Di gerbang kampus kota eksander.
Leksa kembali melanjutkan aktifitasnya seperti biasa, tidak seperti biasanya hari ini dia tidak menggunakan tompel diwajahnya.
Secara perlahan dia akan membuka fisiknya ke khalayak ramai, bagaimanapun dia telah terekpos oleh sebagian mahasiswa jadi untuk apa tetap menyembunyikannya.
Hari ini juga leksa mendengar ada mahasiswa baru pindahan dari luar negri, leksa tahu pasti itu adalah alice.
Tanpa leksa sadari wakildekannya masuk dengan membawa alice bersamanya. Semua murid laki-laki sangat terpesona saat melihat kecantikan alice yang sangat luar biasa.
Apalagi yang membawanya adalah wakil dekan langsung, pasti alice memiliki latar belakang yang sangat kuat.
"Astaga apakah dia murid baru kampus kita?".
"Dia bahkan lebih cantik dari bunga kampus kita!".
"Tidak, kecantikan mereka sama tapi sikap anggunnya yang mempesona".
Kelas seketika riuh saat kehadiran alice, leksa sendiri tetap tidak peduli, lebih tepatnya dia masih sangat fokus dalam projeknya.
"Selamat pagi teman-teman perkenalkan nama saya alice purnomo, saya pindahan dari universitas orkina dari negara irkalandia".
"Selamat datang alice".jawab seluruh mahasiswa serentak.
"Baiklah alice, kamu dapat memilih tempat duduk sesuka hatimu di manapun".
"Terimakasih Bu".
Alice duduk disamping leksa, dia melihat leksa sangat fokus dalam projeknya. Ingin rasanya dia langsung memeluk leksa sekarang, tapi saat mengingat pesan nenek dia menahannya.
Saat wakil dekan kampus pergi kelas menjadi riuh bahkan beberapa pria mencoba mendekati alice.
"Hallo alice perkenalkan namaku isa".
"Aku dulu, kamu minggir sana, namaku Rio". Rio mendorong isa kesamping.
"Hey....hey......kalian minggir jangan ganggu dia".
Malik yang melihat itu langsung menggeser mereka berdua, dia mengulurkan tangan.
"kamu tidak usah mendengarkan mereka berdua, perkenalkan namaku Malik".
Alice mengulurkan tangan dengan senyum terpaksa, dia sangat males berkenalan dengan siapapun itu.
"namaku alice, maaf aku ada urusan yang yang dikerjakan sekarang jadi tolong jangan menggangguku". Alice membuka laptop pura-pura belajar agar terhindar dari mereka.
Malik yang melihat itu kecewa tapi langsung membiasakan kembali raut wajahnya," Aku pergi dulu ya".
Saat jam istirahat alice melihat semua orang telah keluar dari kelas kecuali leksa yang terus serius disampingnya sepanjang waktu.
Dia mengampil hanphone leksa di samping laptopnya lalu mulai memainkannya. Leksa yang melihat itu mengertukan kening, dia menoleh kearah orang yang mengambilnya.
"Alice?".
"Kenapa kamu sangat sibuk sa...yang".Alice terseyum miring.
"Kenapa kamu pindah kesini?".Leksa mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Bukankah nenek sudah menceritakan alasannya!". Alice mengerutkan kening.
"maaf aku lupa untuk itu". leksa tersenyum masam mendengar ini.
"Karena kamu lupa maka kamu harus membalasnya malam ini".
"Malam ini?, traktir makan malam?.
"Kamu akan tahu nanti". Alice tersenyum misterus.
"Aku merasa ada yang tidak beres dengan pikiranmu".
"Ya pikiranku sudah tidak beres sejak kamu meninggalkanku".
"Aku minta maaf soal itu, aku benar-benar tidak tahu". Leksa menutup mata," sudah banyak kesalahan yang aku perbuat kepadamu".
"Kamu harus bertanggung jawab untuk itu".
"Apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahan itu?".
"Sama seperti tadi, jawabannya tetap malam ini".
Leksa mengangguk mengerti,apapun tanggung jawab itu dia akan melakukannya untuk menebus kesalahan dia kepada alice.
"Apa yang kamu lakukan dengan handphone aku?".
"Apa sekarang kamu akan menyembunyikan rahasia dengan aku?".
"Terserah, lakukan sesukamu".
"Sesuka aku, kamu yakin?".
"ya, aku tidak akan mengingkari kata-kataku".
"Kalo begitu aku ingin tidur bersamamu setiap hari, Setiap pergi kemanapun aku harus ikut, tidak ada rahasia apapun yang kamu sembunyikan".
"Untuk saat ini hanya itu yang aku inginkan,simpel kan?". Alice tersenyum.
"Ya sangat simpel sekali alice purnomo". Leksa hanya bisa menganguk pasrah.
"Keinginannya tetap sama seperti dulu". Gumam leksa dalam hati.
Tidak berselang lama kelas telah berakhir, tidak jarang malik sering mengganggu alice saat jam pelajaran tapi alice selalu mengabaikannya.
"Sepertinya malik sangat menyukaimu, kenapa kamu tidak mebalasnya?". Tanya lekda bercanda.
"Kamu memintaku untuk membalasnya?, karena kamu mengijinkannya maka tidak masalah aku akan membalasnya lain kali". Alice menatap leksa tersenyum.
"ooh, kalau begitu balas sekarang saja, aku akan pulang duluan". Leksa langsung pergi dengan malas.
"hey, kenapa kamu yang meminta, kamu juga yang marah". Alice mengejar leksa yang pergi menjauh,dia tersenyum mengejek.
"Ren,kenapa ada cewe cantik di kampus kita selain lisa ". Tanya riko sahabat dekat reno.
"Yang mana?".
"Kau lihat itu diparkiran, siapa dia?".
"Astaga bro, cantik banget bro". Sahut Arya.
"Bisa nih jadi injaran gwe selanjutnya".
"Mau kemanain si lisa kalo lo ngincar cewe itu?".
"gwe udah gak peduli lagi sama cewe so jual mahal itu".
"eh Btw gwe udh gk lihat lisa lagi semenjak kejadian itu".
"Apa jangan-jangan.........?".
"hush, lu gak usah ngebahas masalah itu lagi, besar nanti resikonya".
"Eh dia mau pergi tuh, cegat bro, entar keburu ilang mangsa kita!".
Alice diperintahkan untuk menunggu dimobilnya, dikarenakan saat ini leksa sedang ada urusan mendesak jadi di akan meyusul.
Saat alice akan membuka pintu mobilnya dia melihat ada tangan yang menahannya.
"Hey cantik, Anak baru ya?, perasaan kami baru melihat lo di kampus ini".
"Ya jadi?".
"Jangan judes gitu dong...".
"Ada urusan apa kalian kesini". Alice memperlihatan wajah dinginnya.
Sama seperti leksa, sejak kecil dia selalu dilatih beladiri. Bagaimanapun dia adalah keluarga militer jadi kemampuan ini wajib dimilikinya.
Selain itu dia juga memiliki pengawal bayangan yang selalu berada disekitarnya, hal itu pula yang membuatnya semakin berani kepada siapapun yang mengganggunya.
"Jangan galak gitu dong, masa jadi gadis galak banget, ntar gk ada cowo yang mau loh". Arya mencoba memegang tangan alice tapi ditepis dengan mudahnya.
"Udahlah kalian nggak usah menggangunya,biarkan dia pergi".
Arya dan riko bingung mendengar perkataan reno, tidak biasanya dia berkata begitu. Mereka membiarkan alice pergi dengan mobilnya.
"Tumben lo ngebiarin cewe secantik dia pergi?".
"Lo gak tahu, cewe seperti dia pikirannya berbeda dengan cewe matre yang sudah kita menangkan".
"jadi.......?".
"Pelan-pelan aja gwe pastiin dia akan bertekuk lutut dihadapan gwe?".
"kita baik-baikin dulu aja, kalo udah dapat baru kita jalanin kebiasaan kita dulu".
"yoi bro, siapa sih cewe yang berani menolak seorang reno,ketua dewan kampus dan anak konglomerat di kota eksander".
Reno melihat kepergian mobil alice dengan tersenyum, baru kali ini dia melihat cewe secantik dan seanggun itu, meskipun lisa juga sama cantiknya tapi reno yakin dia telah mati diterkam binatang buas.
"Gwe suka cewe kayak gini, so jual mahal!".
Alice pergi dengan kesal." jika bukan karena harus menjaga wibawa seorang bangsawan maka sudah aku habisi anak tidak tahu diri itu".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments