BAB 6

Leksa berangkat dengan mobilnya yang baru dibelinya minggu lalu oleh asistennya di pabrik, tapi belum pernah dipakai kemanapun.

Dia mengambil sebuah kertas di jok mobilnya.Toyota Land Cruiser adalah mobil off-road Serbaguna atau Sport Utility Vehicle / SUV yang dibuat oleh Toyota Motor Corporation dari tahun 1951 sampai sekarang. Toyota Land Cruiser dikembangkan oleh Toyota sejak tahun 1951 dan baru mulai diproduksi tahun 1954...... ............,Leksa kembali menyimpan buku kecil itu,Dia membeli mobil ini dengan harga 164 ribu dolar.

Leksa sangat teliti dalam membeli barang apapun, dia akan menegecek keseluruhan benda yang dibelinya.Dia akan membandingkan apakah kualitas barang sesuai dengan harga atau tidak.Dia memiliki prinsip hemat pangkal kaya.

Leksa tiba di sebuah desa di luar hutan alaska pada jam 3 Sore dengan waktu tempuh perjalanan 12 jam.jarak itu terbilang sangat jauh padahal kecepatannya di jalan tol mencapai +120km/jam.

Dia berhenti disekitar padang rumput luas dengan sungai besar disampingnya.Tidak jauh dari sana juga terdapat sawah-sawah milik warga desa setempat,Sawah tersebut juga di aliri secara langsung oleh air sungai yang bisa dibilang sangat jernih.

Dia Diam terus termenung saking kagumnya melihat pemandangan yang lebih baik dari ekspetasi selama ini dipikirnya, tiba-tiba dia kaget saat seseorang menepuk bahunya.

Dia melihat seorang pria tua berumur 80an bersama seorang pria paruh baya setengah abad.

"Hey nak, apa yang kau lakukan disini? apa kau tersesat " tanya pria paruh baya itu dengan heran, pasalnya leksa telah berada disana hampri satu jam lamanya.

" tidak pak,tujuan saya memang kesini ".leksa menjawab dengan tersenyum ramah, dia tahu tujuan mereka baik.

"baiklah, jangan berdiam diri sendiri saat malam hari diluar, itu sangat berbahaya bagimu, banyak binatang liar berkeliaran saat malam!".ucap kakek tua itu memberi nasihat.

"terimakasih kek atas sarannya," leksa membungkukan badannya.

Saat melihat leksa memang tidak membutuhkan bantuan mereka karena mengira tersesat,mereka memutuskan akan pergi pulang.

Sesaat leksa ragu apakah harus bertanya atau tidak setelah diberitahu banyak berkeliaran hewan liar dimalam hari.

meskipun leksa ahli beladiri, tapi dia tidak memiliki pengalaman bertarung dengan binatang liar. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk bertanya.

" Maaf Pak Kek, apakah ada penginapan turis di sekitar sini?.tanya leksa.

pria paruh baya dan kakek tua itu saling melirik satu sama lain lalu mengelengkan kepala.

"Disini tidak ada tempat penginapan nak, memang untuk berapa hari rencana tinggal di desa ini?".

"palingan cuman 2 malam saja kek. tanya leksa tersenyum pasrah.

"Sepertinya harus begadang malam ini".Gumam leksa dalam hati.

"kalau begitu kamu bisa tinggal sementara dirumah kami".tanya kakek itu.

"ya.....kakek benar, lagian ada kamar kosong dirumah kami".balas pria paruh baya itu.

Leksa terkejut dan ragu sebentar, dia menganggukan kepala dari pada tidur dimobil yang pastinya mungkin tidak tenang.meskipun begitu dia tetap bertanya kembali jikalau salah dengar.

"Apa kakek dan bapak yakin mau menerima saya selama beberapa malam dirumah, kita kan gak saling kenal, misal kalo aku penjahat yang kabur gimana?, nanti malah bahaya sama keluarga bapak" leksa bertanya memastikan.

mereka tertawa " Mana ada penjahat ngomongnya canggung gitu".

" sekelas preman aja ngomongnya santai kayak gak punya salah,Apalagi penjahat yang bisa kabur kesini pasti gayanya lebih hebat lagi " balas pria paruh baya itu.

leksa mengangguk canggung lalu mengajak kedua orangtua itu menaiki mobil, menurutnya jarak desa dari tempatnya berada cukup jauh.

"kamu duluan saja, tunggu kami diujung desa, pakaian kami kotor, Jadi kami akan jalan kaki saja".

leksa tersenyum, "Jangan bilang gitu kek, saya juga kotor".

leksa melanjutkan kata-katanya "tuh, kaki saya juga berlumpur, jadi sama saja, ayok pak kek naik".

pria paruh baya dan kakek tua itu mengangguk lalu naik.Meskipun ini pertama kalinya mereka naik mobil tapi mereka tahu tata krama.

Mereka saling bercerita tentang desa mereka mulai dari pekerjaan,tempat-tempat sekitar desa hingga akhirnya tentang binatang buas yang sering berkeliaran disekitar desa.

Meskipun awalnya ada rasa canggung tapi pada akhirnya semuanya hilang.Tidak terasa 18 menit berlalu.

mereka tiba di sebuah rumah kayu sederhana,

dengan sekeliling rumah dilingkari kebun singkong dan satu kandang kambing disamping rumah.

saat mereka masuk rumah, mereka disambut oleh wanita paruh baya dan seorang gadis seumuran dengan leksa tapi memakai tonggak untuk membantunya berjalan.

Gadis itu menatap leksa dengan heran, pasalnya dia tidak pernah melihat leksa di desa ini.

saat pria paruh baya itu melihat istri dan anaknya kebingungan sambil menatap pria yang dibawanya,dia tersenyum.

"Dia tamu kita, namanya Leksa, baru datang dari kota untuk berkunjung,jadi........... .Pria paruh baya itu menangkupkan kedua telapak tangannya.

"Dia akan tinggal dirumah kita beberapa hari, kebetulan kan kamar kakak kosong".pria paruh baya itu tersenyum.

wanita paruh baya mengangguk mengerti,"kebetulan tadi ibu masak ayam, jadi kita sarapan dulu".

"ayo nak leksa,kita makan dulu, saya tahu kamu belum makan sejak pagi, jangan sungkan sama kami".

leksa tersenyum canggung, menganguk mengerti dan mengikuti ke ruang tamu.

Dia melihat sekeliling, rumah sederhana beratapkan anyaman bambu tapi sangat rapih dan bersih dengan empat ruang tidur,satu ruang tamu,dapur serta kamar mandi.

Dia duduk di kursi meja makan disamping kakek tua, meja itu berukuran 2,5 meter dengan 3 kursi berjejer di samping kanan dan kiri menghadap meja.

setelah duduk mereka bercerita tentang berbagai hal,dari sini leksa juga tahu nama-nama dikeluarga ini.

kakek tua ini bernama junaedin sedangkan pria paruh baya itu bernama sumanto,istrinya bernama Riska dan gadis barusan bernama amelia,mereka juga memiliki seorang putra bernama nanda tapi dia jarang dirumah.

saat leksa bertanya tentangputranya, terlihat wajah muram mereka, Leksa yang melihat itu langsung mengganti topik lain.

Tidak berselang lama, makanan tiba di antarkan bu Riska. suasa makan Berlangsung hening tanpa suara sedikitpun kecuali benturan alat makan.

Matahari mulai ternggelam, suara jangrik bersahutan dimana-mana , angin menghembuskan hawa dingin menerpa ke segala arah.

Di tengah malam yang gelap, Leksa termenung sendiri di kamar menatap langit di dampingi lilin.

"Nak, diam terus di kamar? , mending ke Bale (ruangtamu), ngobrol sama kami". ajak kakek junaedin.

Leksa menengok ke arah suara yang memanggilnya, Dia mengangguk lalu mengikuti. kamar yang ditempati leksa sendiri tidak memiliki pintu, hanya ditutup dengan sehelai kain, jadi bisa dengan mudah masuk atau keluar jika ada keperluan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!