"mana ada bidadari jenius. Jangan kebanyakan ngayal lis.” Ucap nisa menimpali temanya. Nyatanya memang kesurupan bidadari jenius. Hehe…Tak lama, buk emelia pun masuk.
“selamat siang semuanya..” sapa buk emelia. Kemudian langsung di jawab serentak oleh siswa-siswinya.
“Hari ini kita lanjutkan pelajaran kita tentang, teknologi informasi dan komunikasi. Silahkan keluarkan catatannya.” Ucap guru cantik itu. semua siswa pun mengeluarkan buku catatan mereka. Setelah itu, buk emelia kembali bersuara.
“hari ini kita akan membahas mengenai penggunaan aplikasi Microsoft word. Ada yang tau, apa itu ms word..?” Tanya buk emelia. Sebagai seorang yang awam tentang barang elektronik atau pun yang menyangkut tentang ilmu TIK, semua yang hadir disana pun hanya bisa diam dan mengatakan tidak tau.
[ adoh.. ternyata, disini masih ada mata pelajaran tik, inikah sudah zamannya alat elektronik, sekarang semuanya serba alat elektronik. Dan juga, maksudnya apa lagi dengan pertanyaan ini. Ms word.] batin nisa.
ia tidak habis pikir, ternyata sekolah ini masih sangat jauh kebelakang. Namun, tiba-tiba nisa mengangkat tangannya, lagi-lagi nisa membuat semua teman sekelasnya terkejut.
“saya buk…” jawab nisa sambil mengangkat tangan kananya. Buk emelia mengarahkan pandangannya kepada nisa.
“baik nisa, coba kamu jelaskan apa itu ms word..?” Tanya buk emelia lagi.
“menurut saya, ms word atau juga dikenal dengan ms office word, merupakan perangkat lunak pengolah kata. Dimana ms word ini berfungsi untuk membuat, mengedit, dan memformat dokumen berupa teks, misalnya surat, kertas kerja, brosur, kartu nama, buku jurnal dan lainnya. Itu menurut nisa, itu buk.” Jawab nisa menjelaskan.
Tanpa mereka sadari, sebenarnya buk emelia merupakan saudara sepupu jauh nisa namun mereka hanya di bedakan dengan keturunan mereka. Ibu dari buk emelia merupakan saudara ayah nisa dari pihak pamannya. Namun bukan keluarga inti, tapi hubunganya masih sangat dekat.
“ya. Ms word adalah perangkat lunak, yang digunakan untuk membuat atau mengedit teks yang akan menjadi sebuah kaliamat dan paragraph seperti buku, surat, jurnal dan lainnya. Baik, ada lagi yang meau menambahkan.?” Tanya buk emelia. Namun sepertinya, penjelasan yang diberikan nisa sudah cukup untuk mereka.
Siswa-siswi yang lain hanya mampu mengangukan kepala mereka, jika seandainya pun itu tidak benar, mereka kan juga tidak tau. Hehe..seketika kelas mereka jadi hening. Tanpa bertanya lagi, mereka pun melanjutkan penjelasan dari buk emelia.
Sementara tema-teman nisa, termasuk ros yang duduk di sampingnya itu, sedikit curi-curi pandang dengannya. Sepertinya, nisa memang sangat berubah hari ini.
“baik, ibu rasa pelajaran kita cukup sampai disini dulu. Sejauh ibu menjelaskan, apakah ada yang ingin bertanya ?” Tanya ibu emelia sebelum nanti akhirnya meninggalkan ruang kelas mereka. .
Namun sepertinya tidak ada yang bertanya sampai akhirnya bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi. Buk emelia pun segera meninggalkan ruang kelas XII 1. Selepas kepergian ibu emelia, teman-temannya kembali heboh.
“ya..!! seberapa pintar kamu sih sekarang nis. Kamu benar-benar membuat kami terkejut-kejut.” Ucap lisa sudah beranjak dari kursinya. Ia kemudian mendekat kearah nisa dan memegangi kepala nisa.
“menular, menular..” ucap lisa sambil memegang kepala nisa dan kepalanya secara bergantian. Yang lain menjadi terkekeh melihat kekonyolan yang dilakukan oleh lisa.
Teman-teman nisa, masih saja heboh dengan perubahan nisa kali ini, mereka banyak yang datang di meja mereka dan juga bertukar cerita tentang pelajaran tadi.
“wah… keren kamu nis, bahasa ingris ok, menjawab pertanyaan buk eme juga ok..” ucap Ros memuji nisa.
sebenarnya, ros benar-benar terkejut melihat kelebihan yang nisa tunjukan hari ini, apa lagi, mereka sekolah di tempat yang sama waktu sd. Jadi sedikit banyaknya, ia tau seperti apa Nisa sebenarnya. Namun kali ini Ros cukup terkejut dengan perubahan nisa.
“biasa aja lagi Ros, aku juga ingin sekali-sekali menjawab pertanyaan dari guru, agar terbiasa.” Ujar nisa merendah.
“mm okelah. Ngak keluar, jajan gitu..?” Tanya Ros. Nisa hanya mampu menggelengkna kepalanya, ia sebenarnya ada jajan, namun sepertinya ia harus berhemat. Selagi belum lapar, maka biarkan saja.
“ya udah, kalau begitu kita keluar dulu yah..” ucap ros, Dan langsung di angguki oleh nisa.
mereka pun keluar mau kekantin, selepas kepergian mereka, nisa menjadi malas di kelas sendirian. Ia berpikir alangkah baiknya ia berkunjung ke perpustakaan dan menyurvei beberapa buku yang layak untuk dibaca. (Ya elah nis, semua buku itu layak untuk di baca, apa lagi buku novel hehe..)
Setelah menimbang, Akhirnya, ia memilih untuk pergi ke perpustakaan, membaca beberapa buku. Saat ia masuk ke perpus. Ada beberapa tatapan mata yang melihatnya dengan mencibir.
Apa lagi, mereka mengetahui bahwa nisa sering sekali mengejar-ngejar ketos dan bahkan sudah beberapa kali, mengungkapkan perasaannya tanpa malu.
“eh.. lihat, si cewek tidak tau malu itu, alias junior gatel dan kepedean itu datang. Jangan-jangan mau cari ribut lagi tu orang..” ujar para ciwi.
Namun nisa tidak mengubris mereka, ia hanya berjalan masuk dengan santai. Tanpa sengaja, matanya menangkap sosok yang menjadi incaran nisa sebelum renata merasukinya.
Mata mereka saling beradu pandang. Namun tidak menimbulkan reaksi apapun, baik itu di pihak nisa maupun dengan ketos itu.
[ cowok yang menjadi incaran nisa, ganteng sih. Tapi sayangnya aku bukan dia.] batin nisa. ia kembali melanjutkan perjalannya ke rak buku. Sementara ketos yang dikenal dengan dedy itu, tidak menghiraukannya sama sekali. Namun ia cukup heran dengan respon nisa, namun segera ia tepis, barangkali ia sudah bisan mengejarnya pikir dedy.
“eh… tumben si cewek yang sering nempelin lo itu tidak membuat ulah. Da nyerah dia kayaknya ded...” ucap jekson.
“da biarkan saja, itu lebih baik.kalau memang dia menyerah.” jawab dedy seadanya.
“mungkin dia sudah jera atau kapok di kerjain sama cewek-cewek kemarin sampai pingsan. Jadinya ia memutuskan berhenti.” Ujar hamdan.
Semua yang ada di situpun kembali diam dan tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing. Sementara nisa masih terus membolak-balikan buku di rak-raknya.
[ haduh.. tidak ada bacaan yang menarik, semuanya standar..] batinnya. Namun ia kembali melihat-lihat. Karena lelah mencari buku yang cocok, ia putuskan untuk mengambil satu buku secara acak dan membacanya.
Dan saat itu, siska dan para antek-anteknya datang memasuki ruangan perpustakaan. Mereka bergabung dengan kelompok dedy dan kawan-kawannya disana, namun tanpa sengaja, mata siska melihat sosok perempuan yang mereka buat pingsan kemarin.
melihat itu pun siska tersenyum menyeringai. Tanpa mengatakan apapun, ia jalan mendekat kearah nisa. semua yang hadir disana mulai memperhatikan siska termasuk dedy dan kawan-kawannya.
“hay nisa, bagaimana pelajaran yang kami berikan kemarin. Enak tidak..?” ucap siska sambil melipat tangannya didada.
Nisa tidak menggubris perkataan siska, ia tau, bahwa cewek inilah yang mengerjainya sampai pingsan. Siska yang di abaikan olehnya menjadi jengkel, ia memprovokasinya lagi.
“lihatlah, kamu datang keperpus, dengan penuh kepura-puraan mu. Kamu pikir aku tidak tau, bahwa datang keperpus merupakan salah satu siasat kamu kan, agar bisa mendekati kak dedy.” Ucap siska dengan sedikit mengeretak.
[ siasat, oh jadi dia ganti taktik, pura-pura cuek biar aku jadi perhatian sama dia.. ada-ada saja..] batin dedy.
“tepat sekali, dia pasti hanya sedang berpura-pura, padahal niatnya ingin mendekati kak dedy.” Timpal nia setuju.
Namun nisa tetap tidak menggubris ucapan mereka. Baginya, selama mereka tidak mengulangi hal yang kemarin, maka, ia juga tidak akan mempermasalahkannya, ia sudah cukup dewasa menghadapi masalah anak ABG ini.
“oh..biar aku menceritakan Sesuatu dan sekaligus mengingatkan kalian tentang perjuangan seseorang untuk mendekati lelaki yang sudah tentu tidak pantas untuknya. Dan seharusnya ia juga sadar diri, bahwa ia sama sekali tidak memiliki kriteri apapun untuk mendekati pria. Namun dengan egoisnya, ia terus berusaha mengejar dan mengungkapkan perasaannya. Kalau aku menjadi dia, aku pasti sangat malu, karena akan di cap sebagai perempuan murahan dan tidak punya harga diri.” Ungkap sisika sambil melirik nisa. sangat jelas, bahwa kata-kata itu sengaja dibuat untuk membuat nis emosi.
“aduh.. kasihan sekali dia ya. Sudah ditolak, masih aja ganjen..” ucap nia dan maya.
“ya, kupikir orang itu sedang memperjuangkan cintanya, setiap orang kan berhak untuk mendapatkan kasih sayang, dan barang kali, ia salah mengambil jalan. Tapi kalau menurutku, berdsarkan dari cerita kamu, dia itu ingin jujur dengan perasaannya sendiri dan mengesampingkan rasa malunya agar orang yang di inginkannya itu peka terhadap perasaannya.” Ujar nisa sambil terus focus dengan bukunya. Mendengar respon seperti itu, siska seperti tidak teriman, ia niatnya ingin memprovokasi nisa, eh.. malah dia yang kepanasan.
“heh.. kamu pikir kamu itu siapa hah ! saya tidak mengatakan itu adalah kamu, kenapa kamu malah mengomentari cerita saya..!!” teriak siska. Nisa yang di teriyaki seperti itu, mengaihkan pandangannya dari buku iu dan melihat perempuan yang berusaha untuk memprovokasinya itu.
“oh.. apakah aku mengatakan kalau kamu itu berbicara tentang aku ? saya hanya reflek, kupikir kamu sedang menunggu saran dari saya, soalnya matamu selalu mengarah padaku. Apakah kamu manyukaiku ? tapi maaf, biar kuberi tau, aku masih menyukai laki-laki...” Ucap nisa dengan santai.
“hahaha…” orang yang hadir di perpus pun tertawa terbahak-bahak, dan itu pun sukses membuat siska malu. Ia memukul meja dengan keras.
“NISA !!, JANGAN SEMBARANGAN KAMU KALAU NGOMONG !! sebaiknya kau tutup mulut baumu itu!, jika kau mengatakannya lagi!, aku tidak akan segan-segan merobek mulutmu busuk mu itu.!!” ucap siska dengan berapi-api seperti siap untuk melahap lawanya menjadi debu.
**** bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Irmha febyollah
aq dlu pelajaran t.i.k. waktu SMP
2024-09-23
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
pede banget😌
2023-08-08
0
Euis Yohana
di perpus kan harus hening ,,ini malah ribut gpp gitu??penjaganya ke mn itu..🤔
2022-12-24
1