POV Aska
aku adalah Aska. dari Korea Selatan, tepat nya ayahku orang Korea, sementara ibuku dari Indonesia. aku memiliki seorang adik perempuan yang bernama Vivi Dinata.
gara-gara kasus yang aku buat di sekolah sebelum nya, ayahku mengirim kami sekolah dari kota kecil ini. ia juga membatasi fasilitas kami. namun sepertinya, kahidupan kami lebih dari glamor dari pada teman-teman kami yang lain.
karena masalah yang aku buat di sekolah, ayah ku pun memutuskan untuk memindahkan aku sekolah di tempat ini.
sebenarnya, kalau aku tidak mencari masalah, aku sudah lama tamat dari sekolah menengah atas ini. tapi mau bagaimana lagi, aku hanya bisa menerima semua keputusan yang ayah buat.
btw ayahku aku panggil papa ya.
setelah pindah ke sekolah SMA 1 ini, aku melihat seorang gadis cantik yang tersenyum ramah pada seorang lelaki yang sepertinya sangat tampan. aku langsung menyukainya, entah apa yang aku fikirkan sampai aku melihat keberadaan nya.
anggap aja ia sedang tersenyum pada si ketos itu ya😁😁
gadis itu cantik kalau lagi tersenyum batinku. aku pun ikut tersenyum. namun tiba-tiba aku tersadar, untung tidak ada yang memperhatikan ku, jika tidak, mereka pasti akan menganggap ku gila.
padahal sebelumnya, banyak sekali perempuan--perempuan diluar sana yang mengejar ku. namun aku sama sekali tidak tertarik dengan mereka, aku sampai berpikir, barang kali aku tidak normal, karena tidak pernah tertarik sama sekali dengan wanita.
hm... dulu sih sebelum, aku pernah menjalin hubungan dengan seorang perempuan, di saat aku begitu mencintainya, ia malah diam-diam berselingkuh di belakang ku. semenjak kejadian itu, aku susah sekali percaya dengan mereka.
namun sepertinya, aku patah hati kembali ketika mengetahui bahwa dia mengejar laki-laki itu. akhirnya, aku menyerah begitu saja tanpa ada perjuangan terlebih dahulu. karena malas, tidak ada yang menghargai juga.
hari demi hari, aku mulai menjauhi setiap orang yang berusaha untuk mendekatiku bahkan mereka sampai mengatakan kalau aku ini tidak tertarik dengan lawan jenis.
aku sangat menjaga pandangan dan tutur kata ku. entah kenapa, aku sangat kecewa.
sampai akhirnya, aku mendengar bahwa dia mengalami insiden di kamar mandi saat itu.
aku pun berusaha untuk menjenguknya namun tidak ada waktu sama sekali, aku takut kalau aku akan kecewa lagi. setelah itu aku mulai memperhatikan hubungan mereka kulihat hubungan mereka terlihat senggang dan sepertinya tidak sedang baik.
dari situ aku mulai mendekatinya kembali sampai akhirnya aku mendengar bahwa yang menolong adikku di perpustakaan saat ia mengalami kejang-kejang adalah dia.
akhirnya aku melihat dia di kantin sedang makan bersama teman-temannya, aku pun berjalan mendekat dan menyapa mereka. saat itulah terjadi perbincangan sedikit diantara kami, dan jujur saja, aku sedikit gugup dan grogi.
sampai akhirnya aku menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. Namun ternyata ia menolak ajakanku dengan alasan dia tidak ingin meninggalkan temannya berjalan sendiri.
tapi, untungnya Vivi datang membantuku ia menawarkan diri untuk mengantar temannya pulang akhirnya mau tidak mau, akhirnya mereka setuju juga. kami pun mengantar mereka pulang sampai ke rumah dengan selamat.
POV of
***
setelah terjadi perdebatan di parkiran sekolah itu. akhirnya Nisa dan teman-temannya memutuskan untuk pulang bersama.
" yaudah kalau begitu aku pulang. tapi kamu yakin tidak mau aku antar..?" tanyanya lagi.
" ngak, sebaiknya kamu pulang dan istirahat. soal pernyataan mu itu, aku tidak ingin bertanggung jawab. tapi kalau kamu mau membuktikan kata katamu itu. mungkin aku bisa mempertimbangkan nya." ucap Nisa. walaupun hanya mengatakan hal itu, Aska sudah sangat merasa senang.
"benar ya.." ucap Aska dengan sedikit girang, dan bertingkah seperti anak-anak menurutku. namun seperti itu lah kalau sedang di mabuk cinta 😆😆. Nisa memukul pelan jidatnya sendiri melihat tingkah Aska.
"tapi, aku nggak janji ya kak.." ucap Nisa lagi. ia juga masih ragu dengan perasaannya. apa lagi, ia itu sudah berumur 31 hehehe.. jiwanya maksud ku🤭🤭
"ya nggak papa. yang penting kamu memberi ku kesempatan untuk membuktikan nya." ucapnya lagi.
"yaudah sono. pulang gi.. istirahat..." ucap Nisa lagi.
" ya.. btw, benar nggak mau di antar ni..??" tanyanya lagi. Nisa Pun kembali menatap tajam kearah nya. ia berdecak pinggang.
" pulang sekarang, atau jangan menemuiku lagi.." ancam bisa. sontak ia pun terkejut dan akhirnya menyerahkan. dari pada dilarang ketemu ayang hehe😁😁
"yaudah iya... biasa aja mukanya yang..hehe.." ucap Aska dan langsung kabur, dari pada di amuk nanti. sementara Aska disuruh pulang untuk istirahat akibat lebam yang dialaminya tadi.
dengan alasan jika Aska memaksanya menerima perasaannya saat ini Nisa akan menjauhinya dan tidak mau berbicara lagi dengan.
"hais... dasar anak itu..." ucapnya pelan. teman-teman bisa pun hanya memberikan senyum malu-malu.
"cie-cie... ada yang baru ni...hahaha 😆😆." goda teman-teman Nisa. Nisa pun hanya mendengar malas, godaan teman-temannya itu. ia pun langsung naik motor dengan Lilis.
" ayo pergi.." ucapnya.
" oke bos..." ucap lilis. mereka pun langsung tancap gas, dan pulang.
tak lama mereka sampai di desa nisa dan Ros. Lilis dan Lisa mengantarkan mereka sama di depan rumah masing-masing.
"makasih ya dear." ucap Nisa kepada keduanya.
" ok nis. sama-sama." jawab mereka.
Setelah itu mereka kembali ke tempat mereka masing-masing.
***
besok harinya adalah hari libur dan hari yang membahagiakan untuk nisa dan anak-anak sekolah lainnya, karena selain berlibur ternyata yang paling membanggakan di sini adalah memanen buah cengkeh. bulan ini, adalah dimana para warga mendapatkan rezeki dan tentunya itu sangat menyenangkan.
Nisa dan keluarganya sendiri memiliki ladang cengkeh dan juga memiliki pohon yang banyak. dengan pohon yang banyak itu, ternyata buahnya juga banyak, apalagi ladang itu berada di dua tempat.
pertama ladang pertama dekat dengan pemukiman sementara yang kedua jauh dari pemukiman bahkan harus bermalam di tempat.
"Nisa Apakah hari ini kamu sudah libur nak ? soalnya ayah dan ibu berniat ingin ke ladang cengkeh kita, yang jauh dari pemukiman. maka dari itu, pastinya bapak dan ibu akan berladang di akan bermalam di sana. Apakah kamu mau ikut ? atau di rumah saja. sementara untuk ladang yang di dekat pemukiman ini belum siap panen tinggal sekitar 2 minggu lagi baru akan dipanen." Ucap pak Juna kepada Nisa yang sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya. Nisa menoleh kepada ayahnya.
"boleh deh pak. bisa ikut sama bapak Ibu saja bisa nggak ? Nisa nggak ingin tinggal di rumah sendirian... lagi pula, nisa juga ingin memancing menggunakan bubu dan ramuan yang bisa memancing ikan itu. kalau seandainya berhasil, itu kan bisa dijual pak. kan bisa menambah pemasukan juga pak, nisa ikut ya....."ucap Nisa sambil berbinar.
"Baiklah kalau begitu nak. siap kamu mengerjakan ini kamu bersiap-siaplah, bahwa bekal atau barang yang kamu perlukan saja...."Ucap pak Juna sambil lalu pergi.
"baik pak.." ucap Nisa.
setelah itu nisa melanjutkan pekerjaannya. setelah menyelesaikan pekerjaannya, Nisa pun mulai berkemas. segala yang diperlukannya untuk menangkap ikan, dikemasnya untuk dibawa ke sana. tak lama pekerjaan itu pun selesai, Nisa pun melanjutkan dengan bersih-bersih dan Setelah itu mereka makan bersama makan malam.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
ni baru benar..bubu bukan bubuk...bubu di olesin bubuk gitu kan thor...🙏
2024-01-26
0
REY ASMODEUS
senggang > renggang.. cocoknya pake kata itu thor. hanya sekedar sarang, bukan maksud menggurui..
2022-12-11
2
Afsal01
alur cerita sih bagus,, hanya latar belakang tempat yang tdk sesuai dgn cerita,, nangung banget cerita tentang desa tp malah alur imajinasi yg d bangun adalah perkotaan,,
belum lagi visual nya tdk cocok dgn cerita,, aku baca sampe ke bab ini,, imajinasiku gak sinkron dg alur cerita yg maksa banget harus berlatar pedesaan....
saran dan kritik aja ya thor,, semoga bisa d pertimbangkan lagi 🙏🙏🙏
2022-10-31
1