"hay nis. Kamu sudah mau pulang ? aku antarin pulang ya..?” Tanya Aska dengan penuh perhatian. Lilis, lisa dan ros pun menjadi histeris dengan kedatangan dan tingkah Aska. Setau mereka, Aska itu pas pertama kali datang, ia merupakan laki-laki yang dingin dan sepertinya sangat susah untuk di dekati. Tapi sama nisa kok bisa gitu ya.
“ngak usah ka. Aku jalan bareng ros aja..” ujar nisa, tentu saja ngak enak ninggalin temannya sendirian. lagi pula, Nisa dan Aska juga tidak dekat.
“ros, biar sama aku aja nis..” ucap vivi tiba-tiba datang. Vivi bergabung bersama mereka.
“hai vi. Giman kabar kamu, masih kejang-kejang..?” sapa nisa.
“alhamdulilah, sudah mendingan nis, akibat saran dari kamu, akhirnya ketemu penyebabnya. Kamu di antar kak Aska aja ya, biar ros aku yang antarin.” Ucap vivi lagi.
“eh.. tap_”
“udah ngak papa. Biar mereka saja yang anterin kalian. Emanag kalian nggak capek apa jalan 2 kilo tiap hari, pulang-balik lagi. Sekali-sekali di anterin ayang, kapan lagi coba..” ucap lilis menggoda nisa.
( ayang apaan. ngadi-ngadi ni anak..) batin Nisa.
“iya nis. Lagian kan sudah di tawarin, ngak baik nolak rezeki lo. Ya udah kak !. Antar aja, kalau begitu, kami duluan ya,, dada..” ucap lisa. Lilis dan lisa pun langsung pergi.
“yaudah yuk... Tunggu apa lagi, ayuk kita antar,,” ucap vivi. Akhirnya mau tidak mau, akhirnya jadi juga. Sementara di tempat parkiran, ada sepasang mata yang berusaha mati-matian berdamai dengan hatinya melihat kejadian itu.
(huh, aku kenapa sih...) geram dedi dalam hatinya.
mereka pun langsung tancap gas dan pergi. Mereka mengantar ros duluan kerumahnya. tak lama. mereka pun sampai di rumah Ros.
“makasih ya vi. Kak Aska sudah ngantarin..” ucap ros.
“ok ros, sma-sama” ucap vivi. Sementara, Aska hanya diam dan menganggukkan kepalanya saja dengan ekspresi datarnya.
Sepertinya, ia hanya akan bersikap manis dengan wanitanya saja. Setelah itu, mereka langsung kerumah nisa. sesampainya di rumah nisa, mereka sangat terkejut melihat betapa asrinya lingkungan rumah nisa, disana pemandangannya sangat indah, dan di tumbuhi oleh banyak tanaman.
“wah… ini tanaman kamu nis,,?” Tanya vivi dengan takjub, tak henti-hentinya ia berdecak kagum.
“iya vi. Ini tanaman aku.. makasih ya sudah ngantarin. Kalian mau singgah dulu, atau langsung pulang..?” Tanya nisa kepada keduanya.
“singgah dulu ngak papa nis. Soalnya aku mau nikmatin kebun kamu sebentar.” Ucap vivi. Ia beralih menatap kakaknya. “singgah bentar ya kak..” ujar vivi kepada kakaknya.
“ya udah boleh..” ucapnya dengan lembut sambil mengelus rambut adiknya.
“ya usah kalau gitu, ayuk…” ajak nisa kepada keduanya. Sementara dirumah ada ibu nita yang sepertinya baru pulang berladang.
“assalammualaikum..” ucap nisa dan kedua temannya.
“wa’alaikum salam. Eh sudah pulang nak..” ucap ibu nita, sambil nisa menyalim ibunya dan di ikuti oleh vivi dan Aska. Aska yang biasanya tidak melakukan hal itu, seolah merasa malu kalau tidak melakukannya.
“ini ibu aku. Maaf ya, rumah aku kecil.” Ucap nisa.
“ngak papa kok..” jawab vivi santai.
“buk, kami ke kebun dulu ya. Katanya vivi mau lihat kebun aku..” ucap nisa.
“ya sudah, ganti baju dulu dan jangan lupa kamu ajak teman-teman kamu makan, ibu sudah masak tadi. Ya sudah ibu siapkan minum dulu untuk kalian ya..” ucap ibu nita dan hanya dibalas oleh anggukan kepala. Setelah itu, mereka langsung kebelakang. Disana juga ada meja, yang di kelilingi oleh sayuran dan sangat teduh untuk diduduki.
“wah.. benar-benar sejuk nis..” ucap vivi lagi. Mereka pun langsung duduk di tempat duduk di tengah-tengah kebun.
“mau makan buah tidak.?” Tanya nisa di sela-sela waktu santai mereka.
“mau…! emang ada buah ya nis.?” Tanya vivi.
“ada donk. Bentar aku ambilin ya.” Nisa pun langsung mengambil keranjang kecil dan pergi memanen beberapa buah-buahan segar, namun vivi tidak ingin tinggal diam, ia pun mengikuti nisa memetik buah-buahan itu. setelah itu, mereka cuci dan kembali duduk bergabung bersama Aska. Sementara, di atas meja sudah tersedia minuman.
Sementara itu, mereka pun memakan buah-buahan itu dengan lahab. Ternyata buah yang di beli di pasar sama dengan buah yang di petik langsung itu, rasanya berbeda. Buah yang di petik langsung itu sangat segar dan memuaskan dahaga.
Tak lama, setelah makan buah dan berbincang-bincang, vivi dan Aska pun memutuskan untuk pulang kerumah. Namun sebelum mereka pergi, ibu nita menyuruh mereka makan terlebih dahulu. Dan tau lah ya, perkataan sorang ibu tidak bisa di bantah. Akhirnya mereka makan terlebih dahulu, setelah itu mereka pulang.
“ibu kami pulang dulu ya buk. Makasih makanannya..” ucap vivi. Mereka pun menyalim ibu nita sebelum mereka pergi.
“sama-sama nak. Hati-hati dijalan ya, makasih sudah ngantar anak ibu..” ucap ibu nita kepada keduanya.
“iya buk sama-sama, kita kan teman, jadi itu sudah biasa.” Jawab Aska. Setelah itu, nisa mengantar mereka sampai depan.
“makasih ya nis. Kita pulang dulu..” ujar vivi.
“ok vi. Hati-hati di jalan ya.” Ucap nisa. mereka pun langsung tancap gas dan meninggalkan rumah nisa kembai kerumah mereka. Setelah itu, nisa kembali masuk kedalam rumah.
***
Tak terasa, Seminggu sudah, sekolah menyelenggarakan ujian akhir semester. Rasanya beban yang mereka tanggung selama seminggu ini akhirnya terlewatkan.
“hah… akhirnya ujian selesai juga..” ucap lilis sambil menelungkup kan wajahnya di atas meja.
“iya betul, akhirnya ku bisa beristirahat dengan tenang..” timpal lisa.
“eh. Mati kamu, ngomong istirahat dengan tenang..” sindir ros, Nisa pun terkekeh mendengar sindiran itu.
“tauk tu… sudah bosan hidup kali dia..”timpal lilis lagi.
“heh.. maksud kalian tu apa, enak aja. Lagian siapa juga yang mau mati. Lagian ya, masih banyak yang belum aku lakukan di dunia ini, aku belum menikah dan juga belum punya anak. Enak aja kalian ngomong kek gitu..”gerutu lisa. Mereka pun tertawa terbahak-bahak, akhirnya beban mereka berakhir.
“ya udah yuk. Pulang..” timpal nisa.
“ya, yuk..” mereka pun mulai bersiap dan sama-sama keluar dari ruangan mereka. Namun ternyata, mereka di kumpulan dilapangan untuk mendengarkan pengumuman.
“apa lagi ini.” Ucap nisa.
“ntahlah, mungkin ada pengumuman..” ucap lisa. Mereka pun langsung mengambil posisi dan bergabung dengan teman-teman sekelas mereka. Setelah itu, kepala sekolah langsung memberikan pengumuman singkat.
“anak-anak. Akhirnya ujian semester berakhir juga. Namun hari senin besok tetap harus datang ke sekolah, menggunakan pakaian olahraga. Karena untuk menunggu hasik ujian kalian, kita seminggu ini akan melaksanakan clasmeting. Hari sabtunya baru kita merima hasil kerja keras kalian Minggu ini. Paham ya, jangan sampai ada yang tidak datang, absen tetap berjalan.” Ucap kepala sekolah.
“tau aja tu kepsek kalau aku berencana ngak hadir..” ujar lisa.
“iya tu. Pakek ngancem di absen lagi..” protes mereka.
“baik, hanya itu pengumuman hari ini. Dan silahkan pulang kerumah masing-masing dan hati-hati dijalan” setelah mengatakan hal itu, semua siswa dan siswi pun langsung membubarkan diri.
***
Hari ini, nisa berangkat ke sekolah menggunakan baju olahraga atau training, hari ini mereka akan mengikuti clasmeeting sambil menunggu penerimaan rapot. Nisa bertemu dengan teman-temannya yang lain. Mereka berangkat seperti biasa, jam 6 pagi.
“hai.,,” sapa nisa.
“hay juga nis.” Ucap mereka. Nisa clingak-clinguk.
“eh.. lihat ros ngak..?” Tanya nisa kepada yang lain.
“ngak tuh, kayaknya sudah berangkat duluan.” Ucap raras. Namun tiba-tiba terdengar suara teriakan dari belakang.
“nisaaa… tunggu akuuu…” teriaknya. Ternyata itu adalah ros, ia sedang berlari mengejar mereka agar tidak tertinggal.
“hos~hos~hos~” suara ros ngos-ngosan karena berlari.
“tumben telat ros. Kamu telat bangun ya, mandi kamu kan..?” ucap nisa sambil mengendus tubuh ros.
“ya mandi lah, masak ngak..!! jangan seperti kayak anjing pelacak dong..!!” seru ros menyentil jidat nisa.
“auch… sakit. Kan mana tau kamu ngak mandi, bauk tauk..” ucap nisa, sambil mengelus kepalanya yang di sentil.
***bersambung***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
sky heart
crazy Up dong kak
2022-10-01
1
Septi Verawati
masa2 SMA,, jd kangen 🥰🥰🥰
2022-09-27
2