Setelah itu, ia kembali pulang kerumahnya dan mengerjakan pekerjaan sekolahnya dan hal lainya. Ia juga mengerjakan pekerjaan rumah lebih cepat dari biasanya. Setelah itu, selama 3 jam meninggalkan bubuk itu, dan sebelum mandi ia kembali melihat bubuk itu, dan benar saja, ramuan itu berhasil.
Bubuk yang ia pasang, terlihat di penuhi dengan berbagai macam ikan di dalamnya. Dan ukurannya juga besar-besar. Karena lubang bubuk itu sudah ia sesuaikan.
“wah… ternyata berhasil, yes.” Nisa menjadi girang sendiri. Terlihat dalam bubuk itu, ada udang yang ukurannya besar, ikan dan juga kepiting bakau tiga ekor yang ukurannya jumbo. Nisa dengan senang hati memboyong hasil tangkapannya itu pulang. Saat ia pulang, di rumah sudah ada ibunya yang sudah kembali berladang. Dan tentu saja, ibu nita sangat terkejut melihat nisa datang dengan udang, ikan dan kepiting yang di bawanya.
“astaga nak, kamu dapat ini dari mana..?” ucap ibu nita dengan heran. Ia mengambil alih ikan itu di tangan putrinya. Sementara nisa membersihkan bubuk itu dulu.
“ini hasil tangkapan nisa buk. Buk, besok, bikin jaring dari nilon itu yang banyak ya buk, nanti nisa akan membuat bubuk seperti ini lagi. Biar dapat ikan banyak..” ujar nisa girang. Ibu nita tidak pernah menaruh curiga pada anaknya yang tiba-tiba berubah jadi jenius itu, asalkan tidak merepotkan orang lain, itu lebih dari baik.
“ya,nak. Baiklah. Itu ibu ada punya banyak. Tapi kalau yang baru itu jangan kamu rusak ya nak. Nanti ibu bikin lagi.” Ucap ibu nita segera mengambil alih ikan itu dan segera ia membersihkan ikan-ikan itu, setelah bersih buk nita pun memasak ikan tersebut, ia memasak ketiga kepiting itu dan juga dengan udang.
Sementara ikan, buk nita memasukannya kedlam bamboo dan memasaknya seperti memasak lamang. Setelah masakna itu selesai, ibu nita pun menyajikannya di atas meja, sementara pak juna sudah kembali dan duduk di di meja makan. Meliihat ikan yang di sajikan istrinya itu, pak juna heran dan langsung bertanya.
“ibuk dapat kepiting besar ini dari mana..? tumben-tumbenan..” Tanya pak juna dengan heran.
“itu hasil tangkapan nisa tadi sore, katanya ia mmasang bubuk di sungai selama tiga jam, dan ketika bubuknya di angkat, ternyata dapat banyak. Itu yang lain ibu masukan kedalam bamboo, untuk ikan besok.” Jelasnya.
“hah… kok bisa sih buk..?” Tanya pak juna tak percaya.
“ya, mana ibu tau pak. Nanti kita tanyakan pada nisa. ia sedang siap-siap.” Ucap ibu nita. Tak lama, nisa pun keluar dari kamranya, dan duduk bergabung bersama dengan ayah dan ibbunya. Mereka pun mulai makan malam, di sela-selam makan mereka , pak juna membuka suaranya.
“nak, dari mana kamu mendapatkan hasil tangkapan ini..?” Tanya pak juna dengan lembut.
“oh.. nisa memasang bubuk di sungai yah, dan mencampur sedikit ramuan dalam pancingannya.” Ucap nisa.
“ramuan apa nak, kok bapak baru tau, da ramuan yang bisa menghasilkan ikan. Itu racun ya.?.” Tanya pak juna lagi.
“bukanlah ya, ramuan itu hanya untuk menarik ikan saja, bukan membunuh..” ucap nisa lagi. Pak juna pun semakin tidak mengerti.
“nanti nisa ajarkan bapak untuk menggunakannya. Tapi di sungai sepertinya terbatas, kita nanti mulai di laut aja ya pak, kalau bapak tidak sibuk..” ujar nisa dengan riang. Melihat itu, pak juna tidak bisa menolak keinginan putrinya, ia hanya bisa menyetujuinya.
“baiklah….” Ucapnya. sementara di kebun juga, nisa semakin menambah percobaan tanamannya, walauun membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian, sekalin ia melakukan ekperimaen. Semakin hari semakin banyak yang datang membeli hasil kebunnya itu, karena memang hanya ia satu-satunya yang berkebun sayuran, tentusaja, tiap hari nisa selalu mendapatkan uang dari hasil kebunnya itu.
***
Ke esok paginya, nisa pun kembali berangkat sekolah dengan berjalan kaki, tentu saja ia tidak sendiri. Mereka jalan rame-rame, bersama dengan teman-teman yang lain. hari ini, merupakan hari yang mendebarkan, karena sekolah menyelenggarakan ujian akhir semester.
“heh ros. Kok aku jadi degdegan ya. Padahal kan tinggal isi doing..” ucap nisa pada ros. Ros menarik nafasnya dalam.
“sama nis. Aku juga degdegan.” Ucap ros.
Tak terasa, mereka sudah sampai di sekolah, dan mulai melakukan aktivitas seperti biasa sebelum memasuki ruangan. Hari ini mereka tiak melaksnakan apel pagi seperti biasanya. Setelah itu, ujian pun di mulai. Hari ini mereka sedang mengikuti ujian bahasa ingris, bahasa Indonesia dan matematika.
Teng… bunyi lonceng, tanda memulai ujian. Kelas XII IPS 1 menjadi hening, mereka mengerjakan ujian dengan ekpresi yang berbeda-beda. Ada yang melihat kiri kanan, ada yang pura-pura berpikir, ada yang serius dan ada juga yang mengerjakan tanpa memikirkan jawabannya. Yang penting selsai. Nisa mengikuti ujian dengan sesaksama dan bersungguh-sungguh. Tak lama, ujian hari ini pun selesai.
“hah.. akhirnya ujian pertama selesai. Gila, hamper ngak siap tau nggak..” ucap lisa. Sambil meregangkan otot-ototnya.
“sama, aku juga, mana ngak bisa ngapa-ngapain lagi. Pengawasnya menjelma jadi iblis, dikit aja gerak udah di plototin.” Timpal lilis.
“sama. Aku baru ngerasain ujian hari ini tegang banget.” Ujar ros. Namun nisa hanya diam dan tak menimpali teman-temannya.
“kalau nisa. aku lihat tadi, tangannya lancar banget ngitung rumus. Aku mau minta contekan, tapi dikit aja gerak sudah kenak tatapan tajam. Hah..” ujar Ros.
“jenius ma beda.” Timpal lilis lagi. Nisa pun melihat teman-temannya.
“makanya, jangna malas baca buku. Tapi aku ngak yakin juga sih dengan jawabanku. Kalian piker aku ngak grogi juga..?” ucap nisa. ya iyalah grogi, orang sudah lama fakum sama yang kek ginian. Yang biasa itu, ilmu bela diri, merakit senjata sama penelitian.
“ya udah yok, pulang..” ucap nisa lagi. Teman-temannya pun langsung setuju. Akhirnya mereka sma-sama keluar dai kelas. Dijalan. Mereka tidak sengaja berpapaan dengan rombongan ketua OSIS dan juga siska. Namun mereka sama sekali tidak mengubris, hanya melempar tatapan malas kearah mereka.
“eh… anak IPS lewat. Gimana ujiannya, pasti soal kalian mudah-mudah ya, beda sama kami. Selalu saja soal yang sulit.” Ucap siska.
“oh.. perhatian sekali ya. Sampai-sampai, ia sangat peduli dengan ujian kita.” Sindir lisa.
“hehehe, dia ngak tau aja, seberapa sulitnya menghitung laba rugi, seberapa ribetnya memindahkan catatan kebuku besar. Dia juga ngak tau, bagaiman caranya menghormati orang lain. Ups.. mereka kan ngak belajar itu ya. Pantasan minim etika..” timpal ros.
“apa kkamu bilang. Heh, jurusan sampah seperti itu, sama sekali ngak berguna !! taunggak..!!” ucap siska meninggikan suaranya.
“ya. Sma dong kek kita. Jurusan kamu juga, ngak guna sama kami. Lagian apa unutngna belajar tentang atom dan gaya.!!” Seru ros lagi.
“eh.. kamu salah ros. Belajat gaya itu ada unutngnya tau. Biar kita tau, gaya nungging itu seperti apa, gaya kodok itu seperti apa, gaya pesawat seperti apa. Semena-mena kamu…” timpal lisa, yang sukses membuat siska naik pitam.
“maksud kalian apa hah…!!” teriaknya lagi.
“tuh.. lihat, minim etika kan. Kayak mak-mak comblang aja..” ucap lisa lagi, yang sukses membuat nisa terkekeh. Sementara, yang lain hanya mendengar perdebatan mereka saja, nia dan maya tidak tau harus menjawab apa untuk membatu siska.
“sudah-sudah. Jangan rebut lagi. Lagian apaun jurusn itu, sama saja. Ips sama ipa itu juga pelajaran.” Ucap dedi menengahi. Ia juga tidak ingin mebela siska, namun juga tidka mungkin menyalahkan lisa dan ros.
“kamu hjangan gitu donk kak. Mereka itu menghina jurusan kita..!!” seru siska ngak terima kalau dedi tidak membelanya.
“kamu itu ya, lagian siapa sih yang mulai duluan. Kan kamu, sekarang kamu malah salahin aku.. kamu memang ngak masuk akal..” ujar dedi si ketos dan langsug meninggalkan mereka.
“kakak mau kemana kak..!!” teriak siska lagi. “awas kalian” ucap siska kepada mereka dan langsung lari menyusul dedi, begitu juga dengan yang lain. Selepas kepergian mereka, aska tiba-tiba datang mendekati mereka.
**** bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Noorjamilah Sulaiman
Nama nya jgk Dunia halu...
2024-06-17
0
Ken arok
di sini aq mulai bingun, lokasi dari cerita ini, di atas di sebutkan di daerah pelosok desa yg jauh dr kota, ini ko mau ke laut, sedangkan mau ke kota saja sangat jauh?
2022-10-23
2
Winda Andini
lanjutt thorr
2022-10-06
0