7. berjualan sayur

"bapak sudah pulang..?” ucap nisa. nisa langsung masuk ke dapur dan membersihkan bahan-bahan yang ia dapat tadi.

Sementara, suara lirih ibu nita tidak berhenti, kerena sakit itu semakin menjadi. Tak lama, nisa datang dan membawa obat yang sudah ia racik dengan sederhana.

“buk.. minum dulu ya..” ucap nisa. pak juna dan menti pun membantu ibu nita untuk bisa duduk dan menjadikan pak juna sebagai tempat sandarannya.  (UU sosweet….) setelah itu, ibu nita meminum obat yang di berikan nisa padanya dengan sekali teguk, obat itu habis. karena memang sudah tidak terlalu panas.

Setelah itu, nisa juga memberikan olesan pada perut ibunya. Obat yang di oles itu adalah obat untuk membantu mengurangi kadar racun dan cairan-cairan kimia yang masuk kedalam tubuh. Dan ajaibnya setelah ibu nita meminum obat itu, perutnya mulai membaik. Dan mulai tidak terdengar lagi suara lirih dari mulut ibunya.

“tambah lagi nak, biar cepat sembuh..” ucap ibu nita sambil menyodorkan gelas kearah nisa. pak juna pun terkejut.

“apakah sudah mendingan buk..?” Tanya pak juna, ia heran. Bagaimana mungkin hanya sekali teguk dapat mengurangi rasa sakitnya itu.

“sudah buk, nanti diminum lagi setelah tiga jam. Lagi pula, obat itu pahit loh buk, tapi ibuk meneguknya seperti meminum air putih saja…” canda nisa. mereka pun tertawa mendengar candaan nisa.

“eh.. obatnya pahit ? menti kira, obat itu ngak ada rasanya, soalnya bibi dengan santai meneguk obat itu.” ucap menti polos.

“obat itu pahit lah, mana ada obat yang tidak pahit. Hanya saja, sakit ibu itu sepertinya mampu membuat lidah ibu tidak merasakannya.” Canda mereka lagi.

Buk nita pun membetulkan posisi duduknya, ia tidak lagi bersandar pada pak juna. Pak juna pun kembali heran, ada ya obat yang di minum langsung sembuh dengan cepat. Seperti sihir saja. (ya taulah pak, namanya juga dunia tipu-tipu..hahaha…)

“bapak pakek ini juga, untuk melindungi kulit bapak. Bapak kan sering kerja di bawah sinar matahari. Ini juga di minum ya pak, untuk membasmi kuman di dalam perut.” Ucap nisa menyodorkan obat yang ia buat sekalian untuk ayahnya.

Pak juna pun mengambil dan meminumnya. Saat ia minum, rasa lelah seharian karena bekerja keras, seolah hilang terendam obat tersebut. Yang ada, hanya kesegaran jasmani.

“wahhh… benar-benar, nanti.. kalau sudah tamat nak, ambil jurusan kedokteran saja.” Ujar pak juna pada nisa.

“hehehe.. minum itu aja, bapak udah langsung menyimpulkan untuk ambil kedokteran. Ngak bisa nisa, kan jurusan nisa disini ips. Jadi ngak bisa ambil kedokteran pak,.” Jelas nisa. pak juna pun terkekeh.

Setelah memberikan obat untuk ayah dan ibunya, nisa pun memberekan kembali semua barang-barang yang digunakan tadi dan di bantu oleh menti.

Setelah itu, menti pamit pulang, namun sebelum ia pulang, terlebih dahulu meminta tolong pada nisa untuk membantunya mengerjakan tugas bahasa inggrisnya. Dan dengan senag hati nisa membantu saudara sepeupunya itu, setelah itu menanti pun pulang, kembali kerumahnya.

Selepas kepergian menti, nisa kembali berkutat dengan pekerjaan rumah lainnya. Sementara Kedua orang tua nisa pun beristirahat untuk memulihkan tenaga mereka kembali.

Tak lama, pekerjaan nisa selesai. Setelah masak dan beres-beres. Setelah itu, nisa membersihkan dirinya. Setelah membersihkan diri, ia kembali mencek keadaan ibunya kembali dan memberikan minuman itu lagi kepada ibunya.

***

Hari demi hari, selain sekolah, bertani kecil-kecilan pun menjadi kesibukan nisa, sampai akhirnya. Kebunnya sudah waktunya panen, tanaman yang biasanya di panen dalam jagka watu tiga bulan, namun dapat nisa panen hanya dalam waktu 7 miggu. Ia menggunakan kemampuannya untuk membuat pupuk yang dapat mempercepat usia panen suatu tanaman.

Selain bertani juga, nisa tidak akan pernah lupa membuat skincare untuk mencegah penuaan dini pada kulitnya serta membantu aktivitasnya di bawa matahari, agar kulitnya tidak gosong. Skincare itu pun bukan untuk dirinya sendiri, namun juga untuk kedua orang tuanya.

Sekarang adalah hari minggu, dimana waktunya nisa libur dalam proses belajar mengajar. Pagi-pagi sekali, nisa bangun dan melaksanakan kewajibannya, serta membantu ibunya bekerja di rumah.

“bu.. sekarnga waktunya nisa panen buk. Nisa sangat senang sekali..” ucapnya dengan girang.

Begitu juga ibunya, semua halaman rumah yang luas itu, sudah di penuhi dengan tanaman-tanaman yang berbagi macam jenis tanaman. Ada tanaman cebe, sayur kangkung, sawi, kacang panjang, buncis, kol, wortel, kentang, ada juga mentimun, semangka.

Semua tanaman itu tumbuh tentunya memiliki tingkat perawatan dan pemberian pupuk yang berbeda-beda. Dan  tentunya hanya nisa yang tau.

Note: walaupun nisa dan keluarganya hidup berkecukupan, namun itu dalam sudut pandang uang atau harta secara materi. Namun kalau dilihat secara benda, mereka memeliki banyak lahan yang menjadi milik ayah dan ibunya sebagai harta warisan dan juga hasil usaha ayahnya. Di desa pada umumnya, pencarian warga untuk meningkatkan ekonomi sangat sulit. Namun bukan berarti mereka miskin.

Hari minggu ini tentunya adalah hari libur untuk semua orang, bukan hanya libur sekolah, bahkan orang juga berlibur pergi keladang mereka.

Melihat perkebunan nisa di samping rumahnya, banyak warga yang mulai berdatangan Untuk membeli hasil kebunnya. Ya tentunya, di desa itu hanya nisa yang menanam tanaman muda seperti sayur-mayur itu.

kebanyakan warga desa lebih berpatokan pada tanaman tua, seperti kelapa, pala dan juga cengkeh, dan tentunya waktu panen yang terbilang cukup lama untuk mendapatkan hasilnya.

“permisi…” ucap salah satu warga yang datang kerumah nisa itu. mendengar ada yang memanggil, ibu nita pun keluar melihat siapa yang datang.

“eh buk mumun.. ada apa buk..?” Tanya buk nita.

“maaf buk nita, saya kesini ingin membeli beberapa sayuran juga cabe, kira-kira itu di jual tidak yah..?” Tanya buk mumun.

“tentu saja buk, sebentar, saya panggilkan yang punya dulu ya buk.. silahkan duduk dulu..” ucap buk mumun.

“baiklah…” buk mumun pun mendudukan pantangnya di salah satu kursi di depan rumah, sementara buk nita memanggil nisa yang sedang menyuci pakaianny dan kedua orang tuanya.

“nak, diluar ada buk mumun yang ingin membeli sayur..” ucap buk nita.

“oh.. ibu ambilkan saja..” ucap nisa santai dan focus mencuci pakaian.

“sudah, pekerjaan mencuci biar ibu yang mengerjakannya, kamu cepat sana temui buk mumun.” Ucap ibu nita mengambil alih pekerjaan nisa. nisa pun akhirnya menurut dan menemui ibu mumun.

“maaf buk, jadi menunggu..” ucap nisa tidak enakan.

“ngak papa nak. Ibu ingin membeli beberapa sayur mu.” Ucap buk mumun langsung bangkit dari duduk nya. Tak lama, datang beberapa ibu-ibu juga, yang tetanggaan dengan mereka untuk membeli sayuran.

Renata bramasta yang dulunya seorang jenius ini, harus rela panas-panasan untuk mencari uang. Karena keterbatasan akses, mau tidak mau, ia harus melakukannya.

Ia harus bisa menabung untuk memenuhi keinginannya, ia pun memilih untuk bertani kecil-kecilan sepulang sekolah. Ia juga harus bisa mengandalkan kecerdasannya untuk hidup di desa ini dan memenuhi kebutuhannya. Namun sepertinya ia menikmatinya.

Hari ini, ia akan memanen dan menjual hasil kebunnya. Dan kebetulan ada banyak yang memesan, ya sekalian saja jualan. Pikir nisa. akhirnya ia pun mulai pergi untuk berjualan sayur keliling.

***

“ya udah. Nisa panen dulu ya buk, nanti nisa antar ke rumah.” Ucap nisa dengan sopan, dan di setujui oleh ibu-ibu itu.

ibu mumun memesan sayur buncis dan wortel masing- masing sepulu ribuh. Dan juga buah semangka satu buah dan mentimun serta cabe sebanyak 5 ribu. Begitu juga dengan ibu yang lain, mereka memesan cabe seperempat artinya 5 ribu, dan juga sayur serta buah.

Setelah itu mereka pun pergi. Setelah mereka pergi. Nisa pun mengambil keranjang dan pergi untuk memanen pesanan para ibu-ibu itu, setelah itu, nisa membungkus dan mengantarkannya ke alamat mereka.

“ibu, nisa berangkat anterin pesanan sayur orang dulu ya buk..” ucap nisa berpamitan pada ibu nita yang sedang menjemur kain di belakang rumah. Nisa pergi dengan menggunakan gerobak sorong.

“iya.. hati-hati nak..” seru ibu nita dari kejauhan. Nisa pun berangkat, ia juga melebihkan onggokan sayurnya, artinya sambilan mengantar pesanan, ia juga berjualan keliling.

Setelah, mengantar pesanan para ibu-ibu, nisa mulai menjajal kan dagangannya, tak menunggu waktu lama, dagangannya pun habis ludes di serbu para ibu-ibu. Setelah itu, nisa pulang kerumah dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya, dapat banyak ni..

**** bersambung***

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

wah kerennn

2024-01-26

0

Asih Asih

Asih Asih

wah nisa pinter banget thor...tk pernah putus asa

2022-12-16

0

Nurmiahana Nana

Nurmiahana Nana

wow amazing semangat jualnnya ya nisa

2022-12-09

0

lihat semua
Episodes
1 1 awal mula
2 2. memulai kehidupan kedua
3 3. belajar
4 4.mengunjungi perpustakaan
5 5. membersihkan pekarangan rumah
6 6. mencari obat untuk ibu
7 7. berjualan sayur
8 8. insiden di perpustakaan
9 9.
10 10. hasil uji coba
11 11.Diantar Aska pulang
12 12.clasmeting
13 13. meracik masker dari buah strawberry
14 14.berdebat
15 15. pengakuan Aska
16 16. POV Aska
17 17. pergi keladang
18 18. membuat ikan asin
19 19. kedatangan kakek dan nenek
20 20. rencana membeli alat elektronik
21 21. jalan-jalan ke kota
22 22. perampokan hotel
23 23. aksi penyelamatan
24 24. ke khawatir Nisa
25 25. membeli motor
26 26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27 27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28 28. di tembak aska
29 29. seleksi
30 30. melawan Siska
31 31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32 32. nenek jam sakit
33 33. jadian
34 34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35 35. hari kompetisi
36 36. pergi tanpa kabar
37 37. rencana liburan semester
38 38. mengunjungi tempat Mbak nur
39 39. usaha baru
40 40. insiden kecil
41 41. kembali dari berlibur
42 42. nasehat seorang sahabat
43 season 1 tamat.
44 44. S2 masuk universitas
45 45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46 46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47 47. S2 kejadian di kosan
48 48. bertemu masa lalu
49 49. jalan jalan ke negara ginseng
50 50. si mantan nelpon
51 51. ajakan Aditya
52 52. penolakan secara halus
53 53. liburan kuliah
54 54. jadi dokter dadakan
55 55. usaha Aditya
56 56. kabar yang mengejutkan
57 57. mendapat kabar peri merah
58 58. beraksi
59 59. kebenaran tentang Nisa
60 60. dijemput
61 61. pinangan formalitas
62 62. kedatangan
63 63. rencana kedepannya
64 64. Aska kembali
65 65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66 66. kita tidak dekat
67 67. para mantan
68 68. ngak tau judul
69 69. anak angkat
70 70. paket komplit
71 71. data perusahaan di Serang
72 72. gadis perundung
73 73. Aditya kecelakaan
74 74. masa lalu tuan Anwar
75 75. mengunjungi Aditya
76 76. belum cerita
77 77. mengejar orang yang tidak dikenal
78 78. bertemu dedi
79 79. si mantan ketos
80 80. makanan keramat
81 pengumuman
82 81. adik-kakak
83 82. membantu penyelidikan
84 83. rapat direksi
85 84. pemimpin sementara
86 85. peringatan leon
87 86. kemarahan tuan Anwar
88 87. hilang ingatan
89 88. kecewanya seorang kakak
90 89. merasa hampa
91 90. bertemu mantan
92 91. nyonya Humaira khawatir
93 92. pemutusan pertunangan
94 93. panasin Aditya
95 94. cemburu
96 95. kecupan singkat
97 96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98 97. begal lagi
99 98. di sidak
100 99. sarapan bersama
101 100. persiapan pindah
102 101. Ramayana
103 102. laporan
104 103. bertemu rival
105 104. jual mahal
106 105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107 106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108 107. telah ingat sepenuhnya
109 108. niat baik
110 109. persiapan
111 110. kembali ke kota x ( tamat)
Episodes

Updated 111 Episodes

1
1 awal mula
2
2. memulai kehidupan kedua
3
3. belajar
4
4.mengunjungi perpustakaan
5
5. membersihkan pekarangan rumah
6
6. mencari obat untuk ibu
7
7. berjualan sayur
8
8. insiden di perpustakaan
9
9.
10
10. hasil uji coba
11
11.Diantar Aska pulang
12
12.clasmeting
13
13. meracik masker dari buah strawberry
14
14.berdebat
15
15. pengakuan Aska
16
16. POV Aska
17
17. pergi keladang
18
18. membuat ikan asin
19
19. kedatangan kakek dan nenek
20
20. rencana membeli alat elektronik
21
21. jalan-jalan ke kota
22
22. perampokan hotel
23
23. aksi penyelamatan
24
24. ke khawatir Nisa
25
25. membeli motor
26
26. membuat panel Surya dan kincir angin sederhana
27
27. terpilih sebagai peserta olimpiade
28
28. di tembak aska
29
29. seleksi
30
30. melawan Siska
31
31. menolong orang yang mengalami kecelakaan
32
32. nenek jam sakit
33
33. jadian
34
34. keterkejutan sahabat-sahabat Nisa
35
35. hari kompetisi
36
36. pergi tanpa kabar
37
37. rencana liburan semester
38
38. mengunjungi tempat Mbak nur
39
39. usaha baru
40
40. insiden kecil
41
41. kembali dari berlibur
42
42. nasehat seorang sahabat
43
season 1 tamat.
44
44. S2 masuk universitas
45
45. S2 kegiatan simak (silaturahmi mahasiswa baru)
46
46. S2 bertemu dengan pemilik showroom
47
47. S2 kejadian di kosan
48
48. bertemu masa lalu
49
49. jalan jalan ke negara ginseng
50
50. si mantan nelpon
51
51. ajakan Aditya
52
52. penolakan secara halus
53
53. liburan kuliah
54
54. jadi dokter dadakan
55
55. usaha Aditya
56
56. kabar yang mengejutkan
57
57. mendapat kabar peri merah
58
58. beraksi
59
59. kebenaran tentang Nisa
60
60. dijemput
61
61. pinangan formalitas
62
62. kedatangan
63
63. rencana kedepannya
64
64. Aska kembali
65
65. Dedi tak sengaja melihat Aska
66
66. kita tidak dekat
67
67. para mantan
68
68. ngak tau judul
69
69. anak angkat
70
70. paket komplit
71
71. data perusahaan di Serang
72
72. gadis perundung
73
73. Aditya kecelakaan
74
74. masa lalu tuan Anwar
75
75. mengunjungi Aditya
76
76. belum cerita
77
77. mengejar orang yang tidak dikenal
78
78. bertemu dedi
79
79. si mantan ketos
80
80. makanan keramat
81
pengumuman
82
81. adik-kakak
83
82. membantu penyelidikan
84
83. rapat direksi
85
84. pemimpin sementara
86
85. peringatan leon
87
86. kemarahan tuan Anwar
88
87. hilang ingatan
89
88. kecewanya seorang kakak
90
89. merasa hampa
91
90. bertemu mantan
92
91. nyonya Humaira khawatir
93
92. pemutusan pertunangan
94
93. panasin Aditya
95
94. cemburu
96
95. kecupan singkat
97
96. menjalani hubungan walaupun tidak ingat
98
97. begal lagi
99
98. di sidak
100
99. sarapan bersama
101
100. persiapan pindah
102
101. Ramayana
103
102. laporan
104
103. bertemu rival
105
104. jual mahal
106
105. ingin mengenal saudara kandung Nisa
107
106. meliburkan otak-otak dari berbagai pikiran
108
107. telah ingat sepenuhnya
109
108. niat baik
110
109. persiapan
111
110. kembali ke kota x ( tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!