihh

2023-08-08

0

Aisyah putri

Aisyah putri

mantap Nisa👍

2022-09-29

2

lihat semua
Episodes
1 1 awal mula
2 2. memulai kehidupan kedua
3 3. belajar
4 4.mengunjungi perpustakaan
5 5. membersihkan pekarangan rumah
6 6. mencari obat untuk ibu
7 7. berjualan sayur
8 8. insiden di perpustakaan
9 9.
10 10. hasil uji coba
11 11.Diantar Aska pulang
12 12.clasmeting
13 13. meracik masker dari buah strawberry
14 14.berdebat
15 15. pengakuan Aska
16 16. POV Aska
17 17. pergi keladang
18 18. membuat ikan asin
19 19. kedatangan kakek dan nenek
20 20. rencana membeli alat elektronik
21 21. jalan-jalan ke kota
22 22. perampokan hotel
23 23. aksi penyelamatan
24 24. ke khawatir Nisa
25 25. membeli motor
26 26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27 27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28 28. di tembak aska
29 29. seleksi
30 30. melawan Siska
31 31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32 32. nenek jam sakit
33 33. jadian
34 34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35 35. hari kompetisi
36 36. pergi tanpa kabar
37 37. rencana liburan semester
38 38. mengunjungi tempat Mbak nur
39 39. usaha baru
40 40. insiden kecil
41 41. kembali dari berlibur
42 42. nasehat seorang sahabat
43 season 1 tamat.
44 44. S2 masuk universitas
45 45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46 46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47 47. S2 kejadian di kosan
48 48. bertemu masa lalu
49 49. jalan jalan ke negara ginseng
50 50. si mantan nelpon
51 51. ajakan Aditya
52 52. penolakan secara halus
53 53. liburan kuliah
54 54. jadi dokter dadakan
55 55. usaha Aditya
56 56. kabar yang mengejutkan
57 57. mendapat kabar peri merah
58 58. beraksi
59 59. kebenaran tentang Nisa
60 60. dijemput
61 61. pinangan formalitas
62 62. kedatangan
63 63. rencana kedepannya
64 64. Aska kembali
65 65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66 66. kita tidak dekat
67 67. para mantan
68 68. ngak tau judul
69 69. anak angkat
70 70. paket komplit
71 71. data perusahaan di Serang
72 72. gadis perundung
73 73. Aditya kecelakaan
74 74. masa lalu tuan Anwar
75 75. mengunjungi Aditya
76 76. belum cerita
77 77. mengejar orang yang tidak dikenal
78 78. bertemu dedi
79 79. si mantan ketos
80 80. makanan keramat
81 pengumuman
82 81. adik-kakak
83 82. membantu penyelidikan
84 83. rapat direksi
85 84. pemimpin sementara
86 85. peringatan leon
87 86. kemarahan tuan Anwar
88 87. hilang ingatan
89 88. kecewanya seorang kakak
90 89. merasa hampa
91 90. bertemu mantan
92 91. nyonya Humaira khawatir
93 92. pemutusan pertunangan
94 93. panasin Aditya
95 94. cemburu
96 95. kecupan singkat
97 96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98 97. begal lagi
99 98. di sidak
100 99. sarapan bersama
101 100. persiapan pindah
102 101. Ramayana
103 102. laporan
104 103. bertemu rival
105 104. jual mahal
106 105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107 106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108 107. telah ingat sepenuhnya
109 108. niat baik
110 109. persiapan
111 110. kembali ke kota x ( tamat)
Episodes

Updated 111 Episodes

1
1 awal mula
2
2. memulai kehidupan kedua
3
3. belajar
4
4.mengunjungi perpustakaan
5
5. membersihkan pekarangan rumah
6
6. mencari obat untuk ibu
7
7. berjualan sayur
8
8. insiden di perpustakaan
9
9.
10
10. hasil uji coba
11
11.Diantar Aska pulang
12
12.clasmeting
13
13. meracik masker dari buah strawberry
14
14.berdebat
15
15. pengakuan Aska
16
16. POV Aska
17
17. pergi keladang
18
18. membuat ikan asin
19
19. kedatangan kakek dan nenek
20
20. rencana membeli alat elektronik
21
21. jalan-jalan ke kota
22
22. perampokan hotel
23
23. aksi penyelamatan
24
24. ke khawatir Nisa
25
25. membeli motor
26
26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27
27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28
28. di tembak aska
29
29. seleksi
30
30. melawan Siska
31
31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32
32. nenek jam sakit
33
33. jadian
34
34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35
35. hari kompetisi
36
36. pergi tanpa kabar
37
37. rencana liburan semester
38
38. mengunjungi tempat Mbak nur
39
39. usaha baru
40
40. insiden kecil
41
41. kembali dari berlibur
42
42. nasehat seorang sahabat
43
season 1 tamat.
44
44. S2 masuk universitas
45
45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46
46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47
47. S2 kejadian di kosan
48
48. bertemu masa lalu
49
49. jalan jalan ke negara ginseng
50
50. si mantan nelpon
51
51. ajakan Aditya
52
52. penolakan secara halus
53
53. liburan kuliah
54
54. jadi dokter dadakan
55
55. usaha Aditya
56
56. kabar yang mengejutkan
57
57. mendapat kabar peri merah
58
58. beraksi
59
59. kebenaran tentang Nisa
60
60. dijemput
61
61. pinangan formalitas
62
62. kedatangan
63
63. rencana kedepannya
64
64. Aska kembali
65
65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66
66. kita tidak dekat
67
67. para mantan
68
68. ngak tau judul
69
69. anak angkat
70
70. paket komplit
71
71. data perusahaan di Serang
72
72. gadis perundung
73
73. Aditya kecelakaan
74
74. masa lalu tuan Anwar
75
75. mengunjungi Aditya
76
76. belum cerita
77
77. mengejar orang yang tidak dikenal
78
78. bertemu dedi
79
79. si mantan ketos
80
80. makanan keramat
81
pengumuman
82
81. adik-kakak
83
82. membantu penyelidikan
84
83. rapat direksi
85
84. pemimpin sementara
86
85. peringatan leon
87
86. kemarahan tuan Anwar
88
87. hilang ingatan
89
88. kecewanya seorang kakak
90
89. merasa hampa
91
90. bertemu mantan
92
91. nyonya Humaira khawatir
93
92. pemutusan pertunangan
94
93. panasin Aditya
95
94. cemburu
96
95. kecupan singkat
97
96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98
97. begal lagi
99
98. di sidak
100
99. sarapan bersama
101
100. persiapan pindah
102
101. Ramayana
103
102. laporan
104
103. bertemu rival
105
104. jual mahal
106
105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107
106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108
107. telah ingat sepenuhnya
109
108. niat baik
110
109. persiapan
111
110. kembali ke kota x ( tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!